cover
Contact Name
Husni Thamrin
Contact Email
pungkut@gmail.com
Phone
+6282363741866
Journal Mail Official
imamfahreza13@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Social and Political Sciences Jl. Dr. Sofian No.1 Medan 20155 North Sumatera, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : -     EISSN : 28294793     DOI : https://doi.org/10.32734/jkakp.v1i2.9143
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) merupakan jurnal yang diampu oleh Pusat Kajian Agraria dan Hak Asasi Petani (PUSKAHAP) yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara. Edisi pertama dari jurnal ini dimulai sejak April 2022 dan akan diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun. Jurnal ini berfokus pada pandangan kritis terhadap politik dan pembangunan pedesaan, agraria, dan sistem pangan, serta berbagai fenomena sosial, ekonomi, politik dan budaya petani.
Articles 36 Documents
Absennya Agenda Reforma Agraria, Kedaulatan Pangan, dan Redistribusi dalam Arena Politik Formal Indonesia Fredick Broven Ekayanta
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 2 (2022): Gerakan Tani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.498 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i2.10076

Abstract

Fenomena politik yang kerap muncul menjelang pemilihan umum di Indonesia adalah tingginya intensitas pertemuan antarelite partai politik untuk membicarakan potensi koalisi. Fenomena ini merupakan implikasi dari regulasi pemilihan presiden yang memiliki ambang batas yang cukup besar, sementara tidak ada partai politik yang mendapatkan suara mayoritas. Fenomena ini terjadi sejak Maret 2022 hingga setidaknya Oktober 2022 dalam mempersiapkan pilpres tahun 2024. Dengan menggunakan paradigma kritik sosial yang secara sederhana memiliki asumsi bahwa setiap manusia itu bebas dan otonom tetapi ada struktur yang menghambat kebebasan dan otonomi itu sehingga struktur tersebut harus dikritik, tulisan ini berargumen bahwa fenomena tersebut menunjukkan dominasi dari oligarki dalam arena politik formal di Indonesia, dan pada saat yang bersamaan menyingkirkan gerakan sosial dari akar rumput yang memiliki agenda seperti reforma agrarian, kedaulatan pangan, dan redistribusi. Hal ini menggambarkan semakin terkonsolidasinya kepentingan elite dalam mengendalikan politik Indonesia, sehingga memerlukan strategi gerakan sosial yang baru untuk memperjuangkan agenda-agenda reformisnya. Tulisan ini berargumen bahwa kondisi ini akan terus berlangsung selama gerakan sosial yang ada tidak mampu mengambil alih kontrol dan kendali atas arena politik formal.
Analisis Teori Lewis Coser Terhadap Konflik Kepemilikan Tanah di Kabupaten Tebo Provinsi Jambi (Studi tentang Masyarakat Pertanian di Desa Lubuk Mandarsah dengan PT Wira Karya Sakti) David Piter Pasaribu; Gideon Andekana; Rahma Hayati Harahap
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 2 (2022): Gerakan Tani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.907 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i2.10077

Abstract

Konflik pertanahan saat ini cenderung terus meningkat baik intensitas maupun keragamannya. Masalah tanah melibatkan hak-hak masyarakat pertanian. Artikel ini membahas konflik pertanahan yang terjadi antara masyarakat pertanian di Desa Lubuk Mandarsah dengan sebuah perusahaan kayu yaitu PT Wira Karya Sakti. Konflik pertanahan ini menimbulkan beragam bentuk perpecahan akibat perebutan sengketa yang belum terselesaikan dengan baik. Konflik tanah dipicu oleh adanya rasa kepemilikan. Kedua kelompok tersebut berupaya memperkuat kelompok mereka untuk mempertahankan hak atas tanah. Pada akhirnya, penyelesaian konflik ini dilakukan dengan resolusi konflik. Penyelesaian ini mampu menekan konflik yang terjadi dengan cara mediasi. Hasil penelitian ini menunjukkan mediasi tersebut berisikan keputusan mengenai pengembalian tanah oleh pihak perusahaandan secara penuh tanah itu merupakan milik masyarakat meskipun tim resolusi tidak bersungguh-sungguh untuk mengakomodasi kuatnya tuntutan dari pihak demonstran
Analisis Teori Legitimasi Pada Konflik Rekognisi Penguasaan Tanah Adat antara PT Asam Jawa dengan Komunitas Terdampak Hayati Harahap, Rahma Hayati Harahap; Nahwa Zainab Marpaung
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 1 (2023): Kebijakan Pertanian, Konflik Agraria dan Komoditas Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i1.13262

Abstract

Agrarian conflicts in the plantation sector are dominated by oil palm plantation conflicts. This article discusses the conflict over recognition of customary land tenure that occurred in Torgamba District involving PT Asam Jawa and affected communities. The theory used to analyze the conflict of recognition of customary land tenure is the theory of legitimacy. The method used is the study of literature and literature. Data collection techniques are carried out through scientific journals and other literature sources related to studies and research problems. The results showed that there was a legitimacy gap that occurred between PT Asam Jawa and the affected communities. The legitimacy gap is caused by PT Asam Jawa's failure to meet the needs and expectations of the community and comply with norms, values, and boundaries recognized by local residents.
Kebijakan Pengembangan Inovasi Teknologi Pertanian Presisi di Provinsi Sumatera Utara Saraan, Muhammad Imanuddin Kandias; Rambe, Rahmansyah Fadlul Al Karim
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 1 (2023): Kebijakan Pertanian, Konflik Agraria dan Komoditas Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i1.13319

Abstract

Pentingnya inovasi teknologi hasil pertanian di Sumatera Utara merupakan suatu keharusan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Eksplorasi teknologi pertanian teknologi pertanian, sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan efektivitas produk pertanian. Namun, penerapannya memiliki tantangan yang mendorong keterlibatan antar pemangku kepentingan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan mengenai fenomena yang diamati. Hasil penelitian menunjukkan. Teknologi pertanian presisi dinilai dapat menjadi solusi dalam menghadirkan pertanian di Sumatera Utara dalam meningkatkan kualitas produk pertanian dan keberlanjutan pertanian. Pengembangan pertanian presisi yang membutuhkan biaya investasi, dukungan infrastruktur dan ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki keahlian khusus menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan penerapan teknologi ini. Meskipun penerapan teknologi pertanian presisi membantu petani dalam meningkatkan produktivitas, namun dibutuhkan komitmen dan kebijakan pemerintah agar penerapannya dapat berjalan secara luas.
Food estate dalam Bingkai Media: (Analisis Framing Pada Media Online Waspada.co.id) Andinata, Maulana; Syam, Abdi Mubarak; Ramadhan, All Rizky
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 1 (2023): Kebijakan Pertanian, Konflik Agraria dan Komoditas Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i1.13353

Abstract

Media has a very central role in defining how reality should be understood and how that reality should be explained in a certain way to the public. The dynamics of the pros and cons of food estate seems interesting to examine further from Waspada.co.id's perspective in framing information related to food estate. The research method used in this study is the framing analysis model, with reference to four aspects, namely; Define Problems, Diagnose Cause, Make Moral Judgment, and Treatment Recommendation. The results of the research show that Waspada.co.id has tried to be balanced in presenting information, but on the other hand the majority actors such as private corporations are given a large enough space, accusing the various opinions expressed by local residents as inappropriate. Waspada.co.id seems inclined to construct or frame the Food estate program as an important program and has a priority scale in government programs, especially after the Covid-19 pandemic. This can be seen through the construction of Waspada.co.id news which selects and emphasizes certain positive aspects of the food estate program.
Politik Pangan: Upaya Membangun Kebijakan Ketahanan Pangan di Sumatera Utara Lumbanraja, Victor; Fahreza, Imam
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 2 (2023): Politik, Ketahanan Pangan, Pembangunan dan Modernisasi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i2.13354

Abstract

Upaya membangun ketahanan pangan di Sumatera Utara membutuhkan serangkaian rencan strategis kebijakan. Dalam mengatasi permasalahan ketahanan pangan, diperlukan peran dari seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan produksi pangan, menjaga kualitas dan memperkuat sumber daya untuk memberi jaminan ketahanan pangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis politik pangan dalam meningkatkan ketahanan pangan?. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Hasil menunjukan politik pangan membutuhkan kerjasana kelembangaan antar wilayah dalam meningkatkan komoditas pertanian yang unggul dalam menjamin ketesediaan pangan. Kebijakan tersebut penting memberikan kualitas, keamanan dan ketahanan pangan ditingkat lokal yang berorentasi pada pemberdayaan masyarakat. Politik pangan yang diimplementasikan dalam kebijakan dan program membutuhkan rencan strategis aspek politik pangan yang mengarah pada keputusan dan kebijakan terkait produksi, distribusi, dan akses pangan. Kondisi tersebut mendorong pemangku kepentingan untuk memberikan penguatan inovasi pertanian seperti penggunaan teknologi pertanian (Smart Farming), dan mengembangkan program diversifikasi dalam menjamin ketersediaan pangan di Sumatera Utara. Implementasi penguatan inovasi tersebut dapat berkelanjutan, membutuhkan rencana kebijakan yang dapat memberikan jaminan ketersediaan pangan.
Representasi Konflik Agraria dalam Film Ben dan Jody Ritonga, Aulia Rahma; Lestari Dara Cinta Utami
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 1 (2023): Kebijakan Pertanian, Konflik Agraria dan Komoditas Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i1.13373

Abstract

Film is a medium of communication that has a fairly strong role in constructing and directing the minds of its audience towards the meaning or messages that are constructed. The messages that are built are usually packaged in such a way, through realistic depictions, so as to bring the audience into a real visual representation space. This film aims to see how the agrarian conflict is represented through the film Ben and Jody. The method used in this study is textual analysis using a constructionist approach. The research data were obtained through observing images (visual images) and sound/dialogue (audio) which contained text. The results of the study show that Ben and Jody's film packs a narrative message through the construction of an inland village set, with natural shooting, proper color selection, and a moderate score. Narrative and visual packaging like this is also able to bring the audience into the conflict that Ben and Jody are going through, so that they feel that the conflict is increasingly real in the dynamics of agrarian conflicts in Indonesia. The film Ben & Jody presents a number of discussions about agrarian conflicts, injustice or the incompetence of law enforcers, activism, thuggery, to the serious resistance of grassroots groups. However, what is interesting about them (local citizen actors) can never be described as actors who are able to speak powerfully, because they are often muted by dominant groups (corporations). This film also shows very clearly that customary issues and land disputes are problems that are not easy to resolve. Even now, this problem has not been completely resolved
Komunikasi Pembangunan Dalam Pengembangan Inovasi Good Agricultural Practices Purba, Arief Marizki; Hardiyanto, Sigit; Pamungkas, Yoma Bagus
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 1 (2023): Kebijakan Pertanian, Konflik Agraria dan Komoditas Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i1.13399

Abstract

Inovasi teknologi pertanian menjadi kebutuhan penting dalam mendorong produktivitas pertanian. Besarnya potensi sektor pertanian di Sumatera Utara mendorong kebutuan inovasi menjadi kebutuhan mendesak. Melalui model Good Agricultural Practices (GAP) inovasi tersebut menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan keamanan pertanian meski penerapannya masih terbatas. Melalui komunikasi pembangunan yang menyampaikan pesan inovasi menjadi kebutuhan penting dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pendekatan komunikasi pembangunan dalam pengembangan inovasi GAP di Sumatera Utara. Metode penelitian digunakan deskriptif kualitatif dengan menggumpulkan literatur yang kemudian dianalisis. Hasil menunjukan, inovasi berbasis GAP di Sumatera Utara membutukan pendekatan komunikasi pembangunan yang lebih luas. Pendekatan berbasis budaya lokal, dan meningkatkan interakasi pengembangan. Media masa dan komunikasi langsung menjadi upaya penting dilakukan. Inovasi berbasis GAP dapat meningkatkan kesejateraan petani dan keamanan. GAP dapat mendorong pertanian berkelanjutan. Partisipasi menyeluruh antar pemangku kepentingan dapat mempercepat penerapan GAP.
Beras Sebagai Komoditas Politik Dalam Pemilihan Umum di Indonesia Nasution, Faiz Albar; Indainanto, Yofiendi Indah; Pardede, Piki Darma Kristian
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 1 (2023): Kebijakan Pertanian, Konflik Agraria dan Komoditas Politik
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i1.13421

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris menempatkan sektor pertanian menjadi penting. Tidak hanya mencakup tentang ketahanan pangan, melainkan menjadi komoditas politik. Beras sebagai bahan pokok masyarakat Indonesia, digunakan politisi sebagai media kampanye yang dapat menarik dukungan. Anggapan beras dianggap sebagai komoditas strategis dapat digunakan sebagai komoditas politik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan beras sebagai komoditas politik menjelang Pemilihan Umum. Metode yang digunakan  desk research dengan mengumpulkan data secara digital. Hasil penelitian menunjukan beras memiliki peran yang signifikan dalam politik, mulai komoditas strategis untuk mencapai ketahanan pangan maupun sebagai alat kebijakan politik, media kampanye. Beras dinilai menjadi representatif dalam melihat kepedulian politisi kepada petani sebagai upaya menciptkaan kesejahteraan. Beras selalu menjadi fokus dalam rencana kebijakan, pedebatan politik dan menjadi strategi penting politisi menunjukan arah kebijakan. Pentingnya komoditas beras dalam politik erat kaitan dengan sejarah panjang yang menempatkan beras sebagai simbol identitas nasional. Penting melihat urgensi beras sebagai komoditas pangan dibanding komoditas politik.
Komunikasi Penyuluhan Badan Pangan Nasional (BPN) Melalui Ecological Citizenship dalam Mendorong Ketahanan Pangan di Sumatera Utara Dalimunthe, Maulana Andinata; Habibi, Muhammad Lutfi; Ritonga, Aulia Rahma
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 2 (2023): Politik, Ketahanan Pangan, Pembangunan dan Modernisasi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i2.13460

Abstract

Food security for a country is a very important thing. Food is a basic need that is essential and very fundamental for humans to fulfill and maintain their life. This study aims to see how extension communication activities are carried out by the National Food Agency (BPN) as part of the government in realizing ecological citizenship and increasing the national food security index. This study uses a case study approach to analyze extension activities carried out by the National Food Agency (BPN) in realizing ecological citizenship and food security. The results of the research show that food security based on three pillars (availability, affordability, utilization) has coherence which basically can be achieved by prioritizing environmental preservation. Extension activities with the concept of ecological citizenship play an important role because they use a bottom-up approach, namely through direct community participation. Through the concept of ecological citizenship, the government does not just solve food security problems, but simultaneously can protect the environment. Optimization of ecological citizenship in increasing national food security is carried out through clear and effective counseling intensity by prioritizing sustainability and humanist principles, such as counseling based on health knowledge, as well as maintenance of an equitable environment.

Page 2 of 4 | Total Record : 36