Articles
167 Documents
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS OIL LOSSES PADA PROSES PEREBUSAN MENGGUNAKAN QUALITY CONTROL CIRCLE PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT DI SUMATERA BARAT
Fuji Kharnofa;
Maryam
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 1 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Salah satu industri pengolahan kelapa sawit di Sumatera Barat memiliki bahan baku berupa tandan buah segar yang berasal dari perkebunan sendiri dan masyarakat. Dalam proses pengolahannya terjadi permasalahan kehilangan minyak sawit pada proses produksinya. Hal ini akan berdampak pada kualitas produk, sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas pada proses produksi yakni perebusan. Berdasarkan hasil observasi awal, stasiun perebusan mengalami kehilangan minyak sawit pada pembuangan air kondensat dan kehilangan minyak sawit pada tandan kosong. Kehilangan minyak sawit pada tandan kosong ditetapkan standar <0.129% oleh perusahaan. akan dilakukan aalisa terkait pengendalian kualitas khususnya pada proses perebusan salah satu Pabrik Kelapa Sawit di Sumatera menggunakan metode QCC (quality control circle). Dari hasil analisa Quality Control Circle dapat dlihat bahwa lama waktu perebusan dan tekanan perebusan sangat berpengaruh terhadap kehilangan minyak sawit. Semakin lama waktu perebusan maka semakin besar kehilangan minyak sawit, sedangkan semakin kecil tekanan perebusan maka semakin besar kehilangan minyak sawit.Terdapat beberapa faktor yang menyebab terjadinya kehilangan minyak sawit pada proses perebusan diantaranya faktor mesin, manusia, bahan baku dan metoda. Faktor mesin merupakan faktor utama karena mesin sterilizer tidak mampu beroperasi secara optimal sehingga tekanan yang diharuskan tidak tercapai.
IDENTIFIKASI DAN PENENTUAN KADAR SENYAWA KURKUMIN PADA RIMPANG KUNYIT
Elizarni Elizarni;
Willy Febri Yanti 2
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Kunyit merupakan salah satu jenis tanaman obat yang banyak memiliki manfaat dan banyak ditemukan di wilayah Indonesia. Bagian yang sering dimanfaatkan sebagai obat adalah rimpang. Rimpang kunyit berfungsi untuk antikoagulan, antiedemik, menurunkan tekanan darah, obat sakit perut dan obat malaria. Komponen utama kimia yang terdapat dalam rimpang kunyit adalah kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri dari 3 fraksi yaitu kurkumin, demetoksikurkumin, bis-demetoksikurkumin. Fraksi utama yang terdapat dalam kurkuminoid adalah kurkumin. Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan penentuan kadar terhadap senyawa kurkumin yang terdapat dalam rimpang kunyit. Identifikasi senyawa kurkumin dilakukan dengan metoda KLT dengan menggunakan fasa gerak kloroform:methanol (95:5) dan fasa diam silika gel. Hasil identifikasi didapatkan 3 bercak dari penotolan standar dan sampel dengan nilai Rf sampel mendekati Rf standar. Sedangkan untuk penentuan kadar senyawa kurkumin dilakukan dengan metoda spektrofotometri UV-Vis. Dilakukan pengukuran absorban pada panjang gelombang 425.0 nm. Dan didapatkanlah hasil kadar senyawa kurkumin sebesar 6.71 %. Hasil yang diperoleh sesuai dengan standar yang telah ditetapkan Farmakope Indonesia, yaitu tidak kurang dari 6.60 %.
PENGARUH PH TERHADAP NILAI VOLATILE FATTY ACID (VFA) LATEKS PEKAT
Syafrinal;
Melysa Putri;
Yosi Amelia Putri
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas lateks pekat adalah pH. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh pH terhadap nilai Volatile Fatty Acid (VFA) lateks pekat. Metode yang digunakan adalah titrasi dengan menggunakan Ba(OH)2 sebagai zat peniter dan BTB sebagai indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pH awal lateks pekat yaitu pH 10 diperoleh nilai VFA sebesar 0.0158 %. Kemudian pada penurunan pH yaitu pada pH 9.50 diperoleh nilai VFA sebesar 0.0219 %, pada pH 9 nilai VFA yang diperoleh sebesar 0.0328 % dan pada pH 8.5 diperoleh nilai VFA yaitu 0.0522 %. Namun pada pH 10.5 yang pH nya dinaikan dari kondisi awal diperoleh nilai VFA nya 0.0129 %. Ini menunjukan bahwa semakin kecil pH maka nilai Volatile Fatty Acid lateks pekat menjadi naik sedangkan jika pH dinaikan maka nilai Volatile Fatty Acid lateks pekat menjadi turun. Kondisi pH lateks pekat yang baik menurut Standar American Society for Testing and Material (ASTM D.1076. Y80) dengan standar maksimal 0.030 % adalah pada pH 9.5 - 10.5.
PENGARUH DENSITAS LARUTAN KALSIUM KARBONAT TERHADAP KERNEL LOSSES PADA UNIT CLAY BATH DI INDUSTRI PENGOLAHAN CPO
Addin Akbar;
Khairul Akli;
Dwi Kemala Putri;
Melysa Putri;
Syarie Hidayah
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Clay Bath merupakan alat yang berfungsi untuk memisahkan cangkang sawit dengan Kernel menggunakan larutan kalsium karbonat. Kernel Losses pada unit Clay Bath merupakan permasalahan yang dapat merugikan bagi Industri Pengolahan CPO. Pengaruh densitas dari larutan kalsium karbonat dapat menurunkan persentase Kernel Losses. Pada penelitian ini dibuat variasi massa jenis larutan kalsium karbonat mulai dari 1,092 ; 1,112 ; 1,136 ; 1,142 ; 1,150 g/mL. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan Kernel Losses terendah pada densitas 1,150 g/mL dengan 2,57 %.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT CANNET ELEKTRIK
Fejri Subriadi;
Anis Hoerunnisa
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat SMK3 adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, efisien dan produktif. Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjutnya disingkat K3 adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan tenaga kerja melalui upaya pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.Metoda penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Dari analisis yang telah dilakukan bahwa implementasi SMK3 di PT Cannet Elektrik Indonesia mempunyai nilai implementasi SMK3 termasuk dalam kategori baik dengan nilai 82,8%. Untuk kecelakaan kerja yang ada di PT Cannet Elektrik Indonesia dari tahun 2014-2019 terjadi 12 kali kecelakaan kerja diantaranya 11 kali (91,6%) kecelakaan luka ringan dan 1 kali (8,3%) kecelakaan luka sedang.
ANALISA HEAD LOSS DAN KERJA POMPA DENGAN VARIASI PERUBAHAN DIAMETER PADA SISTEM PEMIPAAN
Agung Kurnia Yahya;
Puji Rahayu;
Hasnah Ulia;
Achmad Yanuar Maulana
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Fluida sering kali mengalami kehilangan energi (head loss) di dalam pipa karena adanya turbulensi aliran yang mengakibatkan gesekan di permukaan pipa bagian dalam. Head loss sangat merugikan dalam sistem pemipaan karena dapat menurunkan tingkat efisiensi aliran fluida. Head loss dipengaruhi oleh variasi belokan (elbow), sambungan, katub (valve), dan diameter pipa. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui head loss yang terjadi di tiap line pada sistem pemipaan aliran fluida yang terdiri dari variasi luas penampang pipa, jumlah sambungan, katub, dan belokan. Selain itu juga untuk mengevaluasi kerja pompa dengan pada rangkaian seri maupun kompleks. Semakin kecil ukuran diameter menyebabkan kecepatan fluida meningkat sehingga menyebabkan friksi yang ada dalam pipa semakin besar, hal tersebut menyebabkan head loss semakin besar. Kerja pompa yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida berbanding lurus dengan besarnya head loss yang terjadi pada sistem pemipaan.
PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK PASAR SEBAGAI BAHAN BAKU PELET DENGAN PRETREATMENT SECARA FERMENTASI ANAEROB
Armen;
Sri Elfina;
Haswan
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Pengolahan limbah pasar menjadi pakan dapat meningkatkan nilai tambah limbah. Limbah pasar yang terdiri dari sayuran dan hewani masih memiliki kandungan nutrient yang bermanfaat bagi ternak dan ikan sebagai pakan alternatif atau utama. Pemanfaatan limbah pasar menjadi pellet ikan perlu dikaji dengan proses fermentasi dengan variasi waktu fermentasi 2-6 hari, kadar molase (5%, 10% dan 15%) dan komposisi hewani dan nabati (1:1, 2:3 dan 3:1) terhadap protein kasar dan kualitas pakan. Proses pembuatan pakan dengan mencampurkan bahan limbah pasar dan akan dilakukan proses fermentasi serta penepungan untuk mendapatkan pellet yang seragam dalam pencetakan. Uji protein akan dilakukan dengan metode kjedhal sebagai kandungan protein kasar. Berdasarkan hasil daya apung selama lebih dari 6 menit, pellet dengan komposisi jeroan ikan 50% memiliki kualitas yang terbaik dibandingkan variasi lainnya dengan kadar protein 32,48%.
PERHITUNGAN EFISIENSI RECOVERY BOILER PADA PT TOBA PULP LESTARI, TBK
Erwinsyah Sipahutar;
William Sutanto;
Rudi Arif Candra;
Faisal Irsan Pasaribu
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
PT Toba Pulp Lestari, Tbk merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang kegiatan utamanya adalah memproduksi pulp. Perusahaan ini menggunakan kayu eukaliptus sebagai bahan utama. Secara garis besar pembuatan pulp diawali dari proses digesting yaitu proses pemasakan chip dengan tambahan white liquor dan steam. Produk dari digesting didistribusikan ke washing and screening, selanjutnya O2 delignifikasi yang menghasilkan unbleached pulp. Pulp yang belum putih kemudian diputihkan pada proses bleaching sebanyak tiga tahap. Pulp yang sudah putih kemudian dipompakan dijadikan lembaran pulp pada proses pulp machine. Disamping itu, PT Toba Pulp Lestari, Tbk juga memiliki proses pendukung untuk memproduksi pulp tersebut, salah satunya yaitu recovery boiler. Recovery boiler memiliki dua fungsi yaitu fungsi utama sebagai penghasil steam dan fungsi sampingan menghasilkan green liquor hasil pemulihan dari proses pembakaran black liquor untuk diproduksi kembali menjadi white liquor sebagai cairan pemasak pada digester. Kondisi kinerja suatu peralatan dapat diukur berdasarkan efisiensi suatu peralatan tersebut. Dalam termodinamika, efisiensi termal adalah ukuran tanpa dimensi yang menunjukkan performa peralatan termal seperti mesin pembakaran dalam dan sebagainya. Panas yang masuk adalah energi yang didapatkan dari sumber energi.
PENETUAN KADAR ZAT AKTIF PADA FLUOCINOLONE ACETONIDE CREAM DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV- VIS
Risma Sari;
Khairul Fuad
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Fluocinolone Acetonide Cream merupakan obat topikal yang digunakan untuk mengobati gatal-gatal, kemerahan, kulit kering, pengerasan kulit, peradangan, dan ketidaknyamanan berbagai kondisi kulit. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar zat aktif yang terkandung pada Fluocinolone Acetonide Cream. Pengujian kadar zat aktif ini dilakukan untuk memastikan kadar dari zat aktif sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Efek samping dari zat aktif yaitu jika pada obat kelebihan kadar zat aktif akan membahayakan pengguna obatnya dan jika kekurangan zat aktif maka obat tersebut tidak akan bereaksi apapun.Uji kuantitatif yang dilakukan untuk menentukan kadar Fluocinolone Acetonide Cream dalam sampel adalah dengan analisis kadar spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 200-300 nm dan pajang gelombang maksimum dari pengujian Fluocinolone Acetonide Cream adalah 238. Hasil Pengujian penentuan kadar zat aktif pada sampel yaitu sebesar 98.99 % dan 99.14 % dimana spesifikasi yang digunakan yaitu antara 90 % - 110 %. Hasil ini menunjukan bahwa kadar sampel masuk dalam spesifikasi yang telah ditetapkan Pharmacopoeia edisi I dan II 2009.
PENENTUAN JUMLAH PRODUKSI OPTIMAL CPO DAN KERNEL MENGGUNAKAN GOAL PROGRAMMING PADA INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT
Fikri Arsil;
Orlando;
Fatmir Edwar
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 19 No. 2 (2022)
Publisher : Politeknik ATI Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52759/
Tingginya permintaan minyak sawit (CPO) dan biji sawit (kernel) di Industri CPO memerlukan perencanaan produksi yang baik agar proses produksi berjalan lancar. Pemanfaatan sumber daya yang digunakan masih belum optimal, untuk itu dibuatlah suatu usaha pengoptimalan terhadap produksi CPO dan kernel sehingga dapat memenuhi target serta batasan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Dalam melakukan pengoptimalan produksi CPO dan kernel harus memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi mulai dari bahan baku produksi yaitu tandan buah segar (TBS), kapasitas pabrik, penyimpanan serta rendemen CPO dan kernel yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Metode yang digunakan dalam pengerjaan tugas akhir ini adalah metode Goal Programming. Metode ini mampu menyelesaikan permasalahan lebih dari satu sasaran yang hendak dicapai (multi objective). Hal ini sesuai dengan kondisi permasalahan di Industri CPO yaitu memaksimalkan produksi minyak sawit dan biji sawit pada saat pengolahan TBS di pabrik. Luaran dari tugas akhir ini adalah jumlah produksi CPO dan kernel yang optimal untuk periode Januari 2021 sampai Desember 2021. Hasil perencanaan optimasi tersebut diharapkan dapat membantu proses pengambilan keputusan yang lebih optimal sehingga mencapai target yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.