cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 304 Documents
Karakteristik Alat Penangkapan Ikan Dan Komposisi Hasil Tangkapan Di Kabupaten Pinrang Sahabuddin, Sahabuddin; Pabiseangi, Pabiseangi; Adam Malik, Andi; Indah Yani, Fitri; Rusdi, Rismawaty; Yushra, Yushra; Mutmainnah, Nurul; Kaltsum, Ummu; Ekayanti Yunus, Yusdalifa; Wahyu, Farhana
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik alat penangkapan ikan yang digunakan nelayan dan menganalisis komposisi hasil tangkapan di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Bulan Oktober – Desember 2025 menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif di empat kecamatan, yaitu Mattiro Sompe, Cempa, Duampanua, dan Lembang. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, pengukuran dimensi alat tangkap, dokumentasi, dan wawancara dengan nelayan, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan klasifikasi Alat Penangkapan Ikan (API) sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 36 Tahun 2023. Hasil penelitian mengidentifikasi 11 jenis alat penangkapan ikan yang meliputi kelompok perangkap, jaring, pancing, bagan, dan tembak ikan. Seluruh alat tangkap sesuai dengan sistem klasifikasi API dan memiliki karakteristik teknis yang berbeda sesuai prinsip operasi dan spesies target. Selain itu, berhasil diidentifikasi 29 spesies ikan dan organisme perairan yang menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya ikan di wilayah penelitian. Penelitian ini menghasilkan basis data mengenai karakteristik alat penangkapan ikan beserta komposisi hasil tangkapan yang dapat mendukung pengelolaan perikanan tangkap berbasis data serta pengembangan pemanfaatan sumber daya ikan yang berkelanjutan.  Kata kunci: alat penangkapan ikan, klasifikasi API, Kabupaten Pinrang, perikanan tangkap, hasil tangkapan  
Produktivitas Sel Chlorella sp. Berdasarkan Densitas Inokulum Berbeda Pada Skala Laboratorium Iskandar, Iskandar; Liani Aliwu, Putri; Maulana Rasyad, Rafi; Nirwana Lovandi, Mustika; Nurhasana, Antika; Niken Tunjung Murti Pratiwi, Niken Tunjung Murti Pratiwi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9176

Abstract

Chlorella sp. adalah mikroalga hijau fotosintetik dengan laju pertumbuhan cepat, kandungan nutrisi tinggi, serta potensi luas dalam memproduksi biomassa yang bernilai ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi densitas inokulum terhadap produktivitas Chlorella sp. pada skala laboratorium. Penelitian dilakukan selama 10 hari waktu pengamatan dengan medium dahril solution dan menggunakan desain rancangan acak lengkap in time yang terdiri dari tiga perlakuan, yaitu 1×10⁴ sel/mL (A1), 1×10⁵ sel/mL (A2), dan 1×10⁶ sel/mL (A3). Parameter pertumbuhan sel yang dianalisis mencakup kelimpahan sel, laju pertumbuhan spesifik, dan waktu penggandaan (doubling time). Kelimpahan sel tertinggi terjadi pada perlakuan A3 sebesar 11,78 x 10⁶ sel/mL dengan laju pertumbuhan spesifik mencapai 0,316 d-1. Sebaliknya, kelimpahan sel terendah terjadi pada perlakuan A1, yaitu sebesar 9,98 x 10⁶ sel/mL dengan laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 0,453 d-1. Nilai absorbansi menunjukkan pola yang konsisten dengan kelimpahan sel dan memiliki korelasi positif yang kuat (R² = 0,9516) yang mengindikasikan bahwa nilai absorbansi dapat digunakan sebagai indikator untuk memantau kelimpahan sel mikroalga. Kata kunci: Chlorella sp., Kelimpahan sel, Laju Pertumbuhan Spesifik, Waktu Penggandaan, Absorbansi Sel.
Struktur Gonad Biseksual Protogini Kerapu Tikus (Cromoleptes altivelis Valenciennes, 1828) Fase Benih Pasca Stimulasi Hormon Zahri, Abdul; Fitrinawati, Henny
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9359

Abstract

Penelitian ini bertujuan mempelajari struktur gonad biseksual (intersek) pada protogini kerapu tikus (Cromileptes altivelis) fase pendederan setelah dirangsang kombinasi hormon metiltestosteron (MT) dan hCG. Ikan kerapu tikus dengan panjang total 13±2 cm dan berat 13±1,5 g, sebanyak 29 ekor digunakan untuk pengamatan struktur gonad intersek. Hormon MT (3 mg mL–1) dan hCG (20 IU mL–1) dengan dosis 1 mL kg–1diinjeksikan secara intramuskular pada dasar sirip punggung. Ikan dipemelihara selama enam minggu pada media bersalinitas 32 g L–1 dengan padat tebar 1 kg m–2. Ikan diberi pakan pellet dengan kandungan protein 46% secara at satiation. Hasil penelitian menunjukkan struktur gonad intersek, ikan betina bertransformasi menjadi jantan. Terjadi atresia pada oogonia beriringan terbentuknya jaringan testikuler. Spermatogonia mulai ditemukan pada minggu ke dua setelah injeksi hormon. Pada minggu ke empat semua sampel gonad didominasi oleh jaringan testikuler dan berkembang hingga fase spermatosit.  Kata kunci: biseksual, protoini, histologi, kerapu tikus.
Optimasi Salinitas Untuk Meningkatkan Efisiensi Penetasan Kista Artemia Salina Skala Laboratorium Puji Astuti, Ni Kadek; Apriyanto, Ketut
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9410

Abstract

Artemia salina merupakan pakan alami krusial dalam pembenihan ikan dan udang. Namun, efisiensi penetasannya sangat bergantung pada tekanan osmotik media, sementara informasi mengenai titik batas toleransi fisiologis dan waktu penetasan puncak secara rinci masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan salinitas optimal terhadap daya tetas (hatching rate), dinamika fase perkembangan, dan waktu penetasan kista A. salina. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan salinitas (20, 25, 30, 35, dan 40 ppt) dan tiga kali ulangan. Kista A. salina merek Supreme Plus diinkubasi pada botol konikal 1,5 L (volume efektif 1,0 L, kepadatan kista 1 g/L) dengan aerasi kontinu dan pencahayaan 2.000 lux. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan salinitas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap daya tetas dan waktu penetasan. Daya tetas tertinggi dicapai pada perlakuan 30 ppt sebesar 93,33 ± 1,53%, yang secara signifikan berbeda nyata dengan perlakuan 20 ppt (71,33 ± 2,52%) dan 40 ppt (59,83 ± 2,25%). Salinitas 30 ppt juga menghasilkan waktu penetasan tercepat, dimulai pada jam ke-15 dan mencapai puncak penetasan pada jam ke-20. Parameter kualitas air terukur stabil pada suhu 28,0–28,9 °C, pH 7,3–7,8, dan DO 4,1–4,3 mg/L. Secara praktis, penggunaan salinitas 30 ppt terbukti paling efisien dalam menghemat energi osmoregulasi embrio, sehingga direkomendasikan sebagai standar operasional penetasan kista A. salina di unit pembenihan. Kata Kunci: Artemia, Daya Tetas, Pakan Alami, Salinitas, Waktu Penetasan.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue