cover
Contact Name
Desy Ayu Irma Permatasari
Contact Email
desyayu_permatasari@udb.ac.id
Phone
+6282226572949
Journal Mail Official
dutapharma@udb.ac.id
Editorial Address
Prodi S1-Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan Jl. KH Samanhudi, No.93 Sondakan, Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah. Kode Pos 57145. Telp : (0271) 712826
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Duta Pharma Journal
ISSN : 28307054     EISSN : 2829811X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Duta Pharma Journal berisikan hasil penelitian di bidang Farmasi sebagai upaya untuk memberikan informasi mengenai perkembangan ilmu farnasi yang didasarkan pada bukti. Penelitian dalam jurnal ini mencakup berbagai aspek ilmu farmasi, yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan bagi masyarakat, sejawat tenaga kesehatan dan membantu memecahkan masalah serta memberikan inovasi terbaru di dunia farmasi dalam mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Duta Pharma Journal merupakan kumpulan jurnal publikasi dari berbagai aspek ilmu Farmasi,seperti Ekstrak dan Standarisasi Herbal, Teknologi dan Formulasi Sediaan Farmasi, Analisis Farmasi, Kimia Farmasi, Mikrobiologi Farmasi, Penentuan aktivitas Farmakologis dari Natural Product serta Farmasi Klinis dan Komunitas.
Articles 82 Documents
STUDI FORMULASI DAN EVALUASI FISIK EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium Graveolens L.) DALAM SEDIAAN KRIM Widyaningsih, Linda; Andari, Susilowati; Aditiya Meilani, Vio
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bf6pfj10

Abstract

Rambut merupakan benang-benang tanduk yang tertanam secara miring di dalam folikel rambut. Rambut terdiri atas akar dan tangkai rambut, sedangkan akar rambut dialiri darah melalui syaraf sehingga akar rambut sensitif terhadap lingkungan, cuaca, atau zat-zat kimia yang digunakan untuk tata rias rambut (Zulpakor Oktoba, 2018). Daun seledri merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk perawatan rambut karena mengandung natrium, vitamin A dan B, kalsium dan zat besi yang mempunyai kemampuan untuk menyuburkan rambut. Zat kimia di dalam daun seledri yaitu Apigenin yang berperan dalam stimulasi penumbuh rambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) dapat dibuat sediaan krim serta melakukan evaluasi fisik.. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) dengan variasi konsentrasi 6 gr, 9 gr dan 12 gr dalam 30 gr sediaan krim, selanjutnya dilakukan evaluasi fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun seledri (Apium graveolens L.) dapat dibuat sediaan krim dan hasil evaluasi fisik sediaan krim yang dilakukan pada meliputi uji organoleptis bau has seledri, uji pH semua memenuhi parameter yaitu pH 5, uji homogenitas semua sediaan krim ekstrak etanol daun seledri homogen, uji daya sebar semua memenuhi persyaratan yaitu 6 cm, 5,5 cm, dan 5 cm sedangkan untuk uji daya lekat semua hasilnya semua lebih dari atau sama dengan 1 detik. Jadi dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun seledri dapat dibuat sediaan krim dan memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan krim yang baik.
UJI AKTIVITAS SEDIAAN KRIM PENUMBUH RAMBUT DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SELEDRI (Apium Graveolens L.) PADA KELINCI JANTAN WIDYANINGSIH, LINDA; RATNA YUNIAR, CINTHYA; ARIFIANTO, NASRUHAN
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/1nppcv94

Abstract

Sediaan penumbuh rambut digunakan untuk menstimulus pertumbuhan rambut yang digunakan dengan cara dioleskan pada kulit kepala. Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai penumbuh rambut adalah seledri. Seledri mengandung natrium, vitamin A dan B, kalsium dan zat besi yang mempunyai kemampuan untuk menyuburkan rambut. Zat kimia di dalam seledri yaitu Apigenin yang berperan dalam stimulasi penumbuh rambut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah daun seledri mempunyai aktivitas sebagai penumbuh rambut. Metode yang digunakan untuk penelitian ini meliputi : penyiapan bahan, ekstraksi bahan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, formulasi sediaan krim dengan tiga varian konsentrasi yaitu 6 gr, 9 gr dan 12 gr dalam sediaan 30 gr, selanjutnya pengujian aktivitas pertumbuhan rambut menggunakan 3 hewan uji kelinci dengan mengukur panjang pertumbuhan rambut pada kelinci pada minggu ke-1, minggu ke-4 dan minggu ke-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim ekstrak etanol daun seledri dapat menumbuhkan rambut. Aktivitas sediaan krim penumbuh rambut yang baik ditunjukkan oleh sediaan krim dengan konsentrasi ekstrak etanol daun seledri 12 gr.
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan Di RSUD Perdagangan Tahun 2024 Oktadiana, Isma; Asrita Pinem, Mia; Sugesti, Emi; Siregar, Ananda
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bzd25959

