cover
Contact Name
Remigildus Cornelis
Contact Email
remi@staf.undana.ac.id
Phone
+6281295357255
Journal Mail Official
forteks@undana.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, FST, Universitas Nusa Cendana
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Forum Teknik Sipil
ISSN : 27766012     EISSN : 27768155     DOI : https://doi.org/10.35508/forteks.v5i1
Jurnal Forum Teknik Sipil (ForTekS) adalah jurnal Teknik Sipil yang bertujuan untuk menyebarluaskan hasil riset-riset ataupun kajian pustaka pada bidang Teknik Sipil. Artikel-artikel pada jurnal ini difokuskan kepada bidang teknik sipil atau aplikasinya. Beberapa bidang teknik sipil spesifik yang diterima adalah : Struktur, Material dan kegempaan Hidrologi, Irigasi, Pantai dan Pelabuhan Transportasi Geoteknik Manajemen Konstruksi Lingkungan dan lahan kering
Articles 82 Documents
Pengaruh Waktu Perendaman Air Laut Terhadap Kuat Tekan Beton Menggunakan Semen Kupang dengan Bahan Tambah Fly Ash Maria Magdalena Siba; Dantje A. Sina; H.A Hidayat Rizal
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.7150

Abstract

Bangunan yang terdapat di daerah sekitaran laut seperti pelabuhan, pemecah ombak dan jembatan perlu dilakukan perawatan beton (curing) terhadap air laut. Air laut sendiri memiliki kandungan garam sebanyak 3,5% yang dapat menggrogoti kekuatan dan keawetan beton. Hal ini di sebabkan kandungan Clorida (Cl) yang begitu tinggi pada air laut merupakan garam yang bersifat agresif terhadap bahan lain termasuk beton. Maka diberikan bahan penambahan fly ash pada beton bangunan air laut yang berfungsi sebagai penutup rongga­-rongga pada beton dan dapat meningkatkan kekuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan tekan beton dan pengaruh umur perendaman terhadap merek Semen Kupang dengan penambahan variasi fly ash sebanyak 4 sampel dengan komposisi berbeda yaitu 0%, 20%, 40% dan 60% serta menggunakan variasi perendaman dalam air laut selama 28 hari, 60 hari, dan 90 hari. Perancangan campuran beton ini menggunakan SK SNI 03-2834-2000 dengan mutu rencana 25 MPa. Hasil pengujian kuat tekan beton yang berumur 28 hari, dengan komposisi fly ash 0%, 20%, 40% dan 60% yakni : 21,57 MPa, 21,99 MPa, 20,19 MPa dan 19,53 MPa. Kuat tekan beton yang berumur 60 hari dengan komposisi fly ash 0%, 20%, 40% dan 60% yakni : 25,67 MPa, 25,86 MPa, 20,76 MPa dan 20,19 MPa. kuat tekan beton yang berumur 90 hari dengan komposisi fly ash 0%, 20%, 40% dan 60% yakni : 21,33 MPa, 20,51 MPa, 20,38 MPa dan 19,63 MPa. Berdasarkan hasil pengujian, nilai kuat tekan tertinggi dan terendah adalah pada persentase fly ash 20% pada umur 60 hari dan persentase fly ash 60% pada umur 28 hari.
Analisis Variasi Suhu Pemadatan Cold Paving Hot Mix Asbuton pada Nilai Indirect Tensile Strenght Winayati .; sandela .; Alfian Saleh
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.7943

Abstract

Material cold paving hot mix asbuton terdiri dari asbuton butir, agregat dan bahan peremaja yang dicampur panas hampar dingin pada suhu 30°C. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai indirect tensile strength secara laboratorium. Pengujian indirect tensile strength dilakukan dalam dua kondisi yaitu conditional dan unconditional. Hasil dari pengujian conditional pada suhu 30°C sebesar 33.612 kPa, 45°C sebesar 110.038 kPa, 60°C sebesar 143.383 kPa, 75°C sebesar 158.990 kPa, 90°C sebesar 183.437 kPa. Hasil dari pengujian unconditional pada suhu 30°C 45.185 kPa, 45°C sebesar 134.325 kPa, 60°C sebesar 171.642 kPa, 75°C sebesar 190.004 kPa, 90°C sebesar 216.933 kPa. Dari hasil perbandingan nilai conditional dan unconditional didapatkan nilai tensile strength ratio pada setiap variasi suhu pemadatan, suhu 30°C sebesar 74,39 %, 45°C sebesar 81,92 %, 60°C sebesar 83,54 %, 75°C sebesar 83,68 %, 90°C sebesar 84,56 %. Dari hasil tensile strength ratio yang didapatkan suhu pemadatan 30°C belum memenuhi spesifikasi dari AASHTO T-283 yaitu >80 %.
Analisis Kinerja Jaringan Irigasi Pada Delapan Daerah Irigasi Yang Tersebar Di Kota Kupang yosefina Susriyati; Wilhelmus Bunganaen; Ruslan Ramang
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.8344

Abstract

Kupang City has eight irrigation areas, namely Amnesi (36 Ha), Batuplat (90 Ha), Labat (20 Ha), Belo (60 Ha), Fatukoa (220 Ha), Oelon (50 Ha), Oepura (65 Ha). and Kolhua (20 Ha). During operation, the irrigation network was damaged. This study aims to determine the performance of the irrigation network from the physical aspect, utilization, and aspects of operation and maintenance. This study uses a qualitative method by measuring the discharge and quantitative methods by observing the physical condition of the channel and analyzing the answers to the questionnaire. The performance of the irrigation network from the physical aspect was obtained in good condition with an average score of 3.55 being Oelon and Labat, a fairly good condition with an average score of 2.90 being Belo, Batuplat, Amnesi and Fatukoa 4, poor condition with a score of 2.45 being Oepura, and very unfavorable with a score of 1.00 is Kolhua. The performance of the irrigation network from the utilization aspect was obtained in fairly good condition with an average value of 2.68, namely Belo, Batuplat, Oelon, Labat, Amnesi, Oepura, Amnesi and Fatukoa 4, in poor condition with a value of 1.56, Kolhua. The performance of the irrigation network from the aspect of operation and maintenance is obtained in fairly good condition with a value range of 2.80 is Belo, Batuplat, Oelon, Labat, Amnesi, Oepura, Amnesi and Fatukoa 4 and in very poor condition with a value of 1.19 is Kolhua.
Studi Karakteristik Propertis Tanah di Kecamatan Polen Kabupaten TTS Tri M Sir; Dolly W. Karels; Wilhelmus Bunganaen; I Made Udiana
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.8487

Abstract

Knowing soil characteristics is very important for an engineer to ensure the safety of buildings above the ground. Therefore, conducting a soil investigation in the laboratory and field testing The island of Timor, especially in the Polen sub-district, Timor Tengah Selatan district, has fine-grained soil deposits. In the sub-district area, a large dam is being built, namely the Temef Dam and the main road link connecting one city and four regencies on the island of Timor also. This study aims to determine the characteristics of the soil both physically and mechanically through laboratory testing. The results showed that the location in Puna Village was clay of low plasticity, while the Loli Village had high plasticity clay deposits. The higher of soil's plasticity index, the higher the potential for swelling of the soil. The increased swelling potential causes the low shear strength of the soil. Clay with low shear strength cannot support the construction load on it. Therefore, before the construction of the building on it, it is necessary to improve the soil. In addition to its weaknesses, on the other hand, impermeable clay is used in the dam core material, where the location of material extraction is still within reach so that the work becomes economical.
Pengembangan RAB dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Jaringan Irigasi Berbasis Android Maria Fransiska Besituba; Partogi H. Simatupang; H.A Hidayat Rizal
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.9299

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah aplikasi android untuk perhitungan RAB dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Jaringan Irigasi Berbasis Android. Perhitungan RAB dan Analisa Harga Satuan Pekerjaan Jaringan Irigasi berbasis android menggunakan Android Studio dengan Java sebagai bahasa pemograman. Dalam penelitian ini menggunakan metode waterfall. Hasil dari penelitian ini yaitu aplikasi perhitungan RAB dan AHSP Jaringan Irigasi yang digunakan di platform android dan output berupa file PDF (AHSP, RAB dan Rekapitulasi). Aplikasi ini memuat beberapa menu yaitu Splash Screen, Cover, Login, Register, Informasi Proyek, Analisa Harga Satuan Pekerjaan, Rencana Anggaran Biaya, Rekapitulasi dan Ouput. Aplikasi ini menggunakan Minimum SDK (API:5.0 (Lolipop)) sehingga hanya dapat digunakan oleh user yang memiliki Versi Android 5.0 keatas. Dan aplikasi digunakan secara online (membutuhkan internet).
Pengaruh Variasi Suhu pada Campuran HRS-Base Menggunakan Filler Tanah Putih Terhadap Pengujian Marshall. Gloria Feronika Berutu; Judi K. Nasjono; John H. Frans
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.9781

Abstract

Hot Rolled Sheet- Base merupakan salah satu jenis dari lapis perkerasan lentur, jenis lapis perkerasan ini merupakan campuran merata antara agregat bergradasi senjang dengan aspal sebagai bahan pengikat. Dalam pelaksaannya aspal beton ini dibuat dalam keadaan panas, baik dalam tahap pencampuran maupun pemadatannya dilaksanakan pada temperatur tertentu. Aspal termasuk bahan thermoplastik di mana konsistensinya akan berubah apabila temperatur berubah, sehingga sifat campuran aspal akan berpengaruh terhadap hasil pengujian Marshall. Perkembangan penelitian tentang bahan konstruksi perkerasan jalan khususnya perkerasan lentur (flexible pavement) diarahkan pada usaha pemanfaatan material setempat dan disesuaikan dengan kondisi daerah di mana konstruksi pengerasan dilakukan. Tanah putih yang digunakan sebagai bahan pengisi pada campuran aspal. Berdasarkan geologi, Kota Kupang sebagian besar wilayahnya memiliki batuan gamping sehingga berpotensi sebagai sumber tanah putih.Tanah putih yang terdiri dari partikel-partikel halus dapat memenuhi persyaratan gradasi untuk sebagai filler. Maka dari itu maksud penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana variasi suhu campuran aspal HRS-Base yaitu: 110°C,120°C, 130°C, 140°C, 150°C dengan menggunakan tanah putih sebagai bahan pengisi. Penelitian ini adalah studi kasus dengan metode eksperimental. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa material tanah putih sebagai filler pada kadar aspal tertentu memenuhi spesifikasi berdasarkan hasil pengujian Marshall sehingga dapat digunakan sebagai material pada campuran aspal HRS-Base, di mana kadar aspal optimum yang diperoleh adalah 6,2%. Dengan kadar aspal optimum dibuat uji variasi suhu 110°C, 120°C, 130°C, 140°C, 150°C. Hasil menunjukan suhu yang memenuhi spesifikasi berdasarkan hasil pengujian dan analisis Marshall pada campuran HRS-Base adalah suhu 120°C, 130°C dan 140°C.
Pengaruh Karakteristik Tanah Dasar Terhadap Tingkat Kerusakan Jalan (Studi Kasus Ruas Jalan Naioni Kecamatan Alak Kota Kupang) Jeanne Elvira Da Costa Soares; Tri M.W. Sir; Elsy E. Hangge
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 No.1 Mei 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i1.10545

Abstract

Ruas jalan Naioni merupakan ruas jalan yang mempunyai tingkat kerusakan jalan yang bervariasi mulai dari kerusakan ringan, sedang, sampai berat. Kerusakan-kerusakan ini dapat diakibatkan oleh sifat dari tanah dasar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sifat-sifat fisik dan mekanis tanah dasar serta pengaruhnya terhadap tingkat kerusakan jalan. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode observasi melalui pengujian sifat fisik dan mekanis. Hasil penelitian menunjukkan tanah untuk semua tingkat kerusakan jalan termasuk kelompok CH. Tanah untuk semua tingkat kerusakan jalan termasuk kelompok A-7-6 , yaitu tanah lempung yang dikategorikan buruk sebagai bahan untuk tanah dasar. Dari hasil penelitian, tingkat kerusakan jalan berbanding lurus dengan meningkatnya nilai indeks plastisitas, batas cair, batas plastis, kadar air optimum dan nilai pengembangan tanah. Sebaliknya, berbanding terbalik dengan penurunan nilai batas susut, berat volume kering maksimum dan CBR. Hasil pengujian CBR di laboratorium menunjukkan nilai CBR terendam untuk semua tingkat kerusakan jalan tidak memenuhi syarat nilai CBR terendam (>3%), dengan nilai CBR terendah pada kerusakan berat, sebesar 1,22%. CBR tak terendam untuk semua tingkat kerusakan jalan tidak memenuhi syarat nilai CBR tak terendam (>6%), dengan nilai CBR terendah pada kerusakan berat, sebesar 2,12%. Nilai pengembangan tanah terbesar terjadi pada kondisi jalan rusak berat yaitu sebesar 4,08%.
Karakteristik Pergerakan Penumpang Ferry Reguler dan Ferry Cepat Rute Kupang - Sabu dan Sabu - Kupang Kumalawati, Andi; Mema, Klotilda; Ramang, Ruslan; Rizal, Andi Hidayat
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No. 2 September 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i2.4904

