cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
ANALISIS PENDEKATAN BERBASIS EKOSISTEM DALAM PENGELOLAAN KUALITAS AIR DI PERAIRAN DARAT DAN PESISIR Telaumbanua, Betzy Victor; Zebua, Ratna Dewi; Laoli, Destriman; Dawolo, Januari; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7818

Abstract

ABSTRAK Permasalahan penurunan kualitas air di perairan darat dan pesisir akibat aktivitas antropogenik menuntut pendekatan pengelolaan yang holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengkaji prinsip, implementasi, tantangan, dan peluang pendekatan berbasis ekosistem dalam pengelolaan kualitas air. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap sumber ilmiah nasional dan internasional tahun 2015-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis ekosistem mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi dan ekologis melalui pengelolaan berbasis wilayah ekologi, keterlibatan pemangku kepentingan, serta integrasi ilmu lokal dan teknologi modern. Implementasi di perairan darat mencakup pemanfaatan indikator biologis dan partisipasi masyarakat, sedangkan di wilayah pesisir berfokus pada konservasi ekosistem mangrove dan estuaria. Tantangan utama mencakup keterbatasan data ekologis dan lemahnya koordinasi antarsektor, namun peluang terbuka melalui pengembangan sistem pemantauan berbasis teknologiinternet of thingsyang dikombinasikan dengan kearifan lokal. Pendekatan berbasis ekosistem memberikan landasan strategis dalam pengelolaan kualitas air secara adaptif dan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan ekosistem perairan. Kata kunci: pengelolaan kualitas air, pendekatan berbasis ekosistem, perairan darat, pesisir, keberlanjutan ekosistem
ANALISIS TINGKAT KESEGARAN IKAN BAWAL HITAM (parastromateus niger), NILA (oreochromis niloticus), DAN MUJAIR (oreochromis mossambicus peters) YANG DIPASARKAN DI PASAR CICAHEUM, KOTA BANDUNG Junianto, Junianto; Pratama, Fadlan Yasha; Putri, Febby Andriani; Ramdhani, Muhammad Pratama Ar; Ermawanti, Saskia Aureli; Nirmala, Widia Rizki
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7894

Abstract

ABSTRAK Ikan merupakan komoditas pangan yang mudah mengalami penurunan mutu akibat pembusukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesegaran Ikan bawal hitam (Parastromateus niger), nila (Oreochromis niloticus), dan mujair (Oreochromis mossambicus Peters) yang dijual di Pasar Cicaheum, Kota Bandung, berdasarkan uji organoleptik. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui pengamatan visual terhadap karakteristik fisik ikan, meliputi mata, insang, lendir, daging, bau, dan tekstur pada dua waktu pengamatan, yaitu pukul 07.55 WIB dan 15.03 WIB. Penilaian kesegaran mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 2729:2013 dengan skala 1–9, dimana nilai minimal 7 menunjukkan ikan masih segar. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada pukul 07.55 WIB seluruh jenis ikan masih segar dengan nilai rata-rata di atas 8, namun mengalami penurunan mutu pada pukul 15.03 WIB dengan nilai di bawah standar segar. Temuan ini menegaskan pentingnya pengujian organoleptik sebagai indikator mutu sensorik dalam memastikan ikan yang dipasarkan memenuhi standar kesegaran. Kata Kunci: Bawal laut, Ikan segar, Kesegaran, Pasar cicaheum,Uji organoleptik.
PENGGUNAAN MINYAK CENGKEH (Syzygium aromaticum) DENGAN DOSIS BERBEDA PADA MEDIA TRANSPORTASI IKAN MAS KOKI (Carassius auratus) Budiyanti, Budiyanti; Duwi, Aslan Hidayat; Safia, wa Ode; Sumitro, Sumitro; Sukendar, Windu; Hasrah, Hasrah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7928

