cover
Contact Name
Andhita Risko Faristiana
Contact Email
jusma@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285649110494
Journal Mail Official
jusma@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam dan Masyarakat
ISSN : 28293487     EISSN : 28293053     DOI : -
Fokus kajian jurnal ini pada studi Islam dengan pendekatan multidisipliner dari kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, dan Sejarah Peradaban Islam.
Articles 41 Documents
Resiliensi Remaja Putri Dari Keluarga Broken Home di SMAN 1 Pulung Marselina Putri, Nanda
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JUSMA VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v4i2.4849

Abstract

Resiliensi diartikan sebagai kemampuan individu dalam beradaptasi serta merespon trauma dengan cara yang positif. Sedangkan broken home merupakan kondisi keluarga yang sudah tidak utuh disebabkan oleh perceraian, kematian, dan perginya salah satu orang tua karena bekerja. Kemampuan resiliensi yang dimiliki oleh setiap individu berbeda-beda, dan belum bisa dikatakan sempurna. Seperti halnya yang terjadi pada remaja dari keluarga broken home di SMAN 1 Pulung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan resiliensi remaja putri dari keluarga broken home di SMAN 1 Pulung. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan melibatkan tiga responden utama dan satu guru BK sebagai triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga responden mengalami broken home dengan latar belakang yang berbeda diantaranya disebabkan oleh perceraian, kematian, perginya salah satu orang tua karena bekerja. Kemampuan resiliensi yang dimiliki oleh ketiga responden belum dikatakan sempurna, hal tersebut dikarenakan dukungan yang diperoleh dari ketiga responden. Ketiga responden telah melewati empat tahapan resiliensi, meskipun ketiga responden berasal dari keluarga broken home tetapi ketiganya tetap menjadi siswa yang berprestasi.
Model Komunikasi Organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Budaya IAIN Ponorogo Dalam Memperluas Relasi Alfi Dzakirotul Asyrifah, Nur; Munir, Ahmad
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JUSMA VOL 5 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v5i1.4856

Abstract

Abstrak: Komunikasi organisasi memiliki peran penting dalam menjaga kesinambunganaktivitasdanmembangunjaringankerjasama,terutama dalam lingkungan organisasi kemahasiswaan. UKM SEIYA IAIN Ponorogo sebagai organisasi seni dan budaya membutuhkan strategi komunikasi yang efektif untuk membangun relasi, baik di dalam kampus maupun denganpihakeksternal.Penelitianinibertujuanuntukmemahamimodel komunikasi organisasi dalam mendukung relasi internal dan eksternal UKM SEIYA IAIN Ponorogo sebagai organisasi seni dan budaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam dan observasi partisipatif. Informan terdiri dari pengurus, anggota aktif, dan alumni. Analisis data menggunakan teori komunikasi linear, interaksional, transaksional, serta model komunikasi vertikal, horizontal,dandiagonal.HasilpenelitianmenunjukkanbahwaUKMSEIYA menerapkan komunikasi yang mendukung koordinasi internal dan membangun relasi eksternal melalui berbagai kegiatan seni. Hambatan komunikasi seperti kendala teknis dan perbedaan lokasi diatasi dengan evaluasi rutin, optimalisasi media digital, dan penguatan budaya komunikasi terbuka. Temuan ini bermanfaat untuk pengembangan strategi komunikasi organisasi seni di lingkungan kemahasiswaan.
Representasi Bias Gender Dalam Short Movie Patriarki Zahira, Fernanda
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JUSMA VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v4i2.4890

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang efektif untuk menyampaikan pesan sosial, tidak hanya berfungsi sebagai hiburan. Salah satu contohnya adalah film pendek Patriarki karya siswa SMA di Denpasar yang mengangkat isu bias gender dan kritik terhadap struktur sosial patriarki. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya menggunakan teknik ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representamen dalam film ini menggambarkan perlakuan tidak adil seorang ibu terhadap anak laki-laki dan perempuan di rumah, di mana anak laki-laki lebih diprioritaskan sementara anak perempuan dibebani urusan domestik. Object dari film ini mencerminkan ketidakadilan gender akibat perbedaan perlakuan tersebut. Sementara itu, interpretant-nya menggambarkan pandangan merendahkan perempuan, termasuk anggapan bahwa pendidikan tidak penting bagi perempuan. Dari lima adegan yang dianalisis, ditemukan bentuk representasi ketidakadilan gender seperti beban kerja berlebih, stereotipe, subordinasi, dan kekerasan psikologis. Film Patriarki menjadi media kritik sosial yang kuat terhadap ketidaksetaraan gender yang masih terjadi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Strategi Komunikasi Selebgram Assyfa Mutiara Fatimah Dalam Meningkatkan Endorsement Berliana, Nabila Angelica
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JUSMA VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v4i2.4916

Abstract

Media sosial merupakan suatu jembatan komunikasi yang sangatlah populer pada era milenial seperti saat ini. Tingginya angka penggunaan media sosial di dunia khususnya di Indonesia membuka peluang-peluang yang dibutuhkan oleh pemasar atau pelaku bisnis. Salah satu strategi pemasaran yang digunakan yaitu dengan cara mengiklankan produk di aplikasi Instagram dengan memakai jasa orang lain atau disebut dengan selebgram. Tujuan diadakan penelitian yaitu Untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh selebgram @ssyfaaraa__ dalam meningkatkan endorsement dan untuk memahami apa saja faktor-faktor yang dipertimbangkan perancangan strategi komunikasi selebgram @ssyfaaraa__ dalam meningkatkan endorsement. Pada penelitian ini dikemukakan bahwa, dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang utama adalah observasi dan wawancara mendalam studi dokumentasi. Berdasarkan analisis data mengenai strategi komunikasi yang digunakan oleh selebgram @ssyfaaraa__ (Assyfa Mutiara Fatimah) dalam meningkatkan endorsement, dapat disimpulkan bahwa Assyfa menerapkan pendekatan yang terencana dan efektif melalui tiga strategi utama yaitu, pull strategy, push strategy, dan profile strategy. Selain itu, terdapat empat faktor strategi komunikasi yaitu mengenal khalayak, menyusun pesan, menetapkan metode, pemilihan media komunikasi.
Optimalisasi Kegiatan Muḥāḍarah Terhadap Kemampuan Public Speaking Santri Di Pondok Pesantren Sulamul Huda Mailiawati, Lutfia
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JUSMA VOL 5 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v5i1.4953

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbicara di depan umum atau Public speaking merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh setiap individu. Di pondok pesantren Sulamul Huda, upaya untuk membina keterampilan tersebut dilakukan melalui kegiatan Muḥāḍarah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk pelatihan public speaking dan implikasinya terhadap kemampuan berbicara santri dalam kegiatan Muḥāḍarah di Pondok Pesantren Sulamul Huda Siwalan Mlarak Ponorogo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan public speaking dilakukan melalui penyusunan naskah mandiri, pembagian peran, pelatihan teknik vokal dan ekspresi, metode hafalan, serta evaluasi rutin. Implikasi dari kegiatan ini mencakup peningkatan kepercayaan diri santri, kemampuan menyusun dan menyampaikan materi secara sistematis, serta keterampilan berbicara di depan umum yang lebih efektif dan komunikatif. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan Muḥāḍarah memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk kemampuan public speaking santri secara menyeluruh.
Self Adjustment Mahasiswa Luar Pulau Jawa Di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo Putri, Ayunda Aftika; Thohir, Umar Faruq
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JUSMA VOL 5 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v5i1.4959

Abstract

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di IAIN Ponorogo Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah tidak hanya berasal dari pulau jawa, tapi juga berasal dari luar pulau jawa. Mahasiswa yang pertama kalinya tinggal di daerah baru berisiko mengalami culture shock. Selain mengalami culture shock mahasiswa juga harus bisa melakukan self adjustment ditempat tinggal mereka maupun di kampus. Dari uraian diatas peneliti memutuskan untuk mengambil penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mahasiswa luar pulau jawa saat pertama kali berada dilingkungan baru, yang kedua yaitu untuk mengetahui pengebab mahasiswa luar pulau jawa fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo mengalami culture shock, dan yang terakhir untuk mengatahuin proses self adjustment mahasiswa luar pulau jawa dalam menghadapi culture shock. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik mengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Dengan pengambilan narasumber berjumlah 10 mahasiswa luar pulau jawa yang menempuh pendidikan di Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo. Hasil penelitian ini menunjukan fase awal mahasiswa luar pulau jawa ditandai dengan perasaan optimis karena dorongan faktor eksternal, namun juga disertai kekhawatiran terhadap penyesuaian sosial akibat perbedaan budaya, bahasa, dan keterampilan komunikasi. Ini menunjukkan bahwa culture shock dialami secara emosional berbeda oleh tiap individu. Mahasiswa luar pulau jawa semuanya mengalami culture shock, faktor utama yang memengaruhi terjadinya culture shock adalah perbedaan latar belakang mahasiswa, bahasa, logat, budaya lokal (seperti tradisi, tata krama, dan aktivitas keagamaan), kuliner, serta fasilitas umum. Tetapi mahasiswa luar Pulau Jawa mampu melakukan proses self adjustment dengan baik di lingkungan baru walaupun dengan waktu yang berbeda-beda. Melalui strategi seperti membaur dengan masyarakat, aktif di pesantren, serta bersikap terbuka terhadap budaya dan rutinitas baru. Dukungan sosial, pengalaman sebelumnya, keterbukaan pribadi, dan kemampuan berinteraksi menjadi faktor penting dalam proses adaptasi, baik di lingkungan tempat tinggal maupun perkuliahan.
Dialektika Relasional Antara Suami Istri Dalam Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis Syukron, Habib; Prasetyo Budi, Mayrina Eka
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JUSMA VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v4i2.4971

Abstract

Novel Hati Suhita merupakan salah satu objek pembelajaran yang menarik dalam ilmu komunikasi pasangan suami istri. Novel Hati Suhita menceritakan lika-liku kehidupan pernikahan hasil perjodohan, tentang usaha seorang istri dalam memperoleh keluarga yang harmonis. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat komunikasi dan dialektika yang mengiringi kehidupan mereka. Pendekatan penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan teori dialektika relasional. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan observasi teks. Untuk menganalisis data, penulis menggunakan teknik analisis dialektika relasional. Hasil dari penelitian ini adalah hubungan bersifat fluktuatif, yaitu mengalami dinamika perjalanan yang tidak selamanya berjalan dengan baik. Kedua, hubungan mereka bersifat kontradiktif. Alina Suhita menerima perjodohan dengan senang hati sedangkan Gus Birru belum bisa menerima perjodohan karena masih belum bisa melupakan masa lalunya. Ketiga, hubungan mereka memiliki kontradiksi namun dinamis. Artinya Alina Suhita menjadikan kontradiksi sebagai bahan bakar untuk terus berusaha dan bukan dijadikan sebagai alasan untuk menyerah. Keempat, dalam hubungan Alina Suhita dan Gus Birru menjadikan komunikasi sebagai pengelola permasalahan mereka. Strategi dalam mengatasi ketegangan dialektika relasional antara Alina Suhita dan Gus Birru adalah neutralizing dan reframing. Maksudnya neutralizing karena Gus Birru sudah melupakan masa lalunya dan disampaikan langsung kepada Alina Suhita, sedangkan yang dimaksud reframing adalah Alina dan Gus Birru menata ulang kembali hubungan mereka dan menganggap masa lalu telah selesai.
Motivasi Mengaji Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Spiritual Lansia Binaan KUA Bungkal Ponorogo Ari Yahya, Chusbana; Faruq Thohir, Umar
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JUSMA VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v4i2.4978

Abstract

: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemenuhan kebutuhan spiritual pada lansia, terutama dalam menghadapi tantangan usia lanjut seperti penurunan fisik, kesepian, dan menurunnya semangat hidup. Kegiatan mengaji menjadi sarana spiritual yang efektif dalam menciptakan ketenangan batin dan memberi makna hidup. Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga aspek utama: tingkat kesehatan spiritual lansia, peran KUA Bungkal dalam proses pembinaan, serta motivasi lansia dalam mengikuti kegiatan mengaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi kesehatan spiritual lansia binaan, menjelaskan kontribusi aktif KUA Bungkal melalui program keagamaan, dan mengidentifikasi faktor-faktor motivasional, baik intrinsik maupun ekstrinsik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia binaan KUA Bungkal memiliki tingkat kesehatan spiritual yang baik, ditandai dengan sikap pasrah, tenang, dan meningkatnya semangat hidup. Peran aktif penyuluh agama dalam memberikan pembinaan rutin terbukti efektif. Adapun motivasi utama para lansia dalam mengikuti kegiatan mengaji adalah keinginan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbaiki ibadah, serta dukungan lingkungan sosial yang positif.
Komunikasi Persuasif Pengurus Nahdlatul Ulama Dalam Memotivasi Semangat Masyarakat Berorganisasi NU Saputra, Fani Wahyu Eka; Iswahyudi, Iswahyudi
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JUSMA VOL 5 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v5i1.4997

Abstract

Komunikasi persuasif adalah suatu proses yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku individu atau kelompok melalui pesan yang disampaikan. Dalam konteks ini, pengurus Nahdlatul Ulama ranting Desa Slambur Kecamatan Geger Madiun perlu menerapkan teknik-teknik komunikasi yang efektif untuk membangkitkan motivasi dan kesadaran masyarakat akan pentingnya berorganisasi. Dengan penggunaan komunikasi persuasif dirasa dapat menjangkau audiens di kalanganmasyarakat lebih efektif dalam mengajak masyarakat untuk terjun dalam organisasi khususnya organisasi NU. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penyampaian pesan pengurus NU, (2) mendeskripsikan penggunaan media, serta (3) mendeskripsikan hasil dari penyampaian pesan komunikasi persuasif pengurus NU ranting Desa Slambur. Lokasi penelitian berada di Desa Slambur. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis, menunjukkan bahwa: (1) penyampaian pesan pengurus NU ranting Desa Slambur menggunakan pendekatan yang melalui kegiatan rutin dan non rutin, seperti kegiatan Lailatul Ijtima’ sebagai kegiatan rutin, dan pemerataan pengurus untuk menyampaikan secara lagsung non rutin. (2) penggunaan media komunikasi secara manual dengan plang NU, dan digital dengan Whatsapp, (3) Hasil dari penyampaian pesan oleh pengurus NU kepada masyarakat yang di lihat dari hasil secara Individu dan secara Sosial. Organisasi NU ini berperan sebagai wadah bagi masyarakat dalam bersosial di desa Slambur Kecamatan Geger Madiun.
Pola Komunikasi santri dalam Kegiatan Bahtsul Masai di Pondok Pesantren Nurul Qur'an Pakunden Mufarikah, Tarisma Khurin
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): JUSMA VOL. 4 NO. 2 TAHUN 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v4i2.5009

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji pola komunikasi santri dalam kegiatan Bah}thul Masa>‘il di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Pakunden Ponorogo. Fokus utamanya adalah jenis, penerapan, dan hambatan komunikasi yang terjadi selama kegiatan. Metode yang digunakan mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan adalah komunikasi kelompok, karena memenuhi lima karakteristik komunikasi kelompok menurut Roudhonah. Dalam penerapannya, santri menggunakan tiga jenis pola komunikasi: satu arah, dua arah, dan multi arah, yang disesuaikan dengan tahapan kegiatan. Hambatan yang dihadapi santri terbagi menjadi dua, yaitu hambatan personal (misalnya kurang percaya diri) dan hambatan semantik (misinterpretasi makna pesan). Pola komunikasi yang efektif dinilai sangat penting untuk mendukung keberhasilan diskusi dan pemahaman materi dalam forum keagamaan ini.