cover
Contact Name
Lilian Batubara
Contact Email
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Phone
+6285811868354
Journal Mail Official
lilian.batubara@yarsi.ac.id
Editorial Address
Universitas YARSI, Jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Junior Medical Journal
Published by Universitas Yarsi
ISSN : -     EISSN : 29644968     DOI : https://doi.org/10.33476/jmj.v1i4
Junior Medical Journal Merupakan jurnal peer review dan open access yang berfokus pada publikasi hasil dari penelitian terbaru atau baru dari mahasiswa yang berhubungan dengan masalah kedokteran, kesehatan, biomedis dan pendidikan kedokteran. Jurnal ini melibatkan artikel penelitian atau review asli
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024" : 12 Documents clear
Public Awareness of the Risk Factors for Intestinal Worm Disease in Koncang Pandeglang Vilagge, Banten and the Review from an Islamic View Saleh, Muhammad Fathurrahman; Hardjanti, Ambar; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.3275

Abstract

Introduction: Infection with soil-transmitted helminth worms (STH) in the world reaches more than 1.5 billion people or 24% of the world's population. Indonesia is a tropical country with a high incidence of STH in several regions, especially at the age of children. The high incidence of helminthiasis is influenced by poor hygiene behavior and lack of knowledge about worms. The purpose of this study was to determine the awareness of the people of Koncang Village, Pandeglang on the risk factors for intestