cover
Contact Name
Rizki Fadhillah Lubis
Contact Email
rizkylubis@poltekatipdg.ac.id
Phone
+6285270764141
Journal Mail Official
sainti.journal@poltekatipdg.ac.id
Editorial Address
Kampus Politeknik ATI Padang Jalan Bungo Pasang Tabing Padang, 25171 Indonesia
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri
Published by Politeknik ATI Padang
ISSN : 18297404     EISSN : 26139871     DOI : -
Core Subject : Engineering,
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri merupakan majalah ilmiah yang diterbitkan oleh unit penelitian dan pengabdian masyarakat Politeknik ATI Padang. Jurnal SAINTI terbit secara berkala yakni persemesteran atau 2 kali dalam 1 tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Jurnal SAINTI mempublikasikan hasil karya ilmiah dan pemikiran Dosen dan Civitas Akademika serta praktisi industri
Articles 205 Documents
ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR OPEN TOP ROLLER PADA STASIUN PENGGULUNGAN INDUSTRI PENGOLAHAN TEH MENGGUNAKAN METODE WORK SAMPLING Sisri Gusmita; Rizki Fadhillah Lubis; Abdul Azis Rahmansyah; Elvy Sahnur Nasution; Muhammad Iqbal Harapan Muslim Siregar; Rahmad Syukur Siregar
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v23i1.87

Abstract

Beban kerja yang melebihi kapasitas kerja operator dapat menurunkan efektivitas kerja serta meningkatkan risiko kelelahan pada proses produksi. Salah satu aktivitas yang berpotensi meningkatkan beban kerja adalah manual material handling yang dilakukan secara berulang selama proses produksi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi beban kerja operator Open Top Roller (OTR) pada industri pengolahan teh menggunakan metode work sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap dua operator OTR selama lima hari kerja dengan pengamatan acak pada jam kerja efektif. Analisis meliputi pengukuran produktivitas, uji keseragaman dan kecukupan data, penentuan rating factor menggunakan metode Westinghouse, perhitungan allowance, waktu baku, dan beban kerja operator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat produktivitas operator tergolong tinggi dengan persentase aktivitas produktif sebesar 91,78% dan 92,86%. Namun demikian, nilai beban kerja masing-masing sebesar 1,61 dan 1,66 menunjukkan bahwa kedua operator berada pada kategori overload. Tingginya beban kerja dipengaruhi oleh aktivitas manual material handling yang dilakukan secara berulang dan tingginya intensitas kerja selama proses penggulungan. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi sistem kerja melalui pengurangan aktivitas manual material handling, perbaikan metode kerja, dan peninjauan pengaturan kerja untuk menciptakan kondisi kerja yang lebih efektif.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS CRUDE PALM OIL: STUDI KASUS INDUSTRI PENGOLAHAN KELAPA SAWIT JAMBI Arie Yuniken Anjasmi; Zulhamidi
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 18 No. 1 (2021)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/

Abstract

Salah satu Industri yang bergerak dalam bidang pengolahan kelapa sawit. (PKS) di Jambi melakukan Proses pengolahan tandan buah segar (TBS) dan tidak selalu menghasilkan minyak crude palm oil (CPO) sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. CPO yang dihasilkan perusahaan rusak diakibatkan oleh berbagai faktor. Sehingga akan digunakan SPC sebagai alat dalam melakukan analisis terhadap pengendalian mutu CPO pada salah satu industri PKS di Jambi. Penyebab asam lemak bebas yang tinggi banyak faktor, di antaranya penerimaan buah yang kurang bagus akibat cacat, penyortiran buah yang kurang ketat. Faktor cuaca yang membuat buah lama di kebun atau lapangan loading ramp. Jalanan yang licin menyebabkan buah terjebak berhari hari di jalan. Usulan perbaikan kualitas dari CPO adalah dengan dilakukannya pengawasan mutu yang berawal dari bahan baku datang, hingga proses akhir dari pengolahan TBS yaitu pada proses distribusi CPO yang berada di tanki timbun. Perbaikan utama yang perlu dilakukan oleh perusahaan ialah terfokus kepada faktor-faktor penyebab masalah penurunan dari kualitas mutu yaitu faktor bahan baku, faktor dari mesin dan faktor manusia yang mengolah CPO.
EVALUASI KINERJA PLATE HEAT EXCHANGER DI REFINERY PLANT INDUSTRI MINYAK GORENG Agung Kurnia Yahya; Rivaldo Romigo; Puji Rahayu; Apsari Puspita Aini; Hasnah Ulia
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v20i1.203

Abstract

Plate Heat Exchanger (PHE) merupakan salah satu elemen yang mempunyai peran penting dalam efisiensi energi di PT. XYZ. Di PT. XYZ terdapat permasalahan pada alat PHE, di mana laju alir fluida panas pada alat tersebut cenderung mengalami penurunan tiap waktunya, hal tersebut dapat menyebabkan perpindahan panas antara fluida panas dan fluida dingin tidak optimal sehingga terjadi penurunan kinerja pada alat. Kinerja alat PHE dapat ditinjau dari efektivitasnya, jika kinerja PHE menurun maka dapat menyebabkan peningkatan konsumsi energi sehingga biaya yang dikeluarkan juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung efektivitas PHE tipe 605A yang digunakan sebagai penukar panas antara crude palm oil dan refined bleached deodorized palm oil di PT. XYZ dan didapatkan efektivitas pada saat ini berkisar 81,77% - 86,13%. Tetapi efektivitas PHE mengalami penurunan tiap waktunya dan diprediksi akan menurun menjadi 75% pada hari ke-11. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu perawatan dan pembersihan rutin, monitoring kinerja plate heat exchanger secara real-time, serta kaji ulang beban kerja sistem heat plate exchanger
METODE ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY UNTUK MENDETEKSI KANDUNGAN LOGAM BESI (Fe) DAN MERKURI (Hg) DALAM LIMBAH OUTLET Risma Sari; Nola Gusvita; Umar Kalmar Nizar; Charles Banon
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v20i1.194

Abstract

Limbah menjadi persoalan kontemporer seiring kepadatan penduduk yang semakin meningkat. Setiap rumah tangga yang tinggal di perkotaan pasti akan membutuhkan tempat pembuangan air limbah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar logam besi dan merkuri. Ini dilakukan untuk memastikan kadar dari logam besi dan merkuri yang ada pada outlet sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Efek samping dari logam besi dan merkuri jika pada outlet didapatkan jumlah kadarnya yang terlalu banyak maka outlet tersebut tidak dapat dialirkan langsung ke pemukiman warga, yang jika dialirkan maka dapat membahayakan kesehatan dari masyarakat. Uji kuantitatif yang yang dilakukan untuk menentukan kadar logam besi dengan metode nyala api secara atomic absorption spectrophotometry pada panjang gelombang 248.3 nm dan menentukan kadar logam merkuri dengan metode Mercury Vaporizer Unit (MVU) secara atomic absorption spectrophotometry pada panjang gelombang 253.7 nm. Hasil pengujian kadar logam besi pada sampel outlet yaitu sebesar 0.1969 mg/L. Sedangkan kadar merkuri pada sampel outlet yaitu sebesar 0.0012 mg/L, berdasarkan PerMenLH RI No 05 tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa kadar logam besi (Fe) dan merkuri (Hg) yang terkandung di dalam air limbah outlet berada di bawah baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan
PENENTUAN pH, CHEMICAL OXYGEN DEMAND DAN TOTAL SUSPENDED SOLID PADA KOLAM LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT Syafrinal; Selfa Dewati Samah; Melysa Putri; Fatmawati Fatmawati; Ria Januarti
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v20i1.198

Abstract

Limbah cair pabrik minyak kelapa sawit dapat mencemari lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia. Parameter uji yang dapat menunjukan kualitas limbah cair pabrik kelapa sawit adalah pH, Chemical Oxygen Demand, dan Total Suspended Solid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai pH dengan menggunakan pH Meter, COD dan TSS dengan menggunakan spektrofotometer UV – Vis pada setiap kolam limbah cair pabrik kelapa sawit sebelum dibuang ke sungai agar tidak mencemari lingkungan. Hasil penelitian selama tiga minggu pengujian menunjukan bahwa nilai pH kolam limbah cair pabrik kelapa sawit cenderung semakin naik dari kolam fat fit hingga oulet kolam V sedangkan nilai COD dan TSS cenderung turun dari kolam fat fit hingga outlet kolam V. nilai pH limbah yang dibuang ke sungai berada pada rentang 6 -9, nilai COD di bawah 350 mg/L dan TSS di bawah 250 mg/L. Hasil yang diperoleh telah sesuai dengan peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014. Limbah cair pabrik kelapa sawit yang dihasilkan telah aman dibuang ke sungai.
PENGARUH PERBEDAAN PELARUT TERHADAP PROSES EKSTRAKSI BATANG SEREH (Cymbopogon citratus) Miftahurrahmah Miftahurrahmah; Enny Nurmalasari; Reski Lediyo Putra; Ihsan Maulana; Aula Chairunnisak
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v20i1.202

Abstract

Manfaat minyak atsiri yang sangat banyak akan meningkatkan permintaan dalam jumlah yang banyak, sehingga untuk mendapatkan hasil yang optimal peneliti terus melakukan penelitian di bidang ini. Beberapa metode proses yang dapat digunakan untuk memperoleh minyak atsiri. Beberapa metode digunakan peneliti untuk mengetahui perolehan produk terbaik. Telah digunakan metode maserasi, dengan variasi beberapa pelarut sebagai pembanding, yang mana filtrat hasil maserasi selanjutnya distilasi untuk memperoleh minyak atsiri yang murni untuk mencari cara produksi minyak atsiri yang efisien dan menentukan pelarut terbaik untuk proses produksinya. Pelarut yang digunakan yaitu; Metanol, Etanol, n-Hexana dan juga Air. Tahapan metode maserasi, sampel sereh disiapkan 150 g dengan ukuran 1 cm, direndam oleh pelarut sebanyak 1 L dalam wadah tertutup selama 24 jam. Selanjutnya filtrat tersebut didistilasi untuk mendapatkan produk yang murni, kemudian dikarakterisasi menggunakan GC-MS. Hasil penelitian membuktikan bahwa minyak lebih banyak diekstrak oleh pelarut etanol dibandingkan pelarut yang lain, yaitu mencapai 23,31 g dan hasil uji GC-MS menunjukkan bahwa minyak sereh mengandung 25,75 % Geraniol. Sehingga disimpulkan Geraniol lebih larut dalam pelarut Etanol karena kepolaran senyawa -senyawa di dalam minyak sereh lebih dekat dengan kepolaran Etanol, sehingga jumlah rendemen yang dihasilkan lebih besar dibandingkan dengan ektraksi menggunakan selain Etanol.
SIX SIGMA DALAM PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK KERIPIK PISANG DI PASURUAN Asri Amalia Muti; Nofan Hadi Ahmad; Tri Novita Sari
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v20i1.204

Abstract

Perusahaan kecil yang tidak memperhatikan kualitas produk akan mengalami masalah pemasaran misalnya penurunan penjualan produk. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian mutu untuk setiap produk. Kripik pisang misalnya dalam pembuatannya dirasa sangat sulit dan sering mengalami kecacatan produk. Penyebab kegagalan produk merupakan suatu kelemahan dari sebuah bisnis saat ini. Kegagalan tersebut belum diketahui penyebabnya hingga saat ini. Produksi keripik pisang berdasarkan data dari bulan Agustus hingga September 2020 menunjukkan jumlah produk cacat berjumlah kurang lebih 28,875 kg dari total produksi yakni 323kg. Oleh sebab itu penelitian ini ditujukan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi cacat produksi pada keripik pisang. Sedangkan manfaat penelitian ini adalah untuk dapat mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi kecacatan pada keripik pisang dan nantinya dapat meningkatkan keuntungan dan produktivitas kerja. Metode Six Sigma adalah salah satu alat yang umum digunakan dalam pengendalian kualitas produk, dimana konsep dari metode ini adalah menetapkan standar kualitas hingga 3,4 reject per sejuta kemungkinan. Berdasarkan hasil data cacat keripik pisang didapat bahwa Jenis cacat melempem dengan persentase 61% dan jenis cacat gosong dengan persentase 39%. Faktor-faktor yang mempengaruhi kedua cacat tersebut diantaranya adalah faktor manusia, material, mesin. Saran dari penelitian ini adalah dari ketiga faktor yang paling mempengaruhi adalah manusia, material dan mesin. Perusahaan perlu merencanakan perbaikan secara bertahap agar kedepannya produk tersebut dapat mencapai lean production.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DATA KARYAWAN PADA INDUSTRI FURNITUR Fesa Putra Kristianto; Fitri Indah Puspitaningsih; Sobrina Aisya Salsabila
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v21i2.279

