cover
Contact Name
A. Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
a.octamaya@unm.ac.id
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
pjser@unm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Sosiologi Lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar Jl. Raya Pendidikan N0 1 Kelurahan Tidung Kecamatan Rappocini Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pinisi Journal of Sociology Education Review
ISSN : 28300572     EISSN : 2829937X     DOI : https://doi.org/10.26858/jser
Core Subject : Education,
Pinisi Journal of Sociology Education Review providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about Sociology, Culture, Family, Gender Equality, Social Inclusion, Society, Politics, Philosophy, and Development. Published by Sociology Education Study Program Faculty of Social Science.
Articles 255 Documents
Penerimaan Diri Wanita Lajang Pada Masyarakat Bugis Di Desa Marioritenga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng Nurulmiati Nurulmiati; A. Octamaya Tenri Awaru
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 6, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v6i1.63096

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Penyebab wanita bugis di Desa Marioritengnga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng masih melajang diusia 35-55 tahun dan 2) Penerimaan diri wanita lajang di Desa Marioritenga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang wanita dan keluarga wanita lajang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria wanita yang belum menikah diusia 35-55 tahun dan keliarga wanita lajang tersebut. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan member check. Analisis data yang digunakan melalui 3  (tiga) tahapan di antaranya; kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Penyebab wanita bugis di Desa Marioritenga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng masih melajang diusia 35-55 tahun, yaitu a) Belum menemukan pasangan yang tepat, b) Fokus pada pekerjaan, dan c) Masih ingin kebebasan, sedangkan 2) Penerimaan diri wanita lajang di Desa Marioritenga Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng yaitu; a) Memiliki perasaan sederajat dengan orang lain, b) Percaya dengan kemampuan diri, c) Bertanggung jawab, d) Menyadari keterbatasan, e) Berorientasi keluar diri, f) Menerima sifat kemanusiaan, dan g) Berpendirian teguh.
PREFERENSI POLITIK SISWA SMA ISLAM ATHIRAH BUKIT BARUGA MAKASSAR A.Muhammad Iman Zulqarnain; M. Ridwan Said Ahmad
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 6, Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v6i2.83635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bentuk preferensi politik siswa sebagai pemilih pemula di SMA Islam Athirah Bukit Baruga Kota Makassar, dan (2) faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan preferensi politik siswa sebagai pemilih pemula di sekolah tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria siswa aktif SMA Islam Athirah Bukit Baruga, berusia 17 tahun ke atas, serta merupakan pengurus organisasi siswa yang memiliki keterkaitan dengan preferensi politik dalam konteks pemilih pemula. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta diuji keabsahannya melalui teknik member check. Analisis data dilakukan melalui proses kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk-bentuk Preferensi Politik siswa sebagai pemilih pemula di SMA Islam Athirah Bukit Baruga tercermin dalam kecenderungan memilih partai politik atau tokoh tertentu berdasarkan pertimbangan nilai, citra figur, serta rekomendasi dari orang tua. Siswa tidak sepenuhnya bersikap pasif, tetapi mulai menunjukkan kemandirian dalam menentukan pilihan politik melalui penilaian terhadap isu-isu publik. (2) Faktor-faktor yang memengaruhi pembentukan preferensi politik siswa meliputi: (1) lingkungan keluarga, (2) pendidikan dan budaya sekolah, (3) pengaruh teman sebaya, (4) media sosial.Temuan ini menunjukkan bahwa preferensi politik siswa sebagai pemilih pemula merupakan hasil konstruksi sosial yang dibentuk oleh interaksi antara faktor internal dan eksternal, serta mencerminkan dinamika kesadaran politik generasi muda dalam konteks pendidikan dan lingkungan religius. 
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLA SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI UPT SMA NEGERI 1 TORAJA UTARA Irene Sampe; Zainal Arifin
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 6, Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v6i2.85058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di UPT SMA Negeri 1 Toraja Utara. 2) Pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di UPT SMA Negeri 1 Toraja Utara. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Jumlah informan penelitian ini adalah 9 orang yang ditentukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria informan: Pengelola dan pengguna langsung sarana dan prasarana. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan kondensi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kepemimpinan kepala sekolah dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di UPT SMA Negeri 1 Toraja Utara, yaitu: a) Sebagai manajer, b) Sebagai administrator, c) Sebagai leader, dan d) Sebagai motivator. 2) Pengelolaan sarana dan prasarana dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di UPT SMA Negeri 1 Toraja Utara, yaitu: a) Meningkatnya efektifitas proses belajar mengajar, b) Meningkatnya partisipasi aktif, c) Mengingkatnya hasil belajar, dan d) Meningkatnya kepuasan guru dan siswa.
Persepsi Masyarakat Terhadap Perempuan Berpendidikan Tinggi Di Desa Pao Kecamatan Tarowang Kabupaten Jeneponto Sri Rahmi; A. Octamaya Tenri Awaru
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 6, Nomor 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v6i1.66420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Bagaimana persepsi mengenai perempuan berpendidikan tinggi muncul di masyarakat Desa Pao dan 2) Apa dampak dari persepsi mengenai perempuan berpendidikan tinggi di lingkungan masyarakat Desa Pao. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus intrinsik. Informan penelitian ini adalah sebanyak 10 orang tua (Ibu) yang memiliki anak perempuan, Subjek utama penelitian ini adalah wanita yang berpendidikan tinggi. Sampel yang diambil sebanyak 5 orang diperoleh melalui purposive sampling dengan kriteria; 1) Perempuan yang bergelar sarjana dan belum menikah, 2) Perempuan yang bergelar sarjana dan belum bekerja. Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Bagaimana persepsi mengenai perempuan berpendidikan tinggi muncul di masyarakat Desa Pao yaitu; a) Pengalaman yang kebanyakan sebagian orang tua alami atau mereka lihat di masyarakat sekitar, b) Adanya perilaku perempuan berpendidikan yang sebagian masyarakat menganggap tidak baik dimata mereka, c) Adanya kekhawatiran yang mendasar bagi sebagian orang tua, melihat dari kebanyakan fakta yang ada di masyarakat. 2) dampak dari adanya persepsi mengenai perempuan berpendidikan tinggi di lingkungan masyarakat Desa Pao yaitu; a) Terjadi ketidaksetaraan gender dalam hal Pendidikan, b) Pola pikir masyarakat menjadi monoton menganggap bahwa mengurus anak dan rumah tangga adalah tanggung jawab istri saja.
Solidaritas Sosial pada Upacara Rambu solo' di Desa Gasing Kabupaten Tana Toraja Sri Oktaviani Pakadang; Supriadi Torro
Pinisi Journal of Sociology Education Review Volume 6, Nomor 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pjser.v6i2.83853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bentuk solidaritas masyarakat pada upacara rambu solo’ di Desa Gasing, Kabupaten Tana Toraja dan 2) faktor pendorong dan faktor penghambat solidaritas sosial pada upacara rambu solo' di Desa Gasing, Kabupaten Tana Toraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 7 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria: masyarakat asli Desa Gasing yang menetap maupun yang merantau, 5 tahun, berusia >18 tahun, warga masyarakat yang aktif, yang ikut berpartisipasi dalam setiap tahapan pelaksanaan upacara rambu solo’. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah member check. Teknik analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1) Bentuk solidaritas masyarakat pada upacara rambu solo’ di Desa Gasing Kabupaten Tana Toraja yaitu a) Gotong royong/kerjasama. b) Donasi/bantuan materiil. 2)Faktor pendorong dan faktor penghambat solidaritas sosial pada upacara rambu solo’ di Desa Gasing Kabupaten Tana Toraja yaitu: a) Faktor pendorongnya meliputi ikatan kekerabatan, keinginan mempertahankan tradisi, berada pada lingkungan tempat tinggal yang sama, berada pada komunitas yang sama. b) Faktor penghambat meliputi kondisi ekonomi, perbedaan keyakinan, politik, dan kendala jarak dan waktu.