Abstract

         Hipertensi merupakan suatu kejadian dimana terjadinya peningkatan tekanan darah yang melebihi batas nirmal yaitu tekanan darah sistolik lebih dari 140mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Penggunaan obat antihipertensi yang rasional pada penderita hipertensi adalah salah satu hal penting tercapainya kualitas Kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi rawat jalan Rumah Sakit Umum Perdagangan berdasarkan tepat pasien, tepat indikasi, tepat obat dan tepat dosis. Penelitian ini merupakan penelitian jenis deskriptif, atau data sekunder berupa rekam medis dan resep pasien periode Januari-Maret 2024 yang memenuhu probability sampling. Hasil penelitian mengenai kerasionalan penggunaan obat pada pasien hipertensi 60 orang di RSUD perdagangan dapat disimpulkan bahwa evaluasi kerasionalan penggunaan obat pada pasien hipertensi berdasarkan tepat pasien (100%), tepat indikasi (100%), tepat obat (100%), dan tepat dosis (90%). Hal ini menunjukan bahwa pada penelitian ini untuk rasionalitas penggunan obat pada pasien hipertensi sangat penting dilakukan karena akan berdampak pada efektifitas dan efisiensi biaya penobatan, serta mencegah terjadinya efek yang tidak diharapkan yang dapat merugikan pasien.
Uji Toksisitas Akut Ekstrak Daun Sirih Keraton (Cissus discolor) Yang Berpotensi Sebagai Obat Antihipertensi Rohma, Siti; Kintoko, Kintoko; Utami, Dwi
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/ffx93a96

Abstract

Tanaman yang diketahui memiliki potensi sebagai obat antihipertensi adalah daun sirih Keraton (C. discolor). Daun sirih Keraton telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai kondisi, termasuk hipertensi, berkat kandungan senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan saponin. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tingkat keamanan ekstrak dan juga membantu dalam merancang protokol dosis yang lebih aman untuk uji klinis atau penggunaan dalam produk kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode animal tasing dengan mengukur nilai LD50 menggunakan 30 tikus wistar jantan sebagai subjek penelitian yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan dengan dosis 500 mg/kgBB, 2000 mg/kgBB dan 5000 mg/kgBB. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak daun sirih keraton hingga dosis tertinggi tidak menunjukan gejala toksisitas. Meskipun tidak terdapat tanda-tanda toksisitas pada hewan uji hingga dosis tertinggi hasil penelitian ini dapat dikatakan sebagai toksisitas semu, tetapi hasil ini tetap dapat dijadikan rujuan awal tentang keamanan ekstrak daun sirih keraton ini. Sehingga masih diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan nilai LD50 yang sebenarnya.
IDENTIFIKASI DRPs (DRUG RELATED PROBLEMs) PADA PASIEN RAWAT INAP DIABETES MELLITUS TIPE 2 GERIATRI DI RUMAH SAKIT UMUM AISYIYAH PONOROGO TAHUN 2019 Irhamadi Malik; Annie Rahmatillah; Rosi Hayyu Anjani; Riza Monasyifa
Duta Pharma Journal Vol. 4 No. 2 (2024): DUTA PHARMA JOURNAL
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/bgxw3p44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis DRPs serta menganalisis faktor usia, jenis kelamin, polifarmasi, dan lamanya perawatan length of stay pada pasien geriatri yang menjalani perawatan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara prospektif dari 125 rekam medis periode Maret – Mei 2019 di Rawat Inap RSU Ponorogo. Kriteria inklusi pada penelitian ini pasien geriatri dengan diagnosis diabetes mellitus tipe 2, mendapatkan perawatan lebih dari 2 hari, mendapatkan terapi lebih dari 3 jenis obat selama perawatan di RSU Aisyiyah Ponorogo serta memiliki data rekam medis yang lengkap. Hasil penelitian menunjukkan dari 125 pasien rawat inap geriatri dengan DM tipe 2 terdapat DRPs dengan jumlah total 151 kejadian. Kategori DRPs yang teridentifikasi meliputi, obat tanpa indikasi sebesar 77 kejadian (61,60%), ketidaktepatan obat menurut guideline/ formularium sebesar 47 kejadian (37,60%), terlalu banyak obat yang diresepkan untuk indikasi tertentu sebesar 9 kejadian (5,9%), tidak ada terapi obat untuk indikasi yang dialami pasien sebesar 9 kejadian (5,9%), dosis obat terlalu rendah sebesar 5 kejadian (3,31%), ketidaktepatan kombinasi beberapa obat dan obat herbal sebear 3 kejadian (2,4%), dan ketidaktepatan obat sebesar 1 kejadian (0,66%). Jenis kelamin, umur, serta length of stay tidak berpengaruh terhadap terjadinya DRPs pada pasien diabetes mellitus. Namun, penyakit penyerta (komorbiditas) dan jumlah jenis obat berpengaruh terhadap kejadian DRPs. Hal tersebut dengan nilai p-value berturut-turut sebesar 0,040 dan 0,000 (p<0,05).
KADAR KALSIUM KARBONAT LIMBAH CANGKANG AYAM RAS DALAM PEMANFAATAN MENJADI SEDIAAN GEL TABIR SURYA Hidayat, Rahmat; Ardiyantoro, Bagas; Permata, Bangkit Riska; Khasanah, Uswatun
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4815

Abstract

Potensi pemanfaatan limbah cangkang telur ayam sebagai sumber kalsium karbonat (CaCO3) untuk formulasi sediaan gel tabir surya. Cangkang telur ayam, yang sering dibuang sebagai limbah, mengandung sekitar 90,5% kalsium karbonat, yang memiliki sifat pemblokiran UV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat formulasi gel tabir surya menggunakan tepung cangkang telur dan mengevaluasi sifat fisik serta nilai Sun Protection Factor (SPF) sediaan tersebut. Cangkang telur diproses menjadi tepung, dan kadar kalsium ditentukan menggunakan titrasi kompleksometri dengan EDTA. Tepung yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam basis gel yang mengandung karbopol 940, propilen glikol, gliserin, dan stabilisator lainnya untuk membuat empat formulasi dengan konsentrasi tepung cangkang telur yang berbeda (0%, 10%, 15%, dan 20%). Formulasi gel tabir surya diuji untuk sifat fisiknya, termasuk uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan viskositas. Nilai SPF ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan pada SPF seiring dengan peningkatan konsentrasi tepung cangkang telur. Formulasi dengan 20% tepung cangkang telur menunjukkan nilai SPF tertinggi sebesar 15,1, yang dikategorikan sebagai perlindungan maksimal. Secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa limbah cangkang telur dapat dimanfaatkan secara efektif sebagai bahan aktif dalam formulasi tabir surya, memberikan solusi ramah lingkungan untuk pengelolaan limbah sekaligus aplikasi kosmetik.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK MINUMAN FUNGSIONAL DARI SERBUK JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) DENGAN VARIASI KOMPOSISI GULA STEVIA Bombo, Gavrilia Patricia; Rawar, Ellsya Angeline; Kristariyanto, Yosua Adi; Widhiarso, Ari
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4895

Abstract

Obesitas disebabkan oleh konsumsi makanan tinggi gula dan rendah serat. Obesitas dapat dicegah dengan asupan serat seperti ?-glukan yang berpotensi menurunkan berat badan. Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) mengandung ?-glukan yang dapat diformulasikan menjadi minuman fungsional dengan pemanis rendah kalori dengan stevia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula minuman fungsional yang memiliki karakteristik baik dan disukai konsumen. Tahapan penelitian meliputi determinasi, pembuatan simplisia, uji parameter spesifik dan nonspesifik, pembuatan minuman fungsional, uji karakteristik minuman, dan uji hedonik pada 70 panelis. Semua formula minuman memiliki karakteristik warna putih kekuningan, bentuk cair, dan rasa manis. Berdasarkan hasil uji sediaan fisik minuman, semakin tinggi komposisi stevia, maka pH semakin turun, waktu larut semakin cepat, dan kadar air semakin turun. Berdasarkan hasil uji post hoc dengan Mann-Whitney pada uji hedonik, didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara formula 5 dengan formula 1, 2, dan 3, tetapi formula 5 tidak berbeda bermakna dengan formula 4. Dengan nilai uji hedonik tertinggi (6,2 ± 1,5), dapat disimpulkan bahwa formula 5 yang paling disukai konsumen dengan komposisi 490 mg serbuk jamur tiram putih, 20 mg gula stevia, dan 19,49 g dekstrin. Formula 5 berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk komersial yang memenuhi aspek fungsional, sensorik, dan preferensi konsumen.
ANALISA KADAR Pb PADA AIR SUMUR WARGA DI KECAMATAN TENAYAN RAYA PEKANBARU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Nurisa, Sindya Rahmatul; Ramdhani, Amelia; Suryani, Okta
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4907

Abstract

Air sumur merupakan sumber air utama yang digunakan masyarakat indonesia untuk kebutuhan sehari-hari. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas air sumur dengan mengidentifikasi keberadaan logam berat terutama timbal (Pb). Timbal (Pb) adalah logam berat dengan sifat toksisitas yang tinggi. Paparan timbal dalam jumlah yang tinggi dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan kronis, dimulai dari kulit pucat, penurunan tekanan darah, diare hingga kerusakan hati dan ginjal bahkan menyebabkan karsinogenik. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kadar Pb pada air sumur warga di kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru melalui analisis menggunakan Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Spektrofotometri Serapan Atom dipilih untuk menganalisis kadar timbal (Pb) dalam penelitian ini karena mempunyai sensitivitas serta akurasi yang memadai untuk dilakukannya analisis logam terlarut di dalam sampel air. Penelitian yang telah dilakukan di peroleh kadar Pb pada sampel air sumur sebesar 0,086 mg/L. Kadar air ini berada diatas batas maksimum yang diizinkan untuk air minum (0,01 mg/L) dan air untuk keperluan hygiene sanitasi (0,05 mg/L) berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 dan Peraturan Menteri Kesehatan No 32 Tahun 2017. Sehingga diperlukan upaya lebih lanjut untuk mengontrol dan memperbaiki kualitas air agar memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
STUDI IN SILICO SENYAWA BIOAKTIF DARI TUMBUHAN KACANG GUDE (Cajanus Cajan) SEBAGAI KANDIDAT AGEN ANTIINFLAMASI Katonnia, Eka Putri; Ramadhan, Muhammad Arvito; Suryani, Okta
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4909

Abstract

Inflamasi merupakan respon biologis tubuh terhadap rangsangan berbahaya, namun inflamasi berlebihan dapat menimbulkan kerusakan jaringan dan penyakit degeneratif. Enzim Cyclooxygenase-2 (COX-2) berperan penting dalam proses inflamasi, sehingga menjadi target utama dalam pengembangan obat antiinflamasi yang lebih aman dibandingkan NSAID konvensional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi senyawa bioaktif daun kacang gude (Cajanus cajan) sebagai kandidat agen antiinflamasi melalui penghambatan enzim COX-2. Penelitian dilakukan secara in silico menggunakan perangkat lunak MOE dengan metode molecular docking terhadap sepuluh senyawa bioaktif daun kacang gude terhadap reseptor COX-2 (kode PDB: 1CX2). Evaluasi meliputi nilai energi ikatan, RMSD, serta kesesuaian Lipinski’s Rule of Five dan profil ADMET. Dua senyawa terbaik yang memiliki afinitas kuat terhadap COX-2 adalah ?-selinene dan ?-tocopherol dengan energi ikatan masing-masing 1,2433 kcal/mol dan 1,4352 kcal/mol serta RMSD -6,4444 Å dan -8,1138 Å. Keduanya memenuhi kriteria drug-likeness. Senyawa ?-selinene dan ?-tocopherol berpotensi sebagai kandidat obat antiinflamasi alami melalui penghambatan COX-2. Diperlukan validasi lanjutan melalui uji in vitro dan in vivo untuk memastikan efektivitas serta keamanannya.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Dengan Jarak Tempuh ke Puskesmas Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat Annafiatuzakiah; Sinaga, Clara Ritawany; Elvinda, Esty; Oktaviya, Hana
Duta Pharma Journal Vol. 5 No. 1 (2025): Duta Pharma Journal
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/djp.v5i1.4910

Abstract

Bagi pasien hipertensi kepatuhan dalam menjalani pengobatan dapat mempengaruhi kesembuhan pasien. Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi adalah jarak rumah dengan fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan penggunaan obat pasien hipertensi dengan jarak tempuh ke Puskesmas Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada periode Mei-Juni 2023 dengan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode Non- probability sampling dengan teknik Purposive Sampling, alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Medication Adherence Report Scale (MARS-5) dan di analisis menggunakan metode univariat dan bivariat dengan skala likert dan data di analisis menggunakan SPSS 26.0 dengan menggunakan uji Chi-Square. Sampel yang diteliti sebanyak 80 responden yang terdiri dari pasien hipertensi yang tercatat di Puskesmas Sekolaq Darat. Penelitian menunjukan kategori kepatuhan tinggi sebanyak 35%, kategori kepatuhan sedang sebanyak 65%, dan kategori kepatuhan rendah sebanyak 0%. Hasil uji bivariat didapatkan bahwa nilai antara kepatuhan penggunaan obat hipertensi tidak berhubungan signifikan dengan jarak tempuh ke Puskesmas (p = 0,940) >0,05. Hal ini menunjukkan bahwa faktor jarak bukan merupakan determinan utama kepatuhan terapi pada pasien hipertensi di wilayah tersebut. Dengan demikian, upaya peningkatan kepatuhan pasien sebaiknya difokuskan pada faktor lain seperti edukasi pasien, motivasi internal, dukungan keluarga, serta pemantauan terapi secara berkesinambungan oleh tenaga kesehatan.