cover
Contact Name
Silvia
Contact Email
jurnalscer23@gmail.com
Phone
+6281329516263
Journal Mail Official
jurnalscer23@gmail.com
Editorial Address
jurnalscer23@gmail.com
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Surakarta Civil Engineering Review
Published by Universitas Surakarta
ISSN : -     EISSN : 2964027x     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Surakarta Civil Engineering Review (SCER) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta. SCER merupakan sarana publikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang teknik sipil dalam menerbitkan artikel hasil penelitian dan artikel telaah konseptual.
Articles 43 Documents
Modulus of Rupture Balok Beton Berserat Karung Plastik Krisna Setyanto; Agus Setyawan
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.481 KB)

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam pelaksanaan struktur bangunan modern. Tujuan dari penelitian ini untuk mengubah satu atau lebih sifat-sifat bahan penyusun beton, baik keadaan segar atau setelah mengeras, seperti bahan tambah serat karung plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan serat karung plastik terhadap kuat tekan silinder dan Modulus Of Rupture balok beton. Penelitiandilaksanakan di Laboratorium Bahan dan Struktur, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian dilaksanakan dengan metode SK SNI.T-15-1990-03, variasi bahan tambah serat karung plastik sebesar 0% ; 0,3% ; 0,75% ; 1% dari berat beton. Hasil menggunakan fas sebesar 0,6 umur beton 28 hari. Beton yang dibuat dengan bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan pengujian kuat tekan rata-rata optimum variasi 0,3% dengan hasil peningkatan sebesar 20,36 % dari kuat tekan normal. Dari pengujian lentur dengan bentuk balok dengan ukuran 1 5 x 1 5 x 5 5 cm Modulus Of Rupture optimum diperoleh pada variasi 0,3% terjadi peningkatan 25,18% dari Modulus Of Rupture pada beton normal.
Efektifitas Bendungan Gesing Kerjo dalam Penanggulangan Dampak Timbunan Lumpur Akibat Muatan Transport Sedimen Tri Prandono
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.124 KB)

Abstract

Seiring berjalannya waktu dan diikutinya dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah, kebutuhan pangan juga semakin meningkat dan pada prakteknya justru faktor-faktor pendukung peningkatan produksi pangan ini terhambat oleh perkembangan jaman itu sendiri seperti pembukaan lahan baru pada Derah Aliran Sungai / DAS sehingga memperbesar arus limpasan permukaan dan secara otomatis memperbesar aliran tranport sedimen. Hal tersebut pastinya akan berdampak langsung pada umur baik bendung maupun bendungan sebagai tempat untuk sumber andalan suplesi air irigasi pada lahan pertanian. Penelitian ini berusaha membuat sebuah analisis efektifitas tampungan waduk dalam pengaruh langsung dari suplai air dari Daerah Aliran Sungai yang tentunya sangat terpengaruh oleh arusa tranport sedimen dan dalam penelitian ini mengambil lokasi pada Waduk Gesing Kerjo. Metode penelitian pada penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan mengambil 3 titik sampel air dan bahan sedimen 2 didaerah kanan kiri bendung dan 1 didaerah hulu bendung kemudian dilakukan pengumpulan data yang kemudian dianalisis datanya untuk diambil kesimpulan, dengan menggunakan rumus dari persamaan Einstein untuk analisis sedimen dasar dan menggunakan rumus persamaan Einstein untuk analisis sedimen melayang. Dari hasil analisis kedua rumus tersebut didapatkan besar laju sedimen total sebesar 0084 kg/dt dan harus dilakukan revitalisasi waduk setiap 10 tahun sekali.
Perencanaan Tebal Rigid Pavement Jalan Sugihan - Paluhombo Novianto Setiawan; Tantin Pristyawati; Iwan Ristanto
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.869 KB)

