cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29646278     EISSN : 29641268     DOI : https://doi.org/10.57235
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia is a journal that publishes Focus & Scope research articles, which include: 1. Humanities and social sciences 2. Contemporary political science 3. Education science 4. Religion and philosophy 5. engineering science 6. Business and economy 7. cooperative 8. technology 9. HR Development 10. Design and media arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 974 Documents
Perkembangan Tradisi Ningih pada Masyarakat Suku Dayak Darok Desa Bantai Kecamatan Bonti Kabupaten Sanggau Tahun 2000-2010 Ambun, Ponsianus; Chalimi, Ika Rahmatika; Rustiyarso, Rustiyarso
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal usul dan tahapan pelaksanaan tradisi Ningih pada masyarakat suku Dayak Darok, Desa Bantai, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, serta dinamika perkembangannya dalam kurun waktu sepuluh tahun, yaitu dari tahun 2000 hingga 2010. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi; (a) pemilihan topik, (b) heruistik, (c) verifikasi, (d) interpretasi, dan (e) historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Asal usul tradisi Ningih berasal dari Rukut'n Toyat'n (Adat Sebelumnya), yang berdasarkan kepercayaan masyarakat, menyakini bahwa padi memiliki jiwa atau roh yang hidup dan harus dihormati. (2) Tahapan pelaksanaan tradisi Ningih terdiri dari beberapa tahap, yaitu Ngu'duw, Ngisi Langka, Mpokat'n Botuh, Mpokat'n Data, dan Panta. Setiap tahapan menggunakan alat peraga seperti Bota Po'di, Joruw, Dout'n Gombi, Dout'n Lopiak, 1 mangkok nasi, 1 butir telur, 1 ekor ayam, 1 botol Tuak, Acjat'n, Simpuw, perkakas pertanian, dan Botuh Ngoso. (3) Dinamika perkembangan tradisi Ningih selama kurun waktu sepuluh tahun menunjukkan adanya berbagai perubahan, yang dipengaruhi oleh konflik antara adat dan agama, serta keterbatasan masyarakat dalam beradaptasi untuk melaksanakan tradisi seperti sebelumnya. Sebagai respon, masyarakat mulai menggunakan peralatan yang lebih sederhana agar tradisi Ningih tetap dapat dilestarikan.
Implikasi Perubahan Hukum Ketenagakerjaan Dalam Undang Undang Cipta Kerja Terhadap Sistem Outsourcing Wijaya, Niko; Lie, Gunardi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6363

Abstract

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penciptaan Kerja membawa perubahan signifikan dalam dunia ketenagakerjaan di Indonesia, khususnya terkait dengan struktur alih daya (outsourcing). Amandemen ini menghilangkan batasan pada berbagai pekerjaan yang memenuhi syarat untuk alih daya, memberikan perusahaan lebih banyak kebebasan, tetapi secara bersamaan memperkenalkan ambiguitas hukum bagi mereka yang dipekerjakan melalui alih daya. Pekerja yang dialihdayakan mempertahankan hak-hak kerja penting seperti upah minimum dan tunjangan jaminan sosial, meskipun mereka mungkin mengalami penurunan stabilitas pekerjaan. Lebih jauh, pengalihan kewajiban utama dari perusahaan ke penyedia tenaga kerja dapat menciptakan tantangan bagi pekerja yang ingin memanfaatkan hak-hak mereka. Sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan menerapkan langkah-langkah hukum untuk memastikan bahwa pekerja dilindungi secara adil. Dengan demikian, sangat penting untuk mengubah peraturan dan meningkatkan transparansi dalam praktik alih daya untuk melindungi pekerja dari eksploitasi.
Dampak Bullying Terhadap Kesehatan Mental Remaja di Sekolah Nurhayati, Nurhayati; Lubis, Putri Fakhira; Hafizh, Auliya Azahra; Khair, Afra Fitri Aulia
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6221

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan sosial yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan berdampak signifikan terhadap kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan siswa sebagai subjek utama untuk mengkaji secara langsung pengalaman mereka terkait bullying serta dampaknya terhadap kondisi psikologis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi partisipatif terhadap sejumlah siswa di tingkat sekolah menengah atas. Selain itu, temuan lapangan didukung oleh kajian literatur dari berbagai jurnal ilmiah yang membahas bentuk, faktor penyebab, dan konsekuensi dari bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying, baik secara verbal, fisik, maupun melalui media digital (siber), sangat berpengaruh terhadap munculnya gangguan mental seperti kecemasan, depresi, stres pascatrauma, hingga ide bunuh diri pada remaja. Penelitian ini menekankan pentingnya peran aktif pihak sekolah, guru, dan lingkungan sosial dalam melakukan deteksi dini serta intervensi preventif untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan kondusif bagi kesehatan mental siswa.
Akibat Hukum Pengunduran Diri Karyawan Perusahaan Sebelum Berakhir Waktu Perjanjian Kriscandra, Marhaendra; Suwardi, Suwardi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6121

Abstract

Pengunduran diri karyawan sebelum masa berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) kerap terjadi dalam praktik hubungan kerja di Indonesia. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mendalam mengenai kepastian hukum dan perlindungan hak bagi kedua belah pihak dalam hubungan kerja, yaitu pekerja dan pengusaha. Dalam kondisi di mana regulasi ketenagakerjaan lebih banyak mengatur tentang hubungan kerja berdasarkan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT), maka pengunduran diri dalam masa PKWT menjadi wilayah yang masih belum diatur secara rinci dan menimbulkan kekosongan hukum (rechtsvacuum) (UU No. 13 Tahun 2003 dan PP No. 35 Tahun 2021). Akibatnya, banyak permasalahan muncul ketika seorang karyawan memutuskan untuk mengundurkan diri sebelum masa kontrak PKWT berakhir, terutama dalam hal tuntutan ganti rugi, penalti kontrak, hingga pelanggaran hak normatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum dari tindakan pengunduran diri karyawan sebelum masa kontraknya berakhir dan bagaimana perlindungan hukum dapat diberikan secara proporsional bagi kedua belah pihak. Dengan menggunakan metode yuridis normatif dan pendekatan konseptual, studi ini mengkaji ketentuan perundang-undangan yang berlaku, prinsip-prinsip hukum perdata (terutama Pasal 1243 KUHPerdata), dan beberapa putusan pengadilan terkait (misalnya Putusan MA No. 1554 K/Pdt.Sus-PHI/2021). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunduran diri secara sepihak dapat dikategorikan sebagai wanprestasi sesuai dengan ketentuan Pasal 1243 KUH Perdata, kecuali dapat dibuktikan bahwa pengunduran diri tersebut dilakukan karena adanya pelanggaran dari pihak pengusaha. Di sisi lain, klausul kontrak kerja memiliki peranan penting dalam menegaskan hak dan kewajiban masing-masing pihak. Dalam banyak kasus, tidak dicantumkannya klausul pengunduran diri dalam PKWT menimbulkan kerugian bagi pekerja maupun pengusaha karena ketidakjelasan mengenai prosedur, kompensasi, dan konsekuensi hukum. Oleh sebab itu, diperlukan perhatian lebih dalam penyusunan kontrak kerja agar lebih rinci, adil, dan sesuai dengan norma hukum yang berlaku. Selain itu, putusan-putusan peradilan telah menunjukkan adanya kecenderungan hakim untuk menilai motif pengunduran diri dan kondisi objektif hubungan kerja dalam memutus perkara semacam ini. Implikasi dari temuan ini mendorong perlunya reformasi regulasi ketenagakerjaan yang lebih komprehensif, terutama dalam mengatur pengunduran diri karyawan PKWT. Regulasi yang jelas akan membantu mencegah konflik hubungan industrial dan memberikan keadilan yang seimbang bagi pengusaha maupun pekerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi praktisi ketenagakerjaan, penyusun kontrak kerja, pengambil kebijakan, dan akademisi dalam memahami kompleksitas hubungan kerja berdasarkan PKWT di Indonesia. Permasalahan hukum yang timbul akibat pengunduran diri dalam masa PKWT juga erat kaitannya dengan ketentuan hukum perdata mengenai perjanjian. Dalam konteks ini, apabila pekerja melakukan pengunduran diri sebelum masa kerja yang disepakati berakhir, maka hal tersebut dapat dianggap sebagai tindakan wanprestasi, kecuali terdapat alasan yang dibenarkan oleh hukum (Marzuki, 2017). Oleh karena itu, dalam perjanjian kerja seharusnya dimuat klausul yang memberikan ruang bagi pekerja untuk mengundurkan diri secara sah dan tanpa menimbulkan akibat hukum yang merugikan, selama hal tersebut dilandasi oleh alasan yang dapat diterima secara hukum dan moral. Pentingnya pembahasan mengenai akibat hukum dari pengunduran diri dalam PKWT juga tidak terlepas dari tujuan utama hukum ketenagakerjaan, yaitu untuk menciptakan keadilan dan perlindungan terhadap pihak yang lemah dalam hubungan kerja. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan dalam menilai pengunduran diri tidak hanya didasarkan pada aspek formal dalam perjanjian, tetapi juga mempertimbangkan kondisi objektif yang melatarbelakangi pengunduran diri tersebut. Selain itu, pembuat kebijakan dan praktisi hukum perlu memperhatikan dinamika praktik hubungan kerja yang terus berkembang dan memerlukan regulasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.
Peran Ketua Adat Dalam Kasus Hiba Nalan di Adonara, Flores Timur Ditinjau dari Perspektif Budaya Palyama, Batildis; Permana, Septian Aji
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7481

