Penamas
PENAMAS (ISSN : 0215 - 7829 e-ISSN : 2502 - 7891) is a peer-reviewed journal published by Office of Religious Research and Development, Jakarta, Agency of Religious Research and Development, Education and Training, The Ministry of Religious Affairs, The Republic of Indonesia (Balai Litbang Agama Jakarta, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI). PENAMAS is the acronym of Penelitian Agama dan Masyarakat translated in English as Research on Religion and Society. The journal publishes research articles focussing on religious and social issues (isu-isu keagamaan dan sosial kemasyarakatan). From 2018 onward, the journal publishes twice a year.
Articles
363 Documents
PENGARUH ARTIS HIJRAH TERHADAP PERUBAHAN DIRI FOLLOWERS INSTAGRAM @KAJIANMUSAWARAH
Asyfa Audya Istigfarin;
Izzatul Mardhia;
Rihlah Nur Aulia
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v34i1.411
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh hijrah artis terhadap perubahan diri followers Instagram @kajianmusawarah. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara online, penyebaran angket secara online, dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini adalah followers Instagram @kajianmusawarah. Hasil penelitian ini menyimpulkan: pertama, bahwa banyak dari penggemar terpengaruh terhadap hijrahnya para artis. Hal tersebut ditunjukkan dari hijrahnya para artis yang menjadi suatu fenomena baru yang dapat mendorong seseorang untuk berhijrah. Kedua, Pengaruh hijrah para artis terhadap penggemar tersebut dapat dilihat dari perubahan diri penggemar yang cenderung ke arah positif dalam bentuk perubahan diri. Ketiga, berdasarkan teori George Herbert Mead menyatakan bahwa diri berkembang melalui dua tahap yaitu seseorang menginternalisasikan sikap orang lain terhadap dirinya, dan menginternalisasikan norma masyarakat. Perubahan penggemar tersebut berupa penampilan, pemikiran beragama, dan sikap sosial. Hal tersebut disesuaikan dengan teori dari Andi Hikmawati Yunus yang mengatakan bahwa pada umumnya hijrah dimaknai dengan tiga perubahan yang terjadi dalam dirinya, yaitu gaya berpakaian (penampilan), perilaku (sikap sosial), dan peningkatan dalam pengetahuan agama (pemikiran beragama).
PESANTRENTS AND MULTICULTURAL VALUE IN A MULTI-ETHNIC SOCIETY
Firdaus Wajdi;
Dini Fadhilah;
Mushlihin Mushlihin
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v33i2.416
Artikel ini menjelaskan upaya Pesantren Kauman dari Lasem dalam menanamkan nilai-nilai multikultural yang dilakukan di tengah komunitas multi-etnis. Kajian ini memberikan kontribusi pada aspek pengajaran nilai nilai multikultur oleh salah satu perwakilan lembaga pendidikan Islam tertua, pesantren. Fokus utamanya tertuju pada pemahaman motivasi Pesantren dan metode implementasi penanaman nilai-nilai multikultural sebagai upaya untuk menjaga harmoni dengan masyarakat sekitarnya, yang didominasi oleh non-Muslim dengan latar belakang etnis Tionghoa. Penelitian ini berupaya menjawab apa urgensi, cara implementasi, serta tanggapan masyarakat Lasem dalam hal penanaman nilai-nilai multikultural yang dilakukan Pesantren Kauman. Jawaban atas permasalahan ini dapat menguatkan pendapat bahwa agama dapat menjadi kohesi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Lokasi penelitian utama berlokasi di Lasem, Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai wilayah Tiongkok Kecil. Studi ini menemukan fakta bahwa Pesantren Kauman dari Lasem menumbuhkan motivasi penanaman nilai-nilai multikultural dari perspektif teologis dan sosiologis. Sedangkan implementasinya memanfaatkan aspek formal-pedagogis maupun nonformal-sosiologis. Studi ini juga menemukan bahwa implementasi ini menuai tanggapan pro dan kontra. Pesantren Kauman dari Lasem akhirnya berhasil mengajarkan nilai nilai multikultural dan menggunakannya untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat multikultural. Hasil penelitian ini dapat menjadi bukti bahwa nilai-nilai multikultural dapat diajarkan secara formal-pedagogis maupun nonformal-sosiologis. Aspek teologis dapat menjadi awal, namun aspek sosiologis juga penting untuk dipertimbangkan dalam penanaman nilai-nilai multikultural yang kemudian diimplementasikan di tengah masyarakat.
SEXUALITY CONSTRUCTION INDONESIAN HAJJ CONGREGATION DURING SAUDI ARABIA
Koeswinarno Koeswinarno;
Fakhruddin Fakhruddin;
Umul Hidayati;
Agus Mulyono
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v33i2.418
Persoalan seksualitas, masih menjadi persoalan tabu pada masyarakat Indonesia. Terlebih jika seksualitas ini dikaitkan dengan hak-hak pelayanan kepada jemaah haji selama di Arab Saudi. Penelitian ini berusaha menjawab rumusan masalah (a) seberapa jauh manasik haji memberi ruang diskusi persoalan-persoalan seksualitas bagi jemaah haji?; (b) bagaimana jemaah haji mengkonstruksi seksualitas selama di Arab Saudi?; dan (c) strategi apa yang mereka lakukan dalam menyelesaikan problem seksualitas selama di Arab Saudi? Hasil penelitian menunjukkan bahwa persoalan seksualitas jemaah haji selama di Arab Saudi menjadi kebutuhan penting yang harus dipenuhi, sehingga penyelenggara haji di berbagai tingkat perlu memberi ruang, terutama untuk kemaah haji usia produktif secara seksual. Ini ditunjukkan bahwa hampir seluruh Jemaah haji usia produktif menyelesaikan persoalan seksualitas selama di Arab Saudi dengan cara yang berbeda-beda, dan nyaris tidak terstrukur karena tidak diberikan ruang secara formal oleh penyelenggara haji.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN PONDOK PESANTREN JAM’IYYAH ISLAMIYYAH TANGERANG SELATAN: PENDEKATAN BALANCED SCORECARD
Athoillah Islamy;
Saihu Saihu
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v34i1.424
This paper aims to determine the effectiveness of the management in Islamic boarding schools using balanced scorecard performance analysis, including four perspectives: finance, customers, internal business processes and learning and growth in Jam'iyyah Islamiyyah Islamic Boarding School. This research uses a qualitative approach with a descriptive model. Based on the research that has been done, it is known that the management of Jam'iyyah Islamiyyah Islamic Boarding School measured with balanced scorecard approach is categorized as good, as the measurement results in all four perspectives are close to the expected target. After being measured using balanced scorecard approach and then analyzed with the effectiveness indicators according to Danim, the results show that the management of the Jam'iyyah Islamiyyah Islamic Boarding School can be said to be effective.
RELIGIOUS UNDERSTANDING IN GROUP MUKJIZAT SALAT IN BOALEMO REGENCY, GORONTALO
Sitti Arafah
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v33i2.426
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan keberadaan kelompok Ilmu Mukjizat Salat di Desa Wonggahu Kecamatan Paguyaman Kabupaten. Boalemo terkait pemahaman dan praktik keagamaan yang dilakukan selama ini. Metode pengumpulan data melalui observasi terhadap pengamalan kelompok ilmu mukjizat salat, pendalaman melalui wawancara terhadap kemunculan serta pemahaman dan pengamalan keagamaan yang dilakukan serta penelusuran terhadap dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pemahaman Ilmu Mukjizat Salat. Hasil penelitian menujukkan bahwa Ilmu Mukjizat Salat adalah kelompok yang mendalami tentang kekuatan salat yang dianggap telah lama terputus, sehingga pada tahun 1994 Muhammad Nasir (penerima pertama) memperoleh kekuataan gaib yang secara tiba-tiba melalui mukjizat atau hidayah, sehingga dapat berkomunikasi dengan sesuatu yang gaib. Dalam Ilmu Mukjizat Salat terdapat beberapa amalan yang harus dilaksanakan oleh setiap anggotanya, di samping terdapat pula beberapa pemahaman keagamaan yang diajarkan kepada setiap anggota atau calon anggota. Penelitian ini merekomendasikan perlunya melakukan pembinaan dan peningkatan pemahaman keagamaan masyarakat agar tidak mudah memasuki sebuah aliran atau kelompok keagamaan yang berbeda dengan pemahaman dan praktik keagamaan yang mainstream.
THE FATWA OF SMOKING IN THE KERINCI MANUSCRIPTS
Oga Satria
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v33i2.432
Tulisan ini membahas tentang fatwa merokok atau menghisap tembakau yang terdapat di dalam salah satu manuskrip Kerinci yang ditulis sekitar akhir abad ke-19 M. Penelitian semacam ini penting untuk dilakukan karena minimnya penelitian yang mengeksplor manuskrip-manuskrip keagamaan yang terdapat di wilayah Kerinci. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian kualitatif yang terfokus pada domain teks dan konteks. Penelitian ini juga menggunakan pendekatan kodikologi untuk mengetahui berbagai aspek dari manuskrip tersebut, seperti bahan, umur, tempat penulisan, dan perkiraan penulisan naskah. Selain itu, juga digunakan pendekatan sejarah untuk melihat konteks Kerinci pada saat itu. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menelaah literatur yang tersedia dan juga melakukan proses wawancara untuk mengetahui latar belakang pengarang, usia manuskrip serta asal usul manuskrip tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manuskrip yang memuat fatwa merokok atau menghisap tembakau tersebut sudah ditulis sekitar akhir abad ke-19 M. Hal ini sesuai dengan indikasi dari penanggalan yang terdapat di dalamnya. Manuskrip tersebut menyimpulkan keharaman merokok berdasarkan berbagai macam dalil yang terdapat di dalam al-Qur’an, Hadis, dan pendapat para ulama. Sedangkan motivasi pengharaman merokok yang terdapat di dalam manuskrip tersebut lebih cenderung dipengaruhi oleh faktor agama mengingat adanya doktrin agama yang kuat dan mengakar di kalangan masyarakat Kerinci pada masa itu dibandingkan dengan motivasi politik, ekonomi, dan lain sebagainya.
IMPLEMENTATION OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN INTEGRATED ISLAMIC JUNIOR HIGH SCHOOL AMONG NU
Zakiyah Zakiyah
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v34i1.435
Artikel ini membahas tema pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) Syakur Al Marzuki yang berada di desa Nglingi Bareng Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Topik ini penting dikaji karena PAI merupakan mata pelajaran wajib yang harus diberikan kepada peserta didik dan pada saat yang sama dalam beberapa tahun terakhir perkembangan sekolah-sekolah dengan label Islam Terpadu (IT) semakin berkembang dan bermunculan, tidak saja sekolah yang masuk ke dalam jaringan Sekolah Islam Terpadu (SIT), namun juga sekolah yang berafiliasi dengan organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) membuka sekolah dengan model ini, salah satunya adalah SMP IT Syakur Al Marzuki yang berafilisasi dengan NU. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2018. Adapun data dikumpulkan dengan beberapa metode meliputi wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa SMP IT Syakur Al Marzuki melaksanakan PAI pada proses pembelajaran di dalam kelas dan melalui pembiasaan ibadah, serta perilaku. Meskipun berlabel IT, sekolah ini menyasar anak-anak dari keluarga menengah ke bawah di wilayah sekitar sekolah ini untuk dapat melanjutkan belajar dengan biaya murah dan gratis, serta mendapatkan pendidikan agama Islam secara komprehensif. Sekolah ini juga mempunyai program unggulan “tahfiz” dan menyediakan pesantren untuk siswa-siswinya.
PROBLEMATICS AND AFFILMATION OF KAHARINGAN RELIGION IDENTITY DURING INTEGRATION INTO HINDU DHARMA
Tiwi - Etika
Penamas Vol 33 No 2 (2020): Volume 33, Nomor 2, Juli-Desember 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v33i2.443
Artikel ini merupakan hasil penelitian terhadap problematika identitas agama Kaharingan pasca berintegrasi dengan Hindu Dharma. Pada masa pemerintahan orde baru (presiden Suharto) agama Kaharingan tidak termasuk dalam salah satu agama yang dilayani oleh negara. Persoalan pengakuan negara dan kemudahan memperoleh layanan sipil bagi para penganut Kaharingan menjadi alasan kuat dari para tokoh agama Kaharingan untuk mengintegrasikan Kaharingan sebagai bagian dari agama Hindu. Penelitian mengangkat permasalahan:(1) bagaimana proses integrasi agama Kaharingan ke dalam Hindu Dharma? (2) bagaimana implikasi integrasi tersebut? dan, (3) bagaimana keberadaan identitas agama Kaharingan sebagai agama asli suku Dayak pasca integrasi dengan Hindu Dharma pada masa mendatang?. Penelitian ini bertujuan memotret keberadaan agama Kaharingan selama berintegrasi ke dalam Hindu Dharma. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara terhadap tokoh agama dan pengurus lembaga keagamaan, yakni MajelisBesar Agama Hindu Kaharingan (MB-AHK), serta analisis terhadap dokumen-dokumen terkait objek penelitian. Teori yang dipakai pada penelitian ini, yaitu teori ntegrasi, teori identitas dan teori lokalitas. Proses integrasi tersebut berimplikasi pada berbagai lini kehidupan, diantaranya pendidikan, sosial keagamaan, ekonomi, politik hingga kebudayaan-identitas. Tantangan masa depan Kaharingan adalah: gejolak internal, dilema distorsi dari pihakketiga dan stigmanisasi sebagai salah satu dari sekte Hindu Dharma.
