cover
Contact Name
Silvia
Contact Email
jurnalscer23@gmail.com
Phone
+6281329516263
Journal Mail Official
jurnalscer23@gmail.com
Editorial Address
jurnalscer23@gmail.com
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Surakarta Civil Engineering Review
Published by Universitas Surakarta
ISSN : -     EISSN : 2964027x     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Surakarta Civil Engineering Review (SCER) adalah terbitan berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta. SCER merupakan sarana publikasi ilmiah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi di bidang teknik sipil dalam menerbitkan artikel hasil penelitian dan artikel telaah konseptual.
Articles 43 Documents
ANALISIS OPTIMASI BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF (Studi Kasus: Gedung Rumah Sakit Jiwa Jurug) Yulia Ratih, Silvia; Ningsih, Rahayu; Primantari, FA. Luky
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 2 (2023): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang akan mengakibatkan pertambahan waktu pelaksanaan dan pembengkakan biaya pelaksanaaan sehingga memakan waktu dan biaya yang akan berpengaruh dalam penyelesaian proyek.Metode pada penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Studi kasus penelitian ini dilakukan pada proyek Pembangunan Gedung Rumah Sakit Jiwa Jurug, yang bertujuan untuk menemukan biaya dan waktu optimal dengan metode time cost trade off. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.Berdasarkan analisis dan wawancara penyebab keterlambatan proyek RSJ Jurug adalah perubahan addendum RAB, perubahan gambar, faktor cuaca. Hasil penelitian penggunaan metode time cost trade off yaitu pengerjaan selama 207 hari kerja dan rencana anggaran biaya proyek pembangunan gedung Rumah Sakit Jiwa Jurug adalah sebesar Rp16.619.772.520 berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kontraktor untuk mempertimbangkan mengunakan metode time cost trade off dalam membuat penjadwalan proyek.
PERENCANAAN JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA GADING KECAMATAN TANON KABUPATEN SRAGEN, DENGAN APLIKASI EPANET 2.0: DISTRIBUSI AIR BERSIH Prandono, Tri; basyir, muhammad
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 2 (2023): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Sumber air bersih di Desa Gading bersumber dari sumur gali bahkan masih ada rumah yang tidak mempunyai sumur gali atau sumur bor. Namun kondisi air tanah di desa Gading memiliki bau dan memiliki rasa asin. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kuantitatif dengan diawali pengumpulan data untuk menunjang penelitian meliputi data pengamatan lapangan, penelitian terdahulu, pengambilan data primer dan sekunder kemudian diolah datanya. Keseimbangan air baku pada embung adalah sebesar 2.649,23 m³/tahun dan kebutuhan air baku di desa Gading sebesar 1.414,37 m³/tahun. Didapat nilai keseimbangan air di desa Gading memenuhi untuk kebutuhan air baku di desa Gading. Hasil running Epanet 2.0, menunjukkan bahwa Head pompa yang digunakan adalah 35 m dengan flow 5.812 l/s atau 0.005812 m³/s dengan kecepatan air pada pipa rata-rata adalah 0,723 m/s, dan sisa tekan rata-rata adalah 20,05 meter. Kata Kunci : Water Balance, Epanet 2.0, jaringan pipa.
Evaluasi Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor pada Simpang Bersinyal di Kabupaten Sukoharjo Pamungkas, Aldy Dwi; Pristyawati, Tantin; Agung Wibawa, Satria; , Sodikin
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 2 (2023): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor salah satu fasilitas dan usaha untuk mengurangi adanya penumpukan kendaraan pada titik persimpangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh Ruang Henti Khusus (RHK) sepeda motor terhadap kinerja simpang bersinyal terkait dengan tingkat pelayanan simpang, evaluasi desain RHK, serta mengetahui hubungan arus lalu lintas terhadap tingkat keterisian Ruang Henti Khusus. Lokasi penelitian yaitu pada simpang empat Univet dan simpang lima Sukoharjo. Penelitian dilakukan dengan cara survei langsung dilapangan (manual) dan melalui CCTV dinas perhubungan Sukoharjo dicatat didalam formulir kemudian diolah menggunakan software microsoft excel mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia MKJI 1997 dan surat edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 52/SE/M/2015 tentang Pedoman Perancangan Ruang Henti Khusus. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa 1) Rata-rata tingkat pelayanan pada simpang empat Univet dan simpang lima Sukoharjo adalah C. 2) RHK pada lokasi penelitian masih terdapat pelanggaran, lebar per lajur yaitu 3 meter atau tidak sesuai dengan yang disyaratkan yaitu 3,5 meter, beberapa garis marka dan rambu petunjuk RHK pada lokasi penelitian tidak sesuai dengan yang disyaratkan. 3) Hubungan arus lalu lintas dengan keterisian RHK pada simpang empat Univet dan simpang lima Sukoharjo dapat dikatakan arus lalu lintas dan waktu mempengaruhi jumlah keterisian RHK pada masing-masing pendekat. Diharapkan kepada pemerintah kabupaten Sukoharjo dengan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam evaluasi Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor
Evaluasi Saluran Drainase pada Jalan Soegijapranata Kabupaten Ngawi Jawa Tengah Diki Andrian; Nina Pebriana; Luky Primantari
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 2 (2023): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan saluran drainase drainase pada jalan Segijapranata, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur yang merupakan akses cukup penting kendaraan untuk menuju kabupaten Ngawi perlu mendapatkan perhatian yang serius. Banjir disepanjang jalan Soegipranata membuat setiap tahunnya pada musim penghujan selalu tergenang air. Hal ini menimbulkan permasalahan lingkungan pemukiman, prasarana transportasi dan prasarana umum lainnya sehingga dapat menimbulkan terganggunya kegiatan perekonomian dan kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini menggunakan data curah hujan Kabupaten Ngawi, dengan menggunakan data curah hujan 10 tahun terakhir, yang dipertoleh dari Badan Pusat StatistiK Kabupaten Ngawi, sementara data lain diperoleh dari survey di lapangan. Selanjutnya untuk pengelolahan data menggunakan metode mononobe untuk menganalisis intensitas curah hujan. Metode rasional digunakan untuk menganalisis debit banjir rencana, sedangkan analisis dimensi saluran menggunakan rumus manning. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh dimensi saluran drainase eksisting kanan B= 0,30m m dan H = 0,45 m dan dimensi saluran eksesting kiri B= 0,45 m dan H = 0,55 m sehingga didapatlah debit drainase eksisting kanan 0,344m3/detik dan debit drainase eksisting kiri 0,835m3/detik. Maka direncanakan penampang saluran berbentuk persegi panjang (B = 0,80 m, H = 0,55 m) dan tinggi jagaan = 0,11cm. Untuk analisis saluran yang ramah ligkungan dan ekonomis dilakukan juga perhitungan perencanaan dimensi.Kata kunci : Evaluasi, Drainase , Debit Rencana, Kapasitas Saluran
Penurunan Kehilangan Air Pada Wilayah Layanan Perumda Air Minum Kota Surakarta Hartono; Lely Hendarti
Surakarta Civil Engineering Review Vol 3 No 2 (2023): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perusahaan Daerah Air Minum Toya Wening merupakan perusahaan milik Pemerintah Kota Surakarta yang berdiri sejak tahun 1927 dengan wilayah pelayanan meliputi 56 Kalurahan di Kota Surakarta dan beberapa kelurahan lain di di luar wilayah Kota Surakarta, dengan wilayah pelayanan yang cukup luas dengan jumlah pelanggan yang cukup besar infrastruktur system penyediaan air minum di Perumda Toya Wening masih sangat terbatas. Laporan Kinerja Perumda Air Minum Toya Wening tahun 2021 menyebutkan bahwa untuk akses air minum perpipaan di Kota Surakarta baru sekitas 34,63%, hal trsebut masih jauh dari target Perumda untuk dapat mencapai target 100%, sehingga perlu upaya untuk bisa mencapai target tersebut. Tingkat kebocoran air perpipaan di wilayah pelayanan kota Surakarta sangat tinggi, dari hasil laporan kinerja Perumda menyebutkan bahwa tingkat kebocoran di wilayah ini mencapai 44, 16%, angka ini masih jauh diatas standar toleransi angka kehilangan air bersih PDAM secara nasional yaitu 20%. Penyebab utama terjadinya kehilangan air yang sangat tinggi ini karena usia pipa jaringan yang cukup tua yaitu pipa yang dipasang pada tahun 1928. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk mengetahui berapa besar kerugian yang ditenggung Perumda Air Minum dengan adanya kebocoran pipa dan untuk mengetahui berapa biaya yang digunakan untuk merehabilitasi pipa dengan menggunakan pipa HDPE, dan untuk mencapai tujuan tersebut maka langkah yang harus dilakukan adalah penggambilan data, baik itu data primer maupun sekunder yang didapat dengan melakukan survei dan pengamatan di lapangan, meliputi data Panjang pipa transmisi, survei harga bahan dan upah untuk kemudian dihitung dengan mengacu pada Permen PUPR no 28 tahun 2016. Kerugian yang ditanggung Perumda pada tahun 2021 adalah sebesar 11.221.539,45 m3 air atau setara dengan Rp 31.420.310.460,- ; untuk tahun 2022 adalah sebesar 10.259.913,12 m3 air atau setara dengan Rp 28.727.756.733,93 dan untuk tahun 2023 dalam 2 bulan ( Januari – Februari) sudah mengalami kerugian sebesar 1.717.011,94 m3 air atau setara dengan Rp 4.802.033.426,24 sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk mengganti Pipa HDPE sepanjang 12.352 meter secara open laying dan 980 meter secara HDD adalah sebesar Rp 54.881.022.000,- ( terbilang Lima Puluh Empat Milyar Dua Belas Juta Tujuh ratus Empat Puluh Dua Ribu Rupiah ). Kata kunci : pipa HDPE, penurunan kehilangan air, open laying, HDD ABSTRACT The Toya Wening Regional Drinking Water Company is a company owned by the Surakarta City Government which was founded in 1927 with a service area covering 56 sub-districts in Surakarta City and several other sub-districts outside the Surakarta City area, with a fairly wide service area with a fairly large number of customers and infrastructure. The drinking water supply system at Perumda Toya Wening is still very limited. Toya Wening's Perumda Drinking Water Performance Report for 2021 states that access to piped drinking water in Surakarta City is only around 34.63%, this is still far from Perumda's target of achieving the 100% target, so efforts are needed to achieve this target. The level of piped water leaks in the Surakarta city service area is very high, from the results of the Perumda performance report, it is stated that the leakage rate in this area reached 44.16%, this figure is still far above the national PDAM clean water loss tolerance standard of 20%. The main cause of this very high water loss is because the network pipes are quite old, namely the pipes that were installed in 1928. The purpose of writing this final assignment is to find out how much loss Perumda Air Minum suffers from pipe leaks and to find out how much it costs to rehabilitate pipes using HDPE pipes, and to achieve this goal, the steps that must be taken are data collection, both This is primary and secondary data obtained by conducting surveys and observations in the field, including data on the length of transmission pipes, material price surveys and wages which are then calculated using PUPR Ministerial Regulation No. 28 of 2016. The losses borne by Perumda in 2021 are 11,221,539.45 m3 of water or the equivalent of IDR 31,420,310,460; for 2022 it is 10,259,913.12 m3 of water or the equivalent of IDR 28,727,756,733.93 and for 2023 in 2 months (January – February) we have experienced a loss of 1,717,011.94 m3 of water or the equivalent of IDR 4,802. 033,426.24, while the cost required to replace 12,352 meters of HDPE pipe by open laying and 980 meters by HDD is Rp. 54,881,022,000,- (saying Fifty Four Billion Twelve Million Seven Hundred Forty Two Thousand Rupiah). Keywords: HDPE pipe, reduced water loss, open laying, HDD
Analisis Indeks Kinerja Waktu pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Nur Kholis; Silvia Yulia Ratih; Luky Primantari
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPelaksanaan proyek konstruksi memerlukan pengaturan yang baik supayadapat mencapai tujuan yang telah direncanakan. Ketepatan biaya, waktu dan mutu sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu proyek, Pengendalian waktu dilakukan agar tidak terjadi penyimpangan terhadap jadwal rencana sehingga mengalami keterlambatan. Salah satu metode untuk pengendalian waktu adalah Metode Konsep Nilai Hasil (Earned Value Concept). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Objek penelitian proyek gedung di Boyolali yang bertujuan untuk mengetahui indeks kinerja waktu. Data penelitian ini menggunakan data laporan mingguan dari periode minggu ke-1 sampai periode minggu ke-25 dengan total durasi pekerjaan 33 minggu. Dari hasil analisis pada minggu ke-25 nilai BCWP (Budget Cost Work Performance) sebesar Rp 5.224.871.328, dan nilai BCWS (Budget Cost Work Shcedule) sebesar Rp 6.326.290.876. Pada akhir peninjuan di minggu ke-25 kinerja jadwal proyek atau SPI (Schedule Performance Indeks) sebesar 0,347 (<1) lebih kecil dari 1, menunjukkan bahwa waktu pelaksanaan terlambat dari jadwal yang direncanakan, pekerjaan baru selesai sebesar 52,486% dari rencana awal proyek yang direncanakan sebesar 63,549%. Terindikasi proyek mengalami keterlambatan jadwal.Kata Kunci: kinerja, jadwal, konstruksi
Evaluasi Kinerja Jaringan Irigasi pada Daerah Irigasi DI. Jaten Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar Tri Prandono
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSistem irigasi dipengaruhi oleh beberapa aspek, yaitu: prasarana fisik, produktifitas tanam, sarana penunjang, organisasi personalia, dokumentasi, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Bangunan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat bertambahnya umur bangunan atau pengaruh perkembangan zaman.Penilaian kondisi fisik dan non fisik perlu dilakukan sebagai evalusi kinerja siebagai acuan pieriencanaan dalam piengielolaan jaringan irigasi dan prioritas piemieliharaan maupun riehabilitasi. Mietodie pienielitian pienilaian kondisi kinierja jaringan irigasi DI. Jatien dilakukan diengan cara obiesiervasi langsung kie lapangan diengan mielakukan pienielusuran jaringan, wawancara dan analisis data siekundier. Pienielusuran jaringan irigasi ini dilakukan untuk miendapatkan data kondisi prasarana fisik. Mietodie wawancara dan analisis data siekundier digunakan untuk miendapatkan data produktivitas tanam, sarana pienunjang, organisasi piersonalia, dokumientasi dan P3A. Hasil pienilaian Kinierja Sistiem Irigasi mienunjukan bahwa bobot final nilai kondisi jaringan irigasi DI Jaten adalah 40,35 % masuk dalam kategori kinerja Jelek dan perlu perhatian, nilai tersebut didapat dari 7 aspek penilaian, sedangkan jika dilihat dari aspek produksi tanam yang sebesar 93,28% dan merupakan fungsi sentral sebuah daerah irigasi akan menjadi sebuah pernyataan yang saling berlawanan setelah dilakukan penyelidikan lebih dalam ternyata petani saat ini sudah berfikir maju untuk meningkatkan produksi tidak tergantung pada air irigasi dan membuat sumur dalam sebagai sebuah alternatif yang sangat cerdas.Kata Kunci : DI. Jaten, Penilaian Jaringan, Kinerja Jaringan.
Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan Perkiraan Kenaikan Tarif Angkutan Umum Pasca Kenaikan Harga BBM (Studi Kasus Angkutan Umum Kabupaten Wonogiri) Tantin Pristyawati; Annisa Azhar Firdausi
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kebijakan Pemerintah yang resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak(BBM) khususnya BBM jenis penugasan seperti Pertalite dan juga Solar Subsidihingga Pertamax sejak 3 September 2022 merupakan langkah yang mengundangpro dan kontra. Harga BBM sendiri sangat menentukan besarnya biaya operasionalkendaraan bermotor yang akan berbuntut pada kenaikan tarif angkutan umum baikangkutan kota ataupun angkutan desa serta tingkat penggunaan atau minatkendaraan umum di masyarakat. BOK akan mengalami kenaikan yang sebandingdengan naiknya harga BBM. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisa datauntuk menentukan biaya operasional kendaraan pasca kenaikan harga BBMbesarnya tarif angkutan baru. Hasil yang diperoleh tarif Rp.3.371,47 untuk sebelumadanya kenaikan BBM, sedangkan sesudah besarnya perhitungan tarif adalah Rp.3.751,09. Tarif BEP berdasarkan perhitungan diperoleh Rp. 3.067,97 dan Rp.3.410,08.Kata kunci: kenaikan harga BBM, BOK, tarif
Perencanaan Pengelolaan Sampah Berdasarkan Timbulan Dan Komposisi Sampah Kecamatan Karanganyar
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembahasan studi mengenai timbulan, komposisi dan pengelolaan sampah menjadi kebutuhan yang penting seiring dengan perkembangan suatu wilayah terhadap jumlah peningkatan masyarakat serta peningkatan gaya hidup. Penelitian ini dilaksanakan pada kecamatan Karanganyar yang meliputi Kelurahan Lalung,Kelurahan Tegalgede dan Kelurahan Gayamdompo. Penelitian ini dapat menjadiusulan perencanaan untuk desain Unit Pengolahan Sampah (UPS). Hasil penelitianmenyatakan timbulan sampah saat ini pada Kelurahan Lalung mencapai 0,149kg/orang/hari, Kelurahan Tegalgede mencapai 0,152 kg/orang/hari, KelurahanGayamdompo mencapai 0,169 kg/orang/hari.Komposisi sampah Kelurahan Lalung terdiri dari 51,23% organik dan48,77% anorganik. Komposisi sampah Kelurahan Tegalgede terdiri dari 50,22%organik dan debu, 49,78% anorganik. Komposisi sampah Kelurahan Gayamdompoterdiri dari 51,10% organik dan debu, 48,90% anorganik.Perencanaan mengenai sistem pengelolaan persampahan yang dapatmereduksi sampah dari hulu. Sistem Pengelolaan Sampah yang dapat dijadikansebagai solusi pemecahan masalah persampahan. Pengelolaan sampah organik yangbisa dikomposkan dengan metode takura dari sumber sampah perumahansedangkan sampah anorganiknya dapat dikelola dengan cara didaur ulang pada UnitPengolahan Sampah (UPS) sehingga sampah yang akan dibuang ke TempatPembuangan Akhir (TPA) akan menjadi lebih sedikit dan juga memiliki nilaiekonomis. Hasil studi akan menjadi dasar dalam perencanaan pewadahan,pengumpulan, pemindahan, pengangkutan serta rekomendasi pengolahan sampahpada tiap kelurahan.Kata Kunci: Timbulan sampah, komposisi sampah, sistem pengeloaan sampah,desain.
Analisis Biaya Dan Waktu Proyek dengan Menggunakan Metode Earned Value
Surakarta Civil Engineering Review Vol 4 No 1 (2024): Surakarta Civil Engineering Review (SCER)
Publisher : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dalam pelaksanaan suatu proyek bisa saja mengalami keterlambatan, percepatan, ataupun tepat waktu sesuai jadwal rencana proyek. Dari segi biayabisa saja pelaksanaan dalam suatu proyek mengalami keuntungan ataupunkerugian. Dalam konsep Nilai Hasil (Earned Value) akan dibahas untukmeramalkan penyelesaian proyek apakah sudah sesuai dengan rencana awaljadwal proyek dalam setiap periode pelaporan dan besar keuntungan ataupunkerugian di akhir proyek.Konsep Nilai Hasil (Earned Value) merupakan suatu metode pengelolaanproyek yang digunakan untuk mengendalikan biaya dan waktu. Metode inimemberikan informasi tentang Varian Biaya (Cost Variant), Varian Jadwal(Schedule Varians), Indeks Kinerja Biaya (Cost Performance Index), IndeksKinerja Jadwal (Schedule Performance Index) proyek dalam periode pelaporan.Dari metode ini didapatkan juga informasi prediksi besaran biaya serta lamanyawaktu untuk terselesainya seluruh pekerjaan berdasarkan indikator kinerja saatpelaporan. Konsep earned value menyajikan tiga dimensi yaitu biaya aktual yangsudah dikeluarkan yang disebut dengan actual cost, penyelesaian fisik dari proyekyang mencerminkan rencana penyerapan biaya serta apa yang sudah dikeluarkanatau yang diseut earned value.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya dan waktu pengerjaanproyek, apakah proyek tersebut dalam pelasanaannya sesuai dengan biaya danwaktu perencanaan dengan menggunakan metode Earned Value. Dari hasil analisadan pembahasan didapat hasil bahwa Nilai BCWS = 2.905.296.245,38, NilaiBCWP = 2.929.061.568,66, Nilai ACWP = 2.898.172.000,00 Perhitungan CVmenunjukkan angka positif hal ini berarti bahwa biaya untuk menyelesaikan proyeklebih kecil dari rencana, sedangkan Nilai SV pada awal pelaksanaan menunjukkanangka negative, akan tetapi di akhir pelaksanaan proyek menunjukkan angkapositif, hal ini berarti bahwa pelaksanaan lebih lambat di awal dari jadwal yangdirencanakan, dan di akhir proyek dapat mengejar keterlambatanHasil perhitunganCPI adalah sebesar 1,011.hal ini menunjukkan bahwa pengeluaran lebih kecil darianggaran. Hasil Perhitungan SPI menunjuukan angka 1,008 hal ini menunjukkanbahwa di akhir proyek dapat mengejar keterlambatan Nilai. Kata Kunci: Earned Value, BCWS, ACWP, BCWS.