cover
Contact Name
Rizki Fadhillah Lubis
Contact Email
rizkylubis@poltekatipdg.ac.id
Phone
+6285270764141
Journal Mail Official
sainti.journal@poltekatipdg.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik ATI Padang Jalan Bungo Pasang Tabing Padang, 25171 Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri
Published by Politeknik ATI Padang
ISSN : 18297404     EISSN : 26139871     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh unit penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik ATI Padang. Jurnal SAINTI terbit secara berkala yakni persemesteran atau 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal SAINTI mempublikasikan hasil karya ilmiah dan pemikiran Dosen dan Civitas Akademika serta praktisi industri
Articles 167 Documents
ANALISIS KADAR BESI DAN MANGAN DALAM LIMBAH INDUSTRI DENGAN ICP-AES SEBELUM DIDEGRADASI DENGAN REAKTOR FOTOKATALITIK FILM TITANIA MENJADI AIR BERSIH Gusfiyesi; Nurjanah, Suci; Mulyawan, Iwan
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Telah dilakukan pengembangan reaktor fotokatalitik titania sebagai salah satu solusi pengolahan air gambut menjadi air bersih yang memenuhi syarat Baku Mutu Air Bersih. Pada penelitian ini reaktor fotokatalitik titania akan digunakan untuk mendegradasi logam berat besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air limbah industri di Kota Batam. Untuk tahap awal, air limbah yang akan didegradasi adalah air limbah enam industri yang masing-masingnya telah melalui tahap pengolahan. Kadar besi dan mangan dalam air outlet pengolahan limbah ditentukan dengan alat Inductively Coupled Plasma-Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES). Hasil analisis didapatkan kadar besi dan mangan masing-masing <0,0017 ppm dan <0,0023 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa proses pengolahan limbah industri di setiap perusahaan sudah bisa meinimalkan kandungan logam berat besi dan mangan dan sudah memenuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 tahun 2014 Lampiran 47. Metode APHA 3120 B:2012. Namun hasil ini belum optimal menghilang logam berat dan disamping itu proses pengolahan limbah masih menyisakan limbah baru dan banyak menggunakan chemical. Penelitian ini akan dilanjutkan untuk menghilangkan logam berat dalam limbah industri tersebut dengan reaktor fotokatalitik titania.
PEMBUATAN DAN ANALISIS PRECIPITATE CALCIUM CARBONATE DARI BATU KAPUR DENGAN METODE KARBONASI Elfina, Sri; Renedi, Wiki
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Batu kapur banyak sekali di jumpai di Indonesia. Sebagian besar cadangan batu kapur di Indonesia terdapat di Sumatera Barat. Pemanfaatan batu kapur di Sumatera Barat saat ini hanya terbatas sebagai perekat dalam adukan semen atau pemutih pada tembok, sehingga bernilai ekonomis yang rendah. Oleh karena itu, perlu adanya usaha untuk meningkatkan nilai tambah produk batu kapur, yaitu dengan mengolahnya menjadi produk yang lebih berdaya guna dalam industri seperti Precipitate Calcium Carbonate (PCC) yang memiliki nilai ekonomis tinggi. PCC merupakan batu kapur yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga membentuk partikel kecil yang homogen dan sifatnya mudah diatur. Saat ini PCC dapat disintesis melalui tiga metode yaitu metoda solvay, kaustik soda, dan karbonasi. Pada penelitian ini metode pembuatan PCC yang digunakan adalah metoda karbonasi, yaitu dengan mengalirkan gas karbondioksida ke dalam sebuah suspeni. Kualitas PCC diuji dengan beberapa parameter yaitu kemurnia CaO sebesar 37.75 %, kadar zat pengotor Fe3+sebesar 6.72 ppm dan kandungan air sebesar 2.29 %.
PENENTUAN KADAR BESI DAN SENG DENGAN MENGGUNAKAN METODA INDUCTIVELY COUPLED PLASMA- ATOMIC EMISSION SPECTROCOPY PAD Dartini; Elfina, Sri
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Kota Batam merupakan salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki jenis tanah yang tidak dapat menyimpan air dengan baik sehingga menggunakan waduk buatan sebagai penampung air hujan. Akibat limbah dari kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain yang berdampak negatif terhadap sumber daya air. Maka dilakukan pengujian kadar Besi dan Seng pada air waduk di kota Batam. Logam Besi dan Seng merupakan logam yang dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah yang relatif sedikit. Metoda yang digunakan pada pengujian ini yaitu Inductively Coupled Plasma - Atomic Emission Spectrocopy (ICP – AES. Hasil pengujian kadar Besi pada waduk Duriangkang 0,2339 ppm, waduk Sei Harapan 0,0299 ppm, waduk Mukakuning 0,0292 ppm, waduk Sei Nongsa 0,4168 ppm, waduk Rempang 0,0001 ppm, waduk Tembesi 0,0420 ppm, waduk Sei Ladi 0,0588 ppm. Kadar Seng pada waduk Duriangkang 0,0083 ppm, waduk Sei Harapan 0,0554 ppm, waduk Mukakuning 0,0083 ppm, waduk Sei Nongsa 0,0004 ppm, waduk Rempang 0,0083 ppm, waduk Tembesi 0,0083 ppm, waduk Sei Ladi 0,0211 ppm. Ini menunjukkan air waduk telah memenuhi persyaratan kualitas air kelas 1 yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 kecuali waduk Sei Nongsa untuk parameter Besi (Fe) dan waduk Sei Harapan untuk parameter Seng (Zn).
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN MANGKOKAN (NOTHOPANAX SCUTELLARIUM MERR) Syafrinal
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etil asetat daun Mangkokan (Nothopanax scutellarium Merr. Metoda yang digunakan untuk mengisolasi adalah maserasi dan kromatografi kolom. Senyawa hasil isolasi berupa bubuk putih dengan titik leleh 281 282.°C. Hasil uji dengan pereaksi Liebermann-Buchard membentuk cincin hijau menunjukkan positif steroid. Analisa dengan spektroskopi UV-Vis menunjukan serapan maksimum pada 202 nm dan analisa spektroskopi IR menunjukan bilangan gelombang (cm-1) yakni: 1021.25 (C-O), 1645.71 (C=C), 2930.85 (C-H), 3364.66 (O-H)
PENENTUAN RUTE PADA SISTEM DISTRIBUSI PRODUK M, Suci Oktri Viarani; I, Ahmad Syafruddin; Mufti, Wahyu Fitrianda
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 1 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

PT. X merupakan salah satu distributoor perusahaan minuman yang menghasilkan berbagai macam minuman ringan (soft drink). Permasalahan yang terjadi pada distributor ini adalah harus melayani banyak toko yang terletak jauh dari gudang, dengan lokasi yang tersebar dibeberapa tempat serta keterbatasan sarana pengangkut dengan kapasitas rata-rata 150 dus/mobil. Jumlah toko yang harus dikunjungi setiap hari rata-rata 40 toko untuk satu wilayah pendistribusian. Perencanaan urut-urutan pendistribusian produk ke konsumen masih berdasarkan keputusan subjektif dari supir dan kernet, sehingga waktu pendistribusian produk kurang maksimal. Penelitian ini akan merancang rute pengiriman produk menerapkan model Travelling Salesman Problem (TSP) untuk mengoptimalkan rute pendistrbusian. Penelitian ini menggunakan metode pengurutan toko yaitu metode Nearest Neighbor dan Branch and Bound dengan bantuan software WinQSB sehingga diperoleh usulan rute pengiriman produk yang terbaik. Hasil tersebut dapat dilihat dengan jarak tempuh, waktu tempuh dan biaya yang lebih optimal. Berdasarkan pengolahan data diperoleh bahwa rute pengiriman produk X pada distributor PT X Bukittingi yang terbaik diperoleh dengan menggunakan metode pengurutan toko Branch and Bound.
PEMBUATAN KERTAS INDIKATOR ASAM-BASA DARI KULIT BUAH ALPUKAT Elda Pelita; Imran Nazar
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul “Pembuatan Kertas Indikator Asam-basa Dari Kulit Buah Alpukat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat indikator asam-basa dari kulit buah Alpukat dalam bentuk kertas sebagai media pembelajaran kimia. Penelitian ini dilaksanakan di Politeknik ATI Padang dengan sampel yang digunakan adalah kulit buah Alpukat. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu tahap pembuatan kertas indikator dan tahap pengujian kertas indikator. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan uji kertas indikator asam-basa dari kulit buah. Berdasarkan analisis data menunjukan dalam rentang waktu 30 hari kertas indikator dari kulit buah alpukat dapat memberikan warna yang berbeda pada larutan asam, basa dan netral. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kertas indikator asam-basa dari kulit buah alpukat dalam rentang 30 hari masih bersifat stabil dan dapat digunakan sebagai indikator asam-basa serta masih dapat dijadikan sebagai media pembelajaran.
ANALISIS EFEKTIVITAS KINERJA RIPPLE MILL MENGGUNAKAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS: STUDI DI PALM OIL INDUSTRY SUMATERA UTARA Putri Amelia; Rizki Fadhillah Lubis
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses produksi di lantai produksi industri kelapa sawit adalah menurunnya efektivitas kinerja mesin produksi, termasuk ripple mill. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kinerja ripple mill menggunakan Overall Equipment Efectiveness. Metode ini menggunakan tiga rasio dasar: rasio ketersediaan, rasio kinerja, dan rasio kualitas. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Overall Equipment Efectiveness yang didapat pada mesin ripple mill di salah satu palm oil industry di Sumatera Utara ini masih dibawah dengan nilai 41,45% sedangkan standar OEE internasional sebesar 85%. Kerusakan yang sering ditemui adalah menurunnya kecepatan mesin dan rotor mengalami keausan sehingga rotor plate tumpul dan menyebabkan pemecahan tidak efektif
STRATEGI PEMILIHAN SUPPLIER YANG TEPAT PADA INDUSTRI PULP & PAPER Sri Kaidah; Mega Purnamasari
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu Industri pulp & Paper di Banten membedakan beberapa supplier atas kerja sama kontrak tetap untuk bahan baku utama dan kontrak tidak tidak tetap untuk bahan baku penunjang. Kerja sama dengan kontrak tidak tetap sering kali menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengiriman, spesifikasi barang dan jumlah barang tidak sesuai yang dipesan. Dikarenakan perusahaan dalam memilih supplier untuk kontrak tidak tetap masih menggunakan cara pilih konvensional dengan penentuan kriteria hanya berdasarkan harga dan kualitas barang, tetapi tidak berdasarkan pertimbangan kriteria yang lain atau yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini seringkali menggaggu berjalannya kegiatan proses produksi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memecahkan persoalan yang terjadi sebagai strategi menentukan kriteria dan supplier yang tepat. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diperoleh Nilai prioritas kriteria Price adalah 0,18; Delivery adalah 0,41; Quality adalah 0,28; dan Responsivness adalah 0,13. Dari hasil pembobotan perbandingan pada level hirarki kriteria didapatkan bahwa nilai prioritas terbesar ada pada kriteria delivery sebesar 0,41. Dengan supplier terbaik adalah PT. A dimana mendapatkan nilai pembobotan sebesar 0,41; sedangkan dua supplier lainnya yaitu PT. B mendapat nilai pembobotan sebesar 0,36 dan PT. C sebesar 0,22.
KAJIAN MUTU SELAMA PENYIMPANAN READY TO EAT SIE REUBOH DALAM KEMASAN ALUMUNIUM FOIL Dian Hasni; Cut Nilda; Yusriana
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Makanan tradisional merupakan salah satu daya tarik wisata daerah, sehingga perlu ditingkatkan mutunya melalui peningkatan masa simpan dan kemasan yang menarik. Sie reuboh adalah olahan daging dengan resep tradisional khas Aceh Besar. Menu ini termasuk menu festival, yang berarti daging sapi yang direbus bersamaan dengan lemak gajih, cuka aren dan rempah-rempah. Penambahan cuka membuat rasa sie reuboh menjadi sangat khas dan juga meningkatkan masa simpannya pada suhu ruang. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji potensi ready to eat (RTE) sie reuboh dengan mengamati perubahan mutunya setelah disimpan selama 29 hari yang dikemas dalam kemasan alumunium foil pada suhu ruang berpendingin (25-27°C) dan suhu lemari pendingin (5-8°C). Parameter mutu yang diamati adalah kadar air, pH, nilai TBA dan kualitas mutu sensorik sie reuboh setiap minggunya (hari ke 0, 8, 15, 22 dan 29 hari penyimpanan). Hasil pengujian menunjukkan bahwa selama 29 hari penyimpanan, terjadi penurunan pH dan peningkatan nilai TBA, kadar air dan fluktuasi total mikroba. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sie reuboh yang disimpan pada suhu 5-8°C memiliki mutu yang lebih baik setelah penyimpanan selama 29 hari dibandingkan yang disimpan pada suhu 25-27°C.
ANALISIS MUTU PALM KERNEL PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI SUMATERA BARAT Hendro Romadhan; Rizki Alfi
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu industri pengolahan kelapa sawit di Sumatera Barat dalam kaitan memenuhi permintaan pelanggan, mengalami masalah internal terkait mutu dari kernel, dimana terdapat tidak konsisten kadar air dan kotoran pada kernel. Hal ini terlihat dari data analisa kadar air dan kotoran kernel bulan april 2021 yang tidak memenuhi standar parameter kualitas berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-0002-1987 yaitu kadar air maksimal 8%, kadar kotoran maksimal 6% dan dan Inti Pecah maksimal 15%. dilakukan analisa produksi untuk mengukur kualitas kernel di industri dengan menggunakan metode Seven Tools (Histogram dan Peta Kendali) untuk melakukan perbaikan masalah yang dihadapi perusahaan serta pemeliharaan tempat kerja untuk menghasilkan perbaikan dan peningkatan kualitas dari produk yang dihasilkan. Tingkat kualitas kernel yang dihasilkan sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh badan standarisasi nasional, dimana tingkat kualitas kernel yaitu kadar air sebesar 7,60% dan kadar kotoran 4,58%. Dalam analisis kapabilitas proses, nilai Cp sebesar 1,11 pada kadar air dan 1,10 pada kadar kotoran, dimana nilai 1 < Cp < 1,33 maka kapabilitas proses baik, namun perlu adanya pengendalian lebih jika nilai Cp mendekati 1,00.