cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 304 Documents
Pengaruh Penambahan Bubuk Kunyit (Curcuma domestica) Pada Pakan Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Muzakar, Kahar; Sukendar , Windu; Tarno, Slamet; Apriyanto, Yudi; Juanda, Eki; Hasrah, Hasrah; Redha, Akhmad Rasyid; Muthia, Siti; Bachry, Syamsul; Nofembrianti, Nofembrianti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9015

Abstract

Ikan baung (Hemibagrus nemurus) merupakan salah satu ikan lokal yang terdapat didaerah Kabupaten Kapuas Hulu. Ikan baung masih banyak diperjual belikan oleh masyarakat Kapuas Hulu.Budidaya ikan baung di Kapuas Hulu masih minim, yang disebabkan oleh harga pakan yang mahal serta pertumbuhan ikan baung yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kelangsungan ikan baung selama budidaya dengan menambahkan bubuk kunyi ke dalam pakan komersil. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 3 pengulangan. Perlakuan pada penelitian ini, yaitu kontrol (pakan komersil), perlakuan 1 (PA), yaitu pakan komersil yang ditambahkan bubuk kunyit sebanyak 3 gram/kg; perlakuan 2 (PB), yaitu pakan komersil yang ditambahkan bubuk kunyit sebanyak 6 gram/kg dan perlakuan 3 (PC), yaitu pakan komersil yang ditambahkan bubuk kunyit sebanyak 9 gram/kg. Parameter yang diamati, yaitu pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup benih ikan  baung serta kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan pada tiap-tiap pelakuan. Pertumbuhan mutlak benih ikan baung tertinggi terdapat pada perlakuan 2, yaitu penambahan bubuk kunyit ke dalam pakan ikan komersial sebanyak 6 gram/kg. Tingkat kelangsungan hidup benih ikan baung selama penelitian untuk semua perlakuan, yaitu 100 % dan kualitas air selama penelitian yaitu suhu 29,8-30,5 °C; pH 6,5-7,5; DO 4,5-7,3 mg/L dan amoniak 0,5 mg/L untuk menunjang kehidupan serta pertumbuhan benih ikan baung. Kata kunci: Ikan baung, Pertumbuhan mutlak, Tingkat kelangsungan hidup, Kunyit
Evaluasi Kualitas Air Danau Liut Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat Kurniadi, Bambang; Adijaya, Mardan; Lubis, Angghina Choirunnisa
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9017

Abstract

Danau Liut merupakan danau oxbow yang berperan penting secara ekologis dan sosial sebagai penyangga fungsi ekosistem perairan serta sumber perikanan bagi masyarakat sekitar. Namun, karakteristik hidrologi yang relatif tertutup, perubahan konektivitas dengan sungai, serta meningkatnya tekanan aktivitas manusia menjadikan danau ini rentan terhadap degradasi kualitas air. Penurunan ukuran dan hasil tangkapan ikan yang dilaporkan oleh nelayan setempat mengindikasikan adanya penurunan kualitas habitat perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air Danau Liut.. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus–September 2024 di Danau Liut, Kabupaten Sintang, dengan pengambilan sampel pada tiga stasiun, yaitu inlet danau, lubuk engkadan, dan ujung danau. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi kedalaman, kecerahan, suhu, total suspended solid (TSS), oksigen terlarut (DO), pH, BOD₅, nitrat (NO₃–N), amonia (NH₃–N), dan total fosfor..Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerahan perairan rendah dan relatif seragam, mengindikasikan terbatasnya penetrasi cahaya akibat tingginya kandungan bahan organik terlarut dan warna perairan kecoklatan. Suhu perairan relatif stabil dan masih memenuhi baku mutu, demikian pula konsentrasi TSS dan DO yang umumnya berada dalam ambang baku mutu perairan danau Kelas III. Namun, nilai pH yang bersifat asam serta konsentrasi BOD₅ yang melebihi baku mutu menunjukkan adanya tekanan terhadap kualitas perairan yang berpotensi memengaruhi biota akuatik. Konsentrasi nitrat dan amonia menunjukkan ketersediaan nutrien nitrogen pada tingkat sedang yang diduga berasal dari dekomposisi bahan organik alami. Konsentrasi total fosfor yang melebihi baku mutu pada beberapa stasiun mengindikasikan akumulasi fosfor, yang pada kondisi danau oxbow berpotensi dilepaskan kembali dari sedimen dan meningkatkan risiko eutrofikasi.  Kata kunci: Danau liut, kualitas air, Kalimantan Barat
Analisis Sistem Pengangkutan Semi Basah Dengan Media Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Sumahira Dewi, Luh Gede; Puji Astuti, Ni Kadek; Wardani, Suci Wahyu
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9018

Abstract

Sistem pengangkutan semi basah adalah metode transportasi ikan (terutama ikan hidup) yang menggunakan media air dalam jumlah terbatas, tidak sepenuhnya merendam ikan, tetapi cukup untuk menjaga kelembapan tubuh dan respirasi insang selama proses distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pengangkutan basah yang berbeda terhadap kelangsungan hidup lobster air tawar selama proses transportasi. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan serta kepadatan 25 ekor lobster per perlakuan. Perlakuan dalam penelitian menggunakan beberapa media, yaitu P1 Media Air (Kontrol), P2 Daun Pisang, P3 Serutan Kayu, P4 Spons dan P5 Serabut Kelapa. Lobster dikemas dalam wadah styrofoam dan diangkut selama 12 jam. Parameter yang diamati adalah tingkah laku lobster air tawar, kelangsungan hidup lobster air tawar pascatransporasi dan setelah pemeliharaan, serta tingkat stres lobster air tawar pascatransporasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media transportasi memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat stres lobster, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelangsungan hidup, baik pascatransportasi maupun setelah pemeliharaan. Media spons (P4) merupakan media pengangkutan semi basah terbaik karena secara signifikan menghasilkan respons tingkat stres terendah pada lobster pascatransportasi.  Kata kunci: lobster air tawar, pengangkutan semi basah, media transportasi, kelangsungan hidup
Persepsi Nelayan Terhadap Status Stok Dan Pemanfaatan Teripang Pasir (Holothuria scabra) Di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Sumbawa Hamza, Hamza; Kautsari, Neri; Mrdhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9020

Abstract

Teripang pasir (Holothuria scabra) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan, obat tradisional, dan komoditas ekspor serta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Peningkatan aktivitas penangkapan tanpa pengelolaan yang memadai berpotensi menyebabkan penurunan stok di alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi nelayan terhadap status stok dan pemanfaatan teripang pasir di Dusun Prajak, Desa Batu Bangka, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Februari 2026 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 orang nelayan yang dipilih secara purposive dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% nelayan menyatakan terjadi penurunan stok teripang pasir yang ditandai dengan menurunnya hasil tangkapan, ukuran individu yang semakin kecil, serta semakin jauhnya lokasi penangkapan. Pemanfaatan teripang pasir 100 % dijual ke pengepul dalam bentuk teripang kering setelah melalui proses perebusan dan penjemuran selama 2- 3 hari dibawah matahari. Kondisi penurunan stok membutuhkan strategi pengelolaan berkelanjutan melalui pengaturan intensitas penangkapan, perlindungan habitat padang lamun, serta peningkatan kesadaran masyarakat guna menjaga kelestarian sumber daya teripang pasir di Dusun Prajak. Kata kunci: teripang pasir, persepsi nelayan, status stok, pemanfaatan
Evaluasi Kualitas Air Berdasarkan Metode Storet Sebagai Dasar Pemanfaatan Perikanan Di Danau Waren, Tual Fitrinawati, Henny; Sri Utami, Endang
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9022

Abstract

Danau Waren memiliki potensi besar sebagai sumber daya perikanan, namun peningkatan aktivitas antropogenik di sekitarnya berpotensi menurunkan kualitas perairan dan daya dukung ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air Danau Waren sebagai dasar pemanfaatan perikanan menggunakan metode STORET dengan menentukan status mutu air melalui skoring yang didasarkan pada  baku mutu air Kelas II. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Maret 2025 di perairan Danau Waren, Kota Tual, Maluku. Pengambilan contoh air dilakukan pada lima stasiun pengamatan yang mewakili inlet, outlet, dan bagian tengah danau. Parameter kualitas air yang dianalisis meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO), nitrat, nitrit, amonia, dan fosfat. Pengukuran dilakukan secara in situ dan ex situ, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan membandingkan hasil pengukuran terhadap baku mutu yang berlaku dan dihitung menggunakan sistem penilaian STORET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu perairan berada pada kisaran 29,8–30,5 °C dan pH berkisar antara 7,11–8,46. Kedua parameter ini menunjukkan nilai yang masih sesuai dengan baku mutu Kelas II. Konsentrasi DO tercatat sebesar 5,2–5,8 mg/L, sedangkan kadar nitrogen anorganik (nitrat, nitrit, dan amonia) serta fosfat berada jauh di bawah ambang batas baku mutu. Seluruh parameter kualitas air memperoleh skor STORET 0, sehingga status mutu air Danau Waren dikategorikan sebagai perairan tidak tercemar. Kondisi ini menunjukkan bahwa Danau Waren masih layak dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan tangkap dan budi daya secara berkelanjutan. Meskipun demikian, pengelolaan preventif melalui pengendalian beban pencemar dan pemantauan kualitas air secara berkala tetap diperlukan untuk menjaga kestabilan ekosistem danau dan mencegah degradasi kualitas perairan di masa mendatang. Kata kunci : Danau Waren, metode STORET, perikanan, status mutu air
Tingkat Pemahaman Dan Persepsi Masyarkat Terhadap Konservasi Penyu Di Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, Kabupaten Sumbawa Khairunnisa, Khairunnisa; Mardhia, Dwi; Bachri, Syamsul; Ahdiansyah, Yudi; Kautsari, Neri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9023

Abstract

Keberhasilan upaya konservasi sangat dipengaruhi oleh tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat sebagai aktor utama di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu di desa Emang Lestari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih secara purposive. Data dianalisis menggunakan metode likert dan dijelaskan secara deskriptif untuk mengukur tingkat pemahaman dan persepsi masyarakat terhadap konservasi penyu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat terhadap konservasi penyu tergolong tinggi dengan rerata skor sebesar 4,03, yang mencerminkan bahwa masyarakat telah mengetahui aspek perlindungan hukum, larangan eksploitasi, serta pentingnya kerja sama dalam upaya pelestarian. Selain itu, persepsi masyarakat juga berada pada kategori tinggi dengan rerata skor 4,00 yang menunjukkan sikap positif terhadap konservasi penyu, termasuk dukungan terhadap pelestarian, kesadaran akan manfaat ekonomi melalui ekowisata, serta pentingnya perlindungan penyu bagi generasi mendatang. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Emang Lestari memiliki tingkat pemahaman dan persepsi yang baik terhadap konservasi penyu, sehingga berpotensi mendukung keberhasilan program konservasi berbasis masyarakat secara berkelanjutan. Kata kunci: Konservasi, Masyarakat pesisir, Pemahaman, Persepsi, Penyu
Penangkapan, Pengolahan, Dan Rantai Pemasaran Teripang (Stichopus herrmanni) Di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa Apriansa, Risman; Kautsari, Neri; Mardhia, Dwi; Erlangga, Haqqy Rerian; Bachri, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas penangkapan, pengolahan pascapanen, dan rantai pemasaran teripang (Stichopus herrmanni) di Dusun Prajak, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 menggunakan metode survei dengan melibatkan 18 responden yang terdiri atas 17 nelayan dan 1 pengepul yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penangkapan teripang dilakukan secara tradisional melalui metode memungut langsung saat air surut, menggunakan snorkel, dan menyelam bebas (free diving), serta berlangsung secara musiman pada periode Juni hingga Oktober. Sebagian besar nelayan menjadikan penangkapan teripang sebagai sumber pendapatan tambahan. Pengolahan pascapanen dilakukan melalui tahapan eviscerasi, perebusan, penggaraman, dan pengeringan yang berfungsi meningkatkan daya simpan dan nilai ekonomi produk. Rantai pemasaran melibatkan nelayan, pengepul desa, pengepul kota, hingga pedagang besar di luar daerah. Meskipun pengolahan memberikan nilai tambah ekonomi, panjangnya rantai pemasaran dan keterbatasan akses pasar menyebabkan nilai farmer’s share yang diterima nelayan relatif rendah dan posisi tawar nelayan masih lemah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan kapasitas pengolahan, dan perluasan akses pasar langsung untuk meningkatkan efisiensi pemasaran serta kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.  Kata kunci: teripang, Stichopus herrmanni, penangkapan, pengolahan, rantai pemasaran
Analisis Penggunaan Berbagai Jenis Aerasi Pada Sistem Budidaya Ikan Berbasis Bioflok (Literature Review) Andriani, Yuli; Meyllianawaty Pratiwy, Fittrie; Adya Nugraha, Zidan Fachriza
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9036

Abstract

Permasalahan yang paling banyak ditemui dalam budidaya yang memiliki keterkaitan dengan akumulasi senyawa nitrogen (amonia dan nitrit) yang berasal dari sisa pakan dan hasil ekskresi metabolik organisme budidaya. Solusi terhadap permasalahan tersebut, teknologi bioflok dikembangkan sebagai pendekatan budidaya berkelanjutan berbasis pemanfaatan komunitas mikroorganisme untuk mendaur ulang nutrien secara in situ. Bioflok tidak hanya berperan sebagai sistem pengolahan limbah secara biologis, tetapi juga menghasilkan agregat mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi tambahan bagi organisme budidaya. Keberhasilan sistem bioflok bergantung pada manajemen aerasi yang optimal. Aktivitas bakteri heterotrof dalam sistem bioflok membutuhkan konsumsi oksigen yang tinggi, sehingga aerasi berperan penting dalam menyediakan oksigen terlarut, menjaga flok tetap tersuspensi, serta mendukung proses biodegradasi bahan organik di dalam kolam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai macam system aerasi dalam sistem bioflok dalam menjaga kualitas air dan mendukung pertumbuhan ikan secara optimal. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-eksploratif. Metode yang digunakan dalam kajian ini mengacu pada penelusuran literatur dari berbagai penelitian terdahulu yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional. Berdasarkan perbandingan dari beberapa penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sistem aerasi modern seperti microbubble dan nanobubble memiliki efisiensi tinggi dalam proses transfer oksigen serta pengelolaan kualitas air jika dibandingkan dengan sistem aerasi konvensional seperti blower atau batu aerasi, namun penggunaan sistem ini masih banyak diterapkan karena lebih mudah dioperasikan dan memiliki biaya yang relatif lebih rendah.  Kata kunci: Bioflok, Aerasi, Kualitas Air, Pertumbuhan Ikan
Evaluasi Mutu Dan Proses Pengolahan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Kupas Mentah Beku Nurmala Dewi, Resti; Awali Rahmah, Nurul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9044

Abstract

Industri pengolahan udang beku menuntut standardisasi ketat terhadap mutu fisikokimiawi, higienitas mikrobiologis, dan efisiensi rendemen produk akhir. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik tersebut pada produk udang vaname (Litopenaeus vannamei) kupas mentah beku tipe Peeled Deveined (PD) dan Peeled Tail On (PTO). Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif korelatif divalidasi statistik melalui uji ANOVA Satu Arah. Hasil pengujian menunjukkan mutu sensoris sebelum pelelehan bersifat homogen (p > 0,05; skor > 8), namun berbeda nyata antarsampel setelah pelelehan (p < 0,05) akibat interaksi karakteristik intrinsik daging dan efisiensi waktu penanganan lokal. Retensi kadar air terkontrol baik dan residu fosfat terdeteksi sangat rendah (maksimal 3,0 ppm) sehingga efektif meningkatkan Water Holding Capacity (WHC) otot. Higienitas produk akhir terbukti sesuai standar dengan densitas TPC rendah (< 1,5 x 105 koloni/g, cemaran fekal minimal (E. coli dan Coliform < 3 APM/g), serta bebas patogen Salmonella (negatif/25 g). Analisis rendemen menunjukkan kestabilan seragam (p > 0,05), di mana tipe PTO (86,87–89,59%) secara signifikan lebih tinggi dibanding tipe PD (55,25–56,06%) akibat retensi segmen uropod dan telson. Berdasarkan uraian di atas, dapat simpulkan bahwa pengolahan udang mentah beku tipe PD dan PTO dapat memenuhi standar mutu fisik, kimiawi, dan mikrobiologis ekspor sesuai SNI 2705:2020. Implementasi sistem rantai dingin dan teknik pengupasan yang terstandardisasi terbukti mampu menghasilkan karakteristik mutu produk akhir yang konsisten serta nilai rendemen yang stabil. Implikasi praktisnya, industri dapat mengoptimalkan perencanaan kapasitas produksi (capacity planning) dan menetapkan harga jual (pricing strategy) secara lebih akurat di pasar global.  Kata kunci: Industri Pembekuan, Mutu Pangan, Pengolahan Perikanan, Udang Kupas Mentah Beku
Hubungan Antara Parameter Kualitas Air Dan Komunitas Plankton Di Kolam Ikan Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) Muslim, Asrul; Asnan Haedar, Khairil; Asya Nur, Rezki; Zakiyah Darojat, Annisa; Muspa, Ade; Hafsah, Hafsah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i2.9049

Abstract

Masyarakat pada lokus menerapkan praktik budidaya perikanan berkelanjutan, sehingga penilaian kualitas air menjadi sangat penting untuk menjaga sistem budidaya ikan yang efektif dan produktif. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara parameter kualitas air dan populasi plankton di kolam budidaya ikan lele. Penelitian ini menggunakan desain survei pada dua jenis kolam, yaitu kolam benih dan kolam dewasa. Parameter kualitas air yang diukur meliputi suhu, kekeruhan, salinitas, dan pH, sedangkan komunitas plankton dievaluasi berdasarkan kelompok dominan dalam ekosistem perairan, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Struktur komunitas plankton dianalisis dengan fokus pada kelompok dominan, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Analisis korelasi Spearman-rank digunakan untuk menilai hubungan antara variabel lingkungan dan dinamika plankton. Hasil menunjukkan bahwa beberapa faktor lingkungan secara signifikan memengaruhi distribusi plankton. Secara khusus, salinitas berkorelasi positif dengan Alga Hijau (r = 0,786, p = 0,021) dan Daphnia (r = 0,762, p = 0,028) di kolam remaja. Sebaliknya, di kolam dewasa, peningkatan kekeruhan berdampak negatif terhadap Alga Hijau (r = -0,875, p = 0,004) dan Daphnia (r = -0,913, p = 0,002). Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan, khususnya terkait salinitas dan kekeruhan, berpotensi memengaruhi struktur komunitas plankton yang sangat penting bagi jaring makanan ikan lele.  Kata kunci: ikan lele dumbo, parameter kualitas air, kolam ikan, komunitas plankton

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 2 (2026): JURNAL RUAYA: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue