cover
Contact Name
Remigildus Cornelis
Contact Email
remi@staf.undana.ac.id
Phone
+6281295357255
Journal Mail Official
forteks@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, FST, Universitas Nusa Cendana
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Forum Teknik Sipil
ISSN : 27766012     EISSN : 27768155     DOI : https://doi.org/10.35508/forteks.v5i1
Jurnal Forum Teknik Sipil (ForTekS) adalah jurnal Teknik Sipil yang bertujuan untuk menyebarluaskan hasil riset-riset ataupun kajian pustaka pada bidang Teknik Sipil. Artikel-artikel pada jurnal ini difokuskan kepada bidang teknik sipil atau aplikasinya. Beberapa bidang teknik sipil spesifik yang diterima adalah : Struktur, Material dan kegempaan Hidrologi, Irigasi, Pantai dan Pelabuhan Transportasi Geoteknik Manajemen Konstruksi Lingkungan dan lahan kering
Articles 82 Documents
Analisis Kinerja Kolom Pipih dan Kolom Konvensional pada Bangunan Bertingkat Rendah Tersianus Rada Sakti; Remigildus Cornelis; Dolly W. Karels
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.707 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i1.6862

Abstract

Unconventional columns are very familiar in modern building construction because they impact the room's efficiency. Meanwhile, conventional columns affect the lack of efficiency in the room's functions. The performance analysis of the two types of columns used pushover analysis of the capacity spectrum method using ETABS v 16.1.0 software. The performance level results of the two types of columns in low-rise buildings are the same, which is Immediate Occupancy. The most significant maximum shearing force is at a low-rise building with an unconventional column with a maximum displacement on the east side of 160,00 mm. The smallest is a low-rise building with a conventional column in the east direction with maximum displacement on the Nort side of 90,11 mm. Thus, comparing the performance of the two types of columns can be concluded that conventional columns are stronger than unconventional columns.
Analisis Kebutuhan Air pada Daerah Irigasi Air Sagu di Kabupaten Kupang Wilhelmus Bunganaen; Elsy E Hangge; Paula Peniel Jane Aty
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 September 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.88 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i2.6878

Abstract

Kabupaten Kupang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tergolong iklim tropis kering. Oleh karena itu, pemerintah pusat melalui BWS NT II membangun beberapa daerah irigasi di Kabupaten Kupang salah satunya adalah Daerah Irigasi Air Sagu dengan luas sebesar 163 Ha sebagai alternatif untuk mengoptimalkan ketersediaan air yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar debit andalan dengan Metode F. J. Mock dan mengetahui besar kebutuhan air irigasi pada Daerah Irigasi Air Sagu dengan perhitungan secara manual dan perhitungan dengan Program Cropwat 8.0. Besar debit andalan setengah bulanan maksimum dengan Metode F. J. Mock terjadi pada bulan Februari (I) sebesar 2,47 m3/detik sedangkan minimum terjadi pada bulan November (I) sebesar 0,83 m3/detik. Kebutuhan air irigasi maksimum untuk pola tanam padi-padi-palawija dengan perhitungan secara manual sebesar 0,61 m3/detik, sedangkan perhitungan dengan Program Cropwat 8.0 sebesar 0,67 m3/detik. Kebutuhan air irigasi minimum untuk pola tanam padi-padi-palawija dengan perhitungan secara manual sebesar 0,07 m3/detik, sedangkan perhitungan dengan Program Cropwat 8.0 sebesar 0,01 m3/detik. Neraca air untuk pola tanam padi-padi-palawija aternatif 1-alternatif 4 mengalami surplus air dengan surplus air paling tinggi sebesar 2,40 m3/detik pada perhitungan secara manual dan 4,55 m3/detik dengan menggunakan Program Cropwat 8.0.
Pengembangan Program Aplikasi Analisis Pelat 2D dengan Metode Finite Difference Menggunakan Matlab Alexander B.S. Malik; Remigildus Cornelis; Ruslan Ramang
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.622 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i1.6906

Abstract

The rapid development of construction technology has an impact on application programs that are created to facilitate the calculation of structures in buildings, especially in designing plates in buildings. Program applications such as SAP 2000 software are often used in structural calculations but are costly. This study develops MATLAB to produce an application program for analyzing and modeling numerical data based on the matrix concept. The method used is the finite difference method which is a numerical approach method based on partial differential equations. This application program was developed by calculating the deflection, moment, and stress, which are displayed in the form of contour. This program was designed with the equations entered into the coding for each of the existing models. Then the results obtained are compared with the results of the calculation of the plate moment on PBI-1971.
Hubungan Ketersebaran Dinding Geser Sebidang Secara Horizontal Terhadap Drift Bangunan Tingkat Tinggi Raynaldo Nara Rihi; Jusuf J.S. Pah; Rosmiyati A. Bella
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.752 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i1.6932

Abstract

The distribution of the shear wall horizontally influences the drift. This study was conducted to determine the relationship between the horizontally mass distribution of shear walls and high-rise buildings’ drift. The model analyzed was a rectangular building with 40 floors of 20 m x 20 m. The model consists of 4 variations, namely G1, G2, G3, and G4 models. The analysis was carried out based on SNI - 1726 - 2019 regarding The Procedures of Earthquake Resistance Planning for Building and Non-Building Structures and using SAP 2000 software. The analysis results revealed that horizontal shear wall mass distribution influences the structural deviation due to earthquake loads. Shear walls distributed side by side are more efficient than shear walls distributed spatially.
Analisis Struktur Tangga Helix Menggunakan Metode Fleksibilitas Agustinus Rios Melingko Jehamat; Remigildus Cornelis; I Made Udiana
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 September 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.724 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i2.7295

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain tangga helix, mencari gaya-gaya dalam pada setiap anak tangga dengan radius dan putaran sudut yang ditetapkan dan membuat grafik persamaan antara radius, gaya-gaya dalam, dan putaran sudut. Dengan menggunakan perhitungan manual dengan Metode Fleksibilitas dan perhitungan numerik menggunakan Aplikasi SAP 2000. Hasilnya adalah gaya horizontal menggunakan Metode Fleksibilitas sebesar -27,38 KN dengan Metode SAP 2000 sebesar -30,44 KN sehingga selisihnya 10,00%. Gaya vertikal menggunakan Metode Fleksibilitas sebesar 23,19 KN dengan Metode SAP 2000 sebesar 26,02 KN sehingga selisihnya 10,00%. Gaya aksial menggunakan Metode Fleksibilitas sebesar 43,86 KN dengan Metode SAP 2000 sebesar 49,17 KN sehingga selisihnya 10,00%. Momen horisontal menggunakan Metode Fleksibilitas sebesar 58,01 KNm dengan Metode SAP 2000 sebesar 60,97 KNm sehingga selisihnya 4,90%. Momen vertikal menggunakan Metode Fleksibilitas sebesar -9,68 KNm dengan Metode SAP 2000 sebesar -8,81 KNm sehingga selisihnya 9,00%. Torsi atau momen puntir menggunakan Metode Fleksibilitas sebesar 0,073 KNm dengan Metode SAP 2000 sebesar 0,071 KNm sehingga selisihnya 3%.
Pengaruh Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Kapur, Fly Ash dan Bottom Ash Terhadap Kapasitas Dukung Tanah Elsy E Hangge; Rosmiyati A Bella; Anastasia Quitita Stadya Manek
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 September 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.504 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i2.7767

