cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
snip@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28285794     DOI : https://doi.org/10.23960/snip.v1i1.100
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) diselenggarakan oleh Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Lampung.
Articles 381 Documents
Perencanaan Peraturan Daerah (Raperda) Kota Lubuklinggau tentang Batas Ruang Milik Jalan, Ruang Manfaat Jalan dan Ruang Pengawasan Jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Lubuklinggau Irawan, Ali; PURBA, ALEKSANDER; MARDIANA
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.354

Abstract

Setiap jalan memiliki bagian-bagian jalan yang akan dipergunakan sebagai ruang untuk mobilitas, konstruksi jalan, keperluan peningkatan kapasitas jalan serta keselamatan bagi pengguna jalan yakni bagian ruang pemanfaatan jalan (rumaja), ruang milik jalan (rumija), dan ruang pengawasan jalan (ruwasja). Dalam rangka menunjang penyelenggaraan jalan Pemerintah Kota Lubuklinggau perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Batas Ruang Milik Jalan (Rumija), Ruang Manfaat Jalan (Rumaja), Ruang Pengawasan Jalan (Ruwasja). Penyusunan Naskah Akademik Rancangan Peraturan Daerah Tentang batas ruang milik jalan (Rumija), Ruang manfaat Jalan (Rumaja), ruang pengawasan Jalan (Ruwasja) dilakukan sesuai dengan Undang Undang Nomor 12 Tahun 2011 tetang Pembentukan Peraturan Perundangundangan sebagaimana diubah dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2022, dan tipe penelitian dalam penyusunan akademik yakni penelitian yuridis normatif yang diperoleh preskripsi hukum yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga memberikan nilai dalam rangka pembentukan peraturan daerah. Tujuan pembentukan raperda tentang ruang milik jalan, ruang manfaat jalan dan ruang pengawasan jalan merupakan wujud tanggungjawab Pemerintah Kota Lubuklinggau dalam melindungai hak-hak pengguna jalan, dengan menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas khususnya dalam jaringan jalan Kota Lubuklinggau, dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi dan pengembangan wilayah Kota Lubuklinggau. Fakta sosial empirik umum yang menjadi dasar membentuk norma hukum (Peraturan Daerah tentang Rumija, Rumaja dan Ruwasja Kota Lubuklinggau), mengambil data sekunder berupa gambaran geografis, demografi, dan rencana struktur ruang Kota Lubuklinggau. Landasan Filosofi yaitu dengan tujuan memajukan melindungi segenap bangsa Indonesia dari bahayanya pemanfaatan ruang milik jalan, ruang manfaat jalan dan ruang pengawasan jalan yang tidak memiliki izin. Landasan Sosiologis adalah kondisi empiris yang dihadapi oleh masyarakat Kota Lubuklinggau akan kekosongan hukum terkait ruang milik jalan, ruang manfaat jalan dan ruang pengawasan jalan. Landasan Yuridis adalah Peraturan Perundang-Undangan mulai dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta peraturan perundangundangan lainnya.
ANALISIS DAN PENGAPLIKASIAN PENGGUNAAN MATERIAL TIMBUNAN RINGAN MORTAR-BUSA UNTUK KONDISI CBR TANAH ≤ 3% PADA KONSTRUKSI JALAN RUAS TANJUNG API-API KABUPATEN BANYUASIN Putera, Adimas Bayu Ardian; Sarkowi, Muh; Septiana, Trisya
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.355

Abstract

Makalah ini membahas tentang penggunaan material timbunan ringan mortar-busa untuk pengganti timbunan tanah pilihan dan agregat base B dan agregat base B. Material timbunan ringan ini cocok sekali untuk yang kondisi subgrade yang memiliki nilai CBR tanah ≤ 3. Untuk tanah dasarnya berupa rawa-rawa atau gambut sangat cocok diaplikasikan untuk material timbunan ringan ini. Material timbunan ini sangat ringan karena hanya menngunakan material pasir, air , semen dan foam agent sebagai pengembanng agar mortar tersebut menjadi material yang ringan namun kuat. Tipe mortar busa yang di pakai pada ruas– Tanjung Api-Api menuju dermaga penyebrangan menuju bangka yaitu 800 Kpa dan 2000 Kpa. Untuk Material 800 Kpa berada di posisi subgrade atau pengganti tanah timbunan sedangkan untuk mortar busa 2000 Kpa sebagai pengganti agregat Base A dan Agregat Base B. Untuk mengejar waktu pemadatan yang memerlukan waktu yang lama, material mortar busa ini sangat cocok dipakai dan mudah untuk pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam pembuatan makalah ini yaitu persiapan material, pembuatan job mix formula (JMF), penggalian tanah exsisting, pengecoran lantai kerja, pemasangan wiremesh dan bekisting,, produksi dan pencampuran mortar busa,penghamparan material timbunan ringan dan pengujian mortar busa UCS 800 kPa dan UCS 2000kPa denganmenngunakan metode penetrometer test dan UCS test. Dalam pengujian penetrometer didapatkan hasil untuk 1 hari mortar busa 800 kPa sebesar 2300 lbf/in sedangkan untuk mortar busa 2000 kPa sebesar 5000 lbf/in. Untuk pengujian UCS test didaptkan hasil untuk UCS 800 kPa umur 14 hari sebesar 10,53kg/m2 sedangkan pengujian UCS test didaptkan hasil untuk UCS 2000 kPa umur 14 hari sebesar 17,49kg/m2 sesuai dengan job mix formula yang dipakai. Dari hasil pengujian tersebut material timbunan ringan mortar busa 800 kPa dan mortar busa 2000 kPa sangat cocok dipakai untuk kondisi nilai CBR tanah dibawah 3%.
Perhitungan Nilai Kapasitas Ruas Jalan Sirah Pulau Padang – Pampangan sebagai Acuan Perencanaan Umur Desain Perkerasan Jalan Rahmadi, Ahmad; Wardono, Herry; Despa, Dikpride
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.386

Abstract

Ruas jalan Sirah Pulau Padang – Pampangan merupakan salah satu ruas jalan yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki panjang ruas 19,218 km dengan panjang jalan dalam kondisi rusak ringan dan rusak berat sepanjang 7,42 km. Masih panjangnya kerusakan yang terjadi pada ruas ini tentunya diperlukan perencanaan perhitungan desain perkerasan yang tepat yang mengacu pada manual desain perkerasan (MDP) tahun 2017. Didalam MDP Tahun 2017 dijelaskan bahwa umur perkerasan baik flexible pavement dan rigid pavement masingmasing umur rencana perkerasan ditetapkan 20 tahun dan 40 tahun. Sebagai langkah discounted lifecycle cost dalam perencanaan desain perkerasan pada ruas ini, perhitungan kapasitas jalan perlu dilakukan untuk melihat derajat kejenuhan pada umur rencana 10 tahun yang akan datang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah LHRT2020, data survei hambatan ruas jalan, serta data teknis dan data umum ruas jalan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai frekuensi hambatan jalan yang telah dihitung sebesar 304 yang diklasifikasikan sebagai kelas hambatan jalan tinggi (H), selain itu nilai kapasitas jalan diperoleh sebesar 1796,76 smp, nilai LHRT2030 sebesar 7216,8 smp, dan nilai derajat kejenuhan ruas jalan Sirah Pulau Padang - Pampangan dengan estimasi volume lalulintas pada jam sibuk pada tahun 2030 sebesar 10% diperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 40%, sehingga dapat disimpulkan bahwa umur rencana yang digunakan masih memenuhi ketentuan batas maksimum derajat kejenuhan jalan yaitu dibawah 85% dan dapat digunakan sebagai umur rencana desain perkerasan jalan yang akan direncanakan.
Pengaruh Pemilihan Alat (Penggunaan Bulldozer) Untuk Meningkatkan Efektivitas Dalam Pekerjaan Galian Tanah Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi Tahun 2015 Rahmansyah, Arif; Kustiani, Ika; Wardono, Herry
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.404

Abstract

Pekerjaan galian tanah mencakup penggalian, penanganan, pembuangan atau penumpukan tanah atau batu atau bahan lain dari jalan atau sekitarnya yang diperlukan untuk penyelesaian dari pekerjaan Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi. Bulldozer adalah alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak utamanya, alat ini sebenarnya traktor yang dilengkapi dengan pelengkap dozer/dozer attachment yaitu berupa blade (pisau). Bulldozer merupakan salah satu jenis dozer yang mempunyai kemampuan untuk mendorong ke muka, bladenya tegak lurus pada arah gerak maju, jenis lain adalah angle dozer, dimana bladenya dapat diatur miring sampai ±25º dari kedudukan lurus (Kusrin, 2008). Bulldozer tipe D65 merk caterpillar digunakan dalam paket Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi. Pemilihan bulldozer dalam melaksanakan pekerjaan galian tanah pada konstruksi Pembangunan Jalan Tebing Cipai Kecamatan Kisam Tinggi dapat lebih menghemat biaya. Dalam hal waktu pelaksanaan juga dapat lebih cepat, mengingat lokasi merupakan daerah dengan intensitas curah hujan yang tinggi jadi pelaksanaan pekerjaan galian tanah harus efektif dan efisien tetapi tetap mengedepankan mutu serta kualitas hasil praktek konstruksi.
Analisa Efisiensi Penggunaan Bata Merah Dibandingkan Bata Ringan Pada Proyek Pembangunan Gedung Nahdatul Ulama Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Winata, B. F.; Kustiani, I.; Wardono, Herry
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.405

Abstract

Seperti kita ketahui bersama bahan material dinding bangunan terus berkembang seiring dengan tuntutan kebutuhan dalam mencapai biaya, waktu dan mutu yang paling efektif dan efisien. Munculnya teknologi bata ringan sebagai material pasangan dinding, cukupmemberikan dampak positif bagi masyarakat pada umumnya dan dunia konstruksi pada khususnya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan yang diharapkan adalah untuk menganalisa efisiensi biaya penggunaan material batu bata merah dibandingkan dengan bataringan pada Pembangunan Gedung Nahdatul Ulama Kabupaten Ogan komering Ulu selatan. Dengan pelaksanaan penelitian ini beserta batasan-batasan penelitian yang telah ditentukandidapatkan suatu kenyataan perbandingan bahan pasangan dinding atas harga material bata ringan dengan harga material bata merah dapat dipastikan harga bata ringan per satuannya (buah) lebih mahal daripada bata merah. Mahalnya biaya atas material tersebut tidak serta merta akan menghasilkan biaya yang lebih mahal dalam penggunaannya, perlu ditinjau lagi perlu adanya biaya ikutan (biaya pemasangannya) yang diperlukan atas penggunaan materialtersebut pada dinding bangunan. Dalam aplikasi penggunaan atas material bata merah dan bata ringan sebagai pasangan dinding bangunan pada proyek yang diteliti membutuhkan biaya Rp.27.652.389,7 untuk material bata merah dan Rp 36.958.407,3 untuk material bata ringan, biaya ini merupakan biaya material bahan pasangan dinding ditambah dengan biaya tambahan (adonan dan perekat) yang diperlukan untuk pemasangannya. Biaya tenaga kerja yang dibutuhkan untuk dapat melakukan pekerjaan pasangan dinding bangunan pada proyek yang diteliti membutuhkan biaya Rp 19.559.611,82,- untuk pasangan dinding menggunakan materialbata merah dan Rp. 14.729.422,56 untuk pasangan dinding menggunakan material bata ringan. Biaya yang diperlukan untuk membuat permukaan dinding bangunan menjadi halus dan rata(pekerjaan plestrean) pada proyek yang diteliti memerlukan biaya sebesar Rp 51.582.738,376 untuk material bata merah dan biaya Rp 71.957.431,-untuk material bata ringan. Secara jumlah biaya (biaya total) atas perbandingan penggunaan bahan pasangan dinding dengan menggunakan material bata merah dengan bata ringan pada proyek yang diteliti, untuk bata merah biaya totalnya adalah Rp 92.161.634,196 dan untuk biaya penggunaan bata ringan biayatotalnya adalah Rp 118.408.132,86 Secara umum pada hasil analisa efisiensi atas penggunaan material bahan pasangan dinding menggunakan bata merah dibandingkan dengan bata ringan menghasilkan nilai penghematan biaya sebesar Rp 26.246.498,664 atau dengan hasil analisa efisiensi sebesar 22,17%.
ANALISIS KUAT TEKAN BETON JALAN USAHA TANI KAWASAN PEDESAAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN PADA DANA DESA Fandra, Bobby; Sarkowi, Muh; Suharno, Suharno
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.406

