cover
Contact Name
Tegus Pamungkas
Contact Email
jaifpuim@gmail.com
Phone
+628118072104
Journal Mail Official
jaifpuim@gmail.com
Editorial Address
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) (online issn : 2962-777X | print issn : 2962-3820) diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar. Jurnal ini mengakomodir artikel/ karya ilmiah meliputi agronomi, ilmu tanah, hama dan penyakit, teknologi benih, pemuliaan tanaman, pascapanen, dan sosial ekonomi pertanian. Naskah yang dimuat dapat berupa hasil penelitian, telaah/tinjauan literatur, penelitian singkat (short communication) dan gagasan penting dalam bidang pertanian.
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal Agroecotech Indonesia (JAI)
ISSN : 29623820     EISSN : 2962777X     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Ruang lingkup penelitian yang berhubungan dengan Journal Agroecotech Indonesian (JAI) yaitu: 1. Pertanian 2. Perkebunan 3. Perikanan 4. Pengairan
Articles 57 Documents
The UJI PREFERENSI MAKAN HAMA LARVA GRAYAK FRUGIPERDA (Spodoptera frugiperda) PADA BEBERAPA JENIS VARIETAS JAGUNG (Zea mays) Muh.Ichzan Ashar Nur; Rahmat Jahuddin; Suriani
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.250

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis preferensi makan hama larva grayak Spodoptera frugiperda pada beberapa varietas jagung (Zea mays), meliputi jagung manis Na1, pulut, Lamuru, Sukmaraga, BISI-18, NK Sumo, dan NK Perkasa. Kegiatan penelitian berlangsung di Laboratorium Proteksi Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar pada bulan Februari 2025 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi jumlah larva yang menyerang, indeks preferensi makan, serta laju konsumsi larva. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa varietas NK Perkasa menunjukkan tingkat serangan tertinggi dengan rata-rata jumlah larva menyerang sebesar 1,97 ekor, indeks preferensi makan 1,46, dan laju konsumsi 0,95. Sebaliknya, varietas NK Sumo menunjukkan jumlah serangan terendah (1,46 ekor), sedangkan varietas jagung manis Na1 memiliki indeks preferensi makan (1,14) dan laju konsumsi (0,76) paling rendah. Analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan antar varietas tidak berpengaruh nyata, meskipun terdapat kecenderungan pola preferensi makan yang bervariasi. Hal ini mengindikasikan bahwa varietas tertentu, seperti NK Perkasa, lebih rentan terhadap serangan S. frugiperda, sedangkan NK Sumo dan jagung manis Na1 relatif lebih tahan.
PENGGUNAAN PERANGKAP ATTRAKTAN Chromolena odorata UNTUK PENGENDALIAN Sitophilus sp. DAN Tribolium castaneum PADA GUDANG PENYIMPANAN M SEPTIALFIKAR; Dr. Zulfitriany D. Mustaka
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.259

