cover
Contact Name
Desy Ayu Irma Permatasari
Contact Email
desyayu_permatasari@udb.ac.id
Phone
+6282226572949
Journal Mail Official
dutapharma@udb.ac.id
Editorial Address
Prodi S1-Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Jl. KH Samanhudi, No.93 Sondakan, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Kode Pos 57145. Telp : (0271) 712826
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Duta Pharma Journal
ISSN : 28307054     EISSN : 2829811X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Duta Pharma Journal berisikan hasil penelitian di bidang Farmasi sebagai upaya untuk memberikan informasi mengenai perkembangan ilmu farnasi yang didasarkan pada bukti. Penelitian dalam jurnal ini mencakup berbagai aspek ilmu farmasi, yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat, sejawat tenaga kesehatan dan membantu memecahkan masalah serta memberikan inovasi terbaru di dunia farmasi dalam mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Duta Pharma Journal merupakan kumpulan jurnal publikasi dari berbagai aspek ilmu Farmasi,seperti Ekstrak dan Standarisasi Herbal, Teknologi dan Formulasi Sediaan Farmasi, Analisis Farmasi, Kimia Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, Penentuan aktivitas Farmakologis dari Natural Product serta Farmasi Klinis dan Komunitas.
Articles 82 Documents
DAYA PENYEMBUHAN LUKA SAYAT EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN UBI JALAR (Ipomoea batatas L) TERHADAP KELINCI Hastuti, Siwi; Parmadi, Anom; Pratama, Bangkit Ary
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4915

Abstract

Daun ubi jalar (Ipomoea batatas L.) selain sebagai bahan makanan banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai penyembuhan berbagai macam penyakit seperti radang kulit bernanah, bisul, berak darah, tersiram air panas, gatal-gatal, diare,dan pembalut luka baru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya penyembuhan luka sayat ekstrak etil asetat daun ubi jalar terhadap kelinci. Metode penelitian ini diawali dengan pembuatan ekstrak etil asetat secara maserasi. Uji farmakologi dilakukan terhadap hewan uji kelinci yang dikenai luka sayat pada punggungnya dan diberi perlakuan kontrol positif (betadine), kontrol negatif (minyak kelapa), dan ekstrak etil asetat daun ubi jalar dengan konsentrasi 40%, 20% dan 10%. Hasil pengukuran panjang luka sayat selama tujuh digunakan untuk menganalisis nilai AUC dan persentase daya penyembuhan luka sayat. Selanjutnya dianalisis statistik dengan uji one way anova. Hasil uji farmakologi ekstrak etil asetat daun ubi jalar konsentrasi 40%, 20% dan 10% berturut-turut memiliki daya penyembuhan luka (13,74 ± 0,02)%, (11,97 ± 0,04)% dan (5,95 ± 0,16)% sedangkan kontrol positif memiliki daya penyembuhan luka sayat sebesar 15,2± 0,04)%. Ekstrak etil asetat daun ubi jalar memiliki potensi sebagai obat bahan alam untuk penyembuhan luka sayat.
PENGUKURAN INDEKS UTILITAS MENGGUNAKAN INSTRUMEN EORTC QLQ-CX24 DAN EQ-5D-5L PASIEN KANKER SERVIKS YANG MENJALANI KEMOTERAPI Sinaga, Clara Ritawany; Annafiatuzakiah; Elvinda, Esty; Allunan, Febyola Sascia
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4916

