cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
PEMANFAATAN TIK DALAM PEMBELAJARAN: STUDI KASUS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 BANDUNG BARAT Mulyana Mulyana
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.267

Abstract

This article presents the findings of research on the use of Information and Communication Technology (ICT) in learning in madrasah. The research was focused to examine factors affecting the low level use of ICT in learning in madrasah. A case study was conducted at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 in Bandung Barat Regency, West Java Province. Field research was done in February-March 2018. Data collection combines the techniques of observation, interwiews, document study, and Focus Group Discussion (FGD). This research found that in general the level of the use of ICT in learning in MAN 1 Bandung Barat is low. This low level use of ICT in learning is caused by the following factors: teachers’ ICT competency is generally still low; ICT infrastructure at the madrasah under study is limited, and there is no clear policy, both at madrasah as wells as the Office of Ministry of Religious Affairs levels, related to the effort to increase the use of ICT in learning in madrasah.
ANALISIS TEORI AROUSAL DAN PERTIMBANGAN SOSIAL (SOCIAL JUDGEMENT) TERHADAP MANTAN ANGGOTA GAFATAR DI KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Daniel Rabitha
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.271

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap mantan anngota Gafatar di kabupaten Lebak provinsi Banten, pada 2016. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan mengambil subjek penelitian sebagai kasus yang dikaji dari keluarga yang cukup menarik perhatian publik di kabupaten tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa, bergabungnya subjek penelitian dengan Gafatar didasari oleh sebuah keinginan (visi) mengubah hidup (tergeraknya; arousal neurotransmiter dopamine pada sistem limbik otak). Ini menjadi dasar kerangka kognisi subjek penelitian dalam mencapai keseimbangan ideal. Keputusan untuk membuktikan kebenaranya dengan mendukung program yang diusung Gafatar. Dan semakin menguat sebagai akibat dari intensitas komunikasi yang dibangun pengurus Gafatar terhadap subjek penelitian. Peneliti menyarankan agar pihak-pihak yang peduli, utamanya pemerintah untuk mewujudkan sebuah kerja sosial yang nyata sebagai percontohan yang baik bagi masyarakat. Dan pemerintah daerah (misalnya RT dan RW) senantiasa menjalankan dialog terhadap warganya di masing-masing daerah sebagai ruang pengumpulan informasi dari sejumlah persoalan yang tengah dirasakan masyarakatnya.
IKATAN KEKERABATAN DAN KEDAMAIAN UMAT BERAGAMA: STUDI KASUS DI DESA KERTAJAYA KECAMATAN PEBAYURAN KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT Rudy Harisyah Alam
Penamas Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v31i2.273

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengapa di sebagian wilayah keberadaan atau pendirian rumah ibadat ragam agama tidak menjadi sumber pertikaian, seperti yang kerap terjadi di berbagai wilayah lain. Kedamaian antarumat beragama tetap terpelihara kendati wilayah itu majemuk dari segi pemeluk agama maupun keberadaan rumah ibadat. Faktor atau mekanisme apa yang berperan penting dalam memelihara kedamaian antarumat beragama tersebut? Persoalan itu dikaji melalui studi kasus yang dilakukan di Desa Kertajaya Kecamatan Pebayuran Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat. Pengumpulan data mengombinasikan teknik wawancara, observasi, dan studi pustaka. Penelitian lapangan dilakukan pada Februari-Maret 2018. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa modal sosial, yang terutama terbentuk akibat jalinan kekerabatan, menjadi faktor penting dalam memelihara kedamaian antarumat beragama di Desa Kertajaya Kecamatan Pebayuran. Jalinan kekerabatan itu terbentuk dalam sejarah panjang perkawinan antaretnis antara warga keturunan Tionghoa dan warga pribumi Betawi dan Sunda. Namun, dengan minimnya inisiatif pemerintah setempat untuk memperkokoh kerukunan antarumat beragama, masih menjadi tanda tanya apakah kedamaian umat beragama yang terutama bertumpu pada ikatan kekerabatan ini akan bertahan jika dihadapkan dengan perubahan sosial akibat proses migrasi pesat dan industrialisasi.
SIGNIFIKANSI PESANTREN KILAT DAN BUDAYA DAMAI DI SEKOLAH:STUDI KASUS PESANTREN KILAT BAGI SISWA SEKOLAH LANJUTANTINGKAT ATAS DI SERANG, BANTEN Neneng Habibah
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.274

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil studi tentang membangun budaya damai melalui kegiatan pesantren kilat. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik penggalian data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Kegiatan pesantren kilat dilaksanakan 2 hari 1 malam, di sekolah Ibadurrohman-Ciruas - Serang. Materi kegitan pesantren kilat didisain secara tidak konvensional, meliputi: Mencari Teman yang baik, Muslim Perspektif, Genggam Al-Qur’an, Taklukkan Dunia, Menebar kebaikan di era Digital. Sementara itu pembiasaan meliputi mengaji, shalat berjamaah 5 waktu, shalat taraweh berjamaah, makan bersama, dan qiyamullail, kuliah tujuh menit/ kultum dan permainan, senam pagi, dan evaluasi. Nara sumber berasal dari latarbelakang yang berbeda, yaitu pers (Banten News), Lipia, Kepolisian, dan pemerhati Pendidikan. Budaya damai yang dibangun dari kegiatan pesantren kilat yaitu; menanamkan saling percaya, toleransi baik sesama peserta, antar panitia, maupun antar panitia dan peserta. Bentuk budaya damai lainnya adalah menerima terhadap perbedaan, dan tenggang rasa.
KECERDASAN EMOSIONAL DAN PENINGKATAN SELF-EFFICACY WIDYAISWARA Martatik Martatik
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.278

Abstract

ABSTRACT This study will asses the effect of emotional intelligence to self efficacy of instruture in Ministry of Religious Affairs in carrying out the task of educating, teaching and training, using a survey toword trainers of Ministry of Religious Affairs. This survey use multiple regretion for data analysis. The result shows that 1) There is significant influence of interpersonal relationships, and general mood on the self efficacy 2) there is no significant influence of intrapersonal relationship, adabtibelity and stress management on self efficacy.
STRATEGI PEMBELAJARAN PAI DALAM MENINGKATKAN AKHLAK DAN KEMANDIRIAN ABH (STUDI KASUS DI LPKA KELAS 1 TANGERANG) Muhammad Hidayat Ginanjar; Moch Yasykur; Rahendra Maya
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.279

Abstract

Fenomena anak pelaku tindak kejahatan atau anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) cukup mengkhawatirkan. Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, 5,9 juta anak Indonesia pecandu narkoba dan berbuat kriminal. Faktor pendorong kriminal di kalangan anak di antaranya karena kurang pembinaan, faktor ekonomi, dan terpengaruh teman. ABH dalam sistem peradilan memiliki masalah berupa tekanan mental selama masa tahanan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangatlah penting, karena diyakini dapat memperbaiki akhlak dan kemandirian ABH. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi pembelajaran PAI dalam meningkatkan akhlak dan kemandirian ABH di LPKA Kelas 1 Tangerang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran PAI LPKA Kelas 1 Tangerang cukup efektif dalam meningkatkan akhlak dan kemandirian ABH melalui serangkaian tahapan, antara lain: (1) perencanaan strategi berdasarkan penetapan tujuan yang ingin dicapai; (2) metode pendekatan personal antara pendidik dan peserta didik; dan (3) metode pembelajaran disesuaikan kebutuhan. Indikator keberhasilan pembelajaran PAI ditandai oleh adanya perubahan perilaku ABH. Strategi meningkatkan akhlak dengan cara pembelajaran PAI yang tepat melalui pendekatan dialogis kejiwaan, keteladanan, dan pengkajian Islam sebagai upaya memberi pemahaman agama sesuai psikologis serta latar belakang sosial. Keberhasilan pelaksanaan strategi pembelajaran PAI ditunjang oleh kompetensi para pembina LPKA dan faktor penunjang lainnya, diantaranya: fasilitas pendidikan yang memadai seperti masjid, perpustakaan, kerjasama pihak ketiga berupa penyelenggaran program keagamaan yang variatif seperti pesantren kilat, kajian, dan ceramah agama. Strategi meningkatkan kemandirian dilakukan melalui berbagai pelatihan bekerjasama dengan pihak ketiga, antaralain: keterampilan otomotif, sablon, batako, menjahit, tata boga, laundry, perkebunan, pertanian, dan lainnya. Key words: strategi pembelajaran, PAI, akhlak, kemandirian ABH
PELAYANAN PENCATATAN PERNIKAHAN DI SUMATERA BARAT PASCA PEMBERLAKUAN PP NOMOR 48 TAHUN 2014 Muhammad Agus Noorbani
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.280

Abstract

Abstract This paper is the result of research on marriage registration services in West Sumatra after the enactment of Government Regulation Number 48 of 2014. Marriage registration services have a high significance, thus encouraging the government to pay serious attention to these services and make various efforts to continue to improve the quality of these services. Among these efforts is the issuance of Government Regulation (PP) Number 48 of 2014 concerning Amendment to Government Regulation Number 47 of 2004 concerning Tariffs on Types of Non-Tax State Revenues Applicable to the Ministry of Religion, which was later revised with Government Regulation Number 19 of 2015 concerning Types and Tariff for Types of Non-Tax State Revenues that Apply to the Ministry of Religion. Since this regulation was promulgated, the number of marriages in the Office of Religious Affairs (KUA) has increased significantly. Using a comparative or cross-case study design, this study seeks to find out the service of registering marriages in eight KUA in West Sumatra. This study found that there was an increase in the number of marriages in KUA during working hours. The implementation of the fee amount based on this new regulation has also been carried out by each KUA. The enactment of this regulation has not yet had an impact on the improvement of marriage registration services at KUA. This is because the management of marriage costs has been allocated more often for honorariums for professional services and transportation of marriage registration officers outside the KUA. There has been no allocation for the improvement of facilities and infrastructure of the KUA building to improve marriage registrar services.
KEBIJAKAN KEMENTERIAN AGAMA DALAM PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA KELOMPOK MINORITAS Aji Sofanudin
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.284

Abstract

This study aims to review the results of the research by The Office of Religious Research and Development Semarang about The Implementation of Religious Education in Minority Group. The research findings show that although the regulation of religious education services for minority groups has a strong foundation but in its implementation not all schools can serve religious education for minority groups. Based on the study it was found that (1) there were schools that provided all of religious education services according to the students needs;(2) there are schools that only provide one religious education service, and (3) there are also schools that provide a portion of minority religious education services. Judging from the suitability of religious education services with regulations found there are still those that are not in accordance with PMA Number 16 of 2010.
KOMUNIKASI DALAM MENCIPTAKAN NILAI ISLAMI MELALUI PENYEBARAN INFORMASI KESEHATAN BAGI KELUARGA Ditha Prasanti
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v34i1.286

Abstract

Keluarga, sebuah kata yang kaya makna bagi individu yang memilikinya. Saking pentingnya, para anggota keluarga akan saling berbagi menyebarkan informasi kepada anggota keluarga lainnya, khususnya informasi kesehatan. Jika ada anggota keluarga yang sakit, maka anggota keluarga lainnya akan berupaya mencari informasi kesehatan tentang metode penyembuhan penyakit anggota keluarganya. Keunikan penelitian ini adalah penulis menemukan adanya upaya menciptakan nilai-nilai islami melalui penyebaran informasi kesehatan dalam keluarga urban. Melalui artikel ini, penulis mengangkat judul “Komunikasi dalam Menciptakan Nilai Islami melalui Penyebaran Informasi Kesehatan dalam Keluarga Urban”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika ditinjau dari teknik komunikasi, komunikasi yang digunakan dalam menciptakan nilai islami melalui penyebaran informasi kesehatan adalah komunikasi persuasif. Internalisasi nilai islami yang ada yaitu penyebaran informasi kesehatan yang menganjurkan pengobatan dan pola hidup sehat berlandaskan pada Al Quran dan Ajaran Rasulullah SAW. Penyebaran informasi kesehatan tersebut dilakukan secara langsung (tatap muka) dan via media sosial yaitu whatsapp group keluarga.
METODE QIROATI SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA AL QUR`AN UNTUK TINGKAT SEKOLAH DASAR (PENELITIAN PADA SD IT AL ICHWAN CIKARANG UTARA BEKASI) Agus Ruswandi
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.287

Abstract

Studying the Qur'an is a must for every Muslim, because the Qur'an as a religious guide must be properly understood. Reading the Qur'an is not like reading other texts. In the Qur'an there are certain rules which if the rule is not used then the meaning of the Qur'an will be wrong. Therefore, there needs to be an innovative method in the study of the Qur'an, as it is known that in elementary school the subject of Islamic Education is only around 2-3 hours for a week. Al-Ichwan Elementary School is one of the schools that innovates by applying the Al-Qur'an reading method through the Qiroati method. The purpose of this research was to find out how the learning design model, the learning process, the form of evaluation, excellence, learning outcomes, and the problems and solutions in learning the Qur'an with the Qiroati method at Al-Ichwan Elementary School. This research uses a qualitative approach and the type of research uses descriptive analytical methods, with the aim of producing conceptual models of Al-Qur'an learning by applying the Qiroati method to the elementary school level. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. To analyze the data used descriptive qualitative method, namely the description based on the symptoms that appear. In order for the assessment results to go well, the data analysis process is carried out by steps of data reduction, data display and conclusion drawing.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue