cover
Contact Name
Ikhsan Satria Irianto
Contact Email
sendratasik@unja.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sendratasik@unja.ac.id
Editorial Address
Prodi Sendratasik, FKIP, Univ. Jambi. Jl. Jambi - Muara Bulian. KM. 15, Mendalo Darat, Kec. Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Prabung Seni: Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan
Published by Universitas Jambi
ISSN : 29647444     EISSN : 29647452     DOI : https://doi.org/10.22437/jpps.v1i01.21233
Core Subject : Art,
Jurnal Prabung Seni merupakan jurnal ilmiah pengkajian dan penciptaan seni pertunjukan untuk mahasiswa. Dikelola oleh Program Studi Seni Darma, Tari dan Musik (Sendratasik) Universitas Jambi. Prabung Seni menerima tulisan hasil studi atau penelitian di bidang seni drama (teater), tari, dan musik dalam berbagai kemungkinan sudut pandang.
Articles 48 Documents
ANALISIS STRUKTUR GERAK TARI PIRING TUJUH DI DESA AUR CINO KABUPATEN TEBO PROVINSI JAMBI Rusmayani, Rusmayani; Irianto, Ikhsan Satria; Rahmayani, Wahdania Nur
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 02 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i02.46144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan struktur gerak secara detail dari tari Piring Tujuh, yang dimana struktur gerak tari merupakan bagian dari suatu rangkaian atau susunan dari gerak-gerak tari yang disusun menjadi satu bagian. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Bahwasanya penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang tidak bisa dihitung dengan angka-angka (Moleong, 1989:3). Karena penelitian kualitatif ini bersifat mendalam. Penelitian ini yang mengambil fokus pada Analisis Struktur Gerak Tari Piring Tujuh Di Desa Aur Cino, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Menggunakan dua objek formal yaitu teori Struktur Gerak dan elemen gerak. Dengan hasil yang di dapatkan dari penelitian ini adalah struktur gerak Tari Piring Tujuh yang terdiri dari 3 gugus gerak, 15 kalimat gerak, 30 frase gerak, dan 64 motif gerak yang memiliki beberapa aspek pertunjukan diantaranya adalah busana, rias, alat musik, properti, dan lirik pantun.
BENTUK DAN UPAYA PELESTARIAN TARI KUDA LUMPING PADA PAGUYUBAN MEKAR BUDOYO DI KELURAHAN PAAL LIMA KECAMATAN KOTA BARU PROVINSI JAMBI Simanjorang, Susanthi; Gustyawan, Tofan; Handayani, Lusi
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 01 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i01.46794

Abstract

Tari Kuda Lumping merupakan tari tradisional Jawa yang dibawa oleh masyarakat Desa Kemanukan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo. Saat ini tari tersebut berkembang di Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Provinsi Jambi. Kelurahan Paal Lima ditempati oleh etnis Jawa, Minang, Batak, Melayu, Kerinci dan lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk Tari Kuda Lumping dan untuk mengetahui Upaya Pelestarian yang dilakukan Paguyuban Mekar Budoyo di Kelurahan Paal Lima. Metode penelitian yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data secara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah bentuk Tari Kuda Lumping yang terdiri dari beberapa elemen pendukung seperti gerak tari, musik, tata rias dan busana , pola lantai dan properti. Adapun Upaya pelestarian terbagi menjadi tiga aspek yaitu aspek perlindungan, aspek pengembangan dan aspek pemanfaatan. Upaya perlindungan dilakukan dengan cara mengajarkan tarian kepada penari yang lebih muda dan melakukan aktivitas latihan secara rutin sebelum tarian ditampilkan. Upaya pengembangan dilakukan dengan cara pengembangkan motif gerak dan musik. Upaya pemanfaatan dilakukan dengan cara memperkenalkan tarian ini kepada masyarakat umum dan mengisi acara-acara.
PEMERANAN TOKOH RAHMAN DALAM NASKAH ORANG-ORANG SETIA KARYA ISWADI PRATAMA Habillah, Ari; Irianto, Ikhsan Satria; Gustyawan, Tofan
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 01 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i01.46988

Abstract

Naskah “Orang-orang Setia” karya Iswadi Pratama merupakan sebuah representasi naskah drama bergaya realisme sosial yang menekankan dialektika idealisme dan pragmatisme pada konflik kemiskinan. Tulisan ini memiliki fokus bagaimana proses pemeranan tokoh Rahman sebagai kaum proletar yang menjadi pusat penggerak cerita dalam naskah ini. Tujuan dari penulisan ini: (1) mewujudkan tokoh Rahman menggunakan teori dan metode pemeranan yang komprehensif; dan (2) mendata proses kreatif penciptaan pemeranan yang autentik. Metodologi proses pemeranan dalam tulisan ini menggunakan pendekatan keaktoran psikologis (Inner Act) dari Constantin Stanislavsky yang diterapkan melalui tahapan sistematis: (1) Analisis tekstual secara komprehensif untuk mengidentifikasi penokohan tokoh Rahman; (2) Mengidentifikasi kontekstual untuk memahami sosiologis tokoh secara komprehensif; serta (3) eksplorasi fisik dan vokal secara intens untuk memanifestasikan perilaku tokoh yang autentik. Temuan utama dalam tulisan ini adalah konsepsi tokoh rahman sebagai karakter yang merepresentasikan keteguhan prinsip dibagian luar, namun menyembunyikan kerapuhan mental dan keyakinan didalamnya. Hal tersebut diwujudkan melalui fisikal dan vokal tokoh Rahman yang menyimpan beban psikologis. Tantangan utama dalam proses ini adalah penyajian komplesitas psikologis tokoh Rahman dalam tiap-tiap adegan. Secara keseluruhan, implementasi metode Inner Act Stanislavsky pada aktor dalam naskah ini tidak hanya menghasilkan validitas tekstual, namun eksplorasi psikologis yang mampu diwujudkan melalui aksi fisik sehingga menciptakan karakter yang autentik dalam naskah ini dapat tercapai, dan mampu merefleksikan dengan efektif tentang isi pada naskah ini.
TARI DANA ANAK AYAM DI KECAMATAN MUARA BULIAN KABUPATEN BATANGHARI: KAJIAN STRUKTUR GERAK Wardana, Putri Yusi; Irianto, Ikhsan Satria; Handayani, Lusi
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 02 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang struktur gerak dari tari Dana Anak Ayam yang berasal dari Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Objek formal yang dipilih dalam penelitian ini adalah teori struktur dan elemen gerak. Penelitian yang menggunakan metode kualitatif ini memilih pendekatan deskriptif dalam merumuskan hasil penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah tari Dana Anak Ayam terdiri dari 4 Gugus, 20 Motif, 10 Frase, dan 5 Kalimat. Unsur pendukung dari tari Dana Anak Ayam yaitu kostum, alat musik, dan lirik lagu. Kostum yang digunakan berupa baju teluk belango, kain songket, peci. Alat musik yang dimainkan adalah gendang melayu, akordeon, gong, gambus, marawis, biola, rebana.
MAKNA SIMBOLIK PADATARI INAI DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI TANJUNG JABUNG BARAT Nabila, Nabila; Gustyawan, Tofan; Utami, Yhovy Hendricasri
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 01 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i01.47104

Abstract

Tari Inai pada upacara adat pernikahan merupakan tarian tradisional adat Melayu Timur yang dilakukan sebagai bagian dari ritual dan proses Upacara Adat Pernikahan. Tarian ini dilakukan oleh penari perempuan disertai penari laki-laki yang menampilkan atraksi gerak silat pada resepsi pernikahan. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ialah para informan selaku Pewaris sekaligus pengurus Sanggar Serase yang bernama Muhammad Yusra Yusuf. Teori yang digunakan ialah teori Semiotika Saussure. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Makna simbolik Tari Inai pada Upacara Adat Penikahan di Kuala Tungkal, yaitu: makna gerak Tari inai yang memiliki makna simbol berupa (1) Kesucian dan Keanggunaan, (2) Kebahagiaan dan Kesempurnaan. (3) Keunikan dan Keindahan Budaya Melayu. Analisis makna teori Saussure menghasilkan beberapa petanda dan penanda yaitu: (1) Penari memasuki area panggung membawa bunga lilin sebagai penanda acara segera dimulai. (2) Gerak sembah oleh penari, memberi petanda bahwa acara sedang dimulai dan penari siap menyambut kehadiran para tamu undangan. (3) Atraksi gerak silat, memberi penanda yang memiliki makna kekuatan dan keberanian pasangan dan gerakan yang melambangkan kesederhanaan, keanggunan pasangan. (3) Gerak penutup, memberi penanda bahwa acara tarian segera selesai dan akan dilanjutkan dengan acara resepsi pernikahan.
PEMERANAN TOKOH SINAH DALAM NASKAH ORANG ASING KARYA RUPERT BROOKE Mayda, Mayda; Irianto, Ikhsan Satria; Pramasheilla, Dinda Assalia Avero
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 02 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i02.47992

Abstract

Penelitian ini menganalisis proses penciptaan peran tokoh Sinah dalam naskah Orang Asing karya Rupert Brooke, yang mengangkat problematika kemiskinan dan dampaknya terhadap keretakan moral dalam sebuah keluarga. Fokus utama kajian terletak pada karakterisasi tokoh Sinah yang memiliki kompleksitas dimensi fisiologis, psikologis, dan sosiologis yang mendalam. Untuk mewujudkan tokoh tersebut, aktor menerapkan metode akting Konstantin Stanislavsky sebagai instrumen kreatif dalam proses observasi dan penghayatan peran. Penerapan metode ini bertujuan untuk menghasilkan kualitas akting yang natural dan realistis, selaras dengan gaya realisme psikologis yang menjadi landasan artistik naskah. Hasil penelitian ini mendeskripsikan tahapan aktor dalam mentransformasikan teks naskah menjadi pertunjukan yang meyakinkan secara emosional dan intelektual.
MAKNA KOSTUM PADA TARI INAI DALAM UPACARA PERNIKAHAN DI DESA TELUK MAJELIS KECAMATAN KUALA JAMBI Yunisa, Karin Priyandini; Santoso, Ady; Rahmayani, Wahdania Nur
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 02 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i02.49304

Abstract

Penelitian ini mengkaji makna simbolis kostum pada Tari Inai dalam upacara pernikahan adat di Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Tari Inai merupakan kesenian Melayu yang dilestarikan dan menjadi bagian dari rangkaian upacara pernikahan, yang mengandung nilai-nilai dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian meliputi tokoh adat, pelaku seni dan penari di Sanggar Majelis Adat. Analisis data dilakukan secara sistematis dengan teori Semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap unsur kostum dalam Tari Inai memiliki makna simbolis yang mendalam. Berdasarkan teori semiotika Roland Barthes, kostum tidak hanya berfungsi secara estetis, tetapi juga sebagai tanda budaya yang menyampaikan nilai dan doa. Dengan demikian, kostum Tari Inai menjadi simbol doa dan kesucian dalam upacara pernikahan. Melalui simbol-simbol tersebut, masyarakat menegaskan pentingnya makna spiritual dalam setiap prosesi adat. Tari Inai juga menjadi media pelestarian nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Setiap gerak, warna, dan bentuk dalam kostum meneguhkan identitas dan jati diri budaya Melayu Jambi.
BENTUK DAN FUNGSI TARI DANA ANAK AYAM PADA FESTIVAL KOTA MINYAK BAJUBANG DI KECAMATAN BAJUBANG KABUPATEN BATANGHARI Pratasya, Erie; Ramadhanti, Sri; Rahmayani, Wahdania Nur
Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni Vol. 4 No. 02 (2025): Prabung Seni: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jpps.v4i02.49341

Abstract

Tari Dana Anak Ayam merupakan tari yang berasal dari Desa Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, yang diwariskan secara turun-temurun dari keluarga Datuk Aziz hingga kini dilestarikan oleh Cik Syahril melalui Sanggar Mayang Mangurai. Keunikan gerak “langkah kaki tiga” yang menjadi ciri khasnya menjadikan tari ini menarik untuk diteliti. Pertunjukan Tari Dana Anak Ayam pada Festival Kota Minyak Bajubang dipertunjukan pada pembukaan acara, dan kedudukannya berada pada akhir acara tersebut. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara mendalam Bentuk dan Fungsi Tari Dana Anak Ayam Pada Festival Kota Minyak Bajubang di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif karena peneliti ingin mendeskripsikan Bentuk dan Fungsi Tari Dana Anak Ayam Pada Festival Kota Minyak Bajubang di Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari. Hasil penelitian ini ialah bentuk Tari Dana Anak Ayam yang terdiri dari beberapa unsur yang membentuknya yaitu Gerak tari Dana Anak Ayam yaitu Langkah Kaki 3 dan tahatum, alat musik yang digunakan adalah gendang melayu, marawis, biola, gambus, akordion, keyboard, gitar elektrik, dan gong. Pola lantai dari Tari Dana Anak Ayam ini yaitu berpasangan, kostum yang dipakai ialah baju kurung untuk perempuan dan baju teluk belango untuk laki-laki. Tata rias yang digunakan ialah rias cantik sederhana, dan tempat pertunjukannya yaitu di Lapangan sebelah Gedung Mustika Pertamina Kecamatan Bajubang. Adapun fungsi Tari Dana Anak Ayam Pada Festival Kota Minyak Bajubang yaitu sebagai pertunjukan kesenian dan sebagai suatu hiburan.