cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Pengembangan Sistem Point Of Sales dengan Integrasi Gemini untuk Peramalan Stok Barang Otomatis Berbasis Web Mohammad Rezzy Al Zamzammi; Ida Bagus Nyoman Pascima; P Wayan Arta Suyasa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9555

Abstract

Akibat ketergantungan pada pencatatan manual tanpa dukungan sistem prediksi, pengelolaan stok di apotek menghadapi masalah seperti overstock dan stockout. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat sistem Point Of Sales (POS) berbasis web yang menggunakan kecerdasan buatan Gemini untuk memprediksi stok barang otomatis di Apotek Sumber Waras di Karangasem. Metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan Agile Scrum melalui sebelas sprint dari Mei 2025 hingga April 2026. Sistem dikembangkan menggunakan Next.js, Express.js, dan MySQL. Manajemen produk, transaksi penjualan, opname stok digital, integrasi payment gateway Midtrans, Role Based Access Control (RBAC), laporan keuangan, dan Gemini stock peramalan berbasis AI adalah fitur utama yang diimplementasikan. Arsitektur peramalan menggunakan pre-processing sliding window time series dan post-processing validasi numerik dengan fallback Exponential Smoothing (a=0,6). Pengujian sistem dilakukan melalui Black Box Testing, White Box Testing, User Acceptance Testing (UAT), Mean Absolute Error (MAE), pengujian komparatif, dan Directional Statistics (Dstat). Hasil UAT menunjukkan tingkat penerimaan pengguna sebesar 94,5% (kategori Sangat Baik). Nilai MAE Gemini lebih rendah dibandingkan metode Exponential Smoothing pada produk dengan pola permintaan fluktuatif. Nilai Dstat sebesar 80% menunjukkan sistem mampu memprediksi arah perubahan stok dengan baik. Sistem terbukti meningkatkan efisiensi pengelolaan stok dan mendukung pengambilan keputusan restok yang lebih akurat.
Design and Implementation of a Multi Sensor Based Vehicle Safety System Using RFID and Microcontroller for Accident Prevention Ledyana Fitriani; Athirah Rusadi; Rizki Maulana Martin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9556

Abstract

Vehicle safety is a crucial aspect of driving safety, especially given the growing number of drivers whose abilities may increase the risk of traffic accidents. This study aims to design and build a microcontroller-based safety system capable of providing early warnings and taking automatic actions to prevent accidents. The developed system utilizes an ATMega8535 microcontroller integrated with several types of sensors, including an SRF04 ultrasonic sensor for distance detection, a phototransistor for speed measurement, and an LM35 sensor for monitoring engine temperature, and is equipped with a security system using RFID. The research method employed involves the design and implementation of an embedded system using a prototype approach. Data from the sensors is processed by the microcontroller to determine whether conditions are safe or hazardous based on specific threshold values. If the distance to an object is less than 11 cm, the engine temperature exceeds 80°C, or the vehicle speed exceeds the specified limit, the system will issue a warning via a buzzer and automatically activate the braking system. Vehicle status information is displayed in real-time on an LCD. Test results show that the system performs very well in terms of detecting conditions and responding quickly, with an average response time of approximately 1–1.4 seconds under various sensor test conditions. The system is also capable of efficiently integrating security (RFID) and safety (multi-sensor) functions into a single device. The conclusion of this study is that the designed system can improve driving safety by providing early warnings and taking actions to minimize the occurrence of accidents.
Implementasi Sistem Penjualan Berbasis Web Menggunakan Metode Agile di Key’s Coffe Said Saleh Brik Bajri; Tova Aji Pangestu; Jupron Jupron
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9559