Abstract

Tanah lempung ekspansif di Desa Oebelo merupakan tanah dengan potensi kembang susut yang besar dan sering menyebabkan kerusakan struktur. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya perbaikan tanah melalui stabilisasi secara kimiawi menggunakan kapur, fly ash dan bottom ash. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh stabilisasi tersebut terhadap sifat fisik dan mekanis tanah, serta kapasitas dukung maksimum yang dihasilkan melalui nilai California Bearing Ratio (CBR). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Tanah asli (TA) dicampurkan dengan 5% kapur, 20% bottom ash dan fly ash dengan variasi 10% (V1), 15% (V2), 20% (V3), 25% (V4) dan 30% (V5) dari berat kering tanah. Selanjutnya dilakukan uji sifat fisik dan mekanis tanah, serta uji CBR terendam dan tak terendam, dengan perlakuan tanpa pemeraman dan 7 hari pemeraman. Hasil pengujian menunjukkan tanah asli tergolong dalam kelompok A-7-6 (AASHTO) dan kelompok CH (USCS). Seiring penambahan stabilisator nilai berat jenis, batas cair, batas plastis, indeks plastisitas, persentase tanah berbutir halus, kadar air optimum dan potensi pengembangan mengalami penurunan, sedangkan nilai batas susut, berat volume kering dan nilai CBR mengalami peningkatan. Nilai CBR dengan penambahan bottom ash meningkat 3,33 kali dari campuran tanpa bottom ash. Kelima variasi campuran yang ada memenuhi syarat nilai CBR untuk kondisi terendam (>3%), dan hanya V1 yang tidak memenuhi syarat untuk kondisi tak terendam (>6%). Kapasitas dukung maksimum dihasilkan dari sampel CBR tak terendam dengan 7 hari pemeraman (V5) sebesar 16,66%.
Perilaku Tegangan Regangan Lempung Ekspansif yang Distabilisasi Menggunakan Kapur, Fly Ash dan Bottom Ash Elsy E Hangge; Hanna Defanti Galla; Remigildus Cornelis
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 September 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.383 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i2.7851

Abstract

Tanah lempung Ekspansif merupakan tanah yang memiliki kemampuan kembang susut yang tinggi. Sifat teknik tanah lempung ekspansif dapat ditingkatkan dengan stabilisasi. Bahan stabilisasi yang digunakan yaitu, kapur, fly ash dan bottom ash dengan variasi campuran kapur 5% (tetap), fly ash 10%, 15%, 20%, 25%, 30% dan bottom ash 20% (tetap). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, berupa pengujian sifat fisik dan mekanis tanah di Laboratorium. Pengujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi untuk mengetahui perilaku tegangan regangan yang dihasilkan melalui pengujian UCT (Unconfined Compression Test). Perubahan nilai terbesar pada pengujian tekan bebas dengan pemeraman 7 hari pada variasi campuran kapur 5%, fly ash 30% dan bottom ash 20% dengan nilai daya dukung tanah (qu) 3,2 kg/cm2 dari nilai tanah asli 0,326 kg/cm2 dan nilai kohesi tanah undrained (cu) 1,600 kg/cm2 dari nilai tanah asli 0,088 kg/cm2. Perubahan yang lain terlihat pada kurva tegangan regangan tanah yang distabilisasi lebih curam daripada tanah asli dan terjadi peningkatan nilai modulus elastistas yaitu 2316,683 kN/m2 dari nilai tanah asli 423,773 kN/m2. Dari penelitian didapat nilai daya dukung tanah dan nilai modulus elastisitas yang mengalami kenaikan setelah distabilisasi sehingga tanah dapat digunakan untuk lapisan tanah dasar
Analisis Jaringan Perpipaan Air Bersih Kecamatan Kota Atambua Kabupaten Belu Wilhelmus Bunganaen; Maria Yunita Moruk; I Made Udiana
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 2 No 2 (2022): Volume 2 No.2 September 2022
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.279 KB) | DOI: 10.35508/forteks.v2i2.8330

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar kebutuhan air dan sistem jaringan perpipaan Kecamatan Kota Atambua untuk 20 tahun mendatang. Tahapan analisis yang dilakukan yaitu memproyeksi jumlah penduduk, memproyeksi fasilitas, menghitung kebutuhan air, membandingkan kebutuhan air dan ketersediaannya untuk menentukan pembagian pemenuhan kebutuhan air serta melakukan simulasi jaringan menggunakan Software Epanet 2.0. Hasil analisis kebutuhan air harian maksimum untuk tiap kelurahan adalah sebagai berikut untuk Kelurahan Tenukiik sebesar 8,496 liter/detik, untuk Kelurahan Fatubenao sebesar 15,947 liter/detik, untuk Kelurahan Manumutin sebesar 23,802 liter/detik dan untuk Kelurahan Kota Atambua sebesar 6,932 liter/detik. Hasil analisis Software Epanet 2.0 menunjukan bahwa semua memenuhi syarat (run was succsessful) namun masih terdapat beberapa parameter hidrolis pada node dan link yang nilainya belum memenuhi syarat kriteria perencanaan pipa. Nilai kehilangan energi untuk jaringan Kelurahan Tenukiik dan Fatubenao pada simulasi 1 sebesar 29,59 m/km, untuk jaringan kelurahan Manumutin pada simulasi 1 sebesar 46,29 m/km, dan untuk jaringan Kelurahan Kota Atambua sebesar 17,72 m/km.
Faktor Penyebab Kerusakan Jalan pada Ruas Jalan Pantura Kabupaten Ende dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) Andi Kumalawati; Yohanes Eghu Jhon; Andi Hidayat Rizal
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.4695