Abstract

ABSTRAK Kegiatan transportasi ikan hidup jika dilakukan dengan mempertimbangkan kepadatan benih dalam wadah transportasi, jarak tempuh, lama perjalanan dan metode yang digunakan akan berdampak pada tingkat kelulushidupan ikan dan pendapatan pembudidaya. Kandungan eugenol dalam minyak cengkeh dapat digunakan sebagai bahan anastesi ikan saat transportasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis terbaik minyak cengkeh pada kegiatan transportasi ikan mas koki. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbedaan dosis minyak cengkeh: Perlakuan A (0,15 ml/L), Perlakuan B (0,3 ml/L), Perlakuan C (0,45 ml/L). Pemanfaatan minyak cengkeh sebagai bahan anastesi dalam kegiatan transportasi ikan perlu memperhatikan dosis yang digunakan. Dosis minyak cengkeh 0,15 ml/L memberikan efek pingsan dan waktu sadar yang paling singkat jika dibandingkan dosis 0,30 ml/L dan 0,45 mh/L. Dosis minyak cengkeh yang lebih rendah (0,15 ml/L) meningkatkan kelulushidupan ikan mas koki, sedangkan dosis yang lebih tinggi (0,30ml/L dan 0,45 ml/L) malah menurunkan kelulushidupan ikan mas koki. Perlakuan A (015 ml/L) merupakan dosis minyak cengkeh terbaik yang dapat digunakan dalam kegiatan transportasi untuk meningkatkan kelulushidupan ikan mas koki. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang ideal untuk menunjang kehidupan ikan mas koki. Kata kunci: Dosis, Minyak Cengkeh, Mas Koki, Transportasi
NILAI ORGANOLEPTIK KECAP IKAN BELANAK (Mugil dessumieri) DENGAN PENAMBAHAN ENZIM PAPAIN MENGGUNAKAN KONSENTRASI BERBEDA Untari, Desy Sasri; Wibowo, Tri Adi; Wijayanti, Arlin
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7930

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai organoleptik kecap ikan belanak (Mugil dessumieri) dengan penambahan enzim papain pada konsentrasi berbeda, yaitu tanpa penambahan enzim (kontrol/P0), papain 5% (P1), dan papain 8% (P2). Penilaian organoleptik dilakukan terhadap empat parameter, yaitu kenampakan, aroma, rasa, dan warna. Penilaian dilakukan oleh 20 orang panelis, kemudian hasilnya dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan antar perlakuan, serta dilanjutkan dengan uji Tukey HSD untuk mengetahui perlakuan yang memberikan pengaruh nyata. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan enzim papain dengan konsentrasi berbeda memberikan pengaruh nyata terhadap parameter kenampakan, aroma, dan rasa (p < 0,05), namun tidak berpengaruh signifikan terhadap warna (p > 0,05). Perlakuan P1 (papain 5%) memiliki nilai rata-rata tertinggi pada parameter kenampakan (4,10) dan aroma (3,55), sedangkan perlakuan P0 (kontrol) menunjukkan nilai tertinggi pada parameter rasa (4,10). Parameter warna menunjukkan nilai rata-rata tertinggi yang sama (3,85) pada perlakuan P0 dan P2, namun secara statistik tidak berbeda nyata. Dapat disimpulkan bahwa penambahan enzim papain hingga konsentrasi 5% dapat meningkatkan mutu sensorik kecap ikan belanak terutama pada aspek kenampakan, aroma dan rasa. Kata kunci: Ikan Belanak, Kecap Ikan, Enzim Papain, Organoleptik, Konsentrasi
ANALISIS FINANASIAL UDANG PUTIH INTENSIF (Litopenaeus Vannamei) di PT. TRI WINDU BAHARI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN S.P., Novita; Febriyanti, Titin Liana; Wintari, Wintari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7940

Abstract

ABSTRAK Studi ini berfokus pada analisis ekonomi dari usaha budidaya udang putih (Litopenaeus vannamei) yang dijalankan di PT Tri Windu Bahari, yang berlokasi di Kabupaten Lampung Selatan. Secara spesifik, riset ini bertujuan untuk: mengukur perolehan pendapatan dari aktivitas penjualan udang putih oleh PT Tri Windu Bahari; serta melakukan analisis kelayakan finansial usaha budidaya udang putih intensif yang dijalankan oleh PT Tri Windu Bahari, dengan mengacu pada indikator-indikator finansial yang sesuai. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif karena sasarannya adalah pengukuran dan analisis numerik data finansial. Usaha budidaya udang intensif menunjukkan penerimaan total mencapai Rp 3.665.100.935 dan keuntungan sebesar Rp 875.000.665 per siklus. Secara tahunan, keuntungan yang dihasilkan diproyeksikan mencapai Rp 1.925.001.463. Titik impas (BEP) untuk usaha ini berada pada tonase panen 30.938 kilogram atau nominal Rp 1.984.548.526. Lebih lanjut, nilai BEP untuk berat biomassa udang rata-rata (MBW) adalah 15,47 kilogram, dan untuk total biomassa sebesar 35.187 kilogram. Pada usaha ini R/C rasio adalah 1,31, B/C rasio sebesar 0,45, dan Net Present Value (NPV) mencapai Rp 100.650.102. Periode pengembalian modal diperkirakan dalam 4,5 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak hanya memiliki potensi pendapatan yang kuat, tetapi juga dapat mengembalikan investasi awal, mengurangi risiko, dan mempercepat akumulasi keuntungan. Namun, penting untuk diingat bahwa ini hanyalah proyeksi. Keberhasilan nyata akan sangat bergantung pada manajemen risiko, keadaan pasar, dan pelaksanaan operasional. KATA KUNCI: Pendapatan, Analisis Kelayakan, Titik Impas, NPV.
ANALISIS KUALITAS AIR DAN DAMPAKNYA TERHADAP PRODUKTIVITAS BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DI KELOMPOK SAETU ASI DESA TUGALAGAWU, NIAS BARAT Zebua, Adeks Kristiani; Zega, Asokhiwa; Gulo, Beriman; Telaumbanua, Dara Dwista; Telaumbanua, Dumasari; Lombu, Fakta Perjuangan; Dawolo, Januari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.7980

Abstract

ABSTRAK Budidaya ikan air tawar merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir serta ketahanan pangan lokal. Keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh kualitas air yang menjadi media hidup ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter kualitas air dan tingkat kelembapan yang berkaitan dengan produktivitas budidaya ikan lele (Clarias Gariepinus) di Kelompok Saetu Asi, Desa Tugalagawu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan jangka panjang dengan menggunakan instrumen digital untuk mengukur berbagai parameter kualitas air, seperti suhu, pH (derajat keasaman), oksigen terlarut, dan kadar amonia. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa lelei pH, suhu, dan oksigen terlarut berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan lele. Namun demikian, kadar amonia terdeteksi mendekati ambang batas yang direkomendasikan. Produktivitas ikan lele, yang diukur berdasarkan pertumbuhan harian dan tingkat kelangsungan hidup, mencapai rata-rata 1,2 gram per hari dengan tingkat kelangsungan hidup sekitar 78%. Ditemukannya kadar amonia yang cukup tinggi diduga menjadi salah satu faktor utama yang membatasi peningkatan produktivitas tersebut. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa kualitas air, khususnya kadar amonia, berperan signifikan terhadap produktivitas harian ikan lele. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan dan pengendalian kualitas air secara ketat untuk menunjang keberlanjutan budidaya serta mendukung pengembangan potensi perikanan air tawar sebagai bagian dari sektor pariwisata lokal di wilayah tersebut. Kata kunci: budidaya ikan lele, kualitas air, kadar amonia, produktivitas ikan, oksigen terlarut
EFEKTIVITAS RUMPON (Fish aggregating device) DALAM MENINGKATKAN HASIL TANGKAPAN IKAN PELAGIS: REVIEW Telaumbanua, Afred Nobel; Zebua, Arismanto; Telaumbanua, Betzy Victor; Laoli, Destriman; Zebua, Ratna Dewi; Zebua, Nistiarni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8020

Abstract

ABSTRAK Rumpon (Fish Aggregating Device/FAD) adalah alat bantu penangkapan ikan yang bekerja dengan menarik perhatian ikan pelagis untuk berkumpul di suatu lokasi tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang seberapa efektif menggunakan rumpon untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan pelagis. Pembahasan mencakup ide dasar tentang rumpon, seberapa efektif rumpon menurut penelitian sebelumnya, variabel yang memengaruhi keberhasilan penggunaan rumpon, dan dampaknya terhadap lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Literatur yang dikaji berasal dari artikel jurnal ilmiah nasional serta dokumen kebijakan yang dipublikasikan pada tahun 2012 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumpon dapat meningkatkan efisiensi penangkapan ikan karena ikan cenderung berkumpul di sekitarnya, sehingga nelayan tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mencari ikan. Faktor yang memengaruhi keberhasilan rumpon meliputi bahan penyusun, kondisi oseanografi, dan waktu pemasangan. Penempatan rumpon dengan pendekatan ramah lingkungan seperti penggunaan ijuk juga terbukti menarik ikan karena menyerupai habitat alaminya. Rumpon tradisional terus dikembangkan, termasuk dengan penerapan teknologi GPS dan desain selektif untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan. Namun, penggunaan rumpon yang tidak terkontrol dapat menyebabkan perubahan pola migrasi ikan, overfishing, dan peningkatan tangkapan sampingan. Oleh karena itu, perlu pengelolaan dan pengaturan rumpon yang tepat agar penggunaannya tetap berkelanjutan dan ramah lingkungan. Kata kunci: Rumpon, ikan pelagis, hasil tangkapan, teknologi tangkap, ekologi laut
OPTIMALISASI PEMIJAHAN IKAN LELE (Clarias gariepinus) SECARA ALAMI: PENGALAMAN PRAKTIS DARI KELOMPOK BUDIDAYA CERIA Laoli, Destriman; Halawa, Alfriend John Saotama; Telaumbanua, Cindy Ardita; Telaumbanua, Enjel Delahowuhowu; Lase, Rosevelt Cerdas; Gea, Rosmawati; Halawa, Vebriman Jaya
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8023

