Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi
Yurisprudentia; Jurnal Hukum Ekonomi, ISSN Cetak: 2442-6822; ISSN ONLINE: 2580-5134, publishes scientific writings in the form of research results, literature reviews, conceptual articles and actual issues that are relevant and focused in the field of Islamic economics. The editor accepts that the article has not been published in other media with the format of writing as stated in the page script writing guidelines. Yurisprudentia; This Islamic Economics Journal was established in 2015, published by IAIN Padangsidimpuan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum twice a year, in June and December
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 10, No 2 (2024)"
:
10 Documents
clear
JUAL BELI MYSTERY BOX DALAM E-MARKETPLACE DITINJAU DARI PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH
Lubis, Ihsan Helmi
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.13748
The background of this study is related to the practice of buying and selling on e- marketplaces such as Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, and Bukalapak, which offer products in the form of mystery boxes, i.e., products whose substance, shape, and characteristics are unknown. From the perspective of Islamic law, a valid sale is one that fulfills all the required conditions and terms. The objective of this study is to analyze the practice of selling mystery boxes on e-marketplaces from the perspective of Islamic law, by assessing whether the essential conditions and terms of the sale are met. This research uses a library research method with a case study approach, focusing on several sellers offering mystery box products on e-marketplaces. The research type is descriptive-analytical. The findings of this study show that the practice of selling mystery boxes on e-marketplaces has met the conditions of al-’aqidain (the seller and the buyer) and shighat al-aqd (the declaration of intent of both parties). However, with regard to ma’qud alaih (the object of the sale), the practice contains elements of gharar (uncertainty) and maisir (gambling), due to the lack of clarity regarding the substance, shape, and characteristics of the product to be delivered by the seller to the buyer.
MODEL BISNIS BERKELANJUTAN ERA MODERN KAJIAN HUKUM EKONOMI SYARIAH
Anisa, Darania
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.14229
This study discusses the importance of implementing a sustainable business model in accordance with the principles of Islamic economic law in the modern era. The main issues raised are the increasing violations of business ethics due to unfair competition and lack of attention to social and environmental sustainability in business activities. The formulation of the problem in this study includes how a sustainable business model can be implemented in accordance with Islamic principles to overcome these challenges. The purpose of the study is to provide guidance on the implementation of Islamic business ethics as a foundation in building a sustainable business model that is able to answer global needs. The research method used is a literature study with a qualitative approach, relying on secondary data from various literature sources related to the digital economy and Islamic business ethics. The results of the study indicate that a sustainable business model can be implemented by strengthening the principles of justice, transparency, and avoiding practices that violate Islamic law such as usury, maysir, and gharar. In addition, the triple bottom line approach (profit, people, planet) integrated with Islamic values is able to create economic, social, and environmental sustainability. This article emphasizes the importance of compliance with Islamic principles and the role of supervisory institutions in ensuring ethical and just business sustainability.
PRINSIP KEADILAN PADA ZAKAT PERTANIAN, PERNIAGAAN, DAN PERTAMBANGAN PERSEPEKTIF KEADILAN JOHN RAWLS
Huda, M Ikhwanul;
Fauziyah, Silvia Ifta
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.13543
Problematika tentang prinsip keadilan mengenai zakat masih menjadi pertanyaan sampai saat ini, terutama prinsip keadilan pada zakat pertanian, perniagaan dan pertambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prinsip keadilan pada zakat pertanian, perniagaan, dan pertambangan di era saat ini. Mengingat zakat perniagaan dan pertambangan memiliki keuntungan jauh lebih besar ketimbang zakat pertanian pada era saat ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah studi literatur yang mengacu pada berbagai sumber dokumen, data, dan informasi yang berasal dari buku, jurnal ilmiah, dan website resmi. Dengan mengkaji sumber primer dan skunder yang menengai zakat pertanian, perniagaan, dan pertambangan kemudian dianalisis dengan yang terjadi pada era sekarang ini dengan prinsip keadilan milik John Rawls. Hasil penelitian menunjukan bahwa zakat pertanian tidak hanya hanya makanan pokok saja tetapi makanan non pokok juga diwajibkan untuk zakat, serta zakat pertanian dapat disamakan dengan nisab emas dan perak yaitu 85 gram emas atau harga jual senilai itu. Zakat perniagaan dapat dibayarkan satu bulan sesuai dengan nisab yang telah ditetapkan, bahkan bisa dibayarkan kita barang yang mempunyai nilai tinggi terjual. Sedangkan zakat pertambangan tidak hanya berlaku untuk emas dan perak saja melainkan semua jenis tambang yang menguntungkan juga wajib dizakati sesuai dengan nisab hasil tambang emas dan perak.
TANTANGAN DAN MASA DEPAN PERKEMBANGAN DONATION BASED CROWDFUNDING DALAM FINANCIAL TECHNOLOGY SYARIAH DI INDONESIA
Nisa, Annisa;
Ritonga, Nurhabni
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.12678
Crowdfunding syariah, khususnya donation based crowdfunding, telah menjadi alternatif penting dalam mendukung kemajuan ekonomi Indonesia. Namun, perkembangan crowdfunding syariah masih dihadapkan pada beberapa tantangan, seperti tingkat kepercayaan masyarakat dan inovasi dalam kontrak. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif berdasarkan kajian literatur untuk mengevaluasi manfaat aktivitas crowdfunding dengan menggunakan teori utilitarianisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crowdfunding syariah di Indonesia memiliki prospek masa depan yang positif dalam mendukung inisiatif sosial dan kemanusiaan, terutama melalui platform kitabisa.com. Meskipun demikian, regulasi terkait crowdfunding syariah masih belum spesifik diatur oleh OJK, dan penyelewengan dana masih menjadi tantangan yang perlu diatasi. Perlunya pembentukan undang-undang yang mengatur crowdfunding secara rinci untuk memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan aktivitas crowdfunding syariah di Indonesia.
LEGAL PROTECTION OF TRADEMARKS: SOLUTIONS FOR SMEs IN PAREPARE CITY
Pikahulan, Rustam Magun;
Rasyid, St. Cheriah;
Madani, Mutiah Suci
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.13539
This study examines legal protection for trademarks of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Parepare City. MSMEs in this region play a crucial role in the local economy, yet business actors' awareness of the importance of trademark registration remains low. Lack of knowledge about the benefits of trademark protection and perceptions of high costs and complicated procedures are the main obstacles. This research employs a normative-empirical method, using primary data from interviews with MSME actors and secondary data from legal literature. The findings highlight the need for education, assistance, and improved accessibility to trademark registration services. Education through training and seminars, assistance by legal consultants, and the use of digital systems such as e-filing can enhance awareness and ease the registration process. Trademark protection provides exclusive rights, prevents unfair business competition, and increases the competitiveness of MSMEs. With government support in the form of subsidies or assistance programs, it is expected that MSMEs will be better prepared to face global challenges and ensure business sustainability.
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH DALAM KASUS PHISING DAN SIBER PERBANKAN DI INDONESIA
Az-zahra, Intania;
Labib, Zaky Munthaha
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.13952
Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi nasabah bank dalam kasus penipuan perbankan digital, dengan fokus pada phishing dan kejahatan siber di Indonesia. Era digitalisasi yang pesat telah membawa kemudahan dan efisiensi dalam transaksi perbankan, tetapi juga memperkenalkan risiko signifikan, seperti kejahatan siber yang menargetkan data pribadi dan keamanan finansial. Penelitian ini menyoroti peran otoritas pengawas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia dalam mengawasi dan membimbing sektor perbankan untuk meningkatkan keamanan digital. Penelitian ini juga mengkaji penerapan hukum seperti Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Undang-Undang Perbankan untuk menangani kejahatan phishing dan memastikan keadilan bagi nasabah yang terdampak. Temuan penelitian ini menekankan pentingnya kolaborasi antara bank, pemerintah, dan otoritas hukum dalam menerapkan langkah-langkah keamanan yang kuat, pendidikan konsumen, dan penegakan hukum untuk menciptakan ekosistem perbankan digital yang aman. Upaya meningkatkan keamanan siber, bersama dengan sanksi tegas bagi pelaku kejahatan siber, bertujuan untuk meminimalkan penipuan perbankan digital dan melindungi kepercayaan serta integritas data nasabah.
EFEKTIVITAS PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI SYARIAH SECARA NON-LITIGASI MELALUI BADAN ARBITRASE SYARIAH NASIONAL
Harahap, Sarah Khairani;
Khoirudin, Akhmad Arif
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.13679
Yurisdiksi utama BASYARNAS sebagai lembaga penyelesaian sengketa ekonomi syariah di luar pengadilan adalah menyelesaikan secara adil dan cepat sengketa muamalat/perdata yang timbul di bidang perdagangan, keuangan, hukum, perindustrian, jasa yang diselenggarakan berdasarkan prinsip syariah. Ditegaskan dalam Pasal 60 Undang-Undang nomor 30 tahun 1999 bahwa putusan arbitrase bersifat final dan mempunyai kekuatan hukum tetap serta mengikat para pihak. Dalam kenyataan, para pihak masih merasa tidak puas dengan putusan BASYARNAS yang diharapkan dapat mencapai win-win solution yang selama ini dianggap win-lose solution. Putusan BASYARNAS yang bersifat final dan mengikat pada kenyataanya masih terkesan diabaikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka kemudian dianalisis dengan teori efektivitas hukum. Hasil penelitian menemukan bahwa penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui BASYARNAS masih belum menjadi pilihan yang solutif bagi para pihak. Beberapa putusan lembaga tersebut masih sering diabaikan oleh para pihak dan tidak cepat dieksekusi. Keterbatasan sumber daya manusia yang belum merata juga menjadi kendala penyelesaian sengketa para pihak yang berada di daerah, sehingga menyita banyak waktu dan materi. Kesimpulannya, BASYARNAS dinilai masih belum efektif dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyelesaian sengketa ekonomi syariah non-litigasi. BASYARNAS belum dapat memberikan kepuasan dan kepastian hukum yang diharapkan para pihak. Diharapkan terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah, pembuat regulasi, dan pihak terkait lainnya untuk mencapai kesempurnaan tujuan Badan Arbitrase Syariah Nasional.
PERKEMBANGAN HUKUM INVESTASI DALAM MEMBANGUN PEREKONOMIAN INDONESIA
Fadilah, Mochamad;
Rahmawati, Novi
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.12934
Perkembangan hukum investasi memainkan peran krusial dalam menggalang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sejak beberapa tahun terakhir, pemerintah Indonesia terus berupaya memperbaiki regulasi investasi guna menarik lebih banyak investor domestik maupun asing. Reformasi ini mencakup penyederhanaan prosedur, peningkatan kepastian hukum, dan insentif fiskal yang menarik. Adanya Undang-Undang Cipta Kerja menjadi langkah signifikan, memotong birokrasi dan meningkatkan daya tarik investasi. Pasar modal juga menjadi fokus, dengan adopsi teknologi untuk mempermudah transaksi dan meningkatkan transparansi. Penegakan hukum terhadap pelanggaran investasi semakin diperketat untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar. Selain itu, Indonesia mengembangkan sektor infrastruktur sebagai daya tarik investasi, terlihat dari proyek-proyek besar yang melibatkan sektor transportasi dan energi. Meskipun tantangan masih ada, seperti birokrasi yang masih kompleks, langkah-langkah ini menciptakan lingkungan investasi yang lebih kondusif. Seiring dengan itu, Indonesia diharapkan dapat menarik investasi yang berkelanjutan, merangsang pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja. Sinergi antara pembaharuan hukum dan kebijakan ekonomi akan terus menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi investasi untuk membangun perekonomian yang kokoh.
MODEL EKONOMI ISLAM MASA UMAYYAH ANDALUSIA: PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DAN KEADILAN SOSIAL
Salam, Selmiana;
Sari, Dian;
Siradjuddin, Siradjuddin
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.13542
Mengeksplorasi model ekonomi Islam yang diterapkan pada masa Dinasti Umayyah di Andalusia, dengan fokus pada prinsip maqashid syariah dan keadilan sosial. Dinasti Umayyah di Andalusia menerapkan kebijakan ekonomi yang tidak hanya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan material, tetapi juga menekankan distribusi kekayaan dan stabilitas sosial. Melalui analisis kebijakan fiskal, sistem zakat, wakaf, dan pengelolaan sumber daya alam, penelitian ini menemukan bahwa prinsip maqashid syariah, seperti perlindungan harta (hifz al-maal) dan pemerataan ekonomi, tercermin dalam berbagai kebijakan ekonomi pada masa tersebut. Sistem zakat dan wakaf, sebagai instrumen penting, terbukti berkontribusi dalam mengurangi ketimpangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini menawarkan wawasan bagi pengembangan ekonomi Islam kontemporer yang berlandaskan pada nilai keadilan dan kesejahteraan bersama, sesuai dengan tujuan syariah.
TANTANGAN DAN INOVASI PENERAPAN HUKUM EKONOMI SYARIAH DI ERA DIGITAL
Siregar, Neila Hifzhi;
Pahutar, Agus Anwar
Yurisprudentia: Jurnal Hukum Ekonomi Vol 10, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24952/yurisprudentia.v10i2.12379
Penerapan hukum ekonomi syariah di era digital menghadirkan berbagai inovasi sekaligus tantangan yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan terbaru dalam ekonomi syariah, khususnya dalam konteks digitalisasi yang semakin meluas. Inovasi dalam teknologi finansial (fintech) telah membuka peluang baru bagi produk dan layanan keuangan syariah, seperti pembiayaan peer-to-peer (P2P), e-wallet, dan investasi berbasis blockchain. Namun, digitalisasi juga membawa tantangan, termasuk perlunya adaptasi regulasi, peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat, serta jaminan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Melalui analisis literatur dan studi kasus, artikel ini mengeksplorasi bagaimana inovasi teknologi dapat diintegrasikan dengan prinsip ekonomi syariah, serta mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi tantangan yang muncul. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi praktisi, regulator, dan akademisi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah yang lebih inklusif dan berkelanjutan di era digital.