Abstract

Pemerintah Indonesia telah memprioritaskan pembangunan di kawasan pedesaan sebagai bagian dari program ketahanan pangan melalui alokasi anggaran Dana Desa. Program Dana Desa adalah program yang dibiayai oleh pemerintah pusat untuk memberikan dana kepada desa-desa di seluruh Indonesia guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Salah satu fokus penggunaan Dana Desa adalah untuk meningkatkan ketersediaan pangan, mengembangkan akses infrastruktur pertanian, serta meningkatkan produksi pangan. Infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Namun, masih banyak daerah pedesaan yang masih kekurangan infrastruktur jalan yang memadai padahal jalan usaha tani memiliki peran yang sangat penting dalam mempermudah transportasi hasil pertanian dan aksesbilitas ke lahan pertanian, meningkatkan produksi pertanian, meningkatkan akses ke layanan dan pasar serta dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat di sekitar lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar kualitas jalan usaha tani pada program ketahanan pangan Dana Desa dengan menganalisis jenis kerusakan yang terjadi pada jalanusaha tani desa Sugih Waras Kecamatan Teluk Gelam berdasarkan pengamatan langsung dilapangan dan mengetahui kuat tekan beton jalan usaha tani desa Sugih Waras Kecamatan Teluk Gelam dengan pengujian kuat tekan beton menggunakan alat uji Hammer Test. Hasil penelitian ini didapat 4 tipe kerusakan jalan beton, meliputi : amblas, pelepasan butiran agregat, retak memanjang, retak samping. Hasil Hammer Test menyatakan bahwa kuat tekan perkerasan beton terdapat ≤10 MPa dan kuat tekan beton rata-rata sebesar 20.6 MPa. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai kuat tekan (fc’) beton yang diisyaratkan oleh SNI 03-6468-2000, ACI 318, ACI 363R-92 adalah beton bermutu rendah.
Rencana Pencegahan Dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh Dan Permukiman Kumuh Perkotaan ( RP2KPKPK ) Kabupaten Musi Rawas Utara Nevrian Pratama; Sarkowi; Trisya Septiana
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.542

Abstract

Penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh Perkotaan (RP2KPKPK) Merupakan pendukung Rencana Strategis Kementerian PUPR tahun 2020 – 2024 yang menegaskan bahwa penanganan perumahan dan permukiman kumuh ditargetkan akses 1) air minum layak 90%; pemenuhan akses 80% sanitasi dan persampahan layak; dan penanganan 10.000 ha permukiman kumuh dan peremajaan pada 10 kawasan permukiman kumuh. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan upaya penanganan permukiman kumuh secara holistik dan terintegrasi yang didukung dengan perencanaan penanganan yang terpadu. Sesuai SK Bupati Kabupaten Musi Rawas Utara diharapkan berkontribusi 163,78 Ha dalam pengurangan luasan kawasan kumuh nasional. Upaya untuk mewujudkan permukiman Kab. Musi Rawas Utara yang bebas kumuh dan layak huni diperlukan keterlibatan dari setiap pemangku kepentingan (stakeholder) yaitu pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas filantropi, komunitas, organisasi masyarakat, akademisi/perguruan tinggi serta masyarakat yang memiliki peran masing-masing untuk mewujudkan pembangunan permukiman yang berkelanjutan. Kegiatan penyusunan Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh (RP2KPKPK) Kabupaten Musi Rawas Utara melibatkan pemangku kepentingan seperti kelompok kerja perumahan dan kawasan permukiman (Pokja PKP) dan kelembagaan masyarakat.
Tinjauan Perbandingan Koefisien Alat Berat Excavator Lapangan Dengan Analisa Harga Satuan Pekerjan {AHSP) 2022 Pada Pekerjaan Normalisasi Sungai Efendi, Z.; Sukmana, I.; Kustiani, I.
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.547

Abstract

Pekerjaan teknik sipil berskala besar perlu menggunakan alat berat. Alat berat menurut fungsinya masing-masing antara lain alat penggalian, pemuat, pengangkut, penghampar. Alat harus digunakan secara efisien sehingga pengguna perlu mengetahui kemampuan alat, jenisjenis alat, keterbatasan alat, serta biaya operasional alat. Produktivitas alat berat bergantung pada jenis atau type alat, metode kerja, kondisi medan kerja, serta waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuai hasil analisa secara teori yang tertuang dalam dokumen penawaran kapasitas produksi/jam alat excavator berdasarkan dokumen penawaran dalam 1 jam kemampuan alat exavator di medan dengan katagori medan sedang dan tahun pengunaan ± 5 tahun dengan kondisi baik didapat koofisien = Q1/45.48m3/Jam pada pekerjaan Normalisasi Sungai Belida – Lubuk Makmur Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir. Dari hasil koefisien padadokumen penawaran lama durasi pekerjaan dapat dilaksankan dengan waktu (durasi) kontrak dan kuantitas pekerjaan utama ,Pekerjaan galian berdasarkan dengan dijadwalkan 90 hari kerja dengan kuantitas pekerjaan 72.506,58 m3, dengan uraian 1 jam kerja dengan kondisi normal ± 45.48 m3/jam x rata-rata kerja per hari 7 jam x hari kerja normal 26 hari dalam 1 bulan hanya mampau menyelesaikan pekerjaan = 28,652.40 m3 galian rehab saluran, jadi untuk menyelesaikan pekerjaan di tambah mobilisaisi dan demobilisasi selama 90 hari kerja, exsapator yang di butuhkan 3 unit exsavator dengan kondiri bak. Dengan mengunkan alat berat excavator standart berdasarkan Analisa Q1 alat excavator standart yang di butuhkan 3 unit. Hasil pengamatan kami di lapangan dan kami bandingkan dengan penggunaan alat excavator hanya 2 unit dengan dengan waktu rata – rata 7 jam + lembur 2 = 9 jam / hari dapat diselesaikan dengan waktu 70 hari maka dapat kami hitung realisasi kapasitas produksi/jam excavator Q1 = 57.54 m3/Jam
Database Inventarisasi Jaringan Irigasi di Kota Lubuklinggau Berbasis Geographic Information System (GIS) Lenggana, M. Kendy; Despa, Dikpride; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai data prasarana fisik jaringan irigasi di wilayah Kota Lubuklinggau sehingga dapat mempermudah dalam pengambilan kebijakan serta agar setiap program kegiatan dalam pelaksanaan pembangunan yang terkait dengan jaringan irigasi dapat berjalan dengan terarah. Metodologi yang digunakan adalah metode geotagging peta berbasis Geographic Information System (GIS). Inventarisasi jaringan irigasi dilakukan untuk mendapatkan data jumlah, dimensi, jenis, kondisi dan fungsi seluruh asset irigasi serta data ketersediaan air, nilai asset jaringan irigasi dan areal pelayanan pada setiap daerah irigasi.Inventarisasi jaringan irigasi dilaksanakan setiap tahun mengacu pada ketentuan/pedoman yang berlaku. Pelaksanaan inventarisasi jaringan irigasi ini dilaksanakan secara partisipatif melalui penelusuran jaringan irigasi. Hasil inventarisasi didapatkan panjang, lebar, bentuk dan jenis perkerasan daerah irigasi yang beragam, infrastruktur pendukung daerah irigasi seperti jalan, jembatan, plat deuker/ gorong-gorong, dan bangunan pelengkap juga terinventaris sebagai sarana dan prasarana dalam daerah irigasi Kota Lubuklinggau.Penyajian data inventaris daerah irigasi Kota Lubuklinggau dituangkan dalam laporan dan juga sistem informasi geografis dengan memanfaatkan aplikasi berbasis GIS (Geographic Information System) berupa database yang dapat diakses dan di update secara berkelanjutan.
Inventarisasi Kondisi Jembatan Kab. Musi Rawas Utara Mebro, Helson; Purba, Aleksander; Widyawati, Ratna
Seminar Nasional Insinyur Profesional (SNIP) Vol. 4 No. 1 (2024): Prosiding SNIP Vol.4 No.1 Tahun 2024
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/snip.v4i1.549

Abstract

Jembatan merupakan suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan, rintangan ini biasanya jalan lain yang berupa jalan air atau jalan lalu lintas biasa. Pada umumnya jembatan yang direncanakan dapat berfungsi selama masa layan tertentu. Dalam masa layannya jembatan memerlukan pemeliharaan, karena semakin menuanya usia jembatan akan mengalami degradasi, baik disebabkan karena durabilitas material jembatan, kondisi lingkungan maupun akibat bencana alam yang dapat mengurangi kemampuan layan jembatan tersebut. Selain itu juga untuk antisipasi apabila terjadi perkembangan atau perubahan jenis dan muatan angkutan yang meningkat baik volume maupun berat muatan yang bisa lebih besar dari beban rencana (BMS, 1993). Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan data kondisi jembatan terkini yang dapat digunakan dalam penyusunan perencanaan program jembatan di tahun berikutnya serta dapat digunakan sebagai masukan dalam perencanaan teknis jembatan. Hasil inventarisasi didapatkan jumlah jembatan dengan nilai kondisi, panjang, lebar dan jumlah bentang yang beragam. Total jembatan yang ada di Kabupaten Musi Rawas Utara adalah 103 buah jembatan dan panjang 2004 m. Jembatan terpanjang adalah Jembatan Rupit Lamo dengan panjang jembatan 178,7 m, lebar 4 m, jumlah bentang 7 buah terletak pada ruas jalan Muara Rupit – Lawang Agung.