cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
jurnaljipsi.amorfati@gmail.com
Editorial Address
Kantor Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta Alamat: Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629187     DOI : -
Education Science. The Islamic Education Science. Educational Psychology. Learning Psychology. Educational Philosophy. Islamic Educational Philosophy. Lesson Plan. Lesson Design. Lesson Media Development of Resources and Learning Media. Learning Theory of Islamic Education. Learning Strategies of Islamic Education. Islamic Education Curriculum Development. Objectives and Evaluations of Educational Curriculum. Tafsir Tarbawi. Hadist Tarbawi.
Articles 171 Documents
The Concept of the Integration of Knowledge and Ablution in Islamic Education from Az-Zarnuji’s Perspective (An Analysis of the Book Ta’lim al-Muta’allim) Siti Aisyah; Kustiana Arisanti; Ramdan Wagianto
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.914

Abstract

Islamic education essentially does not only emphasize the process of transferring knowledge, but also prioritizes the formation of spirituality, morality, and the blessing (barakah) of knowledge. However, contemporary educational systems tend to prioritize cognitive achievement over spiritual and moral dimensions, resulting in the decline of ethical orientation and religious values in educational practices. This study aims to analyze the concept of the integration of knowledge and ablution (wudhu) in Islamic education from the perspective of Shaykh Burhanuddin Az-Zarnuji through an analysis of the book Ta’lim al-Muta’allim and its relevance to contemporary Islamic education. This study employs a qualitative approach using a library research method. Primary data were obtained from the book Ta’lim al-Muta’allim, while secondary data were collected from scientific journals, books, and relevant studies published between 2020–2025. Data analysis was conducted through content analysis and a hermeneutic approach to examine the philosophical dimensions of Az-Zarnuji’s educational thought. The findings indicate that the integration of knowledge and ablution in Az-Zarnuji’s perspective is not merely related to ritual worship practices, but also represents a holistic integration between intellectual development, spiritual purification, and character formation (adab). Ablution is understood as a medium of outward and inward purification that prepares students to acquire beneficial and blessed knowledge. This study also demonstrates that Az-Zarnuji’s educational thought remains relevant in addressing the challenges of contemporary education, particularly moral degradation, educational pragmatism, and the weakening spirituality of students in the digital era. Therefore, the integration of knowledge and ablution can serve as a holistic and humanistic paradigm of Islamic education by emphasizing the balance between intellectual, spiritual, and moral dimensions.
Etika Komunikasi Profetik Dan Tantangan Over Sharing Di Era Media Sosial: Reaktualisasi Hadis Falyaqul Khayran Aw Liyaṣmut Dalam Perspektif Al-Ḥaḍārah Wa Al-Tsaqāfah Muhammad Habib Yusra; Ahmad Alfan Rosyidi Khalil; Reza; Mohammad Hamsa Fauriz
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.916

Abstract

Perkembangan media sosial yang pesat telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara mendasar dan melahirkan fenomena over sharing—kecenderungan pembagian informasi personal secara berlebihan di ruang publik digital tanpa pertimbangan etis yang memadai. Artikel ini mengkaji fenomena over sharing sebagai tantangan etika komunikasi kontemporer dan menawarkan rekonstruksi etika komunikasi profetik berbasis hadis man kāna yuʼminu billāh wa al-yawm al-ākhir falyaqul khayran aw liyaṣmut sebagai kerangka normatif dalam membangun budaya komunikasi digital yang bertanggung jawab. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-tematik (al-Dirāsah al-Mawḏūʼiyyah), studi ini menganalisis hadis tersebut dalam kaitannya dengan fenomena over sharing dalam perspektif al-Ḥaḏārah wa al-Tsaqāfah. Temuan studi menunjukkan empat prinsip etika komunikasi profetik yang relevan: (1) selektivitas informasi (ḏabṭ al-lisān); (2) perlindungan ruang privat (ḥifẓ al-khuṣūṣiyyah); (3) tanggung jawab sosial (al-masʼūlīyyāh al-ijtimāʼiyyah); dan (4) orientasi kemaslahatan (taḥqīq al-maṣlaḥah). Keempat prinsip ini menunjukkan bahwa etika komunikasi profetik bukan sekadar panduan moral individual, tetapi merupakan kerangka peradaban dalam membangun budaya komunikasi digital yang etis, selektif, dan bertanggung jawab.
The Amr (Perintah) dalam Al-Qur'an: Analisis Redaksi dan Cabang-Cabang Maknanya dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer sri rianti; Fatihah; M Ziyadul Haq
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.922

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk ungkapan amr (perintah) dalam Al-Qur'an, mengidentifikasi cabang-cabang semantiknya, dan meneliti relevansinya terhadap pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan riset pustaka. Data primer terdiri dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengandung ungkapan amr, sedangkan data sekunder diperoleh dari karya-karya tafsir klasik dan kontemporer, literatur uṣūl al-fiqh, buku-buku, dan artikel-artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui analisis isi menggunakan pendekatan tematik (tafsir maudhu'i) dan uṣūl al-fiqh. Temuan menunjukkan bahwa ungkapan amr dalam Al-Qur'an tidak terbatas pada fi'l al-amr (kata kerja imperatif), tetapi juga muncul dalam bentuk fi'l muḍāri' yang didahului oleh lām al-amr, ism fi'l al-amr, kata benda verbal (maṣdar) yang membawa makna imperatif, dan konstruksi linguistik lainnya. Penelitian ini lebih lanjut menunjukkan bahwa amr tidak selalu menunjukkan kewajiban. Tergantung pada indikator kontekstualnya (qarā'in), ia dapat menyampaikan berbagai makna, termasuk perintah yang sahih (wujūb), permohonan (du'ā'), permintaan (iltimās), petunjuk (irshād), ancaman (tahdīd), dan tantangan atau ketidakmampuan (ta'jīz). Dari perspektif pendidikan Islam, perintah-perintah Al-Qur'an mewujudkan nilai-nilai pendidikan yang penting, termasuk pembentukan karakter, perkembangan spiritual, tanggung jawab sosial, disiplin, akuntabilitas, dan peningkatan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Studi ini menyimpulkan bahwa pemahaman tentang amr membutuhkan pendekatan integratif yang menggabungkan linguistik Al-Qur'an, eksegesis, retorika (balāghah), dan uṣūl al-fiqh untuk mencapai interpretasi yang komprehensif dan berkontribusi pada pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam berbasis Al-Qur'an.
The Early Generation of Qur’anic Exegetes in Indonesia: Intellectual Legacy, Interpretive Methodologies, and Socio Historical Context Muhith Muhith
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.925

Abstract

Studies on the history of Qur’anic exegesis in Indonesia have largely focused on modern figures, while the earliest generation of local exegetes remains insufficiently mapped in a systematic manner. Yet their works and interpretive approaches played a crucial role in transmitting Islamic scholarship and shaping indigenous intellectual traditions. This study aims to identify prominent early Indonesian mufassirs, examine their exegetical writings, and analyze their methodologies as well as the socio historical contexts that informed their interpretations. Employing a qualitative design with a historical-philological approach, the research is based on library study of early printed tafsirs, manuscript sources, and relevant secondary literature. Data were analyzed through thematic content analysis and comparative methodological examination. The findings indicate that early Indonesian exegetes were strongly influenced by Middle Eastern scholarly networks, while simultaneously articulating local elements through the use of Malay language, engagement with communal religious practices, and responses to colonial conditions and social change. The study concludes that early Nusantara tafsir represents a synthesis of global Islamic traditions and local realities, providing a foundational framework for the later development of Qur’anic studies in Indonesia.
The Implementation Of Supervision Management Transformation Based On The Ruangguru Application To Strengthen The Professionality Of Islamic Religious Education Teachers Budi Setiawan; Agus Salim; Siti Fatimah Siregar; Parida Hanum Siregar; Ramli
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.935

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Ruangguru application-based supervision management transformation in strengthening the professionalism of Islamic Religious Education teachers at SMAN 1 Ciomas, Bogor Regency. The study used a qualitative approach with in depth interviews, observation, and document analysis techniques. The results show that the Ruangguru application helps transform conventional supervision into digital supervision that is more efficient, transparent, collaborative, and documented. This transformation strengthens supervision planning, accelerates reporting, facilitates evaluation, and encourages teachers to use supervision data for learning reflection. The main impact is seen in improving discipline, digital competence, accountability, and collaboration between teachers. Obstacles found include limited digital literacy, internet access, device readiness, and adaptation to the new system. This study concludes that Ruangguru-based supervision can be a model for professional development of Islamic Religious Education teachers that is adaptive, data-driven, and relevant to the needs of Islamic education in the digital era, especially in improving the quality of learning, reflective culture, and sustainable school supervision governance at the public secondary education level.
The Strategi Literasi Digital Generasi Z dalam Menyaring Hoaks Keagamaan di Media Sosial: Perspektif Moderasi Beragama Hotna Sari; Junaidi; Andi Syahputra; Nadrah Sitorus; Indi Tri Asti
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi literasi digital yang digunakan Generasi Z dalam menyaring hoaks keagamaan di media sosial dan untuk meneliti peran moderasi keagamaan dalam proses ini. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan dipilih melalui pengambilan sampel bertujuan, yang terdiri dari individu Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan sering mengakses informasi keagamaan melalui platform digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, yang meliputi kondensasi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa Generasi Z menerapkan beberapa strategi literasi digital untuk mengidentifikasi dan menyaring hoaks keagamaan, termasuk mengevaluasi kredibilitas sumber informasi, melakukan verifikasi silang dengan referensi yang dapat diandalkan, menggunakan alat dan platform pengecekan fakta digital, berkonsultasi dengan otoritas keagamaan yang kompeten, dan menerapkan pemikiran kritis sebelum menerima atau membagikan informasi. Studi ini juga menemukan bahwa moderasi keagamaan berfungsi sebagai landasan etika yang mendorong praktik tabayyun (verifikasi informasi), toleransi, pengendalian diri emosional, dan tanggung jawab sosial ketika menanggapi konten keagamaan di media sosial. Selain itu, Generasi Z menghadapi beberapa tantangan, termasuk kelebihan informasi, pengaruh algoritma media sosial, kesulitan dalam mengevaluasi kredibilitas sumber, dominasi konten audiovisual berdurasi pendek, dan literasi digital keagamaan yang terbatas. Studi ini menyoroti bahwa integrasi literasi digital dan moderasi keagamaan memainkan peran penting dalam memperkuat ketahanan Generasi Z terhadap penyebaran misinformasi dan hoaks keagamaan di era digital.
The Hubungan Konten Dakwah di Media Sosial dalam Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah Generasi Z di Indonesia Miskun; Rusli Effendi; Nurhasanah; Erfina; Deni Hamdani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 2 Mei 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i2.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konten dakwah di media sosial dalam meningkatkan literasi keuangan Islam di kalangan Generasi Z di Indonesia. Pertumbuhan pesat media sosial telah menciptakan peluang baru untuk dakwah digital, yang tidak hanya berfokus pada ajaran agama tetapi juga berfungsi sebagai media untuk pendidikan ekonomi dan keuangan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan 250 responden Generasi Z yang aktif menggunakan media sosial dan telah mengakses konten dakwah digital. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, sedangkan data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana dengan IBM SPSS Statistics Versi 29. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa baik konten dakwah media sosial maupun literasi keuangan Islam dikategorikan tinggi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa konten dakwah media sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan Islam di kalangan Generasi Z, dengan koefisien regresi 0,684, nilai t 16,933, dan nilai signifikansi 0,000. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,534 menunjukkan bahwa 53,4% variasi literasi keuangan Islam dapat dijelaskan oleh konten dakwah media sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa konten dakwah yang informatif, kredibel, menarik, dan interaktif dapat secara efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku keuangan Generasi Z berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Studi ini memberikan implikasi praktis untuk pengembangan strategi dakwah digital dan program pendidikan keuangan Islam yang lebih efektif dan relevan di era digital.
Pendidikan fitrah dalam perspektif hadis nabi saw: Integrasi konsep tarbiyah, ta’lim, ta’dib, dan tazkiyatun nafs Muhammad Hanif; Romlah Abubakar Askar
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.941

Abstract

a
Diskursus pendidikan seksual dalam hadist tarbawi: Literature review batasan aurat dan privasi anak Lukmanul Fattah; Romlah Abubakar Askar
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.942

Abstract

a
Transformation of Character Education through PKn Learning in Elementary School Students in the Digital Era Linda Tri Utami; Ari Wibowo
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 1 Februari 2026: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/jipsi.v5i1.943

Abstract

This study aims to describe the transformation of character education through civic education learning in elementary school students in the digital era. The research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data was obtained through observations, interviews, and documentation carried out in the PKn learning process at SDN Karangmloko 1. The results of the study show that PKn learning has undergone a transformation from conventional learning to more contextual, interactive, and digital-based learning. The use of digital media such as learning videos, interactive media, and digital quizzes can increase students' active involvement in learning while helping students understand civic values and character. Second, the implementation of character education is carried out through the integration of the values of discipline, responsibility, cooperation, tolerance, honesty, and love for the homeland in learning activities and daily habits at school. Teachers play an important role as facilitators and role models in guiding students to use technology positively and responsibly. Third, the implementation of character education in the digital era also faces challenges, such as the limitation of teachers' ability to utilize technology, lack of supporting facilities, and the negative influence of the use of social media and gadgets on students. Therefore, cooperation between teachers, schools, and parents is needed in supporting the formation of students' character in the digital era. Thus, digital-based PKn learning has an important role in transforming the character education of elementary school students to become a generation that is intelligent, characterful, and wise in utilizing technology. Keywords: character education, civic learning, digital era, elementary school, learning transformation.