cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
MEMOTONG EKSTRIMISME DARI HULU: DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA METRO Wildani Hefni; Imam Mustofa
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.318

Abstract

Abstract Institution-grown extremism is among the most urgent challenges confronting societies today. Attempts to understand extremism often treat this development as a form of the political education system. This study explores by starting actual experiences of radicalization and discover a great diversity of experiences from the leaders of Senior High Schools. This study explores the role of education institutions in Senior High Schools in Metro in confronting the radicalization of religious outlooks among students by analyzing their activities. The results of this study showed that radicalization is not something done to people, but something produced by active participants. From this phenomenon, the leaders of educational institutions in Senior High School conducted a practical guide to the de-radicalization of religious outlooks by various programs. In addition, organizations by religious affiliation have influenced religious formation among students both of religious organizations affiliated to Nadhlatul Ulama and Muhammadiyah. Keywords: De-radicalization, religious outlooks, Senior High Schools
KONVERSI DAN DISKRIMINASI TERHADAP MUALAF DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Fatiyah Sudarmo
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.320

Abstract

Abstract Freedom of religion and worship agreed in the constitution. The act of remembering and intolerance is not infrequently obtained, both from the nuclear family, the friendship environment, the workplace, and their social environment. This paper discusses to be analyzed and discussed about the discussion of the comparison (conversion) of mualaf both compile before reaching conversion of religion. And the forms or patterns of interaction carried out by the structure in the community of converts. Questions about intrinsic type research. Determination of participant purposive sampling. Data collected by in-depth interviews, observation, and documentation. Mailing lists and Huberman: (1) data reduction, (2) data presentation, and (3) drawing conclusions or verification. Based on the results of the study (1) the background of being an individual convert attended by informants namely spiritual emptiness, questioning the existence of God and distrust in the religion that was voiced, (2) responses from families that gave rise to conflicts related to coverage, truly, safely and smoothly the purpose those who are asked to return to their original religion, and to be ostracized, (3) there are those who argue from the social environment or the community, then turn into friendly.
TRADISI LISAN BALAWAS SUMBAWA: REPRESENTASI ISLAM SEBAGAI DOA KESELAMATAN muhammad saleh
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.330

Abstract

Balawas (religious folk poetry) is one of the Indonesian Islam oral poetry traditions, widely performed in Muslim community across the archipelago. Although studies on Balawas have garnered great attention, little attention has been given to the study of Balawas Akherat called Pamuji, which is practiced widely by Sumbawanese community. To fill this void, this ethnographic study aims to explore the practices of Sumbawanese Balawas Akherat, particularly the forms of the texts and how they were perceived by the Sumbawanese community.The data were collected through observation, in-depth interview, and documentation. The empirical evidence showed that arabic symbols are replaced by local symbols, another finding also unveiled that the oral poetry tradition of Sumbawanese was perceived as prayers that can bring salvation.
KEHIDUPAN KEAGAMAAN DAN PANDANGAN MASYARAKAT PESISIR DESA PULAU PANJANG SERANG BANTEN TERHADAP TRADISI LOKAL SEDEKAH LAUT Ismail Zubir
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.331

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang tradisi lokal “sedekah laut” dan kehidupan keagamaan pada masyarakat pesisir Desa Pulau Panjang, Kecamatan Puloampel Kabupaten Serang Banten. Secara khusus penelitian ini difokuskan untuk menganalisis tradisi lokal yang dilakukan oleh masyarakat pesisir Desa Pulau Panjang, seperti tradisi “sedekah laut” yang masih dilakukan oleh sebagian komunitas nelayan di beberapa wilayah pesisir pulau Jawa. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat pemahaman dan tradisi keagamaan masyarakat pesisir Desa Pulau Panjang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, pengamatan, dan studi dokumen. Tahap Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei-Agustus 2017.Di antara temuan penting penelitian ini adalah bahwa tradisi “sedekah laut” atau tradisi memotong kerbau lalu kepalanya dijadikan sesajen dan dibuang ke tengah laut, tidak pernah dilakukan oleh masyarakat nelayan di Desa Pulau Panjang, karena sejak awal mereka memadang bahwa tradisi tersebut tidak ada petunjuknya dalam Islam. Pemahaman mereka tersebut dipengaruhi oleh ajaran agama yang disampaikan oleh ulama, ustadz dan para mubaligh melalui pendidikan pondok pesantren, madrasah maupun melalui taklim, pengajian, dan bimbingan keagamaan lainnya.Sedangkan tradisi keagamaan yang diamalkan oleh masyarakat pesisir Desa Pulau Panjang adalah amalan Nahdhiyin. Hal ini terlihat dari ritual ibadah yang mereka lakukan, seperti; yasinan, tahlilan, qunut ketika shalat subuh, khutbah Jumat berbahasa arab dan shalat taraweh 20 rakaat.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI PADA PEMBELAJARAN KETERAMPILAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KABUPATEN GARUT Juju Saepudin
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.351

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran Keterampilan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kabupaten Garut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil survey Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta tahun 2017 yang menunjukkan bahwa sebagian besar Madrasah Aliyah sudah memiliki perangkat dasar TIK, namun kompetensi guru dalam memanfaatkan TIK pada aspek pedagogik paling rendah. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan sebagai berikut: pertama pemanfataan TIK pada pembelajaran keterampilan di MAN 1 Garut terintegrasi ke dalam persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Kedua, faktor pendukung pemanfatan TIK di MAN 1 Garut antara lain: 1) guru keterampilan yang kreatif dan penuh dedikasi, 2) input siswa yang bagus karena memakai sistem seleksi, dan 3) dukungan dari kepala madrasah berupa anjuran untuk melek teknologi, karena bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah jumlah rombongan belajar yang terlalu gemuk untuk ukuran kelas keterampilan dan akses internet yang lambat dan kuota terbatas di ruang keterampilan. Ketiga, daya ubah TIK terhadap sistem pendidikan di MAN 1 Garut terlihat dalam pembelajaran yang semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning, sehingga bisa memudahkan proses pendidikan yang sulit diatasi dengan cara-cara konvensional
POLA PENGASUHAN SANTRI PESANTREN DARUL MUTTAQIN PARUNG BOGOR Achmad Dudin Dasir; Munawiroh Munawiroh
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.372

Abstract

Abstract This paper is the result of the author's research in 2019. The background of this study is the actual issue of the strategic patterns of parenting of students to be considered. The purpose of this study is to determine the pattern of parenting of students in the Darul Muttaqin boarding school in Bogor. Data and information obtained through this qualitative research are the result of the thoughts of caregivers, religious teachers, managers, experts and related officials as well as an analysis of parenting patterns of students in Darul Muttaqin Islamic boarding school in Bogor. From the results of this study several things are suggested, namely: Islamic boarding schools need to optimize the implementation of the guidance and supervision of students continuously so as to create a child-friendly boarding school; pesantren need to create awareness of students to obey, obey the rules and discipline that apply; boarding schools need to intensively establish cooperation between teachers, parents and related parties in overseeing the development of student learning and the existence in boarding schools; and people who entrust their children's education in pesantren should be able to trust and be more confident in the pesantren's parenting patterns.
MODEL-MODEL PENDIDIDIKAN ISLAM DALAM MERESPON ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Abas Mansur Tamam
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.377

Abstract

Era Revolusi Industri 4.0 telah melahirkan perubahan yang radikal. Banyak lapangan pekerjaan yang digantikan oleh mesin pintar. Artificial intelligence [AI]), Internet of Things (IoT), dan lain-lain akan merubah wajah masa depan umat manusia. Semua itu merupakan tantangan pendidikan, sebelum tantangan ekonomi dan industri. Maka, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik era ini dan model pendidikan Islam yang tepat untuk menyikapinya. Metode yang digunakan adalah Content Analysis dan Hermeneutika. Content Analysis dipergunakan untuk menggali pemikiran Klaus Schwab dan Muhammad Abduh. Sementara itu, Hermeneutika dipergunakan untuk mendialogkan gagasan-gagasan pendidikan Islam Abduh dengan realitas era revolusi industri 4.0. Hasilnya, ditemukan ada lima karakteristik era revolusi industri 4.0, yaitu: perubahan tatatan kehidupan, disrupsi, digitalisasi, tantangan agama, dan problem akhlak. Muhammad Abduh telah menyikapi semua persoalan itu sehingga gagasan-gagasannya cocok untuk dikembangkan sebagai model pendidikan Islam dalam menyikapi era 4.0. Ada lima model dalam hal ini, yaitu: model pendidikan eksistensialistik untuk menyikapi perubahan tatatan kehidupan, model pendidikan disruptif untuk menyikapi fenomena disrupsi, model pendidikan bercorak teknologi untuk menyikapi digitalisasi, model pendidikan esensialistik untuk menyikapi tantangan agama, dan model pendidikan profetik untuk menyikapi problem akhlak.
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 SUKABUMI Nur Alia; Nursalamah Siagian
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.378