Abstract

Kondisi geografis Kupang dan Sabu Raijua yang dipisahkan oleh laut menimbulkan lalu lintas pergerakan barang dan jasa. Dalam memenuhi lalu lintas pergerakan antar pulau ini disediakan angkutan penyeberangan ferry reguler ASDP dan ferry cepat swasta. Pada penelitian ini akan dianalisis karakteristik pergerakan penumpang ferry reguler dan ferry cepat pada rute Kupang–Sabu dan Sabu–Kupang dengan menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik pergerakan penumpang Kupang dan Sabu memiliki kesamaan,yaitu antara lain penggunaan angkutan pribadi sebagai alat transportasi dari rumah menuju pelabuhan, dan waktu tunggu di pelabuhan yang berkisar antara 1–2 jam. Selain itu waktu tempuh ferry yang berkisar antara 6–12 jam baik dari Kupang menuju Sabu maupun sebaliknya, serta jarak dari pelabuhan menuju tempat tujuan yang berjarak antara 5–10 km. Sementara jarak dari rumah menuju pelabuhan penumpang dari kupang adalah 5–10 km sampai >20 km, dan jarak dari rumah menuju pelabuhan penumpang dari Sabu adalah 5–10 km. Serta estimasi biaya penumpang dari rumah menuju pelabuhan, dimana estimasi biaya transportasi penumpang dari Kupang Rp 50.000–Rp 75.000, dan penumpang dari Sabu sebesar Rp 50.000.
Analisis Hambatan Samping Terhadap Tingkat Pelayanan Jalan Pada Ruas Jalan Ahmad Yani Kota Maumere Yuniaty, Fortunata Rosalina; Karels, Dolly W.; Ramang, Ruslan
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No. 2 September 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i2.11546

Abstract

The increase in development in an area and the increase in population cause the need to pay attention to facilities and infrastructure in the field of transportation, especially roads. Maumere is the capital of the Sikka district. The increasing need of the people of Maumere City for traffic movement causes road performance to decrease because traffic movement exceeds the existing road capacity. Side friction occur on this road section because there are several offices, schools, shopping centers, and restaurants and are the route in and out of campuses, schools, shops, and markets. The purpose of the study is to determine the side friction of working days and holidays, the level of service of working days and holidays, and the effect of side friction on the level of road services. The method used in the research is quantitative based on PKJI 2014. The results of the weekday side friction analysis showed that the value of side friction reached 1,286 events/hour and included very high side friction classes and holidays showed that the side resistance factors reached 125 events/hour and included low side friction classes. The road service level value on weekdays is B and the holiday road service level value is B. The value of the side friction class on weekdays is high and the value of the road service level is B. while on holidays the value of the side friction class is very low and the value of the road service level is B.
Evaluasi Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan Load Factor Angkutan Umum Kota Kupang (Studi Kasus: Trayek 2 dan Trayek 6)) Bauru, Roswita Rambu; Frans, John H.; Sir, Tri M.W.
JURNAL FORUM TEKNIK SIPIL (J-ForTekS) Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 No. 2 September 2023
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/forteks.v3i2.12065

Abstract

Public transportation (Bemo) is one of the transportation services that serve the people of Kupang City in a predetermined route, the route that is passed usually has many public facilities. Public transportation is one of the basic needs of the people in Kupang City. But if it is not handled properly, it will become a problem for providers and users of public transportation services. So this study aims to determine tariffs based on Vehicle Operating Costs (BOK), Ability To Pay (ATP), and Willingness To Pay (WTP) of public transport service users in Kupang City, as well as to analyze the ideal tariff based on Ability To Pay (ATP) and Willingness To Pay (WTP) of public transport service users. The public transport routes that will be observed in this study are route 2 and route 6. With the length of route 2 is 10.145 km and the length of Route 6 is 8.573 km. Analysis of Vehicle Operating Costs (BOK) will use the method of Director General of Land Transportation number SK.687/AJ.206/DRJD/2002 concerning technical guidelines for the implementation of public passenger transportation in urban areas on fixed and regular routes. While analyzing the calculation of Ability To Pay (ATP) and Willingness To Pay (WTP) using cross tabulation and travel budged methods. From the results of the analysis it is known that the current tariff in the field is greater than the calculated tariff of Vehicle Operating Costs (BOK) and Willingness To Pay (WTP), but the applicable tariff is smaller than Ability To Pay (ATP). Due to the problem of the pertalite fuel price increase from Rp.7,650 to Rp.10,000, the current tariff increased from Rp.3,000 to Rp.5,000 for the public and Rp.2,000 to Rp.3,500 for students, while from the calculation of the amount of the Vehicle Operating Cost (BOK) tariff is Rp.3,942 for route 2, and Rp.3,483 for route 6. The Willingnes To Pay (WTP) value is Rp.2,222 while the Ability To Pay (ATP) value is greater, namely Rp.8,148.