cover
Contact Name
Hotni Sari Harahap
Contact Email
hotnisari46@gmail.com
Phone
+6281260208548
Journal Mail Official
hibrululama@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja km. 5,5 no. 10, Harjosari I, Kec. Medan Amplas, Kota Medan, Sumatera Utara 20217
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Hibrul Ulama
Core Subject : Religion,
Jurnal Hibrul ulama merupakan jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Alwashliyah Medan. Jurnal ini memuat tulisan tentang artikel ilmu pendidikan agama islam baik tulisan dari hasil penelitian maupun tulisan studi kepustakaan. Jurnal Hibrul ulama dikelola oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Alwashliyah Medan. Jurnal ini memuat tulisan tentang artikel ilmu pendidikan agama islam baik tulisan dari hasil penelitian maupun tulisan studi kepustakaan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam 1 Tahun yakni pada periode Januari-Juni dan Periode Juli-Desember
Articles 156 Documents
Implementasi Kurikulum Merdeka Dan Dampaknya Terhadap Mutu Pembelajaran Di Sekolah Dasar: Studi Lapangan Pada Mi Darun Najah Ummi Jamilatul Qamariyah; Ahmad Reszki Fajeri; Fauzan Fauzan; Siti Sholehah; Istiqlal Istiqlal
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penerapan Kurikulum Merdeka serta dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah Darun Najah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi kegiatan pembelajaran, dan analisis dokumen terkait, dengan melibatkan kepala madrasah, guru, dan peserta didik sebagai informan utama. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui tahapan pengelompokan data, penyajian temuan, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dijaga melalui penerapan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka di MI Darun Najah dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pendidik serta kondisi kelembagaan madrasah. Implementasi kurikulum ini memberikan dampak positif terhadap pembelajaran bersama, yang terlihat dari meningkatnya keterlibatan aktif siswa, pemahaman terhadap materi, motivasi belajar, serta kualitas interaksi pedagogis antara guru dan peserta didik. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi dan pendekatan yang berpusat pada peserta didik telah diterapkan secara nyata dalam praktik pembelajaran. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala, antara lain beban administrasi guru yang relatif tinggi, keterbatasan sarana dan sumber belajar, serta variasi kemampuan guru dalam menyusun dan menerapkan asesmen autentik. Oleh karena itu, keberhasilan penerapan Kurikulum Merdeka memerlukan dukungan manajerial yang kuat, penguatan kompetensi pendidik, serta penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai guna mengoptimalkan peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah ibtidaiyah.
Pembelajaran PAI Berbasis Moderasi Beragama dan Pembentukan Karakter Moderat Siswa: Studi Deskriptif di SMAN 8 Konawe Selatan Ahmad Aldy; Samrin Samrin; Hasfikin Hasfikin
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1183

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di jenjang SMA menghadapi tantangan meningkatnya paparan narasi intoleran dan ekstrem melalui ruang digital, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mampu membentuk karakter moderat siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik pembelajaran PAI berbasis moderasi beragama dalam pembentukan karakter moderat siswa di SMAN 8 Konawe Selatan, termasuk strategi internalisasi nilai, dampak, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, 2 guru PAI, dan 6 siswa kelas XI A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara interaktif. Temuan menunjukkan pembelajaran moderatif dibangun melalui pembukaan kelas yang inklusif, diskusi dan studi kasus, integrasi isu radikalisme media sosial dan kebangsaan, penggunaan media digital, keteladanan guru, pembiasaan Jumat Taqwa, serta proyek kampanye #SMA8TanpaHate. Dampaknya terlihat pada meningkatnya toleransi, keterbukaan, literasi kritis terhadap konten provokatif, serta penguatan cinta tanah air sebagai bagian dari penghayatan agama. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan internalisasi moderasi beragama memerlukan sinergi strategi pedagogis, budaya sekolah, dan komunikasi dengan orang tua. Praktik baik (best practice) di SMAN 8 Konawe Selatan ini berpotensi menjadi model pengembangan pembelajaran PAI moderatif pada SMA lain.
Fenomenologi Perilaku Menyimpang Peserta Didik dalam Pembelajaran PAI di MTs Swasta PAB 3 Helvetia Muhammad Rahmadani; Sufiani Sufiani; Malika Amilia Rahman; Nayla Fairuz; Arlina Arlina
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1335

Abstract

Perilaku menyimpang peserta didik dalam pembelajaran PAI menjadi permasalahan serius yang menghambat tercapainya tujuan pendidikan karakter di madrasah. Penelitian ini bertujuan mengungkap fenomenologi perilaku menyimpang peserta didik dalam pembelajaran PAI di MTs Swasta PAB 3 Helvetia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi dua faktor utama penyebab perilaku menyimpang. Pertama, pengaruh lingkungan pergaulan sebaya yang tidak kondusif mendorong peserta didik berperilaku negatif seperti mengobrol, tidak memperhatikan pendidik, dan terlibat geng. Kedua, penggunaan metode pembelajaran yang monoton berupa ceramah dan pemberian tugas tanpa variasi menyebabkan kebosanan serta menurunnya minat belajar. Bentuk perilaku menyimpang yang ditemukan meliputi kurang perhatian, berbicara saat pelajaran berlangsung, tidak mengerjakan tugas, serta penggunaan bahasa tidak sopan. Upaya penanganan dilakukan melalui pemberian nasihat, sanksi edukatif, dan pembiasaan positif. Disimpulkan bahwa perilaku menyimpang di MTs Swasta PAB 3 Helvetia bersumber dari faktor eksternal (pergaulan) dan faktor pedagogis (metode mengajar), sehingga diperlukan inovasi metode pembelajaran yang interaktif serta penguatan pengawasan dan kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan pihak madrasah.
Analisis Nilai-Nilai Progresivisme pada Kurikulum Pendidikan Matematika di Perguruan Tinggi Yenni Harahap; Mahriyuni Mahriyuni
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1338

Abstract

Kebutuhan pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang adaptif terhadap tuntutan abad ke-21, khususnya dalam pendidikan matematika yang menekankan pembelajaran aktif, kontekstual, dan berpusat pada mahasiswa. Kurikulum diharapkan tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai progresivisme seperti pengalaman belajar, pemecahan masalah, berpikir kritis, kolaborasi, dan relevansi dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai progresivisme dalam kurikulum Pendidikan Matematika di perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis dokumen yang mencakup Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), struktur kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), dan dokumen pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan tujuh indikator progresivisme, yaitu student-centered learning, learning by doing, problem solving, critical thinking, kolaborasi, relevansi dengan kehidupan nyata, dan fleksibilitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai progresivisme telah terintegrasi dalam kurikulum, terutama pada aspek pembelajaran aktif, kontekstual, dan berbasis pengalaman. Indikator student-centered learning, learning by doing, dan problem solving tampak dominan dalam dokumen kurikulum. Namun, implementasi indikator lain seperti berpikir kritis, kolaborasi, dan fleksibilitas belajar masih belum konsisten di seluruh mata kuliah dan masih bergantung pada desain pembelajaran dosen. Oleh karena itu, diperlukan penguatan implementasi kurikulum agar nilai-nilai progresivisme dapat diterapkan secara lebih optimal dan menyeluruh dalam pembelajaran pendidikan matematika di perguruan tinggi.
Pengaruh Pendidikan Multikultural terhadap Sikap Toleransi Mahasiswa dengan Pemahaman Pluralisme sebagai Variabel Mediasi Nur Asyiah Siregar; Hotni Sari Harahap
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1354

Abstract

Students' tolerance remains a challenge in higher education institutions despite the diverse religious, ethnic, cultural, and social backgrounds of the academic community. This study aims to examine the effect of multicultural education on students' tolerance attitudes, the effect of multicultural education on pluralism understanding, the effect of pluralism understanding on tolerance attitudes, and the mediating role of pluralism understanding in the relationship between multicultural education and tolerance attitudes. A quantitative approach with an explanatory survey design was employed. The sample consisted of 76 students from Universitas Alwashliyah selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4. The findings reveal that multicultural education has a positive and significant effect on pluralism understanding (?=0.911; t=39.749) and tolerance attitudes (?=0.539; t=2.795). Pluralism understanding also has a positive and significant effect on tolerance attitudes (?=0.392; t=2.161) and partially mediates the relationship between multicultural education and tolerance attitudes (?=0.357; t=2.096). It can be concluded that strengthening multicultural education accompanied by enhanced pluralism understanding plays an important role in fostering students' tolerance in higher education.
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN SAINTIFIK DALAM MENGEMBANGKAN ASPEK BAHASA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN MUTIARA BUNDA Afnita Handayani; Susanti Nirmalasari; Hasnah Siahaan
HIBRUL ULAMA Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v7i1.1356

Abstract

Language development is one of the fundamental abilities that must be nurtured in early childhood because it underlies communication and social interaction. This study aims to describe the application of a scientific learning strategy in developing the language aspect of early childhood at Kelompok Bermain Mutiara Bunda, Makmur Village, Teluk Mengkudu Subdistrict, Serdang Bedagai Regency. A qualitative descriptive method with a field research design was used, involving six children aged 4-5 years selected purposively from a population of eighteen children as the source of secondary data, supported by observation, interviews, and documentation with teachers and parents. Data were analyzed descriptively based on the stages of the scientific approach, namely observing, questioning, gathering information, associating, and communicating. The results show that the strategy, implemented through lining up and observing the surroundings, storytelling, conversing about daily topics, and recognizing letters and numbers, was able to enrich children's vocabulary and encourage them to speak and ask questions more actively. Overall, children's language development reached the developing as expected (BSH) category, although the indicators of understanding simultaneous commands and distinguishing letters and numbers were still at the starting to develop (MB) stage, and family and peer environment were found to strongly influence the results. This study concludes that the scientific learning strategy is effective in developing early childhood language and recommends closer collaboration between teachers and parents to optimize children's language stimulation.