Abstract

Kanker serviks adalah suatu kondisi yang merupakan pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh menjadi sel kanker, sehingga kanker serviks termasuk penyakit kronis dan untuk mempertahankan kualitas hidupnya penderita menjalani pengobatan kemoterapi. Pengukuran indeks utilitas perlu dilakukan, terutama apabila pasien mengalami komplikasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui indeks utilitas, dan hubungan komplikasi terhadap indeks utilitas pada pasien kanker serviks dengan kemoterapi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Subyek penelitian adalah pasien kanker serviks yang menjalani kemoterapi rawat jalan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda periode Maret – Mei 2023. Metode pengambilan data dilakukan dengan pengambilan data di rekam medik, dan wawancara langsung dengan menggunakan instrumen EORTC QLQ- CX24 dan EQ-5D-5L. Analisis yang digunakan adalah Chi-square. Hasil penelitian diperoleh nilai indeks utilitas pasien yang diukur dengan EORTC QLQ-CX24 pada skala fungsional sebesar 63,33±19,959 dan skala gejala 24,537±10,892. Sedangkan hasil penelitian yang diukur dengan EQ-5D-5L diperoleh nilai indeks utilitas pasien sebesar 0,696±0,198. Hasil uji statistik menujukkan nilai signifikansi >0,05 pada indeks kualitas hidup yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara komplikasi terhadap indeks utilitas baik pada instrumen EORTC QLQ- CX24 maupun EQ-5D-5L.
STRATEGI PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN TERHADAP KUALITAS PELAYANAN KEFARMASIAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X DI SURAKARTA Pratama, Kharisma Jayak; Indahsari, Rosi Nur; Oktaviani, Rita
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4938

Abstract

Instalasi Farmasi Rumah Sakit mempunyai pengaruh besar terhadap rumah sakit dan berbagai organisasi pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien merupakan indikator penting bagi kualitas pelayanan, semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan maka akan semakin naik juga citra jasa pelayanan dimata konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui startegi peningkatan kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan di IFRS X di Surakarta. Metode penelitian studi deskriptif, melibatkan 200 responden pasien rawat jalan dan pasien rawat inap dipilih dengan teknik accidental sampling. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner, selanjutnya dianalisis secara deskriptif menggunakan metode servqual untuk mengevaluasi kinerja dan harapan pasien. Metode (IPA) digunakan untuk menetapkan prioritas masalah. Hasil nilai IPA pada pasien rawat inap menunjukkan kuadran I menjadi prioritas utama perbaikan meliputi; Petugas farmasi belum sepenuhnya bersikap simpatik, petugas farmasi rawat inap belum merata dalam memberikan informasi tentang efek samping dari obat yang digunakan dan informasi tentang yang harus dihindari selama pengobatan serta pasien menunggu lama petugas farmasi rawat inap dalam melakukan pelayanan, hasil analisis IPA pasien rawat jalan menunjukkan kuadran I menjadi prioritas perbaikan meliputi; prosedur pelayanan jelas dan tidak berbelit-belit, petugas farmasi dapat menangani masalah dan memberikan solusi dengan cepat, dan semua obat yang terdapat dalam resep selalu tersedia di Instalasi Farmasi Rumah Sakit. 
GAMBARAN PENGELOLAAN OBAT DI PUSKESMAS X TAHUN 2022 Elvinda, Esty; Sinaga, Clara Ritawany; Annafiatuzakiah; Dewanti, Christy Alma
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4945

Abstract

Pengelolaan obat dilakukan dengan optimal untuk menjamin tercapainya tepat jenis, jumlah, penyimpanan, waktu pendistribusian, penggunaan dan mutu tiap unit pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat di Puskesmas X pada tahun 2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif evaluatif dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan secara prospektif yaitu pengambilan data melalui wawancara mendalam kepada Kepala Puskesmas dan Apoteker Puskesmas dan retrospektif yaitu pengambilan data dengan pengamatan langsung dan dokumen. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung nilai dari 21 indikator yang kemudian dibandingkan dengan standar yang ada. Sebanyak 7 indikator ditemukan memenuhi standar. Hasil penelitian menunjukan kesesuaian item dengan FORNAS 84,32%, ketepatan perencanaan 57,95%, kesesuaian item permintaan 57,63%, kesesuaian jumlah permintaan 197,05%, kesesuaian item penerimaan 51,27%, kesesuaian jumlah penerimaan 56,58%, penyimpanan narkotika 85,71%, penyimpanan LASA 83,33%, ketepatan distribusi Pustu Juhan Asa 85,71%, ketepatan distribusi Pustu Geleo 87,5%, item stok kosong 45,19%, item obat <1 bulan - <12 bulan 5,50%, item obat aman 21,19%, item stok berlebih 20,34%, obat tidak diresepkan 6,78%, nilai obat ED 9%, nilai obat rusak 0%. Secara keseluruhan, sebagian besar indikator belum memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga perlu dilakukan perbaikan berkelanjutan dalam sistem pengelolaan obat.
OPTIMASI SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL 96% DAUN KELOR (Moringa oleifera L.) SEBAGAI SUPLEMEN KESEHATAN Dewi, Belinda Arbitya; Cahyati, Happy Nur; Setianto, Rony
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4951