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi proses pemijahan ikan lele (Clarias gariepinus) secara alami melalui praktik langsung di lapangan bersama Kelompok Budidaya Ceria di Desa Tugalagawu, Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pendekatan observasi partisipatif dan wawancara lapangan. Pemijahan dilakukan tanpa induksi hormon, menggunakan kolam terpal, ijuk sebagai media penempel telur, serta penambahan daun ketapang sebagai penstabil pH alami. Hasil menunjukkan bahwa dari empat ekor induk betina, diperoleh total telur sebanyak ±8.925 butir dengan tingkat pembuahan ±70% (sekitar 6.247 telur terbuahi), dan tingkat penetasan ±65% (sekitar 4.061 larva menetas). Meskipun masih berada di bawah standar literatur, hasil ini menunjukkan bahwa pemijahan alami dapat berhasil jika didukung oleh pemilihan induk yang tepat dan pengelolaan lingkungan yang baik. Penggunaan daun ketapang terbukti membantu menurunkan pH dan mencegah infeksi telur. Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi pemijahan alami berbasis kearifan lokal dapat menjadi strategi berkelanjutan bagi pembudidaya ikan air tawar. Kata kunci: (Clarias gariepinus, pemijahan alami, daun ketapang, pH air, fertilisasi, daya tetas.)
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KIMIAWI MIE IKAN PATIN (Pangasius sp.) DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri) Wijayanti, Arlin; Rahmawati, Suci Hardina; Saifudin, Irfan; Larasati, Ellen
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8074

Abstract

ABSTRAK Inovasi produk mie ikan patin dengan penambahan tepung porang menawarkan prospek yang menarik dalam upaya meningkatkan nilai gizi dan penerimaan masyarakat terhadap makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil uji organoleptik dan profil nilai gizi (protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, kadar air, kadar abu) mie ikan patin dengan penambahan tepung porang yang berbeda. Metode penelitian dilakukan 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu: P1(penambahan tepung porang 0%), P2 (penambahan tepung porang 25%), P3 (penambahan tepung porang 50%), dan P4 (penambahan tepung porang 75%). Data uji organoleptik dianalisis secara deskriptif, data pengujian proksimat dianalisis dengan ANOVA, apabila pada masing-masing formulasi terdapat perbedaan nyata, maka dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesukaan panelis terhadap hasil uji organoleptik pada perlakuan P2 (penambahan tepung porang 25%) kategori tekstur dan aroma disukai panelis dengan persentase 48 – 67%, untuk kategori rasa perlakuan P1 (penambahan tepung porang 0%) disukai panelis dengan persentase 55 %, untuk kategori warna perlakuan P1 (penambahan tepung porang 0%) sangat disukai panelis dengan persentase 60%. Penambahan tepung porang dalam mie ikan patin memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air, protein, lemak, karbohidrat, abu dan serat kasar dalam mie ikan patin. Semakin banyak konsentrasi tepung porang meningkatkan kadar air, lemak, abu, dan serat kasar, sedangkan kadar protein dan karbohidrat cenderung menurun. Kata kunci: Ikan Patin, Mie, Tepung Porang.
ANALISIS KOMPOSISI MAKANAN IKAN GENDANG GENDIS (brachygobius doriae) PADA PERAIRAN SUNGAI KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT Alfian, Rudi; Lestari, Tuti Puji; Alam, Sabri; Prasetio, Eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i2.8140

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui kebiasaan makan ikan Gendang Gendis pada kondisi alami di perairan, dan 2) mengetahui jenis makanan yang di konsumsi ikan Gendang Gendis pada kondisi alami di perairan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Random Sampling Method yang dilakukan pada tiga titik lokasi meliputi Sungai Itik, Sungai Belidak, dan Sungai Punggur kecil. Hasil penelitian diperoleh kebiasaan makan ikan Gendang gendis di tiga lokasi berbeda, yaitu lokasi Sungai Itik dominan mengkonsumsi telur cacing (56,7 %) dan mikroalga Naviculas sp. (43 %). Lokasi Sungai belidak dominan mengkonsumsi telur cacing (76%) dan mikroalga Naviculas sp. (23,71%) Sedangkan pada lokasi Sungai Punggur Kecil dominan mengkonsumsi telur cacing (48,24%), mikroalga Naviculas sp. (30,2%) dan Oscillatoria Sp. (14,9%). sehingga dapat disimpulkan bahwa kebiasaan makan ikan gendang gendis cukup beragam tergantung pada lokasi dan habitat ikan hidup. Proporsi makanan dominan yang ditemukan dalam usus ikan adalah telur cacing, Navicula Sp. dan Oscillatoria sp. Kata kunci : Kebiasaan makan , gendang gendis, kubu raya

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue