cover
Contact Name
-
Contact Email
penamasjurnal@gmail.com
Phone
+6221-4800725
Journal Mail Official
penamasjurnal@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta Jl. Rw. Kuning No.6, RT.3/RW.2, Pulo Gebang, Cakung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13950 Telp. : +62-21-4800725 Fax. : +62-21-4800712
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Penamas
ISSN : 02157829     EISSN : 25027891     DOI : https://doi.org/10.31330.Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles 363 Documents
Gerakan Karismatik dalam Gereja Katolik dan Protestan: sebuah perspektif kompatarif adison adrianus sihombing
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.291

Abstract

The pentecostalism movement experienced a rapid development which gave birth to several sectarian movements, due to a number of internal and external factors. This article illustrates and analyzes the development of ideas and the Charismatic Pentecostalism movement. In detail, the article tries to focus on: (a) how the history of the Pentecostalism movement in the world in general and in Indonesia in particular, (b) what is the Pentecostalism movement in the Catholic and Protestant Churches, (c) what are the doctrinal differences in the Charismatic movement in the Catholic and Protestant Churches? and (d) The extent of the influence of Catholic and Protestant Charismatics in Indonesia. Research using this approachmixed-methodconcludes a number of findings, including (i) the Pentecostalism Movement in Indonesia gave birth to the Charismatic movement in the Catholic Church and the Protestant Church, (ii) there are significant differences between Catholic and Protestant Charismatic doctrines, among them in matters of worship (ritual system) and ways of evangelism, and (iii) Catholic charismatics tend to develop in urban areas, while Protestant Charismatics are widespread, both in urban and rural areas.
ORANG ARAB DAN PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEAGAMAAN DI KOTA MANADO Idham Idham
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.294

Abstract

Orang Arab datang ke Manado diperkirakan pada abad ke-18. Mereka datang tidak membawa misi politik, tapi berdagang dan menyebarkan Islam melalui dakwah. Mereka menjadi pribumi dengan cara mengawini penduduk lokal. Di Manado, populasi mereka cukup banyak, mereka tersebar di berbagai kecamatan dan kelurahan, bahkan terdapat pemukiman yang mayoritas dihuni oleh orang-orang Arab, yang kemudian populer disebut Kampung Arab. Meski demikian, data dan tulisan tentang peran mereka khususnya pengembangan Pendidikan keagamaan masih sangat minim. Olehnya itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran mereka terhadap pengembangan pendidikan keagamaan di wilayah tersebut. Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah warga Arab yang berada di Kelurahan Istiqlal, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Pilihan lokasi penelitian ini, selain karena lokasi ini punya nilai sejarah tentang keberadaan orang-orang Arab, juga terdapat beberapa lembaga pendidikan keagamaan, baik yang sifatnya formal maupun non formal dan dikelola secara swadaya oleh warga keturunan Arab. Lembaga Pendidikan ini sudah ada sejak zaman kolonial, meski telah berganti nama, namun keberadaannya masih bisa ditemukan hingga saat ini.
PENGUATAN JARINGAN KERJA SAMA DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DI KABUPATEN BANDUNG Ningrum Fauziah Yusuf
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.296

Abstract

Upaya pelayanan, bimbingan dan pembinaan, serta pengelolaan sistem informasi di bidang pendidikan madrasah yang dilakukan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung tak lepas dari membangun jaringan dan kerjasama dengan para stakeholder yang turut berkecimpung dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung. Dengan adanya jaringan kerja sama yang baik tentunya akan meningkatkan kapasitas untuk penyelenggaraan pendidikan madrasah. Hall, et al. (2003) juga berpendapat dengan jaringan kerja sama yang lebih baik untuk perencanaan strategis dan pengembangan organisasi dapat membantu untuk meningkatkan pengetahuan tentang sumber daya yang tersedia dan sumber dukungan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana kapasitas hubungan dan jaringan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik penentuan informan menggunakan sampling jenuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa saat ini kapasitas hubungan dan jaringan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung bidang pendidikan madrasah sudah cukup mampu dalam melaksanakan penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung, namun demikian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung masih perlu melakukan penguatan dalam pelaksanaan kerja sama dengan instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah di Kabupaten Bandung yang berkaitan baik dengan pihak internal maupun dengan pihak eksternal
Kaos Dakwah: Discourse of Piety, Market Islam, and Islamic Ideology Eko Saputra
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.297

Abstract

Abstrak Gerakan dakwah Islam menjadi kajian yang menarik untuk selalu dibahas. Pasca Soeharto 1998, gerakan dakwah di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan di berbagai ruang publik. Seperti kampus, sekolah, rumah ibadah dan media sosial. Hal ini disebabkan keran demokrasi semakin terbuka lebar, sehingga aktor dakwah semakin leluasa mengekspresikan gerakan Islam ke ruang publik dengan caranya sendiri. Menariknya, gerakan dakwah di Indonesia selalu menampilkan cara baru bagaimana aktivitas dakwah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari umat Islam. Tulisan ini ingin menelisik tentang bagaimana gerakan dakwah berbasis pasar Islam dilakukan oleh Rafa Muslim Fashion, bagian dari Rafa Group sebagai pusat publikasi terbesar Jaringan Islam (JI) di Solo. Penulis berargumen bahwa gerakan dakwah berbasis pasar Islam yang dilakukan oleh Rafa Muslim Fashion membentuk praktik kesalehan, pasar Islam dan ideologi Islam. Tulisan ini penting dibahas untuk melihat bagaimana gerakan dakwah berbasis pasar Islam dilakukan. Sebelumnya, para sarjana masih belum banyak membahas tentang bagaimana gerakan dakwah berorientasi pada pasar Islam. Hasil dari setudi ini menunjukan bahwa kemunculan gerakan dakwah berbasis pasar Islam sebagai alternatif gerakan dakwah baru membentuk kesalehan, persaingan pasar, dan ideologi keislaman. Kata Kunci: kaos dakwah, kesalehan, pasar Islam, ideologi Islam.
INKLUSIFISME DI TENGAH MASYARAKAT MULTIKULTUR: KASUS TIGA KOMUNITAS MUSLIM DI BALI Fathor Rahman
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.300

Abstract

Tulisan ini menjelaskan peran komunitas muslim yang hidup di Bali. Sebagai umat agama yang minoritas dan hidup di tengah-tengah tradisi keberagamaan yang didominasi oleh ajaran Hindu, diperlukan peran komunitas yang mampu menciptakan sistem sosial keberagamaan yang inklusif dan dinamis. Dengan mengangkat beberapa komunitas muslim seperti Masjid Ibnu Batutah, Ukhuwah Masjid-Mushala, Kelompok Maiyah yang selama ini cukup berperan penting dalam menggerakkan kegiatan keberagamaan dan melibatkan banyak pihak secara lintas batas (baik keimanan maupun profesi), tulisan ini menganalisis bagaimana peran mereka di tengah kuatnya dominasi tradisi Hindu di Bali, bagaimana cara mereka membangun pola indoktrinasi yang moderat di kalangan intra umat Islam maupun antar umat beragama. Dengan menggunakan pendekatan sosiologis dan tehnik pengambilan data melalui wawancara secara mendalam, tulisan ini ingin menunjukkan bahwa peran komunitas seperti Masjid Ibnu Batutah, Ukhuwah Masjid-Mushala, Kelompok Maiyah sangat prospektif sebagai simpul penggerak keberagamaan yang inklusif di Bali. Dengan caranya masing-masing dan pendekatan asosiatif, ketiga komunitas tersebut cukup aktif melibatkan banyak pihak dalam melaksanakan kegiatan keagamaan yang bisa memantik apresiasi dan respon positif dari masyarakat luas terhadap posisi umat muslim yang ada di Bali.
PENANGANAN KASUS PENYELENGGARAAN HAJI FURODAH (KASUS JAWA BARAT) Anik Farida
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.305

Abstract

Tulisan menyajikan hasil penelitian tentang potret penyelenggaraan haji furodah, yang dilakukan di Provinsi Jawa barat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dengan mengandalkan metode wawancara mendalam dan studi dekumentasi. Hasilnya, meskipun dari legalitas haji furodah diterima oleh pemerintah Arab Saudi, namun pergerakan jemaah haji selama melaksanakan ibadah haji di tanah suci tidak mampu dipantau secara penuh oleh petugas haji yang dibentuk pemerintah Indonesia. Dengan demikian, jemaah haji furodah minim mendapatkan aspek perlindungan. Dengan demikian fenomena haji furodah merupakan dilema bagi negara. Dari aspek hukum di Indonesia, haji furodah tidak diakui karena dasar hukum penyelenggaraan haji di Indonesia berdasarkan UU nomor 13 tahun 2008. Pada pasal 3 Peraturan Pemerintah (PP) no 79 tahun 2012 tentang peraturan pelaksanaan UU nomor 13 tahun 2008 tentang penyeyelnggaran haji. Untuk mengatasi hal tersebut negara melalui Kementerian Agama secara terus menerus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pilihan berhaji yang”aman”. Sebelum ada pengaturan tentang penyelenggaraan haji furodah, masyarakat dihimbau untuk menggunakan mekansime haji reguler atau haji khusus, karena terbukti jalur furodah rentan bagi jemaah mengalami kerugian.
BUDAYA SPIRITUAL ALIRAN KEJAWEN “PRASETYO MANUNGGAL KARSO” SEBAGAI WUJUD PLURALISME KEPERCAYAAN MASYARAKAT DI BOYOLALI Alan Sigit Fibrianto
Penamas Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i1.308

Abstract

Prasetyo Manunggal Karso is one of the many beliefs of kejawen in Java. Prasetyo Manunggal Karso is a community that teaches kejawen flow and is located in Sub-District Banyudono, Boyolali Regency. Like Kejawen faith trust in general, Prasetyo Manunggal Karso has some grip itself in his teachings as a means to get closer to the God is the creator of the entire universe. In this paper, seeks to explain the intricacies of the teachings of the beliefs of Kejawen Prasetyo Manunggal Karso, some of them concerning, their background and history, the scriptures used, the principal teachings, the way of worship, the instruments used in rituals, and ways of spreading the teachings. In addition, the researchers also tried to analyze the findings with the perspective of the theory of habitus and cultural reproduction of the sociologist, Pierre Bourdieu. This paper aims to examine the cultural practices of the genus of Kejawen Prasetyo Manunggal Karso, using qualitative descriptive method, with key informant Mr. Toto Soeharto as the founder of the kejawen community of Prasetyo Manunggal Karso in Boyolali. The result show that the presence of Kejawen–Prasetyo Manunggal Karso is a form of wealth of Indonesian characteristic, a portrait of religious diversity, as well as a distinctive style of Javanese spiritual culture as part of the Indonesian national identity.
CERITA YAJID CILAKA: TRANSFORMASI TEKS SASTRA SYI’AH – SUNNI DI JAWA ABAD XIX Abdullah Maulani; Rahmatia Ayu
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.310

Abstract

This paper examines the transformation of texts that occurred in a text entitled Cerita Yajid Cilaka (CYC) NB 199 collection of the National Library of the Republic of Indonesia. This text is an adaptation of a popular classical Malay story, Hikayat Muhammad Hanafiyah (HMH), a text laden with Shi'a - Persian traditions and in its development this text was copied in various regions including Java and Ambon version which entitled Hikayat Khalifah Abu Bakar, Umar, Usman and Ali (HKAUUA). Using a comparative literary approach, researchers conclude that this text is acceptable among Sunni readers by experiencing various kinds of transformation. Starting from structural transformation to cultural transformation. In addition, these transformations are also related to the ideology of copyists who adhere to the Sunni orders.
POTRET KERUKUNAN UMAT BERAGAMA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA OHOIDERTAWUN, KABUPATEN MALUKU TENGGARA Sabara Sabara Sabara
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.313

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi best practice kerukunan umat beragama berbasis komunitas masyarakat yang multi agama. Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Ohoidertawun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara. Masalah penelitian adalah bagaimana gambaran komunitas antar agama di Ohoidertawun bisa hidup bersama secara damai? Bagaimana gambaran komunitas tersebut nmembangun hubungan yang aktif dalam berbagai aspek kehidupan? Bagaimana komunitas agama menjaga masyarakatnya dalam menghadapi pengaruh ekstrimisme agama dari kelompok luar? Penelitian menggunakan metode kualitatif-etnografis, yaitu mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat dengan menggambarkan secara detail praktik kerukunan pada masyarakat Ohoidertawun, Masyarakat Ohoidertawun terdiri atas 3 agama; Islam, Kristen dan Katolik dengan praktik kehidupan keagamaan berlangsung secara harmonis dengan praktik-praktik kerukunan yang saling menerima dalam perbedaan. Best practice kerukunan umat beragama di Ohoidertawun terwujud dalam sikap merayakan perbedaan dengan nilai kearifan lokal dan semangat persaudaraan sebagai pemantiknya. Kearifan lokal efektif secara fungsional dalam membangun hubungan harmonis antar umat beragama, sehingga ketika konflik bernuansa agama melanda Maluku termasuk Kepulauan Kei, Ohoidertawun mennjadi titik yang paling aman dari konflik agama. Masyarakat Ohoidertawun membangun mekanisme pertahanan atas tatanan sosial budaya dan keagamaan mereka yang terjalin harmonis melalui pendekatan kearifan lokal dan pemahaman keagamaan yang moderat, sehingga pemahaman keagamaan ekstrem tak mendapat tempat dalam kehidupan keagamaan masyarakat Ohoidertawun.
INTERNET BAGI PEREMPUAN SALAFI: RUANG INTERAKSI DAN EKSPRESI Murida Yunailis
Penamas Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v32i2.315

Abstract

Abstract The Salafi Movement is one of the most popular transnational Islamic movements after the fall of the New Order regime. The word salafi in this paper refers to the abbreviation "al-salaf al-salih" which mean is the previous generation. Initially, this movement entered Indonesia along with the return of the scholars who studied in the Middle East before the 20th century. The focus study of this paper is, the author wants to examine the reasons for salafi women using the internet. This research is a qualitative research using library research methods, observations and interviews with 5 participants selected based on purposive sampling. The results obtained are, there are three specific reasons why salafi women use the internet namely; cheaper, practical, and because the majority of people use the internet

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 38 No 2 (2025): Volume 38, Issue 2, July-December 2025 Vol 38 No 1 (2025): Volume 38, Issue 1, January-June 2025 Vol 37 No 2 (2024): Volume 37, Issue 2, July-December 2024 Vol 37 No 1 (2024): Volume 37, Issue 1, January-June 2024 Vol 36 No 2 (2023): Volume 36, Issue 2, July-December 2023 Vol 36 No 1 (2023): Volume 36, Issue 1, January-June 2023 Vol 35 No 2 (2022): Volume 35, Issue 2, July-December 2022 Vol 35 No 1 (2022): Volume 35, Issue 1, January-June 2022 Vol 34 No 2 (2021): Volume 34, Nomor 2, Juli-Desember 2021 Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021 Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020 Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020 Vol 32 No 2 (2019): Volume 32, Nomor 2, Juli-Desember 2019 Vol 32 No 1 (2019): Volume 32, Nomor 1, Januari-Juni 2019 Vol 31 No 2 (2018): Volume 31, Nomor 2, Juli-Desember 2018 Vol 31 No 1 (2018): Volume 31, Nomor 1, Januari-Juni 2018 Vol 30 No 3 (2017): Volume 30, Nomor 3, Oktober-Desember 2017 Vol 30 No 2 (2017): Volume 30, Nomor 2, Juli-September 2017 Vol 30 No 1 (2017): Volume 30, Nomor 1, April-Juni 2017 Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016 Vol 29 No 2 (2016): Volume 29, Nomor 2, Juli-September 2016 Vol 29 No 1 (2016): Volume 29, Nomor 1, April-Juni 2016 Vol 28 No 3 (2015): Volume 28, Nomor 3, Oktober-Desember 2015 Vol 28 No 2 (2015): Volume 28, Nomor 2, Juli-September 2015 Vol 28 No 1 (2015): Volume 28, Nomor 1, April-Juni 2015 Vol 27 No 3 (2014): Volume 27, Nomor 3, Oktober-Desember 2014 Vol 27 No 2 (2014): Volume 27, Nomor 2, Juli-September 2014 Vol 27 No 1 (2014): Volume 27, Nomor 1, April-Juni 2014 More Issue