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus, yang difokuskan pada bagaimana pemanfaatan TIK secara keseluruhan di MAN 1 Sukabumi, serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di MAN 1 Sukabumi umumnya masih terbatas pada pemanfaatan LCD proyektor sebagai media pembelajaran oleh sebagian kecil guru. Mata pelajaran yang memanfaatkan media tersebut didominasi oleh mata pelajaran non PAI. Sementara untuk mata pelajaran yang masuk dalam rumpun PAI masih sangat minim dalam penggunaan LCD proyektor. Selain itu, pemanfaatan lainnya terlihat dalam penugasan yang diberikan kepada siswa dengan menggunakan Microsoft word, power point, dan movie maker. Termasuk didalamnya adalah penelusuran informasi atau sumber belajar yang diakses melalui internet. Selain untuk pembelajaran, TIK juga dimanfaatkan untuk perpustakaan meskipun belum optimal. Perpustakaan baru sebatas menggunakan microsoft excel untuk katalogisasi dan sirkulasi peminjaman. Faktor pendukung pemanfaatan TIK di MAN 1 Sukabumi adalah kebijakan madrasah yang membolehkan penggunaan HP dan laptop di dalam kelas. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap kemudahan siswa dalam mengakses internet sebagai salah satu sumber belajar. Sementara kendala yang dapat diidentifikasi terutama terkait kemampuan dasar TIK pada sebagian guru dan siswa yang masih relatif rendah. Kendala lainnya adalah keterbatasan perangkat TIK yang difasilitasi oleh madrasah, terutama akses internet, serta perangkat TIK lainnya.
LITERASI DIGITAL: SUMBER PAHAM KEAGAMAAN PADA MAHASISWA PENGHAFAL AL-QUR’AN DI PTIQ JAKARTA Angga Marzuki; Mabrur Mabrur
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.381

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang literasi digital yang menjadi alternatif sumber paham keagamaan mahasiswa penghafal al-Qur’an dengan mengidentifikasi perkembangan dakwah keagamaan. Objek utama dari kajian ini adalah mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an Jakarta. Pendeketan yang digunakanadalah analisis deskpriptif yang dibangun atas landasan teori ketergantung media (media dependency theory) dengan melakukan interview terbuka pada 16 mahasiswa. Tiga temuan pokok dari hasil kajian ini adalah (1) Dakwah keagamaan berbasis digital menjadi alternatif untuk memahami, mendalami dan menyelesaikan problem keagamaannya. (2) Ustadz Abdul Shomad menjadi figur representatif yang menjadi rujukan dalam memahami dan mengkaji isu-keagamaan. (3) Konten keagamaannya didominasi isu fiqh-fiqh praktis dan kontemporer. Literasi digital menjadi alternatif sumber paham keagamaan disebabkan terjadinya budaya instan (praktis) di kalangan mahasiswa, adanya keterbatasan kemampuan untuk memahami literasi khazanah Islam (kitab-kitab ulama) dan interaksi langsung pada Kiai-Ustad terbatas.
ANALISIS PROGRAM STUDI MAGISTER PAI UIN IMAM BONJOL PADANG Jejen Musfah Inning
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i2.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan Prodi magister PAI di UIN Imam Bonjol Padang dengan fokus pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data melalui metode studi dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian adalah pertama, kekuatan Prodi ada pada visi dan misi, dosen doktor dan profesor, biaya murah, dan penjaminan mutu. Kedua, kelemahan Prodi ini adalah fasilitas pembelajaran seperti AC, buku referensi, karya dosen, satu ketua Prodi untuk tiga Prodi, kerjasama dosen lemah, dan tidak ada tindak lanjut evaluasi dosen. Ketiga, peluang perbaikan mutu bisa terjadi karena adanya akreditasi dan pembiayaan penelitian dari Kemenag dan internal kampus. Keempat, tantangan Prodi adalah peningkatan jumlah dan kualitas dosen dan fasilitas pembelajaran. Kelima, dosen bergelar doktor dan/atau berpangkat profesor bukan jaminan produktivitas menulis karya ilmiah. Keenam, kampus negeri bukan jaminan orientasi pada mutu pelayanan, pembelajaran, dan penelitian.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue