cover
Contact Name
Husni Thamrin
Contact Email
pungkut@gmail.com
Phone
+6282363741866
Journal Mail Official
imamfahreza13@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Social and Political Sciences Jl. Dr. Sofian No.1 Medan 20155 North Sumatera, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : -     EISSN : 28294793     DOI : https://doi.org/10.32734/jkakp.v1i2.9143
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) merupakan jurnal yang diampu oleh Pusat Kajian Agraria dan Hak Asasi Petani (PUSKAHAP) yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara. Edisi pertama dari jurnal ini dimulai sejak April 2022 dan akan diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun. Jurnal ini berfokus pada pandangan kritis terhadap politik dan pembangunan pedesaan, agraria, dan sistem pangan, serta berbagai fenomena sosial, ekonomi, politik dan budaya petani.
Articles 36 Documents
PEMBERDAYAAN PETANI KOPI MELALUI KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DEWAN KOPI INDONESIA (DEKOPI) DI KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Khairifa, Feni; Suhendar, Aris
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 2 (2023): Politik, Ketahanan Pangan, Pembangunan dan Modernisasi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i2.13461

Abstract

Coffee is the largest commodity in the world. Coffee is also the second largest export after oil exports in Indonesia. In 2019 until now, Indonesia's coffee export ranking has decreased, which was originally ranked as the third largest coffee exporting country in the world, from 2019 until now it has fallen to fourth place. This is caused by a number of things, such as the low level of education on how to educate coffee to coffee farmers in Indonesia, the high price of fertilizers, and restrictions on the amount of subsidized fertilizers for coffee farmers, causing the quality of coffee plant cultivators to be poor. This problem has an impact on coffee farmers who are in the Humbang Ha Anglean area of ​​North Sumatra Province, Humbang Ha Anglean is one of the Arabica coffee producers in Indonesia, this problem has an impact on coffee farmers in the area. In this case the Indonesian Coffee Council (DEKOPI) as the largest coffee community in Indonesia, working with the government, created a program for coffee farmers called coffee storage houses, to accommodate coffee products from coffee farmers in Indonesia. This program is carried out by DEKOPI in collaboration with BUMN to prosper and prosper coffee farmers in Indonesia. And also to improve the yields of coffee farmers and the level of coffee exports in Indonesia can increase. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The results of this study indicate that the program formed by DEKOPI is still not effective, which is because the program has just been formed and has only been running for a few months, and if this program runs well and is effective, the effect will be felt for one or two next year.
Kedudukan Hak Atas Tanah Masyarakat Adat di Pulau Rempang Dalam Pembangunan Rempang Eco City Triani, Emi; Nasution, Nabila Fahira; Magello, Andi Nisa
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 2 (2023): Politik, Ketahanan Pangan, Pembangunan dan Modernisasi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i2.14048

Abstract

Keberagaman Indonesia meliputi suku, agama, peradaban, tradisi, dan adat istiadat. Dengan keberagaman ini, Indonesia perlu memiliki sikap toleransi terhadap seluruh masyarakat. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu budaya yang mempunyai dampak yang signifikan terhadap kehidupan sosial di Indonesia yang terlihat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Salah satu cara kebudayaan digunakan oleh negara adalah sebagai pembawa perdamaian ketika terjadi konflik khususnya kepada masyarakat adat. Tujuan penelitian ini untuk melihat hak atas tanah masyarakat adat dalam pembangunan Rempang Eco City yang masih menjadi perdebatan dan menciptakan konflik antara pemerintah dan masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan literatur review. Teknik pengumpulan data meliputi penggunaan data sekunder dari jurnal, sumber online, dan publikasi ilmiah. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang digunakan dalam pendekatan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek Rempang Eco City harus dilaksanakan dengan komunikasi dan pemahaman yang baik antara semua pihak. Hak mereka atas tanah harus diakui dan ditegakkan sepenuhnya. Strategi ini memungkinkan kita mencapai keseimbangan yang sehat antara pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, dan pertumbuhan ekonomi.
Pentingnya Regenerasi Petani dalam Modernisasi Pertanian Marpaung, Nicholas; Bangun, Immanuel Cristwo
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 2 (2023): Politik, Ketahanan Pangan, Pembangunan dan Modernisasi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i2.14195

