cover
Contact Name
Husni Thamrin
Contact Email
pungkut@gmail.com
Phone
+6282363741866
Journal Mail Official
imamfahreza13@gmail.com
Editorial Address
Faculty of Social and Political Sciences Jl. Dr. Sofian No.1 Medan 20155 North Sumatera, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan
Published by TALENTA PUBLISHER
ISSN : -     EISSN : 28294793     DOI : https://doi.org/10.32734/jkakp.v1i2.9143
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) merupakan jurnal yang diampu oleh Pusat Kajian Agraria dan Hak Asasi Petani (PUSKAHAP) yang berada di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara. Edisi pertama dari jurnal ini dimulai sejak April 2022 dan akan diterbitkan 2 kali dalam 1 tahun. Jurnal ini berfokus pada pandangan kritis terhadap politik dan pembangunan pedesaan, agraria, dan sistem pangan, serta berbagai fenomena sosial, ekonomi, politik dan budaya petani.
Articles 36 Documents
Peran Lembaga Maspigas dalam Pemberdayaan Petani Kopi di Desa Bangun Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Hotmaulina Naibaho; Putra Kasea Sinaga, Randa
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 1 (2022): Kesejahteraan Petani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.003 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i1.8298

Abstract

Subsektor perkebunan kopi merupakan salah satu sektor pertanian yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar bagi negara. Namun petani kopi di Desa Bangun masih membutuhkan pelatihan dan pendampingan dalam mengelola tanaman kopi dengan melibatkan peran beberapa pihak seperti LSM. Lembaga Maspigas merupakan lembaga yang melakukan program pemberdayaan bagi petani kopi di Desa Bangun dengan melaksanakan beberapa peran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Desa Bangun, Kecamatan Parbuluan. Peran yang dilakukan oleh lembaga Maspigas antara lain sebagai motivator, fasilitator, pendidik, broker, dan dinamisator berupa pemberdayaan yang dilakukan oleh Lembaga Maspigas di Desa Bangun berupa pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan sosial yang sudah berjalan dengan baik. Petani kopi desa Bangun yang tergabung dalam kelompok Ina Nalaombok Bangun telah mampu meningkatkan perekonomian dan mengembangkan kemampuannya. Kata Kunci: Pemberdayaan, Peran, Petani Kopi, Kelembagaan
Efektivitas Bantuan Sosial Tunai (BST) Pada Masyarakat Petani Yang Terkena Dampak Covid-19 Di Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe Kabupaten Karo Nurhasanah, Amalia; Sinaga, Randa Putra Kasea
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 1 (2022): Kesejahteraan Petani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.796 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i1.8300

Abstract

Bantuan ini dikeluarkan oleh Kementerian Sosial sejak munculnya virus Covid-19 di Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa uang sebesar Rp 600.000 rupiah pada tiga bulan pertama yaitu bulan April sampai bulan Juni, kemudian diperpanjang sebesar Rp 300.000 rupiah hingga akhir tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitasan dari BST yang diberikan kepada masyarakat petani yang terkena dampak Covid-19 di Desa Barusjahe, dimana untuk melihat keefektivitasan dari Bantuan Sosial Tunai ini, peneliti menggunakan delapan indikator efektivitas yang dikemukakan oleh Makmur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, studi lapangan, observasi, dan wawancara mendalam. Berdasarkan temuan penelitian dan hasil analisis data diuraikan mengenai Efektivitas Bantuan Sosial Tunai (BST) Pada Masyarakat Petani Yang Terkena Dampak Covid-19 Di Desa Barusjahe, Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo. Peneliti menarik kesimpulan mengenai keefektivitasan Bantuan Sosial Tunai (BST) tergolong ke dalam delapan (8) Indikator yaitu Ketepatan penentuan waktu, Ketepatan perhitungan biaya, Ketepatan pengukuran, Ketepatan menentukan pilihan, Ketepatan berfikir, Ketepatan melakukan perintah, Ketepatan menentukan tujuan, dan Ketepatan sasaran sudah dikatakan efektif. Namun pada indikator ketepatan penentuan waktu belum efektif karena dalam indikator waktu tersebut bahwasannya sebagaimana yang telah di jelaskan pada tiap-tiap indikator, pada penerima BST mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa uang tersebut tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka selama sebulan.
Peran Organisasi Dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi Pada Serikat Petani Wilayah Sumatera Utara) Batubara, Azwar Azmi; Sinaga, Randa Putra Kasea
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 1 (2022): Kesejahteraan Petani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.286 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i1.8301

Abstract

Organisasi sangat dibutuhkan untuk membantu dan mengkawal penyelesaian kasus yang dialami oleh petani. Sebagai Pilar demokrasi yang mewujudkan masyarakat sipil (civil society) yang kuat dan mampu memperjuangkan hak-hak rakyat dalam kehidupan bernegara dipegang oleh Organisasi masyarakat dan Lembaga Swadaya atau disebut sebagai Non-Govemmental (NGO). Serikat Petani Indonesia yang merupakan organisasi perjuangan petani Indonesia untuk memperoleh kebebasan dalam menyuarakan pendapat, berkumpul dan berorganisasi guna memperjuangkan hak-haknya yang selama ini ditindas. Maka atas dasar orientasi perjuangan yang dilakukan oleh Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara yang berfokus terhadap permasalahan petani yang semakin jauh dari rasa keadilan, dengan hal itulah penulis ingin melakukan penelitian untuk melihat bagaimana Peran Organisasi Dalam Aksi Sosial Masyarakat Tani (Studi Pada Serikat Petani Indonesia Wilayah Sumatera Utara) secara kongkrit. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan objek dan fenomena yang diteliti. Berdasarkan temuan dari hasil penelitian, dalam melakukan perannya DPW SPI Sumatera Utara juga menempatkan diri sebagai social planner yang mana berperan mengumpulkan data untuk dianalisis dan menyajikan alternative tindakan yang rasional dalam mengakses sistem sumber yang ada untuk mengatasi masalah pemenuhan kebutuhan individu, kelompok dan masyarakat.
Gerakan Sawah Mandiri Di Kabupaten Serdang Bedagai Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2016 Arifin, Adil; Marpaung, Firdaus Pardamean
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 1 (2022): Kesejahteraan Petani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.903 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i1.8308

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk menguraikan tentang Gerakan Sawah Mandiri di Kabupaten Serdang Bedagai Berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2016. Disamping itu, hal yang lebih utama alasan terbitnya Peraturan Bupati Serdang Bedagai Nomor 26 Tahun 2016 adalah kasus bapak subondo. Penggalian lahan tidur yang dilakukan oleh Bapak Subondo untuk dijadikan sebagai lahan sawah baru menjadi masalah dan harus berurusan dengan hukum akibat dituduh melakukan penggalian secara ilgeal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang diarahkan untuk memberikan fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat mengenai sifat-sifat penelitian serta menganalisa kebenerannya berdasarkan data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan melalui studi Pustaka. Pada penelitian ini terdapat beberapa program yang dilaksanakan terkait kebijakan Gerakan Sawah Mandiri, salah satunya ialah mencetak sawah baru secara mandiri. Adapun peneliti menemukan dalam proses mencetak sawah baru dapat menggunakan alat berat (excavator) yang disediakan oleh dinas pertanian kabupaten Serdang Bedagai, tetapi penggunaannya harus pada saat musim kemarau sehingga tidak merusak jalan sawah maupun irigasi pertanian. Lahan sawah yang baru akan diberi modal awal untuk bertani, seperti pupuk, benih, dan obat-obat tanaman padi
Pentingnya Kehadiran Negara dalam Konflik Masyarakat – Korporasi: Pengalaman Masyarakat Pangkalan Susu Menolak PLTU Batubara Simanjuntak, Surya Dua Artha; Ginting, Bengkel; Putra Kasea Sinaga, Randa
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 1 (2022): Kesejahteraan Petani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.444 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i1.8502

Abstract

Dalam urusan kepentingan ekonomi, hubungan antara masyarakat dengan korporasi sering saling bertentangan. Salah satu contohnya konflik antara masyarakat Pangkalan Susu dengan korporasi pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) batubara di daerah mereka. Masyarakat menganggap pengoperasian PLTU telah menyebabkan kerusakan lingkungan, yang akibatnya berdampak buruk ke penghasilan dan kesehatan mereka. Penelitian dilakukan untuk menggali pengalaman masyarakat Pangkalan Susu dalam menghadapi dampak buruk pengoperasian PLTU tersebut. Sampling purposif digunakan untuk merekrut informan. Menggunakan pendekatan analisis fenomenologis interpretatif, dilakukan wawancara mendalam kepada tiga informan. Ditemukan bahwa ketidakhadiran negara dalam konflik ini membuat masyarakat makin terpuruk. Padahal Indonesia, sebagai negara kesejahteraan, perlu melindungi rakyatnya dari pengaruh buruk kapitalisme. Apalagi mayoritas masyarakat Pangkalan Susu bergantung pada alam: jika alam mereka rusak, maka penghasilan mereka juga hilang. Artikel ini ingin menjelaskan pentingnya kehadiran negara dalam konflik antara masyarakat vs. korporasi—terutama untuk melindungi masyarakat sebagai kelompok yang lebih lemah.
Kehidupan Sosial Masyarakat Desa Tabuyung Yang Terdampak Kehadiran Pt. Anugerah Langkat Makmur Di Tengah Pandemi Covid 19 Nurjannah; Ginting, Bengkel
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 1 (2022): Kesejahteraan Petani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.903 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i1.8635

Abstract

Kehadiran perusahaan besar seperti PT. Anugerah Langkat Makmur (ALAM) yang bergerak dalam hal perkebunan dan pengolahan kepala sawit telah memberi pengaruh dan sejumlah dampak yang cukup signifikan pada aspek kehidupan sosial masyarakat Desa Tabuyung. Ditembah lagi terjadinya pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun belakangan ini yang mempengaruhi kehidupan sosial di Desa Tabuyung bahkan seluruh dunia. Jurnal ini sendiri berisikan penelitian berbentuk deskripsitf kualitatif. Dampak pertama yang terjadi yakni semakin beragamnya profesi masyarakat terutama yang berkaitan dengan dagang dan jasa, yang juga membuat terserapnya angkatan kerja desa. Kedua yaitu meningkatnya minat terhadap pendidikan melihat persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan membutuhkan latar belakang pendidikan yang baik. Ketiga, transformasi paguyuban (gemeinschaft) menjadi patembayan (gesselschaft). Dampak terakhir yaitu bergantinya solidaritas mekanik menjadi organik.
Pengelolaan Cadangan Pangan Masyarakat Melalui Lumbung Pangan Di Kabupaten Deli Serdang Lestari Hulu; Muhammad Husni Thamrin
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 2 (2022): Gerakan Tani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.046 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i2.9143

Abstract

Pemerintah daerah harus mendukung terciptanya cadangan pangan komunal yang sesuai dengan kearifan lokal untuk menjamin ketersediaan pangan. Program Lumbung Pangan Masyarakat merupakan inisiatif untuk menilai jenis dan jumlah pangan yang dibutuhkan masyarakat di pedesaan, dengan tujuan untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan. Dalam upaya membangun cadangan pangan di Kabupaten Deli Serdang, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan program lumbung pangan masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi terkait program digunakan sebagai strategi pengumpulan data. Setelah pengumpulan data, tiga pendekatan kemanjuran sumber, proses, dan target digunakan untuk memahami dan menganalisis data. Menurut hasil penelitian, program Lumbung Pangan Masyarakat di Kabupaten Deli Serdang masih belum efektif karena kurangnya sarana dan prasarana, serta sumber daya manusia yang tidak mampu memberikan arahan, pelatihan, dan pemberdayaan kelompok. Kegiatan simpan pinjam gabah antar anggota kelompok tidak dilakukan karena adanya ketidakpastian dalam pemberian bantuan gabah. Sehingga pemeberdayaan dalam mengajarkan dan memperkuat organisasi inventif dan kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok masyarakat sangat penting dilakukan.
Dinamika Perkembangan Reforma Agraria di Indonesia Suci Rahmadani; Muhammad Imanuddin Kandias Saraan
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 2 (2022): Gerakan Tani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.315 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i2.9769

Abstract

Perkembangan reforma agraria di Indonesia sudah di mulai sejak masa Kolonial Hindia Belanda. kondisi tersebut terus berlangsung sampai munculnya pengaturan kebijakan pemerintah yang tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 (Ayat 30) yakni penguasaan bumi, air dan kekayaan alam digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Namun pada perkembangannya, warisan budaya kolonial masih belum bisa hilang sepenuhnya dari bumi nusantara, sehingga pada akhirnya pemerintah membuat kebijakan khusus terkait dengan penguasaan atas tanah, yaitu melalui Undang-undang  Pokok Agraria no. 5 Tahun 1960. Hal ini kemudian diperkuat lagi melalui TAP MPR No. IX/MPR/2001 tentang pembaharuan agraria dan pengelolaan sumber daya alam. Berbagai pengaturan tersebut bertujuan untuk memastikan keadilan bagi masyarakat dan para petani serta penghapusan monopoli tanah oleh segelintir penguasa. Penguatan kembali dilakukan oleh pemerintah dalam rangka pelaksanaan reforma agraria melalui Peraturan Presiden no. 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria.
Analisis Jaringan Interaksi Momentum Hari Tani Di Media Sosial Yofiendi Indah Indainanto; Faiz Albar Nasution; Indra Fauzan; Muhammad Ardian; Maulana Andinata Dalimunthe
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 2 (2022): Gerakan Tani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.118 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i2.9799

Abstract

Permasalahan sektor pertanian di Indonesia memiliki berbagai persoalan. Mulai dari persoalan kesejahteraan petani, dan konflik agraria yang berlangsung lama. Akibatnya kedaulatan pangan menjadi terancam. Momentum hari pertanian menjadi salah satu kesempatan melihat permasalahan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pola distribusi dan menemukan pemain kunci dalam distribusi percakapan hari tani di media sosial. Metode menggunakan Social Network Analysis (SNA). Hasil menunjukkan jaringan yang terbentuk memiliki keterikatan antar aktor yang kuat. Isu pertanian menarik perhatian aktor untuk terlibat dalam percakapan, sehingga memunculkan aktor dominan. Interaksi yang terjadi tidak berlangsung lama, dan terdapat penurunan interaksi dihari. Wacana yang berkembang di hari pertanian tentang kesejahteraan petani, pupuk dan kedaulatan agraria. Wacana ini yang mengerakkan berbagai aktor untuk terlibat dalam interaksi
Mencermati Perkembangan Food Estate Di Kabupaten Humbang Hasundutan Piki Darma Kristian Pardede; Yofiendi Indah Indainanto; Faiz Albar Nasution; Muhammad Imanuddin Kandias Saraan; Lydia Nurhasanah Nasution
Jurnal Kajian Agraria dan Kedaulatan Pangan (JKAKP) Vol. 1 No. 2 (2022): Gerakan Tani
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.696 KB) | DOI: 10.32734/jkakp.v1i2.9834

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan pangan nasional dalam program food estate yang dilakukan pemerintah di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan. Penelitian kualtitatif ini menggunakan pendekatan studi literatur yang berfokus pada perkembangan food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan, Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan program food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan dinilai memiliki kemajuan dalam pandangan pemerintah yang terlihat dari hasil panen dilokasi food estate. Namun kondisi ini menimbulkan berbagai persoalan. Persoalan keberagaman hasil pertanian, infrastruktur pendukung yang belum sepenuhnya selesai, dan persoalan pengelolahan mulai dari keuntungan dan distribusi hasil pertanian. Kondisi lain food estate dinilai bertentangan dengan kedaulatan petani atas lahan. Petani ditempatkan sebagai bagian dari produksi untuk menghasilkan komoditas yang telah ditentukan. Kondisi ini membatasi petani dalam proses pengambilan keputusan. Penting mengembangkan studi ini untuk mengetahui perspektif petani dalam melihat program food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan,

Page 1 of 4 | Total Record : 36