Abstract

Pada umumnya jalan dibangun guna memfasilitasi semua infrastruktur, kegiatan ekonomi masyarakat. Adanya jalan sangat dibutuhkan guna membantu pesatnya pertumbuhan pertanian, ekonomi serta sektir lainnya. Mengetahui sangat penting akan manfaat bidang konstruksi dan pemeliharaan jalan menjadi prioritas untuk diteliti dan dikembangkan dalam perencanaan, pelaksanaan dan penjagaannya. Keadaan Jalan Pantura Maukaro memiliki panjang 3.900 meter dan lebar 6 meter yang memiliki cukup banyak kerusakan, dari kerusakan yang ringan hingga kerusakan yang parah. Diadakan penelitian ini ialah untuk menemukan tipe dan tingkat kerusakan oada permukaan jalan, dan menyususn strategi untuk perbaikan kerusakan jalan berdasarkan tingkat dan jenis kerusakan yang dialami. Analisis dalam penelitian ini ialah dengan mengadakan survei visual di lokasi penelitian, menentukan jenis serta tingkat kerusakan kemudian mengukur dimensi kerusakan yang meliputi panjang, lebar dan kedalaman kerusakan. Menghitung luas dan menganalisis keadaan rusaknya permukaan jalan di Ruas jalan Maukaro menggunakan hitungan Nilai PCI secara keseluruhan dengan menggunakan metode (PCI). Berdasarkan hasil analisis, permukaan Jalan Pantura Maukaro berada pada tingkat kerusakan yang buruk dengan nilai PCI sebesar 31,8 sehingga alternatif yang sesuai adalah program patching, overlaying kemudian dilakukan perawatan rutin.Kata kunci: Faktor kerusakan jalan
Analisa Karakteristik Kecelakaan Lalulintas Berbasis Gender di Kota Kupang Latifah Nurhayati Diniar Aklis; Andi Kumalawati; H.A Hidayat Rizal; Rosmiyati A. Bella
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.4971

Abstract

Kota Kupang tercatat pada tahun 2017 memiliki 356 kejadian kecelakaan dan meningkat pada tahun 2018 sebanyak 448 kejadian kecelakaan lalu lintas (BPS Kota Kupang, 2018). Salah satu faktor yang berpeluang terhadap resiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di Kota Kupang adalah faktor manusia (human error) yaitu faktor perbedaan gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuii karakteristik pengemudi dan karakteristik kecelakaan lalu lintas di Kota Kupang. Hasil analisis deskriptif diketahui bahwa Kecelakaan lalu lintas berbasis gender di kota Kupang memiliki karakteristik yang unik yakni terdapat kesamaan di mana pengemudi laki-laki dan pengemudi perempuan mayoritas mengalami kecelakan di waktu pagi (96%). Kemudian karakteristik kecelakaan yang lainnya berbeda yaitu pada pengemudi laki-laki mengalami cedera berat sebesar (96%), jenis kecelakaan tunggal dan ganda sama-sama berpotensi terjadi (96%), lokasi kejadian kecelakaan terbanyak terjadi di tempat umum (94%), jenis tabrakan/posisi kecelakaan yang terjadi adalah tabrakan samping-samping, tabrakan depan-samping, tabrakan depan-depan, tabrak pejalan kaki sebesar (94%), dan waktu kejadian kecelakaan lalu lintas adalah pada hari libur sebanyak (100%). Kecelakaan yang dialami oleh pengemudi perempuan mayoritas memiliki karakteristik sebagai berikut: cedera ringan sebesar (98%), jenis kecelakaan tunggal (92%), lokasi kejadian di tempat khusus (96%), kecelakaan terjadi di luar kendali (96%), waktu kejadian kecelakaan lalu lintas adalah pada hari libur dan hari kerja sebanyak (98%) dan waktu kejadian pada pagi hari sebesar (98%).