Abstract

Indonesia memiliki potensi untuk membawa sektor pertaniannya ke tingkat yang lebih tinggi. Namun, beberapa hambatan masih menghalangi keberlangsungan pertanian di Indonesia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mereformasi produk pertanian dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan hasil dan efisiensi pertanian. Kaum muda adalah yang paling kompeten dalam memahami dan memodernisasi teknologi. Regenerasi pertanian terkait dengan reformasi produk pertanian penting untuk melibatkan generasi muda dan meningkatkan produktivitas. Namun, ada masalah dengan regenerasi petani yang disebabkan oleh berbagai alasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana regenerasi petani dapat berdampak pada produk pertanian dan memodernisasi pertanian. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan bersama dengan strategi tinjauan literatur. Selain itu, sumber data sekunder seperti buku, jurnal, penelitian terdahulu, dan media juga digunakan sebagai pendukung penelitian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang ditujukan kepada orang tua dan generasi muda petani harus dilakukan untuk mendorong regenerasi petani. Regenerasi petani untuk memodernisasi pertanian dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan pertanian dan pengetahuan tentang perlunya regenerasi petani. Dalam mewujudkan reforma agraria penting untuk merumuskan kebijakan khusus yang ditujukan kepada generasi muda, dengan fokus pada meningkatkan pemahaman mereka tentang berbagai aspek pertanian.
Upaya Peningkatan Kesejahteraan Komunitas Lokal Melalui Adopsi Praktik Agrowisata di Desa Wisata Denai Lama Surya Yudha Regif; Nasution, Faiz Albar; Bangun, Immanuel Cristwo
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 2 No. 2 (2023): Politik, Ketahanan Pangan, Pembangunan dan Modernisasi
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v2i2.14284

Abstract

Pertanian telah menjadi salah satu sektor yang memperoleh perhatian khusus dalam upaya meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal. Seberjalannya dengan berkembangnya konsep agrikultural, konsep agrowisata muncul sebagai pendekatan yang menggabungkan elemen pertanian dengan elemen pariwisata demi menciptakan peluang ekonomi dan sosio-budaya. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya-upaya yang dilakukan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal melalui adopsi praktik agrowisata di Desa Wisata Denai Lama. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, artikel ini mengungkapkan apa saja dampak signifikan yang mempengaruhi pengembangan agrowisata di Desa Denai Lama. Dampak ini bersinggungan pada perubahan ekonomi dan sosial-budaya. Hasil penelitian mencakup atas keberhasilan penerapan konsep agrowisata pada pengembangan Desa Wisata Denai Lama. Manfaat dari segi ekonomi yakni menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, terutama bagi masyarakat kalangan petani yang wilayah kerjanya dimanfaatkan sebagai lahan mata pencaharian baru. Disisi lain juga ikut memberikan kontribusi terhadap penambahan pendapatan daerah. Dari segi sosio-budaya ikut memperkaya wawasan budaya serta interaksi sosial yang melibatkan masyarakat lokal dengan para wisatawan. Ini tak terlepas dari bagaimana pemerintah, para stakeholder dan masyarakat lokal dalam memainkan peranan yang penting terhadap pengoptimalan potensi Desa Denai Lama.
Analisis Implementasi Kebijakan “Food Estate” Dalam Upaya Perlindungan Keberlanjutan Lahan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Di Provinsi Kalimantan Tengah Risdianto, Arjena; Felix Marshal Jotham; Nurdin
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 3 No. 1 (2024): Kebijakan agraria
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v3i1.14748

Abstract

Implementasi kebijakan "Food Estate" merupakan program kebijakan yang diusulkan oleh Menteri Pertahanan bertujuan untuk meningkatkan produksi pangan di Indonesia khususnya dalam konteks memastikan ketahanan nasional selama pandemi. Pada pengimplementasiannya, program “Food Estate” tersebut menimbulkan kontroversi terkait dampak lingkungan dan konflik tanah dengan masyarakat adat dan petani lokal khususnya di Kalimantan Tengah. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa program food estate di daerah tersebut mengalami kegagalan karena kurangnya pembelajaran dari pengalaman sebelumnya dan kurangnya perencanaan yang matang. Diperlukan pendekatan berbasis dialog, konsultasi, dan solusi yang adil yang melibatkan semua pihak yang terlibat untuk menyelesaikan masalah ketahanan pangan dan ketahanan nasional di wilayah tersebut secara berkelanjutan dan adil. Program food estate memiliki dampak lingkungan dan sosial yang perlu diperhatikan, dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi program sangat penting untuk membangun dukungan publik yang solid dan mengurangi potensi konflik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana dinamika dari implementasi dan keberlanjutan kebijakan Food Estate di Kalimantan Tengah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengumpulan data dari sumber-sumber pustaka ini kemudian dianalisis secara kritis.
Identifikasi Pemanfaatan Data Geospasial Statistik Pertanian dalam Mendukung Pengambilan Keputusan Bata, Ferdinandus
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 3 No. 1 (2024): Kebijakan agraria
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v3i1.14786

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor utama dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan di seluruh dunia. Begitu banyak tantangan terutama dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan sehingga membutuhkan suatu pendekatan inovatif yang dapat mempermudah permasalahannya, salah satunya adalah dengan adanya data geospasial statistik pertanian. Pendekatan yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis literatur dan kajian konseptual. Data geospasial dapat meningkatkan efisiensi pertanian. Ahli pertanian dapat merencanakan penggunaan lahan dengan lebih efisien, sedangkan petani dapat memilih lokasi budidaya yang optimal. Pemantauan pertanian real-time melalui citra satelit membantu deteksi cepat masalah seperti serangan hama atau penyakit, meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.
Gumelar Senjakala Pranata Mangsa: Transformasi Kognitif dan Perubahan Struktur Sosial Petani Jawa sawali, rangga gumelar; Ardi, Mulia Ardi
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 3 No. 1 (2024): Kebijakan agraria
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v3i1.15676

Abstract

Abstrak Revolusi hijau tahun 1970 telah mengubah kultur pertanian di Jawa. Kini, sistem pertanian di Jawa telah beralih ke sistem pertanian modern dan meninggalkan praktik-praktik pertanian tradisonal. Situasi ini berimbas pada pergeseran pranata mangsa sebagai sistem pengetahuan pertanian tradisional Jawa. Artikel ini bertujuan untuk menggali lebih dalam fenomena tersebut melalui penelitian intensif yang berlokasi di desa Joho, kecamatan Kalidawir, kabupaten Tulungagung, Jawa timur. Penelitian ini berjenis kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi lapangan dan pustaka. Data penelitian diperoleh dengan cara observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan dengan menerapkan metode hermeneutika filosofis yang dipadukan dengan perspektif Louis Althusser tentang Ideologi. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Revolusi hijau menyimpan hikayat konflik ideologi antara kapitalisme dan komunisme, keduanya saling berebut pengaruh kekuasaan secara politik, ekonomi dan budaya di negara dunia ketiga. 2) Imbas dari konflik ideologi menyababkan transformasi kognitif dan struktur sosial masyarakat yang akhirnya menggeser sistem pertanian tradisonal menjadi teknologi modern. 3) Pergeseran kognitif dan sistem pertanian tersebut pada akhirnya menyebabkan posisi pranata mangsa terancam hilang di dalam ruang sosial-budaya masyarakat desa Joho, hingga saat ini indegenouse knowledge tersebut hanya tersisa kenangan dalam ingatan segelintir warga. kata kunci: Pranata Mangsa, Revolusi Hijau, Ideologi, Lois Althusser, Transformasi Kognitif. Abstract The Green Revolution of 1970 has transformed the agricultural culture in Java. Today, the farming system in Java has shifted to modern agriculture, leaving behind traditional farming practices. This situation has impacted the shift in the institution of ‘pranata mangsa’ as the traditional agricultural knowledge system in Java. This article aims to delve deeper into this phenomenon through intensive research located in the village of Joho, Kalidawir district, Tulungagung regency, East Java. This qualitive-descritive research employs a field and literature study approach. Data is gathered through observation, interviews, and literature review. Data analysis is conducted using a combination of philosophical hermeneutics method and Louis Althusser’s perspective on ideology. The research findings indicate: 1) The Green Revolution embodies the narrative of ideological conflict between capitalism and communism, both vying for political, economic, and cultural influence in third world countries. 2) The repercussions of ideological conflict lead to cognitive transformation and social structure changes in the community, ultimately shifting from traditional farming systems to modern technology. 3) This cognitive shift and change in farming systems ultimately threaten the position of ‘pranata mangsa’ within the socio-cultural space of the Joho village community, and currently, indigenous knoeledge is only reminisced by a few villagers. Keywords: Pranata Mangsa, Green Revolution, Ideology, Louis Althusser, Cognitive Transformation.
Optimalisasi Program Bantuan Langsung Tunai dalam Meningkatkan Kesejahteraan Petani Terdampak Fenomena El Nino di Indonesia Triani, Emi; Magello, Andi Nisa
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 3 No. 1 (2024): Kebijakan agraria
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v3i1.15788

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi dampak Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) terhadap kesejahteraan petani yang terdampak oleh fenomena El Nino di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif denganstudi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa El Nino memiliki dampak signifikan pada sektor pertanian, termasukkekeringan, gangguan pada musim tanam, dan penurunan kualitas hasil panen. Upaya penanggulangan terhadap El Nino melibatkan pemantauan cuaca, pemakaian air yang efisien, dan penerapan pupuk organik. Sementara itu, BLT El Nino memberikan bantuan finansial kepada petani yang terkena dampak langsung, membantu mereka dalam menjaga daya belidan meredakan beban ekonomi. Respon positif dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menunjukkan bahwa program inidianggap efektif dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Kesimpulannya, kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pihak terkait diperlukan dalam menghadapi fenomena El Nino, sementara BLT El Nino memberikankontribusi positif dalam menjaga kesejahteraan petani di masa sulit.
Upaya Pemerintah dan Teknologi Pertanian dalam Meningkatkan Pembangunan dan Kesejahteraan Petani di Indonesia Sudarwati, Lina; Nasution, Nabila Fahira
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 3 No. 1 (2024): Kebijakan agraria
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v3i1.15847

Abstract

Teknologi pertanian telah membawa dampak yang signifikan dalam mengembangkan sektor pertanian di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan studi literatur, penelitian ini menyelidiki upaya pemerintah dalam menerapkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan pembangunan negara dan kesejahteraan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi pertanian modern telah memungkinkan petani untuk meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi beban kerja manual, dan meningkatkan produktivitas secara keseluruhan. Selain itu, teknologi informasi dan komunikasi juga memainkan peran penting dalam menghubungkan petani dengan informasi pasar dan memfasilitasi akses ke platform belanja online, yang berkontribusi pada peningkatan pemasaran dan penjualan produk pertanian. Langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, seperti program penyuluhan, penyediaan input produksi, dan pembangunan infrastruktur pertanian, telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan. Namun, untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan implementasi teknologi pertanian, diperlukan keterlibatan lebih lanjut dari pemerintah dalam menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan bagi petani, serta memperkuat infrastruktur teknologi di pedesaan. Dengan demikian, teknologi pertanian dapat terus menjadi pendorong utama pembangunan negara dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Agrarian Conflicts Across Ugandan Societies: A Complex Struggle Asad, Shibli Jamal Shariff; Anshari, Andry; Mulabbi, Andrew
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 3 No. 2 (2024): In Progress
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jkakp.v3i2.18938

Abstract

Agrarian conflicts in Uganda are deeply embedded in the nation's historical, social, and economic contexts. Rooted in colonial-era land policies, such as the Mailo land system, these conflicts continue to shape land ownership and agricultural practices, contributing to socio-economic inequalities. This paper examines the causes and consequences of agrarian disputes in Uganda, focusing on land tenure disputes, ethnic and regional conflicts, government policies, population pressures, and the commercialization of agriculture. The study finds that historical land tenure systems, particularly the Mailo system, have created lasting inequalities, while modern governmental policies and population growth exacerbate land-related conflicts. Additionally, the shift towards large-scale commercial agriculture has marginalized smallholder farmers, contributing to social instability. Addressing Uganda’s agrarian conflicts requires a comprehensive and inclusive approach to land reform, incorporating stronger governance, sustainable land management, and respect for indigenous rights.

Page 3 of 4 | Total Record : 36