Abstract

Pasca panen merupakan kegiatan yang dapat menentukan kualitas dan kuantitas produsksi. Proses penyimpanan, serangga hama gudang yang sangat berpotensi merugikan karena merusak persediaan yang ada dipenyimpanan secara langsung atau tidak langsung. Kerusakan langsung terjadi karena serangga makan bahan simpan, meyebabkan kontaminasi fisik maupun kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan perangkap umpan beratraktan yang berasal dari tanaman Chromolaena odorata terhadap hama pascapanen pada gudang penyimpanan gabah di Kabupaten Bantaeng. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ekstrak daun Chromolaena odorata dengan konsentrasi 15% paling efektif dalam menarik hama Sitophilus sp. dan Tribolium castaneum dibandingkan konsentrasi lainnya. Perlakuan P3 dan P4 menghasilkan jumlah serangga tertangkap tertinggi, menunjukkan bahwa atraktan nabati ini berpotensi sebagai alternatif pengendalian hama pascapanen yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan metode kimiawi.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK CHROMOLAENA ODORATA L. SEBAGAI PENGENDALIAN ALAMI HAMA TRIBOLIUM CASTANEUM Iqbal; Eka Lestari Ariyanti; Asti Irawati Aziz
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun Chromolaena odorata L. sebagai agen repelen dalam pengendalian hama gudang Tribolium castaneum. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Alamiah Dasar Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan enam perlakuan konsentrasi ekstrak, yaitu 0%, 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20%, masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter pengamatan meliputi indeks preferensi (IP) dan rerata respon serangga selama tujuh hari pengamatan menggunakan olfaktometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rendah (1%) bersifat atraktan, sedangkan konsentrasi 5–20% bersifat repelen dengan nilai indeks preferensi negatif. Konsentrasi 10–20% memberikan efektivitas repelen tertinggi, ditandai dengan sangat rendahnya jumlah serangga yang mendekati ekstrak. Rerata populasi serangga juga menurun signifikan seiring meningkatnya konsentrasi ekstrak. Efek repelen ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder C. odorata seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin yang bersifat toksik, mengganggu sistem pencernaan, pernapasan, serta perilaku makan serangga. Dengan demikian, konsentrasi 5–15% merupakan konsentrasi optimal yang paling efektif sebagai repelen dan berpotensi dikembangkan sebagai pestisida nabati ramah lingkungan untuk pengendalian hama gudang.
PEMANFAATAN Trichorderma asperellum SEBAGAI PLANT GROWTH PROMOTING FUNGI (PGPF) PADA PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG Ahmad Ali; Rahman Syafar; Suriani; Hishar Mirsam
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/jai.v5i1.281

