cover
Contact Name
Alwan Wibawanto
Contact Email
alwan@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285228111066
Journal Mail Official
pustakaloka@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Po. Box. 116 Ponorogo 63471, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Pustakaloka: Jurnal Kajian Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 20852118     EISSN : 25024108     DOI : https://doi.org/10.21154/pustakaloka
Core Subject : Science, Social,
PUSTAKALOKA: Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan is a peer-reviewed journal taken from the library of IAIN Ponorogo on Information and Library Science. PUSTAKALOKA is published twice annually (June and December) by the journal editors from the Library IAIN Ponorogo in cooperation with the Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) Jawa Timur. Every received article will be reviewed by the journal editors and external editors and reviewers who are competent in each related field. The review uses double-blind peer review before the journal is published. PUSTAKALOKA will publish selected paper under a Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. And, every article is free of charge for authors and readers.
Articles 217 Documents
Konsep Hard Skill, Soft Skill Dan Spiritual Skill Pustakawan Menghadapi Era Library 3.0 Mohamad Rotmianto
Pustakaloka Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.247 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v7i1.186

Abstract

In  this  present  time,  librarian  must  know  well  about information technology or  it also called have a  literacy of  information technology.  Because  they  (librarian)  will  face  the  “explosion  of information”, as well as a new  library user named “Net Generation” who wants all information to be presented more accurate, quicker and interactively, as the demands of Library 3.0. Mastery three skills: hard skill  (IQ)  and  soft  skill  (EQ   )  combined  with  spiritual  skill  (SQ)  is required  to  succeed  to be a Librarian 3.0,  so not only qualifed  in  the feld of technology, but more than that librarians also have a humanism side that is based on religious principles.
Efektivitas Sistem Temu Kembali Informasi Online Public Catalog (OPAC) Dengan Tinjauan Precision Menggunakan Pendekatan Judul Dan Subjek Di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Bengkulu Linda Kartina; Purwaka Purwaka; Fransiska Timoria Samosir
Pustakaloka Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.111 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v11i2.1697

Abstract

Library as a centre for information resources is the backbone of the progress of an educational institution. Imbalance between the use of information retrieval system facilities advance search and a quick search of the catalogue are very  common in a search. This study was aimed to know and to describe how the precision of information retrieval system by using title field and subject on OPAC (Online Public Access Catalog) ) at Muhammaddiyah University Library of Bengkulu is effective as an information retrieval system. This study was a quantitative descriptive study using analytical methods. The technique of data collection in  this study was by using trace observation on the Online Public Access Catalog (OPAC). The study was carried out by using the title of the names of study programs and the subject to study program as the study sample a mounted to 206. Sample were taken by using purposive sampling techniques. The result of the study showed that search using advanced search features by using the section title of sociology subject obtained a precision marks of 0,98 while the use of advanced search features by using biology education subject obtainrd precision mark of 0,66. The use of quick search feature by using the sociology subjects get a precision marks of 0,98 while the use of quick search feature by using biology education subject obtained a precision marks of 0,99. The testing on the four search shows that the quick search and advanced search features in the title and subject are in the average range of 0,90 so it is said that the search system of OPAC at Muhammadiyah University Library of Bengkulu is effective as an information retrieval system.
Kolaborasi Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Perpustakaan di Telkom University Open Library Neneng Komariah; Encang Saepudin; Rizki Nurislaminingsih
Pustakaloka Vol 13, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.819 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v13i2.3285

Abstract

Kolaborasi perpustakaan merupakan keharusan karena dapat meningkatkan kinerja para individu yang ada di dalamnya. Telkom University Open Library merupakan perpustakaan perguruan tinggi yang menyelenggarakan berbagai acara sebagai hasil kolaborasi dengan berbagai institusi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang, strategi, jenis kegiatan, proses evaluasi, dan kendala dalam membangun kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Open Library melakukan kolaborasi dengan tujuan meningkatkan layanan perpustakaan dan sebagai upaya branding agar perpustakaan lebih diakui keberadaannya. Kolaborasi dibangun dengan mengacu pada strategi khusus. Penentuan mitra kolaborasi mengacu pada kesamaan misi dan nilai. Jenis kegiatan berbasis kolaborasi adalah menyelenggarakan berbagai event literasi untuk civitas dan masyarakat, dan peningkatan akses sumber informasi. Proses evaluasi dengan mengadakan pertemuan setelah selesai acara dan memberikan kuesioner pada peserta. Kendala yang dihadapai sering terjadinya kesalahpahaman, sehingga harus dibangun komunikasi dan hubungan baik dengan semua mitra. Open Library memiliki pustakawan public relations yang berperan aktif membangun kolaborasi. Kesimpulan perpustakaan harus membangun kolaborasi agar dapat meningkatkan layanan dan lebih dikenal. Keberhasilan kolaborasi dipengaruhi komitmen, dedikasi, keterampilan komunikasi dan membangun hubungan dari staf perpustakaan.  Disarankan perpustakaan memiliki staf sebagai public relations.
Pembelajaran PIBP dan Signifikansinya dalam Peningkatan Mutu Akademik Mahasiswa Ahmad Choirul Rofiq
Pustakaloka Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.111 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v1i1.823