Abstract

Khasiat obat tanaman kelor (Moringa oleifera L.) telah terbukti dibuktikan secara ilmiah dan banyak digunakan oleh masyarakat. Kelor (Moringa oleifera L.) yang dijadikan untuk obat pada bagian daun karena mengandung zat sebagai antioksidan, tanin, terpenoid, alkaloid, saponin, dan flavonoid yang mudah larut dalam air. Mengetahui apakah sediaan serbuk effervescent dapat dihasilkan dari formulasi ekstrak dari daun kelor (Moringa oleifera L.) serta mengetahui karakterisitik pengujian sifat fisiknya. Pelarut etanol 96% digunakan dalam proses maserasi. Formulasi yang digunakan dalam penelitian menunjukkan perbedaan antara komposisi asam dan basa. Komposisi basa menggunakan natrium bikarbonat, sedangkan komposisi asam yaitu asam tartat dengan asam sitrat. Kandungan asam tartat, asam sitrat dan natrium bikarbonat yang digunakan sebanyak F1 (10, 5, 25), F2 (20, 10, 30), dan F3 (30, 15, 35). Evaluasi sediaan effervescent yaitu meliputi pengujian organoleptis (warna, bentuk, rasa, aroma), pengujian pH, pengujian sudut diam, pengujian kadar air (kandungan air pada sediaan), pengujian waktu dispersi (waktu larut) dan pengujian waktu alir yang dilakukan replikasi tiga kali setiap pengujian. Pada pengujian organoleptis, F3 memiliki rasa yang lebih asam, hal ini dikarenakan pada F3 memiliki kandungan asam sitrat dan asam tartat lebih banyak. Uji Kadar air pada sediaan serbuk effervescent memenuhi persyaratan, yakni <5%. Kandungan asam tartat akan mempengaruhi terhadap waktu alir sediaan, pada F3 waktu alir lebih cepat. Seratus gram granul, waktu alir kurang dari sepuluh detik sesuai standar. Hasil pH F3 lebih besar dikarenakan menggunakan konsentrasi asam yang paling besar. Pengujian sudut diam ketiga formulasi memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih besar dari 40o. Kandungan asam sitrat pada F3 paling besar sehingga pada pengujian sudut diam memiliki hasil lebih besar lebih besar dikarenakan. Pengujian waktu dispersi F1 memiliki waktu larut lebih cepat dibandingkan yang lainya dikeranakan kandungan laktosa F1 paling banyak, sehingga kelarutannya lebih cepat. Ekstrak daun kelor (Moringga oleifera L.) dapat digunakan pada pembuatan serbuk effervescent. Sebagai hasil dari evaluasi F1, formula ekstrak dari daun kelor (Moringga oleifera L.) memiliki karakteristik serbuk effervescent yang paling baik.
FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK DAUN GATAL (Laportea documana) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 emin, terina wenda; Bangkit Riska; Desy Ayu Irma
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i2.2624

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang Infeksi kulit merupakan masalah yang paling banyak dijumpai pada kehidupan sehari hari. Kasus Infeksi kulit adalah penyakit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri yang masuk kedalam jaringan tubuh dan berkembang biak di dalam jaringan. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit tersebut adalah Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan salep ekstrak daun gatal (Laportea documana), menguji mutu sesuai dengan persyaratan dan menguji aktivitas antibakteri sediaan salep ekstrak daun gatal (Laportea documana) terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 mengamati terbentuknya zona hambat konsentrasi FI 40%, FII 50%, dan FIII 60%. Metode penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan metode difusi cakram dengan 5 replikasi yaitu ciprofloxacin (kontrol positif) dan DMSO 1% (kontrol negatif) konsentrasi salep ektrak daun gatal (Laportea documana) F1 40%, FII 50% dan FIII 60%. Hasil  salep ekstrak daun gatal (Laportea decumna) dengan konsentrasi FI 40%, FII 50% dan 60% memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923 hasil daya hambat yang paling baik konsentrasi FIII 60% dengan rata-rata 11,23 mm dan evaluasi sediaan salep ketiga konsentrasi memenuhi persyaratan uji organeleptis, uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas, Kesimpulan ekstrak daun gatal dan salep ekstrak daun gatal dapat menghambat bakteri staphylococcus aures ATCC 25923, dan uji mutu fisik sediaan salep meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji viskisitas, memenuhi persyaratan. Kata kunci : Daun Gatal (laportea decumana), staphylococcus aureus ATCC 25923, Ciproflokxasin, difusi kertas cakram, DMSO 1% Abstract Background Skin infection is the most common problem encountered in everyday life. CaseSkin infection is a disease, one of which is caused by bacteriaenter the body's tissues and multiply in the tissues. One of the bacteria that can cause skin infections is Staphylococcus aureus ATCC 25923. This study aims to formulate an itchy leaf extract ointment (Laportea documana), test the quality according to the requirements and test the antibacterial activity of the itchy leaf extract ointment (Laportea documana) against bacteria. Staphylococcus aureus ATCC 25923 observed the formation of inhibition zones with FI concentrations of 40%, FII 50% and FIII 60%. Method This study was conducted experimentally using the disc diffusion method with 5 replications, namely ciprofloxacin (positive control) and 1% DMSO (negative control). The concentration of itching leaf extract ointment (Laportea documana) F1 40%, FII 50% and FIII 60%. Result sItchy leaf extract ointment (Laportea decumna) with FI concentrations of 40%, FII 50% and 60% has antibacterial activity against Staphylococcus aureus ATCC 25923 the best inhibition results are FIII concentrations of 60% with an average of 11.23 mm and preparation evaluation the three concentrations of the ointment met the requirements of the organelleptic test, pH test, spreadability, adhesion and viscosity, Conclusion Itchy leaf extract and itchy leaf extract ointment can inhibit staphylococcus aures ATCC 25923, and the physical quality tests of the ointment preparations include organoleptic tests, pH tests, spreadability tests, adhesion tests and viscosity tests, fulfilling the requirements. Keywords : Itchy Leaf (laportea decumana), staphylococcus aureus ATCC 25923, Ciprofloxacin, paper disc diffusion, DMSO 1%
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI RAWAT JALAN PUSKESMAS JATIYOSO HEVY DWI PRATIWI; Hartono
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i2.2944

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan gangguan dan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan memerlukan penanggulangan dengan cepat. Berdasarkan data Riskesdas (2018) prevalensi hipertensi yang didiagnosis dokter di Jawa Tengah meningkat 5,50% pada tahun 2015 menjadi 8,2% pada tahun 2018, Ada 4 kabupaten/kota dengan angka prevalensi sangat tinggi > 10% yakni salah satunya kabupaten Karanganyar sebesar 13,81%. Penyakit hipertensi menduduki posisi pertama dari 10 penyakit besar di Puskesmas Jatiyoso.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pasien terhadap kepatuhan minum obat di Puskesmas Jatiyoso. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan cross sectional dan dilaksanakan di Puskesmas Jatiyoso pada bulan maret sampai april 2023. Populasinya ialah pasien rawat jalan di Puskesmas Jatiyoso sebanyak 120 orang. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling melalui kriteria inklusi pasien berusia 18-75 tahun, dengan atau tanpa penyakit penyerta, dapat berkomunikasi secara baik, serta mau menjadi responden. Pengambilan data dilaksanakan melalui kuesioner yang sudah diuji validitas maupun reliabilitas. Hasil dianalisa dengan Uji Chi Square dengan batas kemaknaan α=95% (0,05).Hasil penelitian menunjukkan tingkat penegetahuan pasien rawat jalan di Puskesamas Jatiyoso adalah 65,0% berpenegetahuan baik dan 26,7% berpengetahuan Cukup dan 8,3% berpengetahuan kurang. Tingkat kepatuhan pasien adalah 57,5% pada kategori tinggi, 28,3% kategori sedang, dan 14,2% pada kategori rendah. Menurut Uji Chi Square dihasilkan nilai A.Symp.sig.(2side) adalah 0.008 > α (0,05). Jadi, H0 ditolak dan Ha diterima, ada korelasi antara tingkat penegetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Rawat Jalan Puskesmas Jatiyoso. Kata kunci:Hiperetnsi, pengetahuan, kepatuhan ABSTRACT Hypertension is a public health problem and problem that continues to increase and requires rapid response. Based on Riskesdas data (2018) the prevalence of hypertension cases in Central Java Province increased by 5.50% in 2015 to 8.2% in 2018 diagnosed by a doctor. There are 4 districts or cities with a very high prevalence above 10%, one of which is Karanganyar district of 13 .81%. Hypertension is in the first place of the top 10 diseases in the Jatiyoso Health Center. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of patient knowledge and medication adherence at the Jatiyoso Health Center. This research is a descriptive study using cross sectional and conducted at the Jatiyoso Health Center from March to April 2023. The population in this study were 120 outpatients at the Jatiyoso Health Center. The sampling technique was purposive sampling with the inclusion criteria of patients aged 18-75 years who have good communication skills and are willing to participate, with or without comorbidities. Data were collected using questionnaires that were tested for validity and reliability. The results were analyzed using the Chi Square test with a significance limit of α = 95% (0.05).The results showed that the knowledge level of outpatients at the Jatiyoso Public Health Center was 65.0% with good knowledge, 26.7% with sufficient knowledge and 8.3% with poor knowledge. The patient compliance rate was 57.5% in the high category, 28.3% in the medium category, and 14.2% in the low category. Based on the Chi Square Test, the result is that the value of A.Symp.sig.(2side) is 0.008 > α (0.05). This means that H0 is rejected and Ha is accepted, there is a relationship between the level of knowledge and adherence to taking medication for hypertension patients at Outpatient Health Center Jatiyoso.Keywords: Hypertension, knowledge, compliance
daun pegagan (Centella Asiatica UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK ETANOL 96% DAUN PEGAGAN (Centella Asiatica (L.) Urb) PADATIKUS PUTIH JANTAN GALLUR WISTAR (Rattus Norvegicus) NOVISYIAHGIANT, DINA AMALIA; Anita Dwi Septiarini; Tatiana Siska Wardani
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i2.3129

Abstract

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan bahan alami yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Pegagan mengandung senyawa flavonoid yang memiliki efek diuretik dengan mempercepat produksi urin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas diuretik ekstrak pegagan dengan etanol 96% pada tikus jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dan diekstraksi dengan metode maserasi dalam pelarut etanol 96%. Tikus jantan sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok perlakuan (ekstrak etanol dosis 200, 300 dan 400 mg/KgBB) dan kelompok kontrol positif (spironolakton 1,8mg/kgBB). Uji efek diuretik dilakukan dengan mengukur pengeluaran urin setiap 2 jam selama 6 jam, kemudian data dianalis uji One-way Anova dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD. Hasil penelitian pada ekstrak etanol 96% daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) dengan variasi dosis 200 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, 400 mg/kg BB manunjukkan bahwa mempunyai efek diuretik yang optimal pada kelompok V dengan dosis 400 mg/Kg BB dengan P< 0,05 atau ada perbedaan yang signifikan.
Analisis Manajemen Pengelolaan Obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit X Maulidi Arkan, Ulfa; Marian Tonis; Abdul Zaky
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i2.3299

