cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 289 Documents
Studi Kelimpahan Fitoplankton Dan Zooplankton Di Perairan Nou, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Laoli, Destriman; Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Dawolo, Januari; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8665

Abstract

Fitoplankton dan zooplankton memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga fungsi ekosistem perairan melalui kontribusinya terhadap produktivitas primer dan transfer energi dalam jaring-jaring makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji variasi spasial, komposisi taksonomi, serta interaksi ekologis komunitas fitoplankton dan zooplankton di ekosistem estuari tropis Sungai Nou, Gunungsitoli, Sumatera Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun yang mewakili gradien estuari hingga pesisir, disertai pengukuran parameter lingkungan utama seperti suhu, salinitas, oksigen terlarut, pH, nitrat, dan fosfat. Sebanyak 13 genus fitoplankton (didominasi Skeletonema, Thalassiosira, dan Ceratium) serta 5 genus zooplankton (didominasi copepoda) berhasil diidentifikasi. Kelimpahan fitoplankton berkisar antara 5.490 hingga 6.000 ind L⁻¹, sedangkan kelimpahan zooplankton berkisar antara 1.190 hingga 2.030 ind L⁻¹. Nilai indeks keanekaragaman Shannon–Wiener (H’ = 2,20–2,54) menunjukkan stabilitas komunitas sedang hingga tinggi dengan dominansi rendah (C < 0,3). Analisis korelasi Pearson memperlihatkan hubungan positif signifikan antara kelimpahan fitoplankton dan konsentrasi nutrien (NO₃⁻ dan PO₄³⁻), serta hubungan negatif dengan salinitas, yang mengindikasikan bahwa masukan nutrien dari sungai merupakan penggerak utama produktivitas primer. Analisis PCA memperkuat temuan bahwa gradien nutrien dan salinitas menjadi faktor penentu utama struktur komunitas plankton. Dominasi diatom dan copepoda menunjukkan transfer energi yang efisien dalam jaring makanan planktonik serta menegaskan pentingnya Perairan Nou sebagai daerah pembesaran alami yang mendukung perikanan lokal. Temuan ini memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan perikanan berbasis ekosistem serta strategi pemantauan nutrien guna menjaga keseimbangan ekologis dan produktivitas perairan estuari tropis. Kata Kunci: Fitoplankton, Zooplankton, Ekosistem estuari, Dinamika nutrien, Struktur komunitas, Indonesia.
TINJAUAN BUDIDAYA KEPITING BAKAU (Scylla spp.) MENGGUNAKAN SISTEM RESIRKULASI Sunarti, Sunarti; Effendi, Irzal; Tahya, Akbar Marzuki
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8666

Abstract

Kepiting bakau (Scylla spp.) merupakan komoditas bernilai ekonomis tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, sehingga diperlukan inovasi budidaya yang mampu mendukung peningkatan produksi secara berkelanjutan. Salah satu teknologi yang berkembang adalah sistem resirkulasi akuakultur (RAS) yang berfungsi menjaga kualitas air tetap stabil melalui filtrasi berulang. Review ini bertujuan merangkum, dan mendiskusikan berbagai hasil kajian budidaya kepiting bakau yang menerapkan sistem resirkulasi, meliputi kebutuhan aspek biologi dan fisiologi, pengaruhnya terhadap tingkat kelangsungan hidup dalam pemeliharaan, pertumbuhan, efisiensi pakan, dan stabilitas kualitas air. Perkembangan teknologi akuakultur terus mengalami kemajuan, termasuk dalam kegiatan budidaya kepiting bakau dan upaya efisiensi dalam penggunaan sumber daya air. Resirkulasi budidaya kepiting tidak mengalami kendala dalam penyesuaian individu kepiting bakau Scylla spp. sehingga molting, pertumbuhan berlangsung sebagaimana idealnya di lingkungan alami, demikian juga kelangsungan hidup dalam kisaran 95-100%. Teknologi RAS mendukung keberlangsungan akuakultur masa depan untuk produksi pangan sehat, ramah lingkungan, dan urban aquaculture. Teknologi ini meminimalkan limbah melalui proses daur ulang air dalam prosesnya dengan adanya filtrasi terhadap berbagai hasil bahan organik dari wadah pemeliharaan. Manajemen pakan yang dilakukan secara efisien dalam budidaya menggunakan RAS berkontribusi pada peningkatan konversi pakan, stabilitas kualitas air dan kesehatan mikroflora dalam ekosistem. Kata kunci: efisiensi air, krutasea, pengelolaan limbah, resirkulasi.
Sistematik Literatur Review: Dampak Perubahan Komunitas Organisme Terhadap Ketahanan Jaring-Jaring Makanan Laut Handayani, Lidya Dwi; Rahayu, Indah Deani; Wahyuni L, Amelia Sri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8670

Abstract

Jaring-jaring makanan laut menghadapi tekanan antropogenik yang kompleks, terutama perubahan iklim dan penangkapan ikan berlebihan, yang mengancam struktur dan fungsinya. Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mensintesis bukti-bukti terkini mengenai bagaimana perubahan komunitas organisme mulai dari tingkat trofik dasar hingga puncak mempengaruhi ketahanan (resilience) jaring-jaring makanan laut. Metode kajian mengikuti protokol PRISMA dengan pencarian artikel pada database Google Scholar dan ScienceDirect menggunakan kata kunci terpilih. Delapan artikel penelitian empiris dan teoritis yang diterbitkan antara tahun 2017-2022 memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ketahanan jaring-jaring makanan laut sangat bergantung pada: (1) Integritas Struktur Trofik, di mana hilangnya spesies kunci (keystone species) seperti berang-berang laut dapat memicu trophic cascade yang melumpuhkan fondasi ekosistem; (2) Peran Spesies Fondasi, di mana substitusi spesies lamun (Laminaria hyperborea oleh L. ochroleuca) menyebabkan keruntuhan kaskade fasilitasi dan mengurangi keanekaragaman asosiasi; dan (3) Tekanan Eksternal, di mana interaksi sinergis antara penangkapan ikan dan penurunan produktivitas primer dapat mendorong regime shifts. Simpulan tinjauan ini menegaskan bahwa konservasi spesies kunci dan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan bukan hanya tentang melestarikan spesies individu, tetapi merupakan strategi kritis untuk mempertahankan ketahanan fungsional jaring-jaring makanan laut secara keseluruhan dalam menghadapi perubahan global. Kata kunci: Jaring makanan laut, Ketahanan ekosistem, Perubahan iklim, Penangkapan ikan berlebihan, Spesies kunci, Pergeseran keadaan.
Analisis Dinamika Kualitas Air Pada Sistem Integrated Agriculture Aquaculture (IAA) Model Floating-Bed Berbasis GIS Merlin, Merlin; Heriansah, Heriansah; Kabangnga, Kabangnga; Fathuddin, Fathuddin; Nursyahran, Nursyahran
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah nutrien dari proses budidaya dapat dideteksi melalui teknologi Geographic Information System (GIS) dan dimanfaatkan melalui sistem Integrated Agriculture Aquaculture (IAA) model floating-bed. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kualitas air pada sistem IAA model floating-bed yang mengunakan teknologi GIS untuk mendeteksi sebaran nutrien yang terdapat pada kolam pemeliharaan. Tiga model penerapan floating-bed diuji, meliputi tanpa perpindahan, perpindahan setiap 10 hari, dan perpindahan setiap 20 hari. Parameter yang dianalisis meliputi suhu, pH, oksigen terlarut (DO), amoniak (NH3), nitrat (NO3), fosfat dan total padatan terlarut (TDS). Hasil uji-t menunjukkan bahwa perpindahan floating-bed tidak berbeda nyata (P>0,05) pada seluruh parameter yang diuji, kecuali total padatan terlarut. Budidaya sistem IAA menghasilkan dinamika kualitas air dengan konsentrasi amoniak (NH3), oksigen terlarut (DO), pH, total padatan terlarut, dan suhu yang kondusif bagi ikan nila. Dinamika kualitas air yang kondusif tidak lepas dari keterlibatan spesies ekstraktif (kerang kijing) serta spesies ekstraktif anorganik (padi) yang menggunakan floating-bed sebagai wadah untuk memperoleh sebaran nutrien dalam perairan.  Kata kunci: Integrated Agriculture-Aquaculture (IAA), floating-bed, kualitas air, Sistem Informasi Geografis (GIS)
TINGKAT KECERNAAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG DIBERI PAKAN DENGAN KOMBINASI TEPUNG KEDELAI (Glycine max) DAN TEPUNG ANGGUR LAUT (Caulerpa sp.) Muskita, Wellem H.; Sarna, Sarna; Rizky, Rizky; Thoyba, H.; Hamsah, Hamsah; Kurnia, Agus
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecernaan ikan bandeng (Chanos chanos) yang diberi pakan dengan kombinasi tepung kedelai (Glycine max) dan tepung rumput laut (Caulerpa sp.). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dengan substitusi tepung kedelai dan tepung Caulerpa, yaitu: A (100% TK: 0% TC), B (75% TK: 25% TC), C (50% TK: 50% TC), dan D (25% TK: 75% TC). Parameter yang diukur mencakup tingkat kecernaan protein, kecernaan total, pertumbuhan mutlak, dan laju pertumbuhan harian. Pengumpulan feses dilakukan dengan metode penyiponan, kemudian kadar protein dan Cr₂O₃ dianalisis menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi tepung Caulerpa dalam pakan berdampak pada penurunan kecernaan protein, namun meningkatkan kecernaan total. Perlakuan B (75% tepung kedelai: 25% tepung Caulerpa) menunjukkan tingkat kecernaan protein tertinggi sebesar 69,56 ± 2,74%, sedangkan perlakuan A (100% tepung kedelai) memiliki kecernaan total tertinggi sebesar 28,19 ± 1,08%. Pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada perlakuan C (0,23 g), begitu pula laju pertumbuhan harian sebesar 0,83 ± 0,21%. Namun, analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ikan bandeng (P > 0,05). Kata kunci: Kecernaan, ikan bandeng, tepung kedelai, tepung anggur laut, Caulerpa sp
REVIEW JURNAL: DAMPAK SOSIAL DAN KELEMBAGAAN PADA NELAYAN GILLNET TRADISIONAL DI ERA MODERNISASI PERIKANAN Alhaqqi, Ahbid; Junaidi, Junaidi; Tifa, Yolla
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8673

Abstract

Modernisasi perikanan membawa perubahan signifikan terhadap praktik penangkapan ikan tradisional, termasuk penggunaan gillnet oleh nelayan skala kecil. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengkaji dampak sosial dan kelembagaan yang dialami oleh nelayan gillnet tradisional akibat transformasi teknologi, kebijakan pengelolaan sumber daya perikanan, serta tekanan ekonomi global. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan sistematis literatur ilmiah dari jurnal nasional dan internasional periode 2015–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa modernisasi perikanan berdampak pada marginalisasi sosial, menurunnya pendapatan, serta melemahnya kelembagaan adat dan komunitas pesisir. Namun, sebagian komunitas nelayan menunjukkan kapasitas adaptif melalui inovasi kelembagaan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal. Studi ini menegaskan bahwa modernisasi perikanan tidak dapat dipisahkan dari aspek sosial dan kelembagaan yang melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir. Oleh karena itu, kebijakan perikanan yang berkeadilan perlu berbasis hak (rights-based approach) dan bersifat partisipatif agar mampu memperkuat peran kelembagaan lokal, menjaga identitas budaya, serta mewujudkan keberlanjutan sosial ekonomi nelayan gillnet tradisional di era modernisasi. Kata kunci : Gillnet Tradisional, Modernisasi Perikanan, Dampak Sosial, Kelembagaan Lokal, Nelayan Skala Kecil
Pendekatan Ekosistem Dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu (ICZM) Di Wilayah Pesisir Indonesia : Literatur Review Kamal, Eni; Almiza, Yovid; Darwin, Hilda
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8675

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti penggunaan pendekatan ekosistem dalam pengelolaan daerah pesisir terpadu (Integrated Coastal Zone Management/ICZM) di beberapa lokasi di Indonesia melalui metode Systematic Literature Review dengan pendekatan PRISMA. Analisis dilakukan terhadap publikasi ilmiah selama sepuluh tahun terakhir yang mengulas penerapan ICZM pada ekosistem pesisir, termasuk mangrove, padang lamun, dan terumbu karang di wilayah pesisir Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ekosistem dalam ICZM memiliki peran penting dalam mempertahankan keseimbangan fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi di kawasan pesisir. Penerapan ICZM yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan institusi akademis terbukti meningkatkan kesadaran akan lingkungan, memperkuat kapasitas kelembagaan lokal, serta mendorong kegiatan konservasi yang berbasis komunitas. Namun, pelaksanaan ICZM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti tekanan dari aktivitas manusia, kerusakan lingkungan, dan kurangnya koordinasi di antara lembaga-lembaga terkait. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan langkah-langkah strategis seperti memperkuat kebijakan antar sektor, meningkatkan kemampuan masyarakat, mengembangkan sistem informasi spasial, serta melakukan pemantauan ekosistem secara berkelanjutan. Secara umum, penerapan ICZM yang berfokus pada ekosistem di Indonesia memberikan kontribusi terhadap perlindungan lingkungan pesisir, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait dengan kehidupan bawah air (SDGs 14) dan pengentasan kemiskinan (SDGs 1). Kata kunci: ICZM, pendekatan ekosistem, pengelolaan pesisir, konservasi, Indonesia.
Proyeksi Perubahan Luasan Daratan Pesisir Akibat Kenaikan Muka Air Laut Dan Penurunan Muka Tanah Di Jakarta Dan Semarang Periode 2025-2100 Fauziyah, Hasnaira Handayani; Rosalia, Ayang Armelita; Suaydhi, Suaydhi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v14i01.8721

Abstract

Wilayah pesisir Jakarta dan Semarang merupakan kawasan urban yang mengalami tekanan lingkungan akibat kombinasi proses alami dan aktivitas antropogenik. Pertumbuhan sektor industri, pelabuhan, dan permukiman telah memicu eksploitasi air tanah dan mempercepat penurunan muka tanah (land subsidence). Seiring meningkatnya suhu global yang menyebabkan kenaikan muka air laut (sea level rise/SLR), kondisi ini meningkatkan risiko kehilangan daratan pesisir dan genangan permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memproyeksikan perubahan luasan daratan pesisir yang berpotensi mengalami genangan permanen akibat kedua proses tersebut. Analisis proyeksi untuk periode 2025–2100 dilakukan dengan skenario Representative Concentration Pathway (RCP) 4,5 dan RCP 8,5 berdasarkan data Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) AR6 serta regresi linier terhadap data penurunan tanah hasil pengamatan InSAR dan GPS berbasis literatur. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pada tahun 2100, Jakarta mengalami kenaikan muka laut relatif (RSLR) hingga 1,25 m dengan luas genangan 75,86 km², sedangkan Semarang mencapai 0,99 m dengan 45,89 km². Perbedaan tingkat kerentanan dikontrol oleh karakteristik tanah aluvial lunak, intensitas pemompaan air tanah, dan beban infrastruktur padat yang menjadikan penurunan muka tanah menjadi faktor dominan. Kombinasi keduanya secara signifikan mempercepat penyusutan luas daratan pesisir di kedua kota hingga akhir abad ke-21.  Kata kunci: mitigasi pesisir, perubahan iklim, proyeksi jangka panjang, pemodelan spasial, representative concentration pathway
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG IKAN DENGAN TEPUNG BULU AYAM FERMENTASI PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAUNG (Mystus nemurus) Fitriyani, Fitriyani; Dewantoro, Eko; ., Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung ikan merupakan bahan baku utama yang umum digunakan dalam pakan ikan. Tepung bulu ayam adalah salah satu solusi sebagai substitusi tepung ikan karena memiliki protein yang tinggi, namun dalam pengaplikasiannya tepung bulu ayam harus difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtillis agar menghasilkan enzim protease sehingga tepung bulu ayam dapat lebih mudah dicerna oleh ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus subtillis sebagai substitusi tepung ikan dalam pakan terhadap pertumbuhan ikan baung. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus subtillis yang terbaik sebagai substitusi tepung ikan dalam pakan ikan baung. Ikan uji yang digunakan adalah benih ikan baung(Mystus nemurus)) dengan bobot rata-rata 10,00 gr/ekor dan padat tebar 10 ekor/akurium. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini: perlakuan A (0% tepung bulu ayam), B (15% tepung bulu ayam), C (30% tepung bulu ayam) dan D (45% tepung bulu ayam), dan perlakuan E (60% tepung bulu ayam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung bulu ayam dalam pakan buatan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan. Presentase terbaik yaitu perlakuan D (45% tepung bulu ayam fermentasi) mampu menghasilan pertumbuhan 4,30% kelangsungan hidup 96,67% dan konversi pakan 2,57%. Kata kunci : bulu ayam, fermentasi, ikan baung, pertumbuhan, substitusi

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 01 (2026): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue