cover
Contact Name
Ikhsan Kamil
Contact Email
lppm@stiemb.ac.id
Phone
+6287824726400
Journal Mail Official
ikhsan.kamil@stiemb.ac.id
Editorial Address
Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah MEA (Manajemen, Ekonomi, dan Akuntansi)
ISSN : 25415255     EISSN : 26215306     DOI : https://doi.org/10.31955/mea.v6i2
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi (MEA) Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Muhammadiyah Bandung dimaksudkan sebagai media informasi dan forum pengkajian bidang ilmu Akuntansi, Manajemen, Bisnis dan Ekonomi. Jurnal ini berisikan tentang perkembangan teoritik, artikel ilmiah, dan hasil penelitian, yang akan diterbitkan berkala 3 kali dalam 1 tahun.
Articles 2,784 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN UMKM KOTA PONTIANAK Nurhasana Nurhasana; Sartono Sartono; Wilda Sari
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): ON GOING
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7586

Abstract

UMKM di Kota Pontianak menghadapi kendala dalam perkembangan bisnisnya akibat kurangnya kompetensi manajerial, keterbatasan akses permodalan, serta belum optimalnya penggunaan sistem pencatatan keuangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi pengusaha, akses permodalan, dan sistem pencatatan keuangan digital terhadap perkembangan UMKM, serta menentukan variabel mana yang paling dominan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 104 responden pengusaha UMKM yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengusaha, akses permodalan, dan sistem pencatatan keuangan digital berpengaruh terhadap perkembangan UMKM. Kompetensi pengusaha menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai t hitung sebesar 8,390, dibandingkan akses permodalan dengan nilai t hitung 2,450 dan sistem pencatatan keuangan digital dengan t hitung 2,399. Hasil ini menegaskan bahwa kapabilitas internal pemilik usaha merupakan motor penggerak utama pertumbuhan bisnis yang melampaui dukungan finansial dan administratif. Implikasi penelitian ini menyarankan perlunya pergeseran fokus kebijakan dari sekadar bantuan modal menjadi pendampingan intensif untuk peningkatan literasi manajerial dan pengelolaan keuangan digital. Penguatan kompetensi manajerial menjadi kunci utama dalam menciptakan UMKM yang lebih profesional dan berdaya saing di Kota Pontianak.
REKONSTRUKSI MODEL AMBIDEXTROUS LEADERSHIP DAN ORGANIZATIONAL AGILITY PADA UMKM DI ERA TRANSFORMASI DIGITAL Yusuf Arifin; Tita Setiawati; Wandy Zulkarnaen; Tetty Sufianty Zafar
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.7601

Abstract

Transformasi digital telah meningkatkan kompleksitas dan dinamika lingkungan bisnis, sehingga menuntut organisasi, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi melalui organizational agility. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi model konseptual hubungan antara ambidextrous leadership dan organizational agility dengan mengintegrasikan peran variabel mediasi dan moderasi dalam konteks UMKM. Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA terhadap 32 artikel terindeks Scopus yang dipilih dari 124 artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh ambidextrous leadership terhadap organizational agility bersifat tidak langsung dan dari hasil rokontruksi model pengaruh kedua variabel tersebut dapat dimediasi oleh innovation capability sebagai mekanisme utama yang mentransformasikan eksplorasi dan eksploitasi menjadi respons adaptif organisasi. Selain itu, digital orientation dan environmental dynamism dapat diperankan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan tersebut. Temuan penelitian ini menghasilkan model konseptual integratif berbasis mechanism-based explanation yang tidak hanya memperkaya literatur kepemimpinan dan agility, tetapi juga memberikan kontribusi kontekstual pada UMKM di era transformasi digital.
CROSS-BORDER PUBLIC PROCUREMENT : A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON REGIONAL INTEGRATION, GOVERNANCE AND DIGITAL TRANSFORMATION Elsa Sari Yuliana; Maria Christiana Iman Kalis; M. Irfani Hendri
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 2 (2026): ON GOING
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i2.7603

Abstract

This study examines the development of research on cross-border public procurement or border procurement through a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis. The study aims to identify publication trends, dominant research themes, key variables, and future research opportunities related to border procurement. Data were collected from the Scopus database using the PRISMA framework, resulting in 39 selected articles published up to May 2026. Bibliometric analysis was conducted using VOSviewer software to map publication trends, country distribution, institutional contributions, author productivity, and keyword co-occurrence networks. The findings reveal that research on border procurement remains relatively limited and is predominantly concentrated in developed countries, particularly within the European context. The literature mainly focuses on themes such as regulation and governance, digital procurement and transparency, regional market integration, sustainability, healthcare procurement, and barriers to cross-border procurement implementation. Several dominant variables identified in the literature include digital procurement, transparency, regulation, market integration, administrative barriers, sustainability, and competitive procedures. The study also highlights significant research gaps related to border procurement in developing countries and border regions outside Europe, particularly in ASEAN contexts. The integration of SLR and bibliometric analysis contributes to a more comprehensive understanding of the intellectual structure and thematic evolution of border procurement research. Practically, the findings provide insights for policymakers and practitioners in improving procurement governance, regulatory harmonization, digital transformation, and cross-border cooperation. The study recommends future research to explore procurement governance, digital readiness, and institutional challenges in developing-country border regions.
DINAMIKA KINERJA MANAJERIAL ORGANISASI PERANGKAT DAERAH (OPD) DALAM PERSPEKTIF AKUNTABILITAS DAN VALUE FOR MONEY Yuniati Yuniati; Armansyah Armansyah; Kurnia Salma Yuli Heliawati
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 10 No 1 (2026): Edisi Januari - April 2026
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31955/mea.v10i1.7677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membedah dinamika kinerja manajerial pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam kerangka akuntabilitas publik dan prinsip Value for Money (VFM). Fenomena "fallacy" birokrasi yang hanya menitikberatkan pada penyerapan anggaran tanpa dibarengi kualitas pelayanan publik menjadi latar belakang utama penulisan ini. Menggunakan metode pendekatan studi literatur, artikel ini mengintegrasikan delapan dimensi kinerja manajerial menurut Mahoney (1963) dengan pilar ekonomi, efisiensi, dan efektivitas. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keberhasilan manajer publik tidak boleh hanya diukur secara administratif melalui laporan keuangan, melainkan harus mencakup kemampuan manajerial dalam mengubah input menjadi kemanfaatan nyata bagi masyarakat. Penulis menyimpulkan bahwa penguatan fungsi perencanaan, koordinasi, dan pengawasan sangat krusial untuk mengatasi kesenjangan kinerja di lapangan, sebagaimana terlihat pada beberapa studi kasus di Pulau Jawa. Perubahan pola pikir manajer dari "penyerap anggaran" menjadi "pengelola nilai publik" merupakan kunci utama perbaikan birokrasi.