Abstract

Hiba Nalan merupakan mekanisme penyelesaian adat masyarakat Lamaholot yang digunakan dalam kasus kecelakaan tidak disengaja. Dalam mekanisme ini, pelaku tidak diberikan sanksi adat maupun sanksi hukum formal karena peristiwa tersebut dipahami sebagai bentuk kesialan atau persoalan leluhur yang belum terselesaikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ketua adat dalam penyelesaian Hiba Nalan melalui pendekatan kualitatif socio-legal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic coding serta model Miles–Huberman–Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketua adat berperan sebagai mediator, otoritas budaya, dan penyangga moral yang memastikan proses rekonsiliasi berlangsung melalui langkah-langkah simbolik seperti pengakuan kesalahan, musyawarah adat, ritual Hode Limat, dan makan bersama. Mekanisme tersebut selaras dengan konsep keadilan restoratif (Zehr), reintegrative shaming (Braithwaite), transformasi konflik (Lederach), dan perdamaian positif (Galtung). Penelitian menyimpulkan bahwa Hiba Nalan merupakan praktik pluralisme hukum yang efektif dan sah secara sosial, serta melengkapi kerangka hukum nasional Indonesia.
Efektivitas Penegakan Hukum Terhadap Orang Asing yang Berada di Wilayah Indonesia Dengan Dokumen Perjalanan yang Telah Habis Masa Berlaku Wildan, Alvino Arya Putra; Aji, Koesmoyo Ponco; Hamdi, Muhammad Arief
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6964

Abstract

Penelitian ini membahas efektivitas penegakan hukum terhadap orang asing (OA) yang berada di wilayah Indonesia dengan dokumen perjalanan yang telah habis masa berlakunya. Studi dilakukan melalui pendekatan normatif-empiris di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jambi dan Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Cianjur, dengan menggunakan bahan hukum primer, sekunder, serta wawancara dengan pejabat imigrasi. Hasil penelitian menemukan perbedaan penerapan sanksi pada dua kasus serupa. Seorang warga negara Malaysia (MN) dikenakan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) berupa deportasi meskipun memenuhi unsur pidana, sementara seorang warga negara Nigeria (CKC) dijatuhi pidana penjara dan denda atas pelanggaran overstay serta penggunaan dokumen perjalanan yang tidak sah. Perbedaan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum keimigrasian belum dilaksanakan secara seragam, meskipun instrumen hukum yang ada sudah memadai. Efektivitas penegakan hukum sangat dipengaruhi oleh kebijakan internal, sikap pelaku, serta koordinasi antarinstansi. Oleh karena itu, diperlukan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih konsisten dan terarah agar penegakan hukum keimigrasian dapat berjalan proporsional, adil, serta memberikan efek jera.
Kecerdasan Emosional dan Kepuasan Kerja: Studi pada Karyawan Generasi Z di Sektor Startup Angela, Felice; Kartasasmita, Sandi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran Kecerdasan Emosional (EQ) terhadap Kepuasan Kerja (JK) pada angkatan kerja Generasi Z, khususnya yang bekerja di perusahaan startup yang dikenal dinamis dan menantang. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 252 karyawan Generasi Z yang tersebar di berbagai startup melalui instrumen Schutte Self-Report Emotional Intelligence Test (SSEIT) dan Job Satisfaction Survey (JSS). Analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat Kepuasan Kerja yang cenderung tinggi (Mean JSS = 4.6321) dan Kecerdasan Emosional yang baik (Mean SSEIT = 3.3906). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa Kecerdasan Emosional berperan signifikan dan positif dalam memprediksi Kepuasan Kerja (ρ 0.05). Nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0.597 mengindikasikan bahwa 59.7% dari variasi Kepuasan Kerja secara substansial dijelaskan oleh Kecerdasan Emosional. Semakin tinggi kemampuan Gen Z dalam mengelola dan memanfaatkan emosi mereka, semakin tinggi pula tingkat kepuasan mereka terhadap pekerjaan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan startup perlu memprioritaskan pengembangan soft skill, terutama pelatihan Kecerdasan Emosional, sebagai strategi retensi kunci untuk memastikan kesejahteraan psikologis dan produktivitas karyawan Generasi Z.
Pengaruh Struktur Modal, Intensitas Modal, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tax Avoidance pada Perusahaan Property dan Real Estate Nuroeini, Maghfira; A, Reno Virlandana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.6907

Abstract

-
Ekstraksi Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC,) Sebagai Obat Kumur Herbal (Herbal Mouthwash) Mustasfa, Sinta Wulida; Dalimunthe, Aina Mardiah; Mutia, Diska Qolbu; Elisabet, Melfa Romanna; Saragih, Putri Fransiska; Gultom, Endang Sulistyarini; Situmorang, Nurbaity
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7325

Abstract

Tanaman andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan rempah asli Sumatera Utara yang kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin, yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi potensi ekstrak andaliman dalam pembuatan obat kumur berbasis herbal. Ekstraksi bahan dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian diuji aktivitas antibakterinya terhadap mikroorganisme penyebab bau mulut seperti Streptococcus mutans dan Staphylococcus aureus. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak andaliman mampu menghambat pertumbuhan bakteri secara efektif dengan terbentuknya zona hambat yang jelas. Formulasi obat kumur dari ekstrak andaliman juga menunjukkan keamanan penggunaan serta memberikan efek penyegaran alami di rongga mulut. Oleh karena itu, andaliman dapat dijadikan sebagai alternatif bahan alami yang potensial untuk dikembangkan menjadi obat kumur herbal yang efektif dan ramah lingkungan.
Analisis Rasio Kinerja Keuangan PT Aneka Tambang Tbk 2020-2024 Menggunakan Rasio Aktivitas, dan Rasio Profitabilitas Aryanto, Aryanto; Muttaqin, Muhamad Luthfi; Kurniawan, Dicky Febri
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk periode 2020–2024 yang ditinjau dari rasio aktivitas dan rasio profitabilitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan referensi, dengan sampel berupa data laporan keuangan tahunan PT Aneka Tambang Tbk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan metode analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai tingkat efisiensi operasional dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba pada PT Aneka Tambang Tbk selama periode penelitian.