Abstract

User education at STAIN (State Islamic College) Ponorogo, known as learning PIBP (Penelusuran Informasi Bahan Pustaka) or the search of information and reference materials, is a purposive effort especially designed to give new students, who basically have many various academic background. knowledge and ability to learn how they can take advantage of provide library services maximally and how they are able to search information in the library quickly and accurately.
Perkembangan Penerbitan Jurnal Open Access Dalam Mendukung Komunikasi Ilmiah Dan Peranan Perpustakaan Khaeruddin Kiramang
Pustakaloka Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.049 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v9i2.1108

Abstract

            Sekitar akhir abad ke-20, penerbitan jurnal sebagai salah satu bentuk komunikasi ilmiah (scholarly communication) mengalami masa krisis (serials crisis) yang ditandai dengan meroketnya biaya berlangganan jurnal (ACRL, 2003). Kuatnya kendali penerbitan ilmiah di tangan para konglomerat penerbitan komersial yang berakibat melemahnya kekuatan penerbit berbasis nir-laba dianggap sebagai penyebab utama dari krisis ini. Pesatnya komersialisasi penerbitan jurnal ilmiah serta naiknya biaya penerbitan pada saat itu membuat jurnal ilmiah semakin sulit diakses. Akhirnya, kemampuan perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya menurun seiring dengan melemahnya kemampuan untuk melanggan jurnal (B.-C. Björk, 2017).            Pada saat yang sama, perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mulai menunjukkan dampak yang nyata terhadap perkembangan penerbitan ilmiah. Penyebaran dan penyimpanan dijital informasi ilmiah, termasuk, e-jurnal, membuka peluang penyediaan konten informasi dengan biaya murah dengan mengurangi biaya yang berkaitan dengan pencetakan dan distribusi hard copy. Perkembangan TIK juga membuka potensi untuk mengabaikan peran penerbit tradisional dengan menyajikan jurnal online langsung kepada pembaca. Akibatnya kemudian adalah berkembangnya konsep penerbitan Open Access (OA), sebuah strategi yang dikembangkan dan didukung oleh jaringan ilmuwan, penerbit, dan pustakawan sebagai solusi atas terjadinya krisis jurnal ilmiah. OA dianggap sebagai sebuah solusi yang strategis karena memungkinkan tersedianya “akses online terbuka” untuk karya ilmiah (Harnad, 2005; Suber, 2004).            Berkaitan dengan hal di atas, tulisan ini akan memaparkan sekilas tentang perkembangan penerbitan jurnal OA dalam mendukung proses komunikasi ilmiah serta peran yang dapat dilakukan oleh perpustakaan dan pustakawan.
KENYAMANAN TEMPAT KERJA PUSTAKAWAN: PERSPEKTIF ERGONOMI endang fadmawati
Pustakaloka Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.364 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v6i1.98

Abstract

Factors considered on  the work are  the work environment, hardware, and cooperation between the computer’s users. An  increase on  productivity  is  a  librarian  purpose.  However,  work  in  the  office (library)  can  also  have  an  impact  that  is not  good  for  the  safety  and health librarians. So it is necessary to know how safe and well in the use of work equipment in the library in order to avoid accidents and other health problems. In short, ergonomics  is the study of human behavior related to his job.
Konsep dan Praktik Literasi Informasi Untuk Mahasiswa: Kasus Mahasiswa Pekerja Paruh Waktu di UPT Perpustakaan UIN Walisongo Bahrul Ulumi
Pustakaloka Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.601 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v11i2.1699

Abstract

This article reveals  the pratice of information literacy done by students writing final project and working as part time workers at main library. It employs qualitattive approach which is considered the appropriate method to explore how these students implement their information skills to takle their final duties. The research shows that they partially comprehend the concept of information since they actively took part only in library orientation, as a result, they just a bit know about the concept of information ethics, although they are able to correctly finish their final works.
Institutional Repository Sebagai Sarana Komunikasi Ilmiah Yang Sustainable Dan Reliable Faizuddin Harliansyah
Pustakaloka Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.516 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v8i1.497

Abstract

Abstract; Institutional repositories development has drawn the attention of many scholars throughout the world. Using the keywords ‘institutional repositories’, there are over 300 peer-reviewed articles related on the topic has been indexed in Library, Information Science, & Technology Abstracts (LISTA) and SCOPUS. There are also hundreds of theses, dissertations, and websites dedicated on this blooming trends. These are proofs that the importance of IR in higher education has been acknowledged by many professionals in the field. This paper aims at clarifying the role of repositories in strengthening scholarly communication in higher education and research institution and explaining some basic repositories concepts (types of repositories and their characteristics), as well as exploring its relations with open access movement, the development ideas, and resources that could be kept in repositories and deposit policies.Abstrak; Pengembangan institutional repositories telah banyak menyita perhatian dari kalangan ilmiah di seluruh dunia. Melalui kata kunci ‘institutional repositories’, ada lebih dari 300 artikel terulas mitra bestari yang berhubungan dengan topik ini, yang telah terindeks di Library, Information Science, & Technology Abstracts (LISTA), dan SCOPUS. Terdapat juga ratusan tesis, disertasi, dan website yang mengulas trend ini. Inilah bukti bahwa pentingnya institutional repositories (IR) telah dipahami oleh para profesional di bidangnya. Tulisan ini akan menjelaskan aturan-aturan repository dalam memperkuat komunikasi ilmiah di perguruan tinggi dan lembaga riset, menjelaskan konsep-konsep dasar repositories, termasuk tipe-tipe repository dan karakteristiknya. Tulisan ini juga akan memperdalam konsep repositories dalam hubungannya dengan gerakan open access, pengembangan ide-ide, sumber-sumber ilmiah yang dapat disimpan di repositories, serta kebijakan penyimpanan di dalamnya. 
Indeks dan Sitasi Buku Ilmiah di Google Scholar Dhevi Enlivena Irene Restia Mahelingga
Pustakaloka Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.53 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v13i1.2379

Abstract

Para akademisi lebih memilih jurnal ilmiah daripada buku ilmiah untuk memublikasikan hasil penelitiannya. Kelemahan penerbitan buku ilmiah tidak hanya pada sistematika penulisan dan lamanya waktu yang dibutuhkan, tetapi juga memiliki permasalahan yang pelik dalam pengindeksan di Google Scholar. Manajemen metadata dan sistematika penulisan dalam buku ilmiah membuatnya sulit untuk diindeks dengan sempurna di Google Scholar. Kajian deskriptif kualitatif ini mengamati hasil indeks dan sitasi buku ilmiah di Google Scholar dengan mengevaluasi keakuratan pengindeksan buku ilmiah pada beberapa sampel situs web yang memiliki kandungan rich file buku ilmiah. Keluaran situs web tersebut di Google Scholar kemudian diidentifikasi dan dianalisis akurasi pengindeksan dan sitasi otomatisnya menggunakan style bibliografi American Psychological Association (APA) edisi ketujuh. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Google Books merupakan situs web dengan hasil indeks dan sitasi yang paling akurat di Google Scholar. Luminos menjadi alternatif dengan hasil pengindeksan dan sitasi yang mendekati Google Books.
Membandingkan Greenstone Digital Library (GSDL) dan Ganescha Digital Library (GDL) Zuhdy Tafqihan
Pustakaloka Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.181 KB) | DOI: 10.21154/pustakaloka.v2i1.854

Abstract

Using digital library software should consider several things. For information providers (read; library), ease of installation and maintenance of a software deserves attenttion because the human resources (HR) that can controls the information and communication technology is still very limited. For information seekers (read: library user), a software capability in providing the most appropriate source of information about what he wants is a primary consideration. Greenstone Digital Library (GSDL) and Ganescha Digital Library (GDL) are two devices that decent alternatives to link these two desires.