Abstract

Keterbatasan akses informasi katalog menu dan proses pemesanan yang masih bersifat konvensional kerap menjadi hambatan utama dalam menjangkau pelanggan yang lebih luas di Key’s Coffee. Tanpa adanya platform digital terpusat, calon pelanggan kesulitan mengeksplorasi menu, mengetahui informasi produk secara visual, serta berkomunikasi dengan pihak kedai secara efisien. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem penjualan dan profil kedai berbasis web guna meningkatkan kemudahan interaksi pelanggan serta mempercepat alur transaksi secara keseluruhan. Pengembangan antarmuka dan seluruh fitur pemesanan diimplementasikan menggunakan metode Agile yang bersifat iteratif dan adaptif. Pemilihan metode Agile dinilai sangat tepat karena kemampuannya mengakomodasi perubahan kebutuhan antarmuka dan preferensi pengguna secara cepat di setiap siklus iterasi. Proses pengembangan dilakukan dalam tiga iterasi utama yang melibatkan partisipasi aktif pemilik kedai, mulai dari perancangan antarmuka, implementasi fitur pemesanan, hingga pelatihan asisten virtual. Hasil akhir penelitian ini berupa platform digital yang menampilkan profil kedai, katalog menu interaktif dengan informasi harga dan variasi produk, integrasi asisten virtual berbasis pencocokan kata kunci untuk layanan informasi otomatis, serta sistem pemesanan yang terhubung langsung ke WhatsApp pemilik kedai melalui tautan Application Programming Interface. Berdasarkan pengujian kotak hitam yang dilakukan pada akhir setiap iterasi, seluruh fitur antarmuka, navigasi halaman, dan tautan integrasi pesan telah berfungsi dengan baik tanpa kendala teknis. Implementasi situs web ini terbukti efektif dalam mempermudah pelanggan mengakses informasi produk sekaligus mempercepat alur komunikasi pemesanan secara langsung kepada pihak Key’s Coffee.
Fear of Missing Out (FOMO) sebagai Variabel Intervening dalam Hubungan antara Loss Aversion dan Gambler Fallacy terhadap Keputusan Investasi Generasi Z Navila Atsilia; Ibnu Khajar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Fear of Missing Out (FOMO) sebagai variabel intervening dalam hubungan antara loss aversion, gambler fallacy, dan keputusan investasi investor Generasi Z di Indonesia. Peningkatan partisipasi Generasi Z di pasar modal mendorong pentingnya pemahaman terhadap faktor psikologis yang memengaruhi keputusan investasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Data primer diperoleh melalui kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 120 investor Generasi Z yang dipilih menggunakan purposive random sampling. Analisis dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Evaluasi model mencakup validitas konvergen dan diskriminan, reliabilitas, goodness-of-fit, koefisien determinasi, ukuran efek, relevansi prediktif, dan bootstrapping 5.000 subsampel. Hasil menunjukkan bahwa seluruh tujuh hipotesis diterima. Loss aversion dan gambler fallacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap FOMO serta keputusan investasi. FOMO juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi, sekaligus memediasi secara parsial pengaruh loss aversion dan gambler fallacy terhadap keputusan investasi. Nilai R² sebesar 0,410 pada FOMO dan 0,533 pada keputusan investasi menunjukkan daya jelas model pada kategori moderat. Temuan ini menegaskan bahwa bias kognitif dan kecemasan kehilangan peluang merupakan determinan penting dalam perilaku investasi Generasi Z. Penelitian memberikan kontribusi pada literatur keuangan perilaku dan menekankan pentingnya literasi finansial serta kesadaran terhadap bias emosional dalam pengambilan keputusan investasi.
Dari Eropa ke Asia Tenggara: Membandingkan Strategi SDM Polisentris Spotify terhadap Perbedaan Budaya Mohammad Rafiiq; Naomi Fito; Dinar Ageng Dwi Pangestuti; Safina Rayya Jasmin; Rizka Azhara Nabiyaa; Diki Putra Setianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9562

Abstract

Globalisasi mendorong perusahaan multinasional untuk mengadaptasi strategi manajemen sumber daya manusia (MSDM) lintas budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara komparatif penerapan model MSDM polisentris Spotify antara klaster pasar Eropa, yang diwakili oleh Swedia, Jerman, Belanda, dan Inggris sebagai pasar utama sekaligus pembentuk DNA korporat Spotify, dan klaster pasar Asia Tenggara (ASEAN), dengan Indonesia, Thailand, dan Singapura sebagai perwakilan klaster ASEAN. Melalui pendekatan tinjauan literatur kualitatif sistematis terhadap publikasi tahun 2019–2024, penelitian ini mengkaji dua dimensi utama: (1) sistem komunikasi internal dan evaluasi kinerja melalui lensa dimensi budaya Hofstede serta teori konteks tinggi-rendah Edward T. Hall, dan (2) strategi pemasaran lintas budaya sebagai refleksi dari nilai-nilai tempat kerja. Temuan menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara konsensus budaya kerja egalitarian, rendah-konteks, dan individualistis yang dominan di klaster Eropa dengan norma kolektivistis, hierarkis, dan tinggi-konteks yang dominan di klaster ASEAN, terutama Indonesia, Thailand, dan Singapura. Analisis juga mengungkap bahwa konsep lokal seperti ‘paternalisme’ dan ‘asas kekeluargaan’ menjadi mediator kultural yang belum cukup diakomodasi dalam kerangka teori Hofstede standar. Spotify menunjukkan upaya lokalisasi terbatas melalui kampanye pemasaran berbasis narasi lokal, namun struktur MSDM internalnya masih mencerminkan dominasi nilai-nilai budaya Eropa. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka MSDM polisentris hibrid yang lebih kontekstual untuk perusahaan teknologi multinasional asal Eropa yang beroperasi di pasar ASEAN berkembang.
Pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap Return Saham Tahunan Ahmad Syams Nurwahdah Choeri; Tia Yuliawati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap return saham tahunan pada perusahaan sektor otomotif dan komponen yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan indikator kinerja berbasis nilai dalam menilai kemampuan perusahaan menciptakan kesejahteraan bagi pemegang saham. Di samping itu, hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh EVA dan MVA terhadap return saham masih menunjukkan temuan yang beragam, sehingga diperlukan pengujian lebih lanjut pada sektor otomotif dan komponen yang memiliki karakteristik serta dinamika pasar yang berbeda dibandingkan sektor lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif kausal. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh 8 perusahaan yang memenuhi kriteria dengan total 40 data observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan tahunan dan data harga saham perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS melalui tahapan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Economic Value Added (EVA) berpengaruh positif signifikan terhadap return saham tahunan, sedangkan Market Value Added (MVA) berpengaruh negatif signifikan terhadap return saham tahunan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dapat meningkatkan return saham investor, sementara tingginya nilai pasar perusahaan tidak selalu menghasilkan return saham yang lebih tinggi. Penelitian ini memberikan bukti empiris mengenai relevansi indikator kinerja berbasis nilai dalam menjelaskan return saham pada perusahaan sektor otomotif dan komponen di Indonesia.
Peran Cyberpreneurship dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Generasi Muda Alfael Maradu Andar Turnip; Abdul Hamid Arribathi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9564

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membuka ruang baru bagi generasi muda untuk mengembangkan usaha berbasis internet atau cyberpreneurship. Perkembangan internet, media sosial, marketplace, serta berbagai platform digital memberikan peluang yang lebih luas bagi generasi muda untuk menciptakan sumber pendapatan secara mandiri tanpa dibatasi oleh wilayah geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran cyberpreneurship dalam memperkuat kemandirian ekonomi generasi muda pada era digital saat ini. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah open-access, buku, laporan ekonomi digital, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, pengelompokan, dan interpretasi terhadap berbagai temuan untuk memahami hubungan antara aktivitas kewirausahaan digital dengan peningkatan kemampuan ekonomi generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberpreneurship berkontribusi secara signifikan dalam menyediakan alternatif sumber pendapatan, menciptakan peluang kerja baru, meningkatkan literasi digital, mengembangkan kreativitas dan inovasi, serta memperluas akses terhadap pasar yang lebih luas. Selain itu, keterlibatan generasi muda dalam ekosistem digital juga mendorong kemampuan adaptasi terhadap perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi. Dengan demikian, cyberpreneurship dapat menjadi strategi yang efektif dalam mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi generasi muda yang lebih stabil, produktif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.
Dari Tradisi ke Trend: Implementasi Kampung Tematik untuk Wisata UMKM yang Berdaya di Desa Adat Arjasa Jember Muzayyin, Muzayyin; Maghfiroh, Arik Lailatul; Muzayanah, Muzayanah; Rahayu, Maulida; Isfian, Nova Abil; Hasanah, Salsabila Aimatul; Kholidiyah, Nur Haniyah; Ilhami, Hafidatul; Firdaini, Maulidiah; Masruri , Moh Farhan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Kampung Tematik dalam pengembangan desa wisata berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Adat Arjasa, Jember. Program Kampung Tematik diharapkan dapat menjadi katalisator dalam mengoptimalkan potensi lokal dan memberdayakan UMKM sebagai daya tarik utama pariwisata desa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan perangkat desa, pelaku UMKM, dan wisatawan, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Kampung Tematik di Desa Adat Arjasa telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan UMKM melalui peningkatan produksi, diversifikasi produk, dan perluasan jangkauan pasar. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada peningkatan kunjungan wisatawan dan pelestarian budaya lokal. Namun, tantangan dalam keberlanjutan program, seperti koordinasi antar pihak terkait dan pengembangan infrastruktur pendukung, perlu menjadi perhatian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program Kampung Tematik memiliki potensi besar dalam mengembangkan desa wisata berbasis UMKM, namun diperlukan strategi yang komprehensif dan kolaborasi yang kuat untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan.
Kesenjangan Literasi dan Inklusi Keuangan di Indonesia: Analisis Konseptual dalam Konteks Perkembangan Financial Technology Nadila Aprilianti; Bunga Lestari; Mutia Rahayu; Musdalifah Musdalifah; Muhammad Ridho Alfarisi; Khaisa Kayana; Junita Sari Br Sitorus; Elisa Goretti Sitio; Surya Juliandri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9571