Abstract

ABSTRAK AHMAD ALI 20011014032. Pemanfaatan Trichoderma asperillum Sebagai Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung. Dibimbing oleh: A. ABD. RAHMAN SYAFAR dan SURYANI. Penggunaan pupuk dan pestisida kimia berlebih pada budidaya jagung di Indonesia berpotensi merusak lingkungan, sehingga diperlukan agen hayati seperti Plant Growth Promoting Fungi (PGPF) Trichoderma asperellum untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi T. asperellum strain CHM01, CHM02, HMRP7A, HMRP9A, dan HMRP10 sebagai pemacu pertumbuhan jagung varietas Anoman serta kemampuannya menekan penyakit hawar daun. Penelitian dilakukan di rumah kaca BPSIP-TS Maros Sulawesi Selatan pada Juli-Desember 2023 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan (5 strain T. asperellum, kontrol fungisida Nordox, dan kontrol aquades) yang diulang 4 kali, dianalisis dengan ANOVA dan uji Duncan ?=0,05. Hasil menunjukkan aplikasi T. asperellum berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh (tertinggi 94,4% pada strain CHM02), pH tanah (tertinggi 6,153 pada HMRP10), suhu tanah (tertinggi 31,511°C pada HMRP10), dan intensitas serangan hawar (terendah 33,36% pada Nordox, 36-44% pada strain T. asperellum, vs 60,56% kontrol). Parameter vegetatif seperti tinggi tanaman (tertinggi 129,70 cm pada CHM02), diameter batang, dan ukuran daun cenderung lebih baik meski tidak nyata. Disimpulkan T. asperellum efektif sebagai PGPF untuk memacu pertumbuhan awal dan mengendalikan hawar daun jagung, direkomendasikan uji lapangan lanjutan. Kata kunci: Trichoderma asperellum, PGPF, jagung Anoman, hawar daun, pertumbuhan tanaman.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) PADA BERBAGAI KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAN UREA Andrian D; Hanafi; Djuniarty
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pupuk organik dan urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang daun. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi: P0 (kontrol), P1 (pupuk kandang ayam 20 ton/ha), P2 (pupuk kandang kambing 20 ton/ha), P3 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha), P4 (pupuk kandang ayam 20 ton/ha + urea 200 kg/ha), P5 (pupuk kandang kambing 20 ton/ha + urea 200 kg/ha), dan P6 (pupuk kandang sapi 20 ton/ha + urea 200 kg/ha). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun per rumpun, jumlah anakan per rumpun, bobot segar per rumpun, bobot segar per petak, dan konversi bobot segar per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk organik dan urea berpengaruh sangat nyata terhadap seluruh parameter yang diamati. Perlakuan P4 (pupuk kandang ayam + urea) memberikan hasil terbaik dengan tinggi tanaman 52,34 cm, jumlah daun 48,56 helai, jumlah anakan 11,45 batang, bobot segar per rumpun 256,78 g, dan produksi 51,19 ton/ha, meningkat rata-rata 76,36% dibandingkan kontrol.
PENGARUH APLIKASI EKSTRAK ETIL ASETAT BEBERAPA JENIS TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN (Amaranthus spinosus L). Dwika Maha Reni Swanda; Gina Erida; Trisda Kurniawan
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan herbisida sintetis secara terus-menerus untuk mengendalikan gulma dapat menyebabkan resistensi gulma, pencemaran lingkungan serta dampak negatif terhadap kesehatan manusia. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bioherbisida berbahan alelopati tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman yang paling berpotensi dijadikan bioherbisida terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Pelarut memiliki peranan penting dalam menarik senyawa aktif selama proses ekstraksi. Keberhasilan ekstraksi dipengaruhi oleh kesesuaian polaritas antara pelarut dan senyawa yang diekstraksi. Etil asetat dipilih karena bersifat semi polar sehingga mampu mengekstraksi senyawa polar dan nonpolar yang diduga berperan sebagai alelokimia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap non faktorial dengan 17 perlakuan dan 3 ulangan yaitu, kontrol positif (2, 4-D), kontrol negatif (aquades), ekstrak etil asetat daun pinus, akasia, jati, ketapang dan jarak pagar masing-masing konsentrasi 20%, 30% dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak etil asetat jati dan jarak pagar konsentrasi 20%, akasia, pinus dan ketapang konsentrasi 30% menyebabkan kematian gulma bayam duri pada 7 HSA.
Uji Aktivitas Bioherbisida Ekstrak n-heksana Beberapa Jenis Tanaman Terhadap Pertumbuhan Amaranthus spinosus L. Salsabila Hafizah; Gina Erida; Erita Hayati
Journal Agroecotech Indonesia (JAI) Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu alternatif pengendalian gulma yaitu pemanfaatan senyawa alelopati dari tumbuhan sebagai bioherbisida alami. Pelarut merupakan salah satu komponen penting dalam proses ekstraksi untuk memperoleh senyawa bioaktif dari tumbuhan. Pelarut n-heksana berfungsi menarik senyawa berminyak, lipid, dan terpenoid nonpolar dari tanaman. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak n-heksana beberapa jenis tanaman terhadap pertumbuhan gulma bayam duri serta mengetahui potensi tanaman sebagai bioherbisida. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Gulma dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala pada bulan Desember 2025 sampai Februari 2026. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri atas 17 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan meliputi kontrol negatif (Aquades), kontrol positif (2, 4-D pada 0,686 kg b.a ha-1), serta ekstrak n-heksana pinus (Pinus merkusii), jati (Tectona grandhis), akasia (Acica mangium), ketapang (Terminalia catappa), dan jarak pagar (Jatropha curcas) dengan konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak n-heksana pinus dan akasia efektif pada konsentrasi diatas 30%. Sedangkan pada ekstrak n-heksana jati dan jarak pagar efektif mengendalikan gulma pada konsentrasi diatas 20% dan pada ekstrak n-heksana jarak pagar diatas konsentrasi 20% mengalami penghambatan pertumbuhan gulma bayam duri. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa senyawa steroid terdapat pada seluruh ekstrak beberapa jenis tanaman, sedangkan senyawa terpenoid hanya ditemukan pada pinus. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak n-heksana jati dan jarak pagar berpotensi dikembangkan sebagai bioherbisida alami untuk pengendalian gulma bayam duri.