cover
Contact Name
Oris Krianto Sulaiman
Contact Email
oris.ks@ft.uisu.ac.id
Phone
+6281262500400
Journal Mail Official
jimrestri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Imam Bonjol No. 9 Forum 9th Floor, Kota Medan, Sumatera Utara 20112
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri
Published by Ilmu Bersama Center
ISSN : -     EISSN : 2961953X     DOI : https://doi.org/10.56211/factory
Core Subject : Engineering,
actory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Teknik Industri, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Teknik Industri. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan Agustus, Desember dan April. Terbitan pertama adalah bulan Agustus 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menerima naskah dengan topik Production Planning and Inventory Control, Design Product and Control Quality, Model Simulasi and Optimasi System, Ergonomic and Work Study, Design Manufacturing Facility, Multi Criteria Decision Making dan Productivity.
Articles 91 Documents
Analisis Statistik Pengaruh Inflasi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan Pendekatan Regresi Linier: Studi Kasus: Kota Pekanbaru Rusdi, Ahmad; Nabila, Aditia Ayu Rahma; Apriansyah, Firman; Amalia, Fransisca; Sakti, Angga Yuda; Kanny, Yuli Khaerati
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1100

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran indikator makroekonomi, khususnya inflasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), dalam menilai stabilitas dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Kota Pekanbaru, sebagai pusat ekonomi strategis di Provinsi Riau, mengalami dinamika inflasi dan PDRB yang menarik untuk dikaji selama periode 2019–2023, terutama dalam konteks pasca-pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang diukur melalui PDRB. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kota Pekanbaru. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh inflasi (variabel independen) terhadap PDRB (variabel dependen). Hasil analisis menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap PDRB Kota Pekanbaru, dengan hasil uji t menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap PDRB dengan nilai signifikansi 0,578 (> 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dalam periode lima tahun terakhir, inflasi bukan merupakan faktor dominan yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pasir dan Split Menggunakan Metode Statistical Inventory Control pada Industri Beton Ready-Mix Perkasa, Surya Agung; Nugraha, Asep Erik; Sa'adah, Nur
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1524

Abstract

Industri beton ready-mix di wilayah Indramayu menghadapi tantangan ketidakstabilan pasokan bahan baku utama, pasir dan split 2/3, yang berisiko menghambat kelancaran operasional. Ketidaksesuaian antara jadwal pemesanan dan kedatangan material sering memicu inefisiensi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan menggunakan metode Statistical Inventory Control guna menentukan level stok optimal. Metode ini mengintegrasikan perhitungan Safety Stock (SS) dan Reorder Point (ROP) dengan mempertimbangkan fluktuasi permintaan serta variabilitas lead time berdasarkan data historis Januari 2025 secara komprehensif guna meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman material dari vendor. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk memitigasi risiko stockout pada service level 95% (Z = 1,654), perusahaan memerlukan Safety Stock sebesar 44.507,48 kg untuk pasir dan 44.944,53 kg untuk split 2/3. Titik pemesanan ulang (Reorder Point) yang optimal ditetapkan saat persediaan menyentuh level 252.903,48 kg untuk pasir dan 217.292,53 kg untuk split 2/3 demi menjaga kestabilan ketersediaan stok. Penerapan parameter ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengadaan, mereduksi idle time, serta menjamin kontinuitas produksi tanpa membebani biaya penyimpanan secara berlebih.
Critical Success Factor terhadap Penerapan Sustainable Supply Chain pada Sektor Perikanan dengan Pendekatan PCA-ISM Martani, Nivo; Pujawan, I Nyoman
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1592

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan memetakan critical success factors (CSF) terhadap penerapan Sustainable Supply Chain Management (SSCM) pada sektor perikanan di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan data primer berupa kuesioner kepada responden berpengalaman di industri perikanan dan rantai pasok (N = 19), yang terdiri dari manajer operasional, akademisi, dan birokrat terkait sektor kelautan dan perikanan, serta expert judgement untuk tahap ISM. Data diuji validitas dan reliabilitas; seluruh indikator pada dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial dinyatakan valid (sig. < 0,05) dan reliabel (Cronbach’s Alpha: 0,762; 0,865; 0,781). Analisis Principal Component Analysis (PCA) dengan rotasi Varimax mereduksi 24 indikator menjadi tujuh faktor utama yang secara kumulatif menjelaskan 82,168% variasi data, yaitu: Environmental Management and Green Operations, Cost Control and Operational Efficiency, Price Stability and Supply Chain Transparency, Occupational Safety and Workforce Capability, Green Policy and Emission Reduction, Green Supply Chain Integration, serta Energy Efficiency and Post-Harvest Optimization. Selanjutnya, hasil Interpretive Structural Modeling (ISM) menunjukkan bahwa Green Policy and Emission Reduction berperan sebagai faktor penggerak utama (driver) pada level dasar, sedangkan Price Stability and Supply Chain Transparency berada pada level teratas sebagai faktor yang paling dipengaruhi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan kebijakan hijau dan pengurangan emisi menjadi fondasi prioritas dalam meningkatkan keberhasilan implementasi SSCM pada sektor perikanan. Model ISM yang dihasilkan dapat menjadi panduan strategis bagi pengambil kebijakan di sektor perikanan Jawa Timur dalam menentukan urutan prioritas intervensi yang tepat guna mendorong implementasi SSCM secara sistematis dan berkelanjutan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Bank BRI Cabang Brawijaya Fahmi, Wulan Nur Zia; Hartini, Sri
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan pada Bank BRI KCP Brawijaya. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 30 pegawai sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah dinyatakan valid (r hitung > 0,2960) dan reliabel (Cronbach’s Alpha > 0,60), serta diolah menggunakan analisis regresi linear berganda dengan taraf signifikansi α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Kepemimpinan memiliki koefisien regresi sebesar 0,195 dengan nilai t hitung 1,454 dan nilai signifikansi 0,158 (> 0,05), sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Sementara itu, Motivasi memiliki koefisien regresi sebesar 0,541 dengan nilai t hitung 3,272 dan nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang berarti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Secara simultan, Gaya Kepemimpinan dan Motivasi berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan nilai F sebesar 5,875 dan signifikansi 0,008 (< 0,05).Temuan ini mengindikasikan pentingnya meningkatkan motivasi kerja karyawan sebagai faktor dominan, disertai pengembangan gaya kepemimpinan yang efektif untuk mendorong kinerja optimal. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah manajemen Bank BRI KCP Brawijaya perlu memprioritaskan strategi peningkatan motivasi kerja, seperti pemberian penghargaan, pengembangan karier, sistem insentif yang adil, melakukan evaluasi dan  pelatihan kepemimpinan untuk mendukung peningkatan kinerja karyawan secara berkelanjutan.
Analisis Pengukuran Waktu Produksi Menggunakan Metode Time Study pada Produk Nakas di PT X Zakarsi, Dahlan Agestya; Hartono, Ridwan
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1637

Abstract

Penetapan waktu produksi di PT X yang masih bersifat estimatif berpotensi menyebabkan pemanfaatan tenaga kerja yang kurang optimal, ketidaksesuaian antara kapasitas produksi dan permintaan pasar, serta meningkatnya risiko keterlambatan pengiriman produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu kerja serta menentukan kapasitas produksi pada proses pembuatan nakas menggunakan metode stopwatch time study. Pengamatan dilakukan pada lima stasiun kerja yang meliputi proses pengukuran, pemotongan, penghalusan, pengecatan, dan perakitan, dengan masing-masing stasiun dioperasikan oleh satu operator. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan langsung sebanyak 10 kali pada setiap stasiun kerja. Data kemudian dianalisis melalui uji keseragaman data, uji kecukupan data, perhitungan waktu siklus, waktu normal, serta waktu baku dengan mempertimbangkan performance rating dan allowance. Hasil penilaian menunjukkan nilai performance rating pada operator stasiun pengukuran (1,11), pemotongan (1,16), penghalusan (1,33), pengecatan (1,33), serta perakitan (1,21). Sementara itu nilai allowance yang diperoleh pada stasiun pengukuran sebesar 28%, pemotongan 35%, penghalusan 30%, pengecatan 26%, dan perakitan 29%. Berdasarkan hasil analisis lintasan produksi, stasiun pengecatan menjadi bottleneck dengan waktu baku sebesar 3403,36 detik atau 56,72 menit per unit. Jumlah unit produksi ditentukan oleh waktu baku terlama karena dalam sistem produksi berurutan kapasitas output mengikuti stasiun kerja dengan waktu proses paling lama (bottleneck). Dengan waktu kerja 480 menit per hari, maka (480 : 56,72 = 8, 46) kapasitas produksi yang dapat dicapai adalah sekitar 8–9 unit nakas per hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perusahaan dalam menetapkan standar waktu kerja serta perencanaan kapasitas produksi secara lebih akurat.
Usulan Business Process Reengineering untuk Optimalisasi Proses Operasional pada UMKM XYZ Indra, Muhammad Dewa Putra
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1643

Abstract

Perkembangan industri coffee shop di Indonesia menuntut peningkatan efisiensi operasional dan kualitas layanan untuk menghadapi persaingan yang semakin kompetitif. Penelitian ini bertujuan mengusulkan model Business Process Reengineering (BPR) pada Coffee Shop UMKM XYZ dengan memanfaatkan Business Process Modeling Notation (BPMN), identifikasi Critical Success Factors (CSF), dan perancangan Key Performance Indicators (KPI). Metode penelitian meliputi observasi langsung, wawancara mendalam, dan time-motion study untuk memperoleh data empiris proses operasional. Validasi model To-Be dilakukan באמצעות simulasi proses berbasis BPMN menggunakan pendekatan what-if analysis pada perangkat lunak Draw.io, dengan parameter waktu aktivitas yang berasal dari hasil pengukuran lapangan dan benchmarking sistem POS digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses As-Is memiliki bottleneck pada antrian kasir, distribusi struk manual, dan human error dengan rata-rata cycle time 16,5 menit. Berdasarkan hasil simulasi, implementasi BPR melalui integrasi POS Cloud mampu menyederhanakan proses menjadi 6 aktivitas inti dan menurunkan cycle time menjadi 11,9 menit (-27,8%). Selain itu, kesalahan pesanan menurun dari 5 menjadi 2 kasus per hari serta distribusi informasi menjadi lebih cepat dan akurat. Temuan ini menunjukkan bahwa digitalisasi proses operasional yang divalidasi melalui simulasi berbasis BPMN mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kualitas layanan pada UMKM coffee shop, serta memberikan dasar evaluasi kinerja yang terukur dan berbasis metode ilmiah.
Manajemen Risiko Kegagalan Vendor pada Tender Pengadaan Material Menggunakan Metode House of Risk: Studi Kasus: PT XYZ Rana, Zahid Anugrah Muzaffar
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1645

Abstract

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran krusial, namun PT XYZ menghadapi inefisiensi pengadaan akibat tingginya tingkat kegagalan vendor. Sepanjang tahun 2024, tercatat 20 insiden kegagalan kualifikasi yang memicu tender ulang dan mengganggu kelancaran operasional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan agen penyebab risiko (risk agent) serta merumuskan strategi mitigasi yang presisi. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan mengintegrasikan kerangka kerja House of Risk (HOR). Pengumpulan data melibatkan kuesioner dan validasi pakar pengadaan perusahaan. Hasil HOR Fase 1 mengidentifikasi 14 kejadian risiko dan 18 agen risiko. Berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP) dan prinsip Pareto, dua akar penyebab utama adalah ketiadaan pengecekan ulang kelengkapan dokumen (A7) dan tidak adanya pemantauan masa berlaku dokumen kualifikasi (A6). Selanjutnya, HOR Fase 2 merumuskan lima usulan mitigasi preventif. Berdasarkan evaluasi rasio Effectiveness to Difficulty, rekomendasi prioritas utama bagi manajemen adalah penerapan sistem dual checking sebelum dokumen diunggah, didukung pemasangan notifikasi pengingat otomatis. Berdasarkan hasil diskusi dan validasi pakar, implementasi strategi mitigasi yang diusulkan diproyeksikan mampu menurunkan total potensi risiko sebesar 30% dari kondisi eksisting. Kesimpulannya, pengintegrasian validasi administratif berlapis dan digitalisasi kontrol dokumen terbukti krusial untuk mereduksi angka kegagalan kualifikasi, mencegah pemborosan akibat re-tender, dan menjamin keandalan sistem rantai pasok.
Strategi Manajemen Risiko Investasi Syariah pada Platform Maybank Securitas: Studi Kasus di Galeri Investasi Syariah Golden UIN Sumatera Utara Ginting, Dea Cindi Amelia; Daulay, Aqwa Naser; Nurbaiti, Nurbaiti
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen risiko investasi syariah pada Sharia Online Trading System (SOTS) Maybank melalui studi kasus di Galeri Investasi Syariah (GIS) Golden UIN Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis SWOT melalui matriks IFAS dan EFAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOTS Maybank memiliki kekuatan internal yang dominan dan peluang eksternal yang besar, dengan skor total IFAS sebesar 3,65 dan EFAS sebesar 3,71. Hasil perhitungan koordinat SWOT menunjukkan nilai X sebesar 0,151 dan Y sebesar 0,073, sehingga posisi strategi berada pada Kuadran I. Posisi ini menunjukkan bahwa strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi agresif (Strength–Opportunity), yaitu dengan memaksimalkan fitur investasi yang sesuai dengan prinsip syariah, meningkatkan kualitas informasi investasi, serta memperkuat edukasi dan literasi keuangan syariah bagi investor. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan perlindungan investor sekaligus mendukung pertumbuhan investasi syariah yang berkelanjutan di pasar modal.
Perencanaan Persediaan Darah pada UDD PMI Kabupaten Berau Menggunakan Metode Continuous Review System (CRS) Aulia, Armeynita Nur; Tambunan, Willy; Asdi, Ridzky Zul
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1649

Abstract

Pengendalian persediaan darah yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara permintaan dan ketersediaan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebijakan persediaan optimal Packed Red Cell (PRC) di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Berau dengan mempertimbangkan pola permintaan dan efisiensi biaya. Metode yang digunakan adalah peramalan time series yang kemudian diolah menggunakan Continuous Review System (CRS) untuk menentukan jumlah pemesanan optimal, titik pemesanan kembali, dan persediaan pengaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola permintaan PRC cenderung stabil hingga berfluktuasi ringan. Model peramalan terbaik untuk golongan darah A menggunakan Weighted Moving Average (length = 10) dengan MAD 0,75, MSE 0,73, dan MAPE 2,0%. Golongan darah B menggunakan Moving Average (length = 11) dengan MAD 4,36, MSE 19,04, dan MAPE 10,1%. Golongan darah AB menggunakan Weighted Moving Average (length = 11) dengan MAD 3,21, MSE 10,32, dan MAPE 15,3%. Golongan darah O menggunakan Weighted Moving Average (length = 10) dengan MAD 3,52, MSE 14,91, dan MAPE 5,8%. Penerapan metode CRS menunjukkan bahwa tidak diperlukan safety stock pada seluruh golongan darah dengan tingkat pelayanan di atas 99%. Selain itu, metode ini mampu menurunkan biaya persediaan sebesar 44% pada golongan darah A dan B, 42% pada golongan darah AB, serta 45% pada golongan darah O. Dengan demikian metode CRS dianggap efektif dalam meningkatkan efisiensi biaya sekaligus menjaga ketersediaan persediaan darah PRC di UDD PMI Kabupaten Berau.
Analisis Investment Grade Energy Audit untuk Peningkatan Efisiensi Energi pada Gedung Perkantoran di Jakarta Timur Indramaulana, Ginanjar
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi April
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v4i3.1656

Abstract

  Sektor bangunan gedung merupakan salah satu kontributor utama konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Meskipun beberapa gedung telah menerapkan langkah efisiensi energi, implementasinya sering kali belum berbasis analisis investasi yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil konsumsi energi, mengidentifikasi potensi penghematan, serta mengevaluasi kelayakan finansial melalui pendekatan Investment Grade Energy Audit (IGEA) pada sebuah gedung perkantoran di Jakarta Timur. Metode yang digunakan meliputi analisis data historis konsumsi listrik tahun 2021–2023, pengukuran kualitas daya menggunakan Power Quality Analyzer, perhitungan Intensitas Konsumsi Energi (IKE), simulasi kinerja termal selubung bangunan melalui parameter Overall Thermal Transfer Value (OTTV), serta analisis kelayakan finansial menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan IKE dari 107,62 menjadi 130,85 kWh/m²/tahun, dengan sistem tata udara menyumbang 78% dari total konsumsi energi. Simulasi menunjukkan bahwa pemasangan glass coat menurunkan nilai OTTV dari 44,72 menjadi 37,57 W/m². Secara finansial, proyek ini menghasilkan IRR sebesar 16,8%, nilai NPV sebesar Rp2.315.487.620, dan periode pengembalian investasi selama 6,14 tahun, sehingga dinilai layak untuk diimplementasikan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan IGEA efektif dalam mendukung keputusan investasi efisiensi energi berbasis analisis teknis dan ekonomis.

Page 9 of 10 | Total Record : 91