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesenjangan antara literasi dan inklusi keuangan di Indonesia melalui pendekatan analisis konseptual dan tinjauan literatur sistematis. Berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 92,74% (metode DNKI), sementara indeks literasi keuangan hanya sebesar 66,64%, menghasilkan gap sebesar 26,10 poin persentase. Kesenjangan ini paling tajam pada kelompok usia 15–17 tahun dengan selisih mencapai 22,32 poin yang mengindikasikan bahwa penetrasi layanan keuangan digital telah melampaui kapasitas pemahaman penggunanya. Artikel ini menjelaskan fenomena tersebut melalui empat kerangka teoritis: Technology Acceptance Model (TAM), Theory of Planned Behavior (TPB), Financial Socialization Theory, dan Human Capital Theory. Temuan konseptual menunjukkan bahwa perkembangan financial technology (fintech) berperan sebagai amplifier kesenjangan karena desain platform yang mengutamakan kemudahan akses di atas pemahaman pengguna, sementara infrastruktur literasi keuangan melalui pendidikan formal dan sosialisasi komunitas belum berkembang secara sebanding. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko pengambilan keputusan keuangan yang kurang tepat serta memperbesar kerentanan masyarakat terhadap penyalahgunaan layanan keuangan digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa upaya mempersempit gap memerlukan intervensi terpadu: integrasi edukasi keuangan dalam kurikulum formal, regulasi yang mewajibkan platform fintech mengintegrasikan fitur literasi, penguatan perlindungan konsumen digital, serta kolaborasi lintas sektor yang menjangkau hingga tingkat desa guna menciptakan masyarakat yang tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga memiliki kemampuan memahami serta memanfaatkannya secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Ketegangan Nilai dalam Pelayanan Publik: Analisis Competing Values Approach pada Implementasi Prinsip Good Governance di Mal Pelayanan Publik Lamongan Menuju Sustainable Development Goals Ke-16 Belinda Muflihianiardi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9572

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketegangan nilai di dalam pelayanan publik di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lamongan, khususnya tarik-menarik antara capaian kelembagaan formal dan kualitas layanan yang benar-benar dialami pengguna. Secara administratif, MPP Lamongan telah memiliki SOP, prosedur layanan, kanal informasi, mekanisme pengaduan, dukungan sistem digital, serta indikator kinerja dan penghargaan kelembagaan. Namun, capaian formal tersebut belum sepenuhnya menjamin pengalaman layanan yang jelas, konsisten, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Dengan menggunakan lensa Competing Values Approach (CVA), studi kasus kualitatif ini memetakan ketegangan pada dimensi kontrol–fleksibilitas, fokus internal–eksternal, serta orientasi proses–hasil. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Temuan menunjukkan bahwa ketegangan muncul ketika tata kelola administratif relatif kuat, tetapi pengguna masih menghadapi ketidakjelasan alur, estimasi waktu yang tidak pasti, informasi yang tidak konsisten antarpetugas maupun antarinstansi, serta proses berulang akibat pelimpahan tanggung jawab. Kondisi ini memperlihatkan adanya jarak antara kepatuhan formal dan kinerja substantif yang dirasakan publik. Akibatnya, penerapan good governance cenderung simbolik pada sebagian aspek, terutama partisipasi, keadilan, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, dan responsivitas. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya standardisasi informasi lintas loket, transparansi alur dan waktu layanan, mekanisme umpan balik yang terlacak, serta evaluasi berbasis bukti agar MPP bergerak dari kepatuhan administratif menuju pelayanan substantif yang mendukung pencapaian SDGs ke-16.