cover
Contact Name
Andhita Risko Faristiana
Contact Email
jusma@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285649110494
Journal Mail Official
jusma@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Puspita Jaya, Krajan, Pintu, Kec. Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63492
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Islam dan Masyarakat
ISSN : 28293487     EISSN : 28293053     DOI : -
Fokus kajian jurnal ini pada studi Islam dengan pendekatan multidisipliner dari kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Komunikasi dan Penyiaran Islam, Bimbingan Penyuluhan Islam, dan Sejarah Peradaban Islam.
Articles 48 Documents
Epistemologi Hermeneutika Kontekstual Abdullah Saeed Dalam Penafsiran Al-Qur’an Barir, Muhammad; Khoirulwaro, Muhammad
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): JUSMA VOL 5 NO 1 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jusma.v5i1.5673

Abstract

Dalam penafsiran abad ke-21, kontekstualisasi al-Qur’an dengan problematika umat merupakan hal utama. Abdullah Saeed hadir dengan membawa angin segar dengan teori hermeneutika kontekstualnya yang merupakan pengembangan dari double movement Fazlur Rahman. Ia menambahkan aspek konektor konteks yang mengandung hierarki nilai dalam menghubungkan dunia teks dan dunia interpretor. Pengembangan ini ia jabarkan dalam bukunya yakni Interpreting the Qur'an: Towards a Contemporary Approach. Setelah menulis buku ini, ia melakukan penyempurnaan kembali dengan bukunya Reading the Quran in the 21th century. Penelitian ini mencoba mengungkap peta konsep pemikiran hermeneutika kontekstual Abdullah Saeed berdasarkan epistemologi tafsir yang sedang dibangunnya. Dalam penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa pengembangan yang dilakukan Abdullah Saeed meliputi tahapan-tahapan tafsir dan pengembangan ideal moral hingga hierarki nilai yang ia kembangkan dari double movement Fazlur Rahman. Temuan tersebut menggambarkan epistemologi tafsir kontekstual meliputi sumber pengetahuan, metode, dan validitas penafsiran dari Abdullah Saeed dalam interpretasi Al-Qur’an. In the twenty-first-century, Qur’anic interpretation, contextualizing the Qur’an in relation to contemporary Muslim challenges has become a central concern. Abdullah Saeed offers a significant contribution through his theory of contextual hermeneutics, which develops Fazlur Rahman’s double movement approach. Saeed introduces an additional element, namely the contextual connector which contains a hierarchy of values, to bridge the world of the text and the world of the interpreter. This development is elaborated in his book Interpreting the Qur'an: Towards a Contemporary Approach, and later refined in Reading the Qur'an in the 21st Century. This study aims to explore the conceptual framework of Abdullah Saeed’s contextual hermeneutical thought based on the epistemology of Qur’anic interpretation that he formulates. The findings indicate that Saeed introduces several key developments, including refined stages of interpretation, the elaboration of ideal moral values, and a hierarchy of values derived from Fazlur Rahman’s double movement theory. These findings illustrate the epistemology of contextual Qur’anic interpretation, encompassing the sources of knowledge, methodological approaches, and criteria of interpretive validity employed by Abdullah Saeed in interpreting the Qur’an.
Relasi Gender dalam Kepemimpinan Keluarga: Reinterpretasi QS. Al-Nisā’ (4):34 Perspektif Asma Barlas: Biografi Intelektual Asma Barlas, Paradigma Pemikiran Asma Barlas dalam Memahami Al-Qur'an, Pemikiran Asma Barlas Mengenai QS. Al-Nisa' (4) : 34, Relasi Gender dalam Kepemimpinan Keluarga Ancellya Nugroho; Muh. Tasrif
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cs3fzs27

Abstract

Isu kesetaraan gender dalam Islam terus menjadi perdebatan, khususnya dalam penafsiran QS. al-Nisā’ (4):34 yang sering dipahami sebagai legitimasi kepemimpinan laki-laki secara hierarkis dalam keluarga. Pemahaman yang cenderung literal terhadap ayat ini tidak jarang berimplikasi pada praktik subordinasi perempuan hingga pembenaran kekerasan dalam rumah tangga. Oleh karena itu, diperlukan pembacaan yang lebih kontekstual dan berorientasi pada nilai keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran Asma Barlas terhadap QS. al-Nisā’ (4):34 serta implikasinya terhadap konsep relasi gender dalam kepemimpinan keluarga. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan analisis deskriptif-analitis terhadap karya utama Barlas, khususnya Believing Women in Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barlas menafsirkan konsep qawwāmūn sebagai tanggung jawab fungsional yang bersifat kontekstual, bukan legitimasi superioritas laki-laki. Ia juga menolak pembacaan yang membenarkan kekerasan, serta menempatkan relasi suami–istri sebagai kemitraan setara (equal partnership) yang dibangun atas prinsip keadilan, kesalingan, dan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, QS. al-Nisā’ (4):34 dipahami sebagai pengaturan tanggung jawab dalam keluarga, bukan dasar dominasi. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan model relasi keluarga yang lebih egaliter, adaptif, dan relevan dengan konteks masyarakat Muslim kontemporer.
Bahasa Arab dan Otoritas Keagamaan Semu: Analisis Kritis terhadap Pseudo-Hadis dalam Narasi Nasionalisme dan Etos Kerja di Dunia Digital Abdullah Ubaid; Nasrulloh; Muh. Faruq; Al Lastu Nurul Fatim; Azzah Saniyyah
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/heqb6h42

Abstract

This article examines the role of Arabic in constructing pseudo-religious authority through the dissemination of pseudo-hadiths within narratives of nationalism and work ethic in digital society. The study employs a qualitative approach using Critical Discourse Analysis and hadith takhrij methods. Data were collected from social media posts, digital religious posters, online sermons, and popular hadith quotations circulating across various digital platforms. The findings reveal that Arabic functions as a source of symbolic authority that enhances the religious legitimacy of a message, even when the hadith employed lacks authentic status. Pseudo-hadiths are utilized to reinforce religious-nationalist narratives and Islamic work ethics through visual, symbolic, and emotional strategies supported by social media algorithms. The transformation of digital religious authority has made the acceptance of hadith more dependent on popularity and symbolic representation than on scholarly verification. These findings highlight the importance of hadith literacy and digital literacy in addressing the reproduction of pseudo-religious authority in the digital age.
Dakwah sebagai Paradigma Harokah: Rekonstruksi Gerakan Transformasi Sosial Berbasis Nilai Islam di Kota Tuban Ahmad Dzulhilmi Anshori; Jauharotina Alfadhilah
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/f854xs08

Abstract

Perubahan sosial yang ditandai oleh perkembangan teknologi, globalisasi budaya, dan kompleksitas persoalan masyarakat modern menuntut adanya rekonstruksi paradigma dakwah agar lebih adaptif, strategis, dan transformatif. Artikel ini bertujuan menganalisis dakwah sebagai mekanisme transformasi sosial berbasis nilai Islam melalui pendekatan paradigma harokah di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research), dengan menelaah berbagai sumber literatur terkait manajemen dakwah, paradigma harokah, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta kondisi sosial-keagamaan masyarakat Tuban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma harokah merekonstruksi makna dakwah dari sekadar aktivitas tabligh menuju gerakan sosial terorganisir (tandzim) yang berorientasi pada perubahan sosial secara sistematis. Kabupaten Tuban, dengan basis historis religiusitas yang kuat sebagai wilayah warisan dakwah Walisongo, memiliki potensi besar dalam pengembangan dakwah transformatif melalui penguatan peran pesantren, tokoh agama, dan kearifan lokal masyarakat. Namun demikian, modernisasi, industrialisasi, kesenjangan sosial-ekonomi, serta perubahan budaya masyarakat menjadi tantangan kontemporer yang memerlukan strategi dakwah berbasis manajemen, pemberdayaan ekonomi, pendidikan karakter, dan penguatan komunitas. Implementasi dakwah harokah di Tuban dapat diwujudkan melalui optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), pengembangan pendidikan nonformal, serta integrasi nilai Islam dengan kebutuhan sosial masyarakat. Dengan demikian, dakwah tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian ajaran agama, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan sosial yang berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat religius, sejahtera, berkeadilan, dan berorientasi pada prinsip Islam rahmatan lil ‘alamin.
Nilai Moral dalam Serat Niti Karsa Karya Mas Pujaharja: Etika Jawa Annisa Alfiya Turohmah syahid; Ahmad Faruk
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/a11v2187

Abstract

Dalam masyarakat Jawa, nilai moral biasanya dituangkan dalam naskah Jawa. Namun perhatian khusus terhadap naskah-naskah Jawa saat ini masih cukup kurang terkhusus pada Serat Niti Karsa karya Mas Pujaharja. Adanya kesenjangan yang cukup mencolok antara idealitas ajaran moral yang termuat dalam teks lama dan realitas moral di masyarakat modern yang semakin kompleks, terutama terkait pergeseran nilai, individualisme. Kondisi ini menunjukkan bahwa ajaran moral yang telah diwariskan leluhur belum sepenuhnya diinternalisasi. Penelitian ini berusaha mengungkapkan nilai moral yang terkandung didalam Serat Niti Karsa, Mengetahui relevansi Serat Niti Karsa dalam kehidupan generasi Z. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, agar lebih mempermudah penulis dalam menganalisa teks, penulis menggunakan bantuan pendekatan filologi, dengan Teori Nilai Moral. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul selanjutnya diinventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi naskah, kritik teks, suntingan kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didalam Serat Niti Karsa terdapat ajaran nilai moral etika Jawa yaitu Tepa Selira, lembah manah, kerukunan, kejujuran. Nilai-nilai tersebut berfungsi sebagai pedoman moral untuk menghadapi tantangan media sosial, perbedaan pandangan, dan arus informasi yang cepat agar Generasi Z tetap berperilaku etis dan menjaga keharmonisan sosial.
  Personal Branding Master of Ceremony  Melalui Media Sosial: Penelitian Deskriptif Kualitatif pada Akun Instagram @ersa.tata Zuvitania Latifatun Umah
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/1bn1a985

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial. Hidup sebagai makhluk sosial yang artinya membutuhkan komunikasi. Dunia maya merupakan media elektronik yang banyak dipakai untuk keperluan komunikasi. Salah satu platform media sosial yang banyak digunakan adalah Instagram. Instagram seringkali disebut cocok untuk membangun personal branding. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ersa Cipta Ningrum secara efektif menerapkan prinsip-prinsip utama personal branding menurut teori Peter Montoya, yaitu Spesialisasi (The law of specialization), Kepemimpinan (The law of leadership), Kepribadian (The law of of personality), Perbedaan (The law of distinctiveness), Terlihat (The law of visibility), Kesatuan (The law of unity), Keteguhan (The law of persistence) dan Nama baik (The law of goodwill), yang tercermin dalam setiap konten serta interaksi digitalnya. Temuan dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Ersa Cipta Ningrum secara konsisten membangun citra dirinya sebagai master of ceremony. Konsistensi dalam membangun citra diri Ersa Cipta Ningrum merupakann upaya yang dilakukan Tata dalam mempertahankan personal branding pada akun media sosial instagram @ersa.tata. Keberhasilan personal branding Tata juga tercermin dari pertumbuhan jumlah pengikut yang terus meningkat dan interaksi aktif dari audiens secara daring.
Strategi Komunikasi Preventif Arus Informasi Santri Nusantara (AISNU) dalam Menolak Kekerasan dan Bullying di Lingkungan Pesantren melalui Gerakan Literasi Digital Ali Makhrus
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/z0ayzb36

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Preventif yang disusun oleh AIS Nusantara dalam menolak kekerasan dan bullying di lingkungan pesantren, serta bagaimana strategi tersebut diimplementasikan melalui gerakan literasi digital. Latar belakang penelitian berangkat dari maraknya kasus kekerasan dan bullying di lingkungan pesantren yang menimbulkan kekhawatiran orang tua, stigma negatif masyarakat, dan melemahkan citra pesantren sebagai lembaga pendidikan karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data berupa dokumentasi aktivitas AIS Nusantara di media sosial, wawancara dengan pengurus AIS Nusantara, serta telaah pustaka terkait teori komunikasi Preventif, literasi digital, dan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AIS Nusantara menerapkan strategi komunikasi Preventif dalam bentuk kampanye digital yang tegas seperti #SantriAntiBullying dan #KamiMenolakKekerasanDiPesantren, pembentukan SATGAS SARUNGAN, serta kolaborasi dengan pengasuh pesantren dan Kementerian Agama. Implementasi strategi dilakukan melalui gerakan literasi digital berupa seminar, roadshow pesantren, webinar, serta produksi konten edukatif di media sosial. Faktor pendukung strategi ini antara lain dukungan kyai dan santri, akses media digital, serta semangat santri muda dalam berdakwah. Sedangkan faktor penghambat meliputi resistensi sebagian pondok-pesantren terhadap isu kekerasan, keterbatasan literasi digital, stigma negatif masyarakat, dan maraknya hoaks. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa AIS Nusantara berhasil memadukan komunikasi Preventif (kontrol sosial) dengan literasi digital (edukatif dan persuasif) untuk menciptakan pesantren yang aman, damai, dan adaptif terhadap era digital. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian komunikasi dan dakwah digital, serta manfaat praktis bagi pesantren, santri, masyarakat, dan orang tua dalam membangun ekosistem pendidikan yang bebas dari tindak kekerasan dan bullying.  
Pembinaan Qiro'ah Berbasis Role Model dalam Pengembangan Kemampuan Tilawah dan Motivasi Belajar Al-Qur'an Santri TPA Al-Hidayah sri sukamto; Ahmad Sodikin; Abdul Hanif Al Irsyad; Muwafiqun Nizar Fanani; Sania Nur Nafisa
JUSMA: Jurnal Studi Islam dan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): JUSMA VOLUME 5 NOMOR 2 TAHUN 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/r464ky66

Abstract

Kemampuan tilawah Al-Qur'an merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan pada santri Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an sekaligus meningkatkan kualitas bacaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan qiro'ah berbasis role model serta kontribusinya dalam pengembangan kemampuan tilawah santri TPA Al-Hidayah Desa Tumpuk, Kec. Sawoo, Kab. Ponorogo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dalam kerangka pengabdian masyarakat berbasis Asset Based Community Development (ABCD). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan pembinaan qiro'ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role model yang dipadukan dengan teknik pengulangan (tikrar) mampu meningkatkan antusiasme belajar, motivasi, serta kemampuan santri dalam menirukan dan mempraktikkan nagham Bayyati dan Hijaz secara sederhana. Pembinaan qiro'ah juga memberikan pengalaman baru bagi santri yang sebelumnya belum pernah memperoleh pembelajaran tilawah secara terstruktur. Dengan demikian, pembinaan qiro'ah berbasis role model efektif menjadi alternatif pengembangan kemampuan tilawah Al-Qur'an pada santri TPA.