cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Volume 8, Nomor 2, November 2017" : 9 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN TAHONGAI (Kleinhovia hospita L.) MENGGUNAKAN METODE RAT PAW EDEMA Indah Solihah; Herlina; Oktia Charmila
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.176 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.104

Abstract

Tahongai (Kleinhovia hospita L.) telah banyak digunakan dalam pengobatan tradisional diIndonesia oleh suku Komering, Sumatera Selatan untuk mengobati penyakit yang berhubungandengan inflamasi, seperti tumor, polip, jerawat, dan nyeri haid. Senyawa aktif yang berhasildiisolasi dari daun tahongai yaitu astragalin, eleutherol, skopoletin, (Arung et al, 2012),kuersetin, rutin, dan kaemferol (Ramesh & Subramanian, 1984). Senyawa flavonoid telah ditelitimemiliki aktivitas antiinflamasi (Middleton,2000). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiaktivitas antiinflamasi dari ekstrak etanol daun tahongai secara in vivo. Pengujian antiiinflamasidilakukan menggunakan metode rat paw edema pada 25 ekor tikus putih jantan galur Wistaryang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberikan Na CMC 1%,kelompok II diberikan Na diklofenak sebagai kontrol positif, kelompok III, IV dan V diberikanekstrak 250, 500, dan 750 mg/kgBB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstraketanol daun tahongai pada dosis 500 dan 750 mg/kgBB secara oral memiliki aktivitasantiinflamasi yang tidak berbeda signifikan (p >0,05) terhadap kontrol positif. Dosis efektif(ED50) dihitung berdasarkan persen inhibisi rata-rata edema tikus, didapatkan nilai ED50 ekstraketanol daun tahongai sebesar 605,04 mg/kgBB.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN PENETAPAN KANDUNGAN FENOLIK TOTAL FRAKSI AIR EKSTRAK METANOL KULIT BATANG FALOAK Rollando; Eva Monica
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.505 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.106

Abstract

Pengujian aktivitas antioksidan fraksi air ekstrak metanolik kulit batang faloakdilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan senyawa radikal 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Prinsip metode DPPH adalah penurunan intensitas absorbansi larutanDPPH yang berbanding lurus dengan kenaikan konsentrasi senyawa antioksidan yangdinyatakan dengan Inhibition Concentration 50 (IC50). Penentuan kandungan fenolik totaldilakukan dengan pereaksi Folin-Ciocalteu dengan menggunakan standar baku asam galat.Prinsip metode Folin-Ciocalteu adalah senyawa fenolik teroksidasi oleh reagen Folin-Ciocalteusehingga larutan uji berwarna biru yang dapat diukur dengan spektrofotometer visibel padapanjang gelombang 750 nm. Kandungan fenolik total dinyatakan dengan massa ekivalen asamgalat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi air ekstrak metanolik kulit batang faloaksecara kualitiatif mempunyai senyawa antioksidan dan secara kuantitatif mempunyai nilai IC50sebesar 45,628 ± 1,474 μg/mL yang tergolong dalam antioksidan sangat kuat. Fraksi air ekstrakmetanolik kulit batang faloak memiliki kandungan fenolik total sebesar 6,971 ± 0,167 mgekivalen asam galat per gram fraksi air ekstrak metanol kulit batang faloak.
POTENSI ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOLIK TOTAL FRAKSI AIR DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk.) Susilowati; Suharyanto
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.339 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.108

Abstract

Daun kelor memiliki kandungan fenolik yang merupakan senyawa dengan kemampuanuntuk merubah atau mereduksi radikal bebas yang dikenal dengan antioksidan. Penelitiansebelumnya menunjukkan fraksi etil asetat dan fraksi air memiliki kemampuan dalam meredamradikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi aktivitas antioksidan dan kadarfenolik total dari fraksi air dan fraksi etil asetat ekstrak mmetanoldaun kelor (Moringa oleiferaLamk.). Penelitian ini diawali dengan ekstraksi daun kelor dengan metanol dan difraksinasidengn n-heksana, etil asetat dan air secara berurutan. Setelah itu fraksi air dan etil asetatditetapkan kadar fenolik totalnya dalam GAE (Gallic Acid Equivalent) dengan metodeSpektrofotometer UV-Vis. Fraksi tersebut selanjutnya diuji aktivitas antioksidanya denganmetode DPPH. Data hasil kadar fenolik dihitung terhadap asam galat dan potensi antioksidandiperoleh dari nilai IC50. Hasil penelitian menunujukkan kadar senyawa fenolik total dalam GAEdan potensi antioksidan dalam fraksi air sebesar 62,21 ppm dan IC50 30,86ppm, sedangkan padafraksi etil asetat sebesar 153,50ppm dan IC50 25,27ppm. Fraksi etil asetat daun kelor memilikipotensi antioksidan yang lebih baik dibandingkan dengan fraksi air dan keduanya menunjukkanaktivitas antioksidan yang sangat kuat. Hasil perbandingan potensi antioksidan dari kedua fraksitersebut searah dengan kandungan senyawa fenolik di dalamnya dimana fraksi etil asetatmemiliki kandungan fenolik yang lebih besar dari fraksi air. Hal tersebut menunjukkan bahwasenyawa fenolik berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dari daun kelor.
KEBIASAAN SARAPAN DAN IMT/U PADA REMAJA PUTRI Endah Puji Astuti; Firda Putri Utami
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.765 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.109

Abstract

Latar Belakang: Sarapan merupakan waktu terpenting yang dapat menunjang kemampuanberpikir, bekerja, serta mencegah kekurangan/kelebihan gizi. Pola makan yang teratur,termasuk selalu membiasakan sarapan akan mendapatkan status gizi yang baik dan seimbang.Masih banyak dari mereka yang melewatkan sarapan karena berbagai alasan, terutama padaremaja awal. Dari studi pendahuluan pada 10 siswa putri di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta,50% responden mengaku jarang melakukan sarapan setiap harinya. Dan dari hasil pengamatan,sebagian besar yaitu lima orang responden terlihat berbadan gemuk. Tujuan: Diketahuinyagambaran kebiasaan sarapan dan IMT/U pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 1Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional rancangandeskriptif. Lokasi penelitian di SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Waktu penelitian bulan Juli2016. Populasi sampel ini adalah 78 siswa yang sesuai kriteria inklusi Pengambilan sampeldengan menggunakan total sampling. Variabel penelitian yaitu dua variabel. Analisis datamenggunakan univariat. Hasil: Siswa mayoritas selalu melakukan sarapan sebesar 42,4%,kadang-kadang 33,3%, dan jarang 24,4%. IMT/U pada siswa mayoritas dalam kategori normalsebesar 66,7%, gemuk 15,4%, kurus 12,8%, sangat gemuk 3,8%, dan sangat kurus 1,3%.Kesimpulan: Sebagian besar remaja putri SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta melakukansarapan pagi dan hasil pengukuran IMT/U menyatakan sebagian besar responden memiliki IMTdengan kategori normal.
HUBUNGAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DI PUSKESMAS MLATI II TAHUN 2017 Lediana Sabu Sogen; Dwi Ratnaningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.427 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.110

Abstract

One effort to suppress Infant Mortality Rate is withas soon as possible givecolostrum to newborns.Effort to give Colostrum is done with early breastfeedinginitiation. Early breastfeeding initiation is a strong enabling factor for exclusivebreastfeeding. The percentage of exclusive breastfeeding in Indonesia in 2013 was54.3%, and Early breastfeeding initiation was 34.5%. Purpose: To determine thecorrelation of early breastfeeding initiation with exclusive breastfeeding in children atMlati II Health Center. Methods: The research is an analytic observational study withcross sectional design. The population is 250 and 41 sample using purposive samplingtechnique. The independent variable is early breasfeeding initiation. The dependentvariable is exclusive breastfeeding. Data collection using questionnaire and check listthat analyzied with chi square test. Result: 75,6% respondents did early breastfeedinginitiation, 24,4% respondents no early breastfeeding initiation and 61,0% respondentsgave exclusive breastfeeding, 39,0% no exclusive breastfeeding. There is a significantcorrelation between early breastfeeding initiation with exclusive breastfeeding (ρ =0.002 < 0,05) Conclusion: There are is a correlation between early breastfeedinginitiation with exclusive breastfeeding among children in Mlati IIHealth Center .
UJI EFFEKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA ( Ziziphus maurtiana Lam. ) PADA MENCIT JANTAN ( Mus musculus ) DENGAN INDUKSI OLEUM RICINI Andi Adrianto; Joko Santoso; Edi Suprasetya
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.877 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.111

Abstract

Diare merupakan perubahan bentuk dan konsistensi feses menjadi lembek sampai cairdan bertambahnya frekuensi buang air besar lebih dari biasanya dalam interval waktu yangsangat singkat. Paling sedikit ada 20 virus, bakteri, dan protozoa yang berkembang biak di dalamsaluran pencernaan manusia, keluar bersama feses, transit di lingkungan, dan akhirnyamenyebabkan diare pada inang yang baru. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untukpengobatan diare adalah daun Bidara (Z. mauritiana). Daun bidara mengandung glikosida, tanin,fenol dan saponin, Senyawa tanin dapat digunakan sebagai anti diare. Senyawa tanin ini dapatberfungsi sebagai adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus. Tujuan : Mengetahuipengaruh efek ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana) terhadap aktivitas anti diare padamencit jantan dan mengetahui dosis efektif ekstrak etanol daun bidara (Z. mauritiana). Metode :Metode eksperimen dengan post only control group design. Dengan menggunakan tiga kelompokperlakuan. Hasil : Dari ketiga dosis daun bidara mempunyai aktivitas sebagai anti diare, iniditunjukan dari uji anova dengan hasil sig 0,000 kelompok I dibandingkan dengan kelompok IV(kontrol positif) dan konsistensi fesesnya rata-rata lembek pada menit ke -120 sampai 180 ,kelompok II dibandingkan dengan kelompok IV (kontrol positif) menghasilkan nilai sig 0,604,konsistensinya pada menit ke-120 dan 180 mengalami perbaikan dari lembek dan berlendirmenjadi lembek dan normal. kelompok III dibandngkan dengan kelompok IV (kontrol positif)menghasilkan nilai sig 0,130 dan konsistensi fesesnya pada menit ke-120 sampai 180mengalami perbaikan dari lembek menjadi normal. Kesimpulan : Daun bidara mempunyai efeksebagai antidiare pada mencit jantan yang diinduksi oleum ricini, dan dari ketiga variasi dosisyang digunakan yang lebih efektif yaitu kelompok III (dosis 180 mg/kgBB), ini ditunjukan darihasil uji anova kelompok III dibandingkan dengan kelompok IV (kontrol fositif) dengan nilai sig0,132 ini menunjukan bahwa kelompok III mempunyai efek antidiare yang lebih baikdibandingkan dengan kelompok IV (kontrol positif) sebagai antidiare.
PENGARUH STRES ORANG TUA TERHADAP KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK Latifah Safriana, S.ST., MPH
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.949 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.112

Abstract

Kemampuan berbahasa merupakan indikator seluruh perkembangan anak karenasensitif terhadap keterlambatan atau kerusakan pada sistem yang lainnya. Prevalensi gangguanbicara dan bahasa anak antara 1%-32%. Anak yang mengalami kelainan berbahasa pada masapra-sekolah, akan mengalami kesulitan dalam bahasa tulisan dan mata pelajaran akademiksekitar 40-75%. Stres orang tua dapat mempengaruhi kemampuan berbicara anak karena orangtua yang melatih anak berbicara dengan kadar stres yang rendah memberikan dampak positifterhadap perkembangan bahasa anak. Penelitian ini adalah observasional analitik denganpendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 2-5 tahun dan sampeldalam penelitian ini adalah anak usia 2-5 tahun yang mengalami keterlambatan bicara (speechdelay) sejumlah 47 anak dan anak usia 2-5 tahun dengan perkembangan bahasa yang normalsejumlah 93 anak. Teknik sampling dengan menggunakan fixed disease sampling dan analisisdata menggunakan chi square. Anak dengan perkembangan bicara dan bahasa normal denganibu yang memiliki stres rendah sebanyak 50 (53.8%) dan yang memiliki stres tinggi sebanyak 43(46.2%). Dan anak dengan keterlambatan bicara dengan stres ibu rendah sebanyak 3 (6.4%)dan stres orang tua tinggi sebanyak 44 (93.6%). Terdapat pengaruh yang signifikan antara stresdengan keterlambatan bicara (speech delay) pada anak ( p < 0.000).
ANALISIS KEAKURATAN KODE DIAGNOSIS PADA PASIEN MENTAL AND BEHAVIOURAL DISORDER DI RSJD DR. RM. SOEDJARWADI KLATEN Agnes Londa; Harinto Nur Seha; Dwi Ratna Ningsih
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.001 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.113

Abstract

Hasil Studi Pendahuluan di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soedjarwadi Provinsi JawaTengah Khususnya di Instalasi Rekam Medis diketahui jumlah petugas coding Rawat inap 1orang sedangkan jumlah pasien gangguan mental pada tahun 2016 sebanyak 2232 pasien.Tujuan : Menganalisis ketepatan kode diagnosis pasien gangguan mental berdasarkan dokumenrekam medis di rumah sakit jiwa daerah Dr. RM. Soedjarwadi propinsi Jawa Tengah. Metode :Menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Rancanganpenelitian secara cross sectional. Subyek dalam penelitian ini adalah 1 petugas coding rawatinap. Obyek penelitian ini adalah100 berkas rekam medis pasian rawat inap. Hasil : Analisisterhadap sampel sebanyak 100 berkas rekam medis, diketahui : terdapat 15 item diagnosispasien gangguan mental. Jumlah kode diagnosis yang tepat sebanyak 80 berkas rekam medissedangkan kode diagnosis yang tidak tepat 20 berkas rekam medis. Tingkat ketepatan kodetertinggi terdapat pada diagnosis Skizofrenia Paranoid sedangkan ketepatan kode terendahterdapat pada diagnosis Psikotik Akut. Kesimpulan: Pelaksanaan proses pengkodean diagnosispasien gangguan mental di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. RM. Soejarwadi Provinsi Jawa Tengahsudah sesuai dengan aturan yang ada di ICD -10 Volume 2 dan SOP pengkodean di Rumah Sakit.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KERAHASIAAN DOKUMEN REKAM MEDIS PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH GAMPING TAHUN 2017 Novita Dewi; Tuti Susilowati; Haryo Nugroho
Jurnal Permata Indonesia Volume 8, Nomor 2, November 2017
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.803 KB) | DOI: 10.59737/jpi.v8i2.114

Abstract

LatarBelakang: Setiap tenaga medis dan para medis harus menjaga kerahasiaan berkas rekammedis termasuk di dalamnya adalah perawat. Perawat berhak untuk menjaga kerahasiaan medispasiennya dari orang-orang yang tidak berkepentingan mengetahui isi rekam medis pasien. Olehkarena itu diperlukan pengetahuan yang baik dari perawat mengenai kerahasiaan dokumenrekam medis. Tujuan : Mengetahui tingkat pengetahuan tentang kerahasiaan dokumen rekammedis pada perawat diRumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Tahun 2017. Metode : Jenispenelitian yang dilakukan deskriptif kuantitatif, populasinya perawat di Rumah Sakit PKUMuhammadiyah Gamping. Sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan metode totall sampling.Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner tertutup. Analisa data yang digunakanadalah univariat. Hasil : Pengetahuan perawat tentang kerahasiaan berkas rekam medis diRumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, sebanyak22 orang (55,0%) mempunyaipengetahuan baik. Kesimpulan : Pengetahuan perawat tentang kerahasiaan berkas rekammedis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping paling banyak dalam kategori baiksejumlah22 orang (55,0%).

Page 1 of 1 | Total Record : 9