Abstract

Pengelolaan obat merupakan satu bagian dari manajemen rumah sakit yang terpenting dalam penyediaan pelayanan kesehatan secara keseluruhan, karena ketidakefisienan serta ketidaklancaran pengelolaan akan memberi dampak negatif terhadap rumah sakit baik dari segi medik, sosial maupun segi ekonomi. Berdasarkan hasil telaah dokumen terdapat obat kadaluwarsa di Instalasi Farmasi pada tahun 2021 dimana pada Gudang Farmasi terdapat 4.454 obat kadaluwarsa, Depo Farmasi IGD dan Rawat Inap Terdapat 1.173 Obat Kadaluwarsa dan Depo Farmasi Rawat Jalan sebanyak 2.180 obat kadaluwarsa. Obat kadaluwarsa pada tahunn 2022 dimana pada Gudang Farmasi terdapat 37. 959 obat kadaluwarsa, , Depo Farmasi IGD dan Rawat Inap Terdapat 6.582 Obat Kadaluwarsa dan Depo Farmasi Rawat Jalan sebanyak 31.852 obat kadaluwarsa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Manajemen Pengelolaan Obat di Gudang Farmasi Rumah Sakit X. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan observasi deskriptif, dengan jumlah informan 4 orang. Penelitian ini dilaksanakan dengna metode wawancara mendalam , observasi dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan bahwa perencanaan obat menggunakan metode konsumsi yang dilakukan setiap dua bulan, penentuan jenis obat didalam pengadaan disesuaikan dengan Formularium Nasional dan terkendala piutang distributor, proses penerimaan yang terkadang barang yang datang tidak sesuai dengan faktur, dan penyimpanan yang belum sesuai standar, tidak adanya ruangan khusus untuk obat kadaluarsa. Disarankan proses perencanaan menggunakan metode kombinasi konsumsi dan epidemiologi agar tidak terjadinya obat kosong dan over stok, perlunya tempat khusus penyimpanan obat kadaluarsa, dan memperluas gudang penyimpanan agar penumpukan kardus tidak ada lagi.
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L.) DENGAN VARIASI KOMBINASI TWEEN 80 DAN SPAN 80 SEBAGAI EMULGATOR Endriyatno, Nurcholis; Nurul Zakiya
Duta Pharma Journal Vol. 3 No. 2 (2023): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v3i2.3447

Abstract

Bakteri Staphylococcus aureus dapat menyebabkan penyakit kulit seperti impetigo, dermatitis, bisul, jerawat, dan selulitis. Ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) memiliki efektivitas menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus karena mengandung senyawa flavonoid, tanin, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik dari kombinasi bahan emulgator tween 80 dan span 80 pada krim ekstrak daun rambutan. Ekstraksi daun rambutan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sediaan krim dibuat 3 formula dengan variasi kombinasi tween 80 dan span 80 yaitu FI (7:3), FII (6:4), dan FIII (5:5). Sediaan krim dievaluasi berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas, uji stabilitas, dan uji hedonik. Data yang diperoleh kemudian dianalisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil evaluasi dan analisis menunjukkan bahwa perbedaan konsentasi kombinasi tween 80 dan span 80 pada sediaan krim ekstrak daun rambutan berpengaruh terhadap viskositas, pH, daya lekat, dan daya sebar. Selain itu diperoleh informasi bahwa FII dengan konsentrasi kombinasi tween 80 dan span 80 (6:4) merupakan formula yang paling baik.