Abstract

Perkembangan teknologi pada era globalisasi sangat pesat, dengan sistem informasi menjadi salah satu bentuk pengembangannya yang mempermudah pengelolaan informasi. PT. X, sebuah perusahaan manufaktur di bidang furnitur, menghadapi masalah spesifik dalam pengelolaan administrasi kepegawaian, seperti kesalahan input data dan keterlambatan penggajian akibat penggunaan metode konvensional seperti Microsoft Excel. Hal ini menyebabkan inefisiensi dan kesalahan yang berdampak pada operasional perusahaan. Penelitian ini merancang sistem informasi manajemen data karyawan di PT. X dengan tujuan menciptakan sistem yang efektif dan efisien untuk mempermudah kinerja administrator dalam pengolahan data karyawan. Metode Rapid Application Development (RAD) digunakan dalam pengembangan sistem ini. Aplikasi yang dihasilkan dapat digunakan oleh bagian HRD sebagai administrator dan karyawan sebagai user. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem baru mampu mengatasi masalah yang ada, dengan perbandingan signifikan berupa pengurangan kesalahan input data dan peningkatan kecepatan dalam pengolahan penggajian dibandingkan metode sebelumnya. Dari hasil kuisoner pengguna untuk kualitas sistem dan desain antarmuka mendapatkan hasil yang baik dan sistem informasi dapat diaplikasikan di PT. X
ANALISIS OIL LOSSES PADA STASIUN PRESS DALAM PENGOLAHAN CPO (CRUDE PALM OIL) DENGAN METODE STATISTICAL PROCESSCONTROL (SPC) DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA III PKS RAMBUTAN TEBING TINGGI SUMATERA UTARA Desniorita Desniorita; Eliza Eliza
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak sawit kasar, yaitu Crude Palm Oil (CPO) didapatkan dari proses ekstraksi dari daging buah kelapa sawit. Proses ekstraksi dilakukan pada stasiun press. Prinsip kerja di stasiun press adalah menekan bahan baku sawit dalam tabung yang berlubang dengan alat ulir yang berputar sehingga minyak akan keluar lewat lubang-lubang tabung. Besarnya tekanan alat ini dapat diatur secara elektris dan tergantung dari volume bahan yang di press.Alat ini terdiri dari sebuah selinder yang berlubang lubang didalam terdapat sebuah ulir yang berputar.Tekanan kempa diatur oleh dua buah kerucut (conus) berada pada kedua ujung pengempa, yang dapat digerakkan maju mundur secara hidrolik.Tekanan hidrolik pada komulator 50–70 kg/cm3 mengakibatkan ampas basah, mengakibatkan terjadinya kehilangan minyak (oil losses). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui apakah terjadi oil losses di stasiun press dalam menghasilkan crude palm oil (CPO) di PT Perkebunan Nusantara III PKS Rambutan di Tebing Tinggi Sumatera Utara dengan metoda Statistical Prosses Control. Dari penelitian yang didapatkan diketahui bahwa dari hasil analisis statistical process control (SPC) diketahui tingkat pencapaian standar yang diharapkan oleh perusahaan belum tercapai pada ampas fiber. Dimana hasil pemeriksaan pada sampel ampas fibre masih terdapat faktor kualitas yang diluar batas persyaratan kualitas atau terjadi penyimpangan, sehingga mengakibatkan oil losses. Terjadinya oil looses diakibatkan oleh bebeapa faktor, yaitu dari kinerja manusia, mesin, dan bahan baku untuk dalam pengolahan CPO.
ANALISA HANDLING BARANG EKSPOR PADA PT BHANDA GHARA REKSA (Persero) Musdirwan Musdirwan; Kiki Silvi Monika
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 16 No. 2 (2019)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bhanda Ghara Reksa merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pergudangan. bisnis utama PT. BGR adalah menyediakan, menyewakan, dan mengelola ruangan gudang, baik tertutup maupun terbuka (Open Storage). PT. Perkebunan Nusantara VIII Bandung bekerjasama dengan pihak BGR dalam melakukan kegiatan handling ekspor barang menggunakan Term FOB (Free On Board). Dalam hal ini penulis ingin menganalisis bagaimana prosedur dalam penanganan ekspor yang dilakukan oleh PT BGR menggunakan FOB ( Free on Board ) dan juga menganalisis Berapa besar biaya yang dikeluarkan untuk satu kali pengiriman barang ekspor komoditi teh dengan term Free On Board (FOB) PT. Bhanda Ghara Reksa (persero) dalam rangka system keamanan sampai barang ketangan consumen. Dan apakah dari analisi yang ada pihak custamer yaitu PT Perkebunan Nusantara VIII Bandung sudah dikenakan pembiayaan sesuai jumlah perhitungan yang benar sesuai kesepakatan dengan pengiriman Free On Board (FOB). dari hasil perhitungan yang diperoleh menggunakan Free On Board (FOB) yaitu sebesar Rp. 1.048,44/kg atau biaya yang dikenakan kepada eksportir Rp. 1.048,44 x 26.400 kg = Rp. 27.678.816,- kepada PT Perkebunan Nusantara VIII Bandung.