cover
Contact Name
Gigih Forda Nama
Contact Email
gigih@eng.unila.ac.id
Phone
+6285289774152
Journal Mail Official
gigih@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung Rectorat Building
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : 28088360     DOI : https://doi.org/10.23960/prosidingsinta
Kegiatan penelitian di Perguruan Tinggi yang dewasa ini digalakkan Pemerintah dengan tinjauan output riset, memacu para peneliti untuk menghasilkan output yang mendapat pengakuan tinggi baik dalam bentuk artikel jurnal internasional bereputasi maupun dalam bentuk paten produk/proses yang pada akhirnya mengarah kepada hilirisasi hasil dalam bentuk bisnis produk penelitian. Berdasarkan kepada hal tersebut, Fakultas Teknik Universitas Lampung (FT UNILA) telah menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri (Semnas SINTA) yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk penelitian Perguruan Tinggi, berdiskusi tentang perkembangan penelitian terkini dalam bidang sains dan keteknikan dan meningkatkan peluang kerjasama antar bidang bagi para peneliti. Untuk mempublikasikan artikel-artikel yang telah dikirimkan ke seminar tersebut, maka diterbitkanlah Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian Sains, Teknik dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung (Prosiding Semnas SINTA FT Unila).
Articles 169 Documents
Kajian walkability pada ruang terbuka publik pkor way halim bandar lampung Sesunan, M. M. Hizbullah; Persada, Dr. Ir. Citra; Jhonnata, Dona
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada konsep walkability yang merupakan bagian dari teori yang berkaitan dengan ruang terbuka publik, dan merupakan penelitian lanjutan dari penelitian sebelumnya, yang mengkaji konsep walkability pada kawasan ruang terbuka publik kota . Obyek studi yang diambil adalah PKOR Way Halim Bandar Lampung. Ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dan beberapa teori rancang kota digunakan untuk mendapatkan prinsip prinsip pengembangan kawasan, seperti teori walkability. Dari teori-teori tersebut, dibentuk konsep desain pengembangan kawasan PKOR, untuk mewujudkan terbentuknya ruang terbuka publik yang lebih ramah terhadap pejalan kaki. Hasil konsep ini, kemudian dikonsepkan menjadi rancangan arsitektural. PKOR saat ini aktif digunakan sebagai ruang terbuka publik, namun kondisi saat ini kurang ideal bagi pejalan kaki karena tidak ada pemisahan yang jelas antara ruang untuk pejalan kaki dan untuk kendaraan bermotor, sehingga dapat membahayakan keselamatan pejalan kaki. Dari penelitian ini diharapkan dapat dihasilkan konsep desain dari prinsip- prinsip walkability bagi pejalan kaki pada ruang terbuka publik kota, yang dapat menjadi alternatif desain pengembangan ruang terbuka publik perkotaan di Bandar Lampung, khususnya pada kawasan PKOR. Lebih lanjut, konsep desain tersebut dapat menjadi usulan desain yang bisa diaplikasikan secara fisik kepada PKOR, dan dapat mendukung terwujudnya ruang terbuka publik yang yang ramah bagi pejalan kaki.
Oil and Gas Potential of Sihapas Formation, Central Sumatra Basin Based on Water Saturation (Sw) and TOC Dewanto, O; Mulyatno, B S; Wibowo, R C; Kumalasari , I N; Tamara, D A; Yuliantina, A
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The potential of oil and gas in the Sihapas Formation has not been extensively studied, especially in terms of reservoirs based on water saturation (Sw). Few researchers have examined the source rock potential in the Sihapas Formation. To address this, researchers conducted a study on two wells to determine the potential of oil and gas in the Sihapas Formation using Sw values and source rock identification. The target areas and oil and gas content were identified using the logging method based on Sw values. For source rock identification, the logging method determined the TOC value, which was then compared with TOC core data from other researchers. Additionally, kerogen type and maturation in other wells in the Central Sumatra Basin were considered. The results showed several target areas in the Sihapas Formation with Sw values ranging from 10% to 62%, indicating the presence of oil and gas. The source rock areas in the Sihapas and Pematang Formations were found to be in good condition based on TOC calculation results, with TOC values of 1.94%-3.53% in the Sihapas Formation and 5.58%-18.54% in the Pematang Formation. These TOC results were consistent with TOC cores from other researchers in the Central Sumatra Basin. The kerogen type was identified as I/II and immature. The study concluded that the Sihapas Formation has potential oil and gas reservoirs, with good source rock conditions indicated by Sw values, TOC, kerogen type, and maturation data.
Penentuan Kapasitas dan Kelayakan Ekonomis PLTS Atap di UPTD Puskesmas Rasuan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan Zebua, O; Gusmedi, H; Huda, Z; Komarudin, M; Irhamsah
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap yang terhubung ke jaringan layanan listrik umum (on-grid) semakin diminati sebagai sumber energi listrik alternatif bagi perumahan atau gedung. Namun kelayakan ekonomis dari investasi pemasangan PLTS Atap harus dipertimbangkan sebelum membangunnya. Makalah ini bertujuan untuk menentukan kapasitas suatu PLTS Atap yang layak secara ekonomis untuk memenuhi kebutuhan listrik suatu gedung dan perumahan. Studi kasus yang dipilih adalah gedung UPTD (Unit Pelayanan Teknis Daerah) Puskesmas Rasuan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatera Selatan. Profil beban listrik dari puskesmas selama sebulan diukur dan digunakan sebagai data beban listrik setiap bulan. Dua desain PLTS Atap masing-masing dibuat dengan menggunakan panel surya dengan kapasitas 350Wp dan 440Wp. Indikator kelayakan ekonomis setiap desain PLTS dihitung baik dengan mempertimbangkan tanpa penjualan energi listrik maupun penjualan energi listrik ke grid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi semua desain PLTS Atap yang dibuat tidak layak secara ekonomis bila energi listrik berlebih dari PLTS Atap tidak dijual ke grid. Sebaliknya, investasi semua desain PLTS Atap layak secara ekonomis bila energi listrik dapat dijual ke grid. Desain PLTS Atap yang menggunakan panel surya 440Wp dengan kapasitas total 2,732 kW mempunyai nilai indikator kelayakan ekonomis yang paling baik.
OPTIMALISASI MANAJEMEN TRANSPORTASI PUBLIK ANGKUTAN KOTA DALAM PROVINSI (AKDP) DI KAWASAN METROPOLITAN BANDARLAMPUNG Persada, C.; Usman, K.
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandarlampung sebagai ibu kota Prtovinsi Lampung terus mengalami perkembangan yang pesat. Peningkatan jumlah penduduk dan makin terbatasnya lahan di dalam kota menyebabkan perkembangan wilayah sekitar Kota Bandarlampung sangat pesat. Hasil studi Rencana Pengembangan Aglomerasi Kawasan Metropolitan Bandarlampung Raya (2022) menetapkan kawasan metropolitan Bandarlampung (MBL) meliputi 7 Kabupaten/Kota yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kabupaten Lampung Timur. Distribusi ruang kegiatan tersebut di dalam ruang akan membutuhkan/menimbulkan pola interaksi kegiatan secara spasial di dalam system transportasi yang menghasilkan pola pergerakan penumpang dan barang. Pembangunan kawasan ini perlu memfasilitasi prasarana dan sarana mobilitas yang berorientasi kepada angkutan umum di Kawasan Metropolitan Bandarlampung. Penggunaan angkutan umum khususnya AKDP sebagai pilihan utama dalam perjalanan penduduk diharapkan akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan mengurangi kemacetan. Kajian ini bertujuan untuk merancang langkah-langkah yang komprehensif dalam optimalisasi Manajemen Transportasi Publik AKDP di Provinsi Lampung, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan keberlanjutan pelayanan angkutan umum di wilayah tersebut. Kajian ini dibuat sebagai rekomendasi untuk jangka waktu 20 tahun kedepan. Sedangkan sasaran kegiatan adalah: (1) Evaluasi kinerja trayek AKDP di Metropolitan Bandarlampung, (2) Evaluasi kinerja manajemen AKDP di Metropolitan Bandarlampung, (3) Evaluasi fasilitas pelayanan kendaraan angkutan umum di Metropolitan Bandarlampung, (4) Konsep Transportasi Berintegrasi di Kawasan MBL (Identifikasi titik-titik potensial TOD untuk Kawasan Metropolitan).
Studi Awal Rancang Bangun Geophone Menggunakan Koil Magnetik Sebagai Massa Inersia dan Pegas Tipe Static Balancing Stiffness Darmawan, IGB; Mahli, RAK; Matondang, PH; Maharani, M; Mahmudah, S; Dani, I; Zaenudin, A; Karyanto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geophone merupakan sensor utama yang digunakan untuk merekam gelombang seismik bumi yang banyak digunakan di Indonesia khususnya dalam sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan sensor geophone di Indonesia sangat tinggi dan penting, namun hingga saat ini, belum ada produsen geophone di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi awal untuk membuat rancang bangun sensor geophone dengan prinsip koil magnetik dengan massa inersia bergerak menggunakan pegas yang menerapkan static balancing stiffness. Metode perancangan dilakukan menggunakan pemodelan dan pencetakan 3D sedangkan pengujian dilakukan dengan geophone pembanding tipe GD45 dengan frekuensi 4,5 Hz. Enam dari sepuluh rancang bangun koil geophone berhasil mendekati nilai induktansi geophone pembanding sebesar ±23 mH, dengan diameter 10 – 15 mm, jumlah lilitan 640 – 750 kali dan massa 8 – 9 gram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa koil tanpa pegas memiliki noise lebih tinggi dibandingkan geophone pembanding, yang berdampak pada rasio signal to noise (S/N) yang lebih rendah. Namun, koil dengan pegas dan diameter lebih besar (15 mm) menunjukkan rasio noise yang lebih rendah dan mendekati geophone pembanding. Sensitivitas koil terhadap getaran meningkat seiring dengan bertambahnya diameter koil, terutama pada diameter 15 mm. Selain itu, efek dumping dari pegas pada semua koil lebih tinggi dibandingkan geophone pembanding, menunjukkan kemampuan peredaman yang lebih baik pada desain pegas static balancing stiffness.
Identifikasi Daerah Terdampak Dari Ancaman Sesar Semangko Terhadap Potensi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Tanggamus Sumanjaya, Erlan; Iswanuri, Rafli; Fajriyanto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumatra memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi dikarenakan adanya sesar aktif di sepanjang wilayah tersebut. Sesar Semangko merupakan salah satu sesar yang berada di pulau Sumatra dan terletak di Provinsi Lampung tepatnya di Kabupaten Tanggamus. Sesar Semangko dengan panjang 65 km merupakan wilayah yang aktif secara tektonik, selama pergerakannya patahan Semangko menghasilkan banyak deformasi yang mengakibatkan tingginya kegempaan di sepanjang patahan tersebut. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak besar pada masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah terdampak dari ancaman sesar Semangko yang berpotensi menyebabkan bencana gempa bumi. Metode yang digunakan yaitu dengan analisis berbasis GIS dalam membuat model spasial dan menskenariokan keterdampakan bencana gempa bumi dengan memanfaatkan InaSAFE. Data AVS30 diperoleh melalui proses klasifikasi topografi yang mempertimbangkan tiga parameter utama, yaitu kemiringan (slope), tekstur (texture), dan koneksitas (convexity), dengan data DEM SRTM resolusi 30 M sebagai data masukan. Hasil klasifikasi tersebut disesuaikan dengan distribusi nilai AVS30 dari BMKG. Nilai AVS30 kemudian digunakan untuk menghitung Ground Amplification Factor (GAF), yang menggambarkan tingkat penguatan guncangan di permukaan tanah. Untuk memperoleh peta potensi bahaya gempa secara menyeluruh, nilai GAF dikombinasikan dengan data PGA intensitas guncangan pada batuan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Tanggamus termasuk wilayah yang sangat rawan gempa bumi karena berada di jalur Sesar Semangko. Analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah ini didominasi oleh tingkat bahaya gempa tinggi seluas 193.355 hektar. Estimasi dampak mencakup sekitar 551.000 jiwa populasi terdampak, 8.600 unit bangunan, serta 256.000 hektar tutupan lahan yang berpotensi terkena dampak.
Studi Spasial Perubahan Garis Pantai akibat Abrasi dan Akresi di Desa Gebang, Padang Cermin, Pesawaran Tridawati, Anggun; Aziz, Reyhan; Setiawan, Aldin Putra; Armijon
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah pesisir memiliki peran strategis baik dari sisi ekologis, ekonomi, maupun sosial, namun sangat rentan terhadap perubahan bentang alam akibat dinamika gelombang, pasang surut, dan perubahan iklim. Informasi mengenai seberapa luasnya daratan yang sudah terkikis setiap tahunnya dan prediksi perubahan garis pantai yang akan terjadi beberapa tahun kemudian akan menjadi kajian yang sangat penting karena untuk digunakan dalam rencana pembangunan dan pengelolaan pesisir, untuk mitigasi bencana serta untuk pencegahan abrasi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan garis pantai menggunakan metode Digital Shorline Analisis System (DSAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan perubahan garis pantai yang telah terjadi selama 10 tahun terakhir diakibatkan oleh proses abrasi secara dominan, dengan luas perubahan abrasi sebesar 0,23 Ha dan 0,01 Ha kemudian proses akresi yang terjadi pada 2017 sampai tahun 2022 sebesar 0,01 Ha dan 0,05 Ha, dengan total abrasi pantai sebesar 0,24 Ha dan akresi sebesar 0,06 Ha.
Asesmen Risiko Rel Patah (Rail Breaks) pada Jalur Kereta Api Sumatera Selatan – Lampung dengan Pendekatan Probabilistic Fault Tree (PFTA) Usman, K.; Putri, V. N. A.; Kustiani, I.; Siregar, A. M.; Iswan; Bayzoni
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya volume angkutan barang di jalur kereta api (KA) Sumatra Selatan-Lampung, yang saat ini menangani sekitar 25 juta ton per tahun, berpotensi menimbulkan dampak pada integritas infrastruktur rel, terutama risiko rel patah (rail breaks). Studi ini menerapkan probabilistic fault tree analysis (PFTA) dalam proses asesmen penyebab utama dari patahnya rel berdasarkan nilai probabilitas (p) aset rel KA. Fault Tree disusun dengan menggabungkan pendapat para ahli (expert opinion) dari operator dan regulator KA. Analisis tersebut mengidentifikasi 23 penyebab utama (basic event) yang dibagi dalam 9 group (intermediate event), termasuk kondisi cuaca ekstrem (B1), kegagalan material (B2), pemuaian posisi rel (B3), anjlokan kereta api (B4), kelelahan material (C1), pemasangan yang tidak tepat (C2), kesalahan dalam perawatan (C3), pemeriksaan terjadwal yang tidak dilakukan (D), kecelakaan atau insiden (E). Analisis tersebut mengidentifikasi ekspansi rel di tikungan (p=0,82%), curah hujan ekstrem (p=0,99%), ekspansi rel di lurusan (p=1,1%), dan mud pumping (p=1,15%) sebagai peristiwa yang paling berisiko berdasarkan kemungkinan terjadinya. Risiko ini dikategorikan menjadi empat faktor risiko tinggi (p>0.80%), enam belas faktor risiko sedang (p=0,4% - 0,8%), tiga faktor risiko rendah (p=0 -0,4%). Oleh karena itu, strategi perbaikan yang diprioritaskan diusulkan untuk menangani faktor-faktor risiko tertinggi yang perlu dilakukan, dengan mempertimbangkan pengkategorian ini. Hasil temuan ini mengindikasikan perlunya intervensi pemeliharaan yang strategis dan terarah demi meningkatkan keselamatan serta keandalan operasional jalur angkutan barang ini.
Analisis Kinerja Layanan Cloud Computing dalam Sistem Cerdas Rekomendasi Tanaman Perkebunan Annisa, R.; Makarim, A. R.; Afif, M.; Sulistiono, W. E.; Ferbangkara, S.; Ubaidah
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisa kinerja layanan cloud computing dalam sistem cerdas rekomendasi tanaman perkebunan sebagai adaptasi perubahan iklim. Penelitian dilakukan menggunakan layanan App Engine dan Compute Engine dari Google Cloud Platform (GCP) untuk menganalisis kinerja sistem melalui pengujian beban berdasarkan parameter Response Time, Error Rate, Throughput, dan CPU Utilization. Hasil pengujian menunjukkan bahwa App Engine memiliki performa yang lebih stabil dan responsif. Pada durasi pengujian 30 hingga 300 detik, waktu respons App Engine menurun secara konsisten dari 7238 ms menjadi 252 ms. Tingkat Error Rate tetap 0% sepanjang pengujian, dengan throughput meningkat dari 11.1 hingga 73.8 req/detik. CPU utilization pada App Engine berkisar antara 31.56% hingga 59.89%, menunjukkan manajemen sumber daya yang efisien di bawah beban tinggi. Sebaliknya, Compute Engine menunjukkan fluktuasi dalam waktu respons, yang mencapai puncak 7481 ms pada pengujian 300 detik, dengan Error Rate tetap 0% tetapi throughput yang stabil di sekitar 12 req/detik. CPU utilization Compute Engine mencapai nilai maksimum mendekati 90%, menunjukkan keterbatasan dalam pengelolaan beban. Hasil ini mengindikasikan bahwa App Engine lebih direkomendasikan dalam implementasi sistem cerdas berbasis cloud mendukung keberlanjutan dan efisiensi perkebunan dalam menghadapi perubahan iklim.
Penilaian e-PAKSI terhadap kinerja sistem irigasi pada daerah irigasi permukaan dan daerah irigasi rawa di Lampung Timur Kusumastuti, D I; Wahono, E P; Zaenudin, A; Syah, A
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik dan Aplikasi Industi (SINTA) 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem irigasi merupakan komponen krusial dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian, terutama di wilayah dengan curah hujan yang tidak menentu. Penelitian ini mengevaluasi kinerja sistem irigasi permukaan dan rawa di Lampung Timur menggunakan aplikasi e-PAKSI, platform berbasis android yang memfasilitasi pengumpulan dan analisis data infrastruktur irigasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan mengacu pada standar kinerja yang ditetapkan oleh Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015. Hasil survei menunjukkan bahwa infrastruktur irigasi di daerah irigasi permukaan umumnya berada dalam kondisi lebih baik dibandingkan daerah irigasi rawa, yang rentan terhadap degradasi akibat faktor lingkungan dan keterbatasan perawatan. Penilaian indeks kinerja menunjukkan bahwa Daerah Irigasi Jabung memiliki nilai 68,76%, sementara Daerah Irigasi Karya Tani memiliki nilai 69,92%, keduanya dalam kategori kinerja kurang dan memerlukan perhatian. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan pemeliharaan dan intervensi untuk memastikan keberlanjutan kinerja irigasi di Lampung Timur.