BAITUL MAL WA TAMWIL AS A SOCIAL ECONOMIC MOVEMENT OF RURAL MUSLIM RELIGION
Firman Nugraha;
Mohammad Anton Athoillah;
Yadi Janwari
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v34i1.475
Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan bagaimana gerakan ekonomi keagamaan yang merupakan khas Muslim perkotaan (modernis) dapat terbentuk dan tumbuh di perdesaan yang pada umumnya tradisionalis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data dan informasi sesuai dengan tujuan penelitian diperoleh melalui pengamatan pada lingkungan penelitian. Pengamatan diperkuat dengan wawancara kepada beberapa narasumber dan partisipan dalam penelitian yang dikombinasikan dengan membaca data-data dokumentatif. Semua informasi yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Analisis teoritik terhadap temuan data di lapangan menggunakan teori Max Weber yang menyatakan adanya relasi antara pemahaman keagamaan dengan perilaku ekonomi pemeluknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan sosial ekonomi keagamaan di perdesaan terbentuk ketika simbol agama bertemu dengan faktor kesempatan, antara lain: pertama, dukungan struktural yaitu menguatnya semangat formalisasi doktrin Islam dan dukungan politis. Kedua, adanya ketegangan struktural akibat terbentuknya kemiskinan baru sebagai dampak perubahan ekologi. Ketiga, formalisasi substansi agama menjadi simbol sekaligus framing gerakan. Keempat, watak kegotongroyongan di perdesaan dan perilaku kolektif alamiah dalam majelis taklim telah menjadi modal dasar untuk menjadi kelompok terorganisir dalam gerakan ekonomi. Kelima, adanya aktor gerakan yang hadir dari fragmentasi kewibawaan desa baru akibat modernisasi perdesaan. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini, agama pada Muslim perdesaan bukan menjadi faktor utama yang mendorong terwujudnya gerakan sosial ekonomi, melainkan ketika dorongan perilaku ekonomi keagamaan bertemu dengan faktor-faktor tersebut.
DERADICALIZATION OF CHILDREN TERRORISM IN BRSAMPK HANDAYANI, JAKARTA
Khamami Zada;
Suardi Suardi;
Latifatul Khasanah;
Aderina Aderina;
Fathudin Fathudin
Penamas Vol 34 No 1 (2021): Volume 34, Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31330/penamas.v34i1.491
Aksi terorisme di Indonesia sudah tidak lagi hanya melibatkan orang-orang dewasa, tetapi telah bertransformasi dengan melibatkan anak-anak sebagai pelaku aksi terorisme secara langsung. Mereka telah menjadi korban dari orang tuanya yang telah melakukan indoktrinisasi paham keagamaan radikal sehingga mereka terlibat dalam aksi terorisme. Penanganan aksi terorisme yang melibatkan anak pun telah dilakukan oleh pemerintah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penanganan anak yang terlibat aksi terorisme di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) yang dikelola Kementerian Sosial dan Sekolah Luar Biasa emotion (SLBe) Handayani yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Permasalahan penelitian yang ingin dijawab adalah deradikalisasi yang dilakukan BRSAMPK Handayani dan SLBe Handayani terhadap anak yang terlibat dalam aksi terorisme. Studi ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap anak yang terlibat terorisme di BRSAMPK Handayani dan SLBe Handayani di Bambu Apus, Jakarta Timur dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam. Studi ini menemukan bahwa BRSAMPK Handayani menangani anak yang terlibat aksi terorisme dengan melakukan rehabilitasi dan deradikalisasi, sedangkan SLBe Handayani memberikan akses pendidikan dan deradikalisasi yang disisipkan di dalam mata pelajaran. Penanganan terhadap anak yang terlibat dalam aksi terorisme ini dilakukan dengan pendekatan integratif yang dilakukan secara bersama-sama antara BRSAMPK Handayani dan SLBe Handayani dalam satu atap layanan pendidikan khusus dan program rehabilitasi dan deradikalisasi. Muatan materi utama dalam melakukan deradikalisasi adalah rehabilitasi psikologis, wawasan keagamaan moderat, wawasan kebangsaan, dan ketrampilan sosial yang diberikan secara kolaboratif oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kementerian Agama, Kementerian Sosial, dan perguruan tinggi.