Abstract

Kualitas sarana prasarana jalan yang baik mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas, yang mana memegang peranan sangat penting dalam menunjang perkembangan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan baik distribusi barang maupun jasa. Lonjakan lalu lintas dari pembangunan ekonomi dapat menimbulkan masalah serius jika tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas jaringan dan infrastruktur jalan yang ada. Untuk mendukung hal tersebut maka dibangunlah Jalan Sugihan – Paluhombo sebagai sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang segala aktivitas ekonomi di Sukoharjo. Jalan ini merupakan penopang Jalur Lingkar Timur Sukoharjo yang terintegrasi dengan Kawasan Industri Nguter (KIN). Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan kapasitas lalu lintas rencana dan membuat desain perkerasan kaku (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan pada ruas Jalan Sugihan – Paluhombo. Metode yang digunakan adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untukmemproyeksikan kapasitas lalu lintas rencana dan metode Pd T-14-2003, Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 untuk mendesain perkerasan kaku (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan. Hasil dari penelitian ini adalah proyeksi LHR ruas Jalan Sugihan Paluhombo 2/2 UD telah mencapai batas maksimal dalam jangka waktu 20 tahun atau 2042 terhitung sejak tahun 2022. Dan jika diasumsikan pada ruas Jalan Sugihan Paluhombo menambah kapasitas menjadi 4/2 UD telah mencapai batas maksimal dalam jangka waktu 10 tahun atau 2052 terhitung sejak tahun 2042. Perencanaan ruas Jalan Sugihan – Paluhombo adalah : Lapis Pondasi kelas A setebal 20 cm, Beton Kurus (Lean Mix Concrete) setebal 10 cm dan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) bersambung tanpa tulangan setebal 30,5 cm. Serta menggunakan penulangan berupa dowel atau baja polos diameter 38 mm, panjang 45 cm dan jarak 30 cm (dipasang setiap jarak 5 m) dan batang pengikat (tie bar) atau baja ulir diameter 16 mm panjang 65 cm dan jarak 50 cm (dipasang setiap jarak 2,75 m).
Analisis Koefisien Tenaga Pemasangan Bata Merah pada Ketinggian di Atas 2 Meter: (Studi Kasus Pembangunan Gedung Serba Guna Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang) Ahmad Wachid Ridwan; Lely Hendarti
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.117 KB)

Abstract

Pembangunan Gedung dengan ketinggian 8 meter tentunya tingkat kesulitan pengerjaannya akan lebih tinggi dibandingkan dengan pemasangan dinding dengan ketinggian satu atau dua meter, sehingga hal tersebut mempengaruhi produktifitas dari tenaga kerja yang mengerjakan pemasangan dinding tersebut. Selain tingkat kesulitan yang tinggi dan produktifitas yang menurun tentunya hal tersebut berimbas kepada naik nya harga satuan pekerjaan pemasangan dinding bata merah. Pada Kenyataannya acuan dalam menentukan Harga Satuan Pekerjaan pemasangan dinding bata merah belum ada yang menyebutkan tentang pemasangan dinding bata merah pada ketinggian tertentu, hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadaptingkat keakuratan penyusunan RAB. RAB yang tidak akurat akan menyebabkan kerugian pada pihak pelaksana / kontraktor, maupun pihak – pihak yang terkait.Berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah untuk mengetahui besar koefisien tenaga pemasangan dinding bata merah dengan ketinggian sampai dengan 2 meter, ketinggian sampai dengan 4 meter dan ketinggian sampai dengan 6 meter, dan berapa rasio perbandingan terhadap koefisien tenaga pemasangan bata merah dengan metode SNI. Dari hasil pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa Koefisien pekerja untuk ketinggian dinding 2 meter 0,2593, untuk ketinggian gedung 4 meter 0,3786, untuk ketinggian gedung 6 meter 0,5618 ; Koefisien tukang untuk ketinggian dinding 2 meter 0,1257, untuk ketinggian gedung 4 meter 0,1400, untuk ketinggian gedung 6 meter 0,1634; Koefisien kepala tukang untuk ketinggian dinding 2 meter 0,0055, untuk ketinggian gedung 4 meter 0,0094, untuk ketinggian gedung 6 meter 0,0149 ; Koefisien mandor untuk ketinggian dinding 2 meter 0,0065, untukketinggian gedung 4 meter 0,0065, untuk ketinggian gedung 6 meter 0,0144.Sedangkan untuk rasio perbandingan koefisien SNI dengan kondisi yang sebenarnya adalah untuk pekerja dengan ketinggian 2 meter 13,5790% ; dengan ketinggian 4 meter -26,2139% ; dengan ketinggian 6 meter -87,2580%; Rasio untuk tukang dengan ketinggian 2 meter -25,7382% ; dengan ketinggian 4 meter - 39,9891% ; dengan ketinggian 6 meter -63,3809%;Rasio untuk kepala tukang dengan ketinggian 2 meter 44,6351% ; dengan ketinggian 4 meter 5,6168% ; dengan ketinggian 6 meter -48,8954%; Rasio untuk mandor dengan ketinggian 2 meter 56,9248% ; dengan ketinggian 4 meter 56,9248% ; dengan ketinggian 6 meter 3,7963%.
Evaluasi Kinerja Waduk Cengklik dalam Pemenuhan Kebutuhan Nina Pebriana; Luky Primantari; Eny Widyawati
Surakarta Civil Engineering Review Vol 2 No 2 (2022): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.009 KB)

Abstract

Masyarakat membutuhkan air sebagai kebutuhan utama sehari-hari. Waduk adalah danau buatan sebagai hasil pembangunan bangunan air yang disebut bendungan. Kualitas dan kebutuhan air sebagai kebutuhan utama setiap orang terutama masyarakat sekitar waduk sangat diperlukan. Salah satunya adalah peningkatan produktivitas tanaman pangan sebagai komoditas penting di Indonesia khususnya padi, pemenuhan air mempunyai peran penting pada kegiatan ini. Pemenuhan kebutuhaan air untuk pertanian penyalurannya diakukan melalui irigasiyang berasal dari suatu tampungan yang bernama embung ataupun waduk. Waduk adalah suatu badan air dengan cara membendung sungai dengan modifikasi manusia dan dapat dikontrol dalam pemanfaatnannya. Salah satu waduk yang terletak di Jawa Tengah, dimana salah satu fungsinya untuk melayani irigasi pertanian adalah waduk Cengklik.Waduk Cengklik melayani lahan irigasi seluas 1.578 ha dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 10.69 km2. Secara umum wilayah disekitar Waduk Cengklik beriklim tropis, dengan 2 musim yaitu penghujan dan kemarau, temperatur rata-rata 24Oc hingga 32Oc dan curah hujan tahunan rata-rata sebesar 1.470 mm. Menurunnya daya tampung air di waduk Cengklik secara lamping salah satunya dikarenakan terjadinya sedimentasi hebat yang diperkirakan saat ini mencapai 8,5 juta meter kubik tentunya mengakibatkan menurunnya daya tampung air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi kinerja tampungan waduk dalam memenuhi kebutuhan (demand) terhadap pelepasannya (release).
4. Analisis Anggaran Biaya Rencana Proyek Terhdap Pelaksanaanya: (Studi Kasus Proyek Mall Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar) Bima Zepta Anggarda Rusady; Agus Setiawan; Nina Pebriana
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 1 (2023): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan proyek Mall Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar berada di Jl. Karanganyar-Jumantono Lingkungan Ngaliyan Kecamatan Lalung Kabupaten Karanganyar. Struktur pada proyek Mall Pelayanan Publik tersebut terdiri dari struktur lantai 1 dan struktur lantai 2. Pembangunan proyek Mall Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar yang memiliki 2 lantai tersebut telah didirikan di atas lahan seluas 4.489 m2 dengan luas bangunan 1.016 m2. Pada proses pembangunan pada suatu proyek dibuat berdasarkan sebuah perencanaan. Perencanaan yang dimaksud agar kegiatan proyek konstruksi dapat terlaksana secara baik dan tepat waktu. Rencana Anggaran Biaya (RAB) merupakan perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut.Penelitian pada tugas akhir ini bersifat studi kasus, yaitu menghitung perbandingan harga dan persentase pada analisa rencana anggaran proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar. Metode Pengambilan data yang dilakukan dalam penelitian tugas akhir ini adalah dengan data Sekunder yaitu dengan mendapatkan data harga upah pekerja dan bahan/material dari Kontraktor dan juga dari Pedoman SNI.Proses perhitungan estimasi anggaran biaya struktur pada proyek pembangunan Mall Pelayanan Publik Kabupaten Karanganyar dengan menggunakan beberapa metode tersebut didapatkan hasil perhitungan dengan metode SNI didapatkan hasil sebesar Rp. 2.591.995.366,32 sedangkan hasil estimasi anggaran biaya dengan metode perhitungan kontraktor didapatkan hasil sebesar Rp. 2.485.185.566,13. Sehingga diperoleh perbandingan estimasi anggaran biaya antara metode SNI dan perhitungan kontraktor yakni metode SNI lebih mahal 4% dari metode perhitungan kontraktor. Berdasarkan perhitungan estimasi anggaran biaya kedua metode tersebut, hasil estimasi dengan metode perhitungan Kontraktor merupakan yang paling ekonomis. Kata kunci : Rencana Anggaran Biaya, Kontraktor, SNI
2. Redesain Ruas Jalan Raya Pungkruk - Mungkung Kabupaten Sragen STA 0+000 s/d 0+550 Rian Yuli Setiawan; Silvia Yulita Ratih; Luky Primantari
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 1 (2023): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan raya Pungkruk - Mungkung Kabupaten Sragen sejak tahun 1998 sampai dengan tahun 2021 pernah terendam air sungai beberapa kali. Bahkan di tahun 2010, jalan terendam air kurang lebih 70 cm sehingga jalan tidak dapat di lalui oleh kendaraan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan tindakan yang sesuai, salah satunya adalah redesain atau perencanaan ulang utamanya pada ruas jalan yang sering terendam air yaitu pada Sta 0+000 sampai dengan 0+550. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode studi kasus yaitu studi dengan melakukan pengujian secara rinci terhadap satu latar atau satu orang subjek atau satu tempat penyimpanan dokumen atau satu peristiwa tertent. Dari hasil analisis didapat bahwa factor-faktor yang mempengaruhi kerusakan Jalan Ruas Jalan Raya Pungkruk - Mungkung Kabupaten Sragen adalah ketinggian jalan mulai dari STA 0+000 s/d 0+550 lebih rendah mengakibatkan jalan mudah rusak karena terendam air hujan dan luapan air sungai mungkung. Tebal perkerasan yang sesuai dengan Redesain Ruas Jalan Raya Pungkruk - Mungkung Kabupaten Sragen STA 0+000 s/d 0+550 adalah 200 cm diatas permukaan jalan lama dan dibuat talud jalan untuk menahan tebal perkerasan jalan yang baru. Kata kunci : Redesain Jalan
1. Analisis Proyeksi Peningkatan Layanan PDAM Klaten Cabang Timur dalam Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Di Kecamatan Ceper sampai Tahun 2030 Syahid Sabilil Haq; Tri Prandono
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 1 (2023): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan wilayah, kebutuhan air bersih baik diperkotaan maupun dipedesaan semakin meningkat. PDAM Klaten Cabang Timur yang bertugas dan bertanggung jawab atas penyediaan air bersih di Kecamatan Ceper. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif yaitu pengumpulan data yang kemudian dianalisis datanya untuk diambil kesimpulan, dengan melakukan analisis pola distribusi tekanan meter air, pertambahan pelanggan, dan kapasitas produksi pada tahun 2030. Hasil penelitian berdasarkan diadakannya program audit NRW (Non Revenue Water) oleh PDAM Klaten Cabang Timur, diperoleh data sekunder hasil pengukuran debit dan tekanan meter air selama 1x24 jam jumlah pelanggan mengalami peningkatan yaitu dari 2195 SR ditahun 2020 menjadi 4785 SR ditaun 2030 mengakibatkan bertambahnya kebutuhan air bersih. diketahui bahwa kebutuhan air bersih dari tahun 2020 untuk domestik 12,339 lt/dt, non domestik 0,215 lt/dt, sosial 0,382 lt/dt dan total kebutuhan air bersih 16,245 lt/dt meningkat menjadi domestik 27,126 lt/dt, non domestik 0,4022 lt/dt, sosial 0,712 lt/dt dan total kebutuhan air bersih 35,5 lt/dt pada tahun 2030. Kata kunci : Debit PDAM, Proyeksi Kebutuhan, NRW (Non Revenue Water).
3. Analisis Proyeksi Peningkatan Layanan PDAM Klaten Cabang Timur dalam Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Di Kecamatan Ceper sampai Tahun 2030 Aji Jaya Kusuma; Nina Pebriana; Silvia Yulita Ratih
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 1 (2023): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang seringkali terjadi pada pekerjaan suatu proyek adalah sering terjadinya keterlambatan proyek. Oleh karena itu menganalisis faktor penyebab keterlambatan merupakan bagian dari pengendalian proyek dimana hal tersebut merupakan langkah awal untuk menunjang kesuksesan proyek itu sendiri.Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap faktor penyebab keterlambatan proyek menggunakan metode AHP (analytic Hierarchy Process) dengan cara melakukan wawancara terhadap pihak yang terkait dan memberikan kuesioner penilaian faktor keterlambatan, membuat diagram sebab-akibat (fishbone), menguji validitas data, menentukan bobot prioritas dengan AHP, dan menganalisa data tersebut.Hasil dari penelitian ini berupa faktor utama yang menyebabkan keterlambatan proyek pembangunan, terdapat tiga faktor utama penyebab keterlambatan proyek tersebut yaitu sub-kriteria kurangnya material dengan nilai bobot 0,1422, produktifitas tenaga kerja rendah dengan bobot 0,1328, kerusakan mesin dan peralatan dengan bobot 0,1229. Kata kunci : Faktor Keterlambatan, Proyek Pembangunan, Analytical Hiearachy Process
5. Perbandingan Indeks Pemasangan Pondasi Batu Kali dengan Menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan dan Kondisi Aktual: (Studi Kasus Pembangunan Kantor Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali) Wiroso; Lely Hendarti
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 1 (2023): Surakarta Civil Engineering Review
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penyusunan RAB memerlukan acuan dalam menentukan harga satuan pekerjaan. Acuan ini yang dikenal dengan sebutan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Analisa Harga Satuan Pekerjaan ini diatur dan ditetapkan olehPeraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) no.28 tahun 2016, Tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Analisa Harga Satuan ini menjadi sangat penting karena harga satuan merupakan salah satu bagian yang terdapat di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat no.28 tahun 2016 tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum ini masih bersifat umum dan pada pelaksanaanya akan berbeda-beda penerapannya sesuai dengan kondisi masing-masing daerah. Hal ini yang mendasari dilakukan penelitian untuk membandingkan antara pedoman umum dengan kondisi di lapangan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar koefisien Analisis Harga satuan Upah, bahan dan peralatan untuk pekerjaan pasangan pondasi antara Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Permen PUPR no 28 tahun 2016 dengan Analisa sesuai kondisi nyata pada kondisi nyata, sehingga akan diketahui selisi koefisiennya serta diketahui rasio perbandingan antara AHSP dengan kondisi nyata.Dari hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan didapat hasi nilai koefisien kondisi nyata pekerjaan pondasi pasangan batu kali dengan perbandingan campuran 1:6 adalah pekerja 0,948; tukang 0,463; kepala tukang 0,097; dan mandor 0,099 sedangkan untuk koefisien bahan adalah batu belah 1,121; semen 2,736 dan pasir 0,544. Selisih antara koefisien AHSP dengan koefien nyata adalah pekerja 0,552 ; tukang 0,287 ; kepala tukang -0,022; mandor -0,024; batu belah 0,079; semen 0,189 dan pasir -0,042. Rasio perbandingan koefisien AHSP dengan kondisi nyata adalah pekerja 36,8%; tukang 38,267%; kepala tukang -29,333%; mandor 32,000%; batu belah 6,583% semen 6,462% dan pasir -7,721%. Kata kunci : AHSP, Kondisi Nyata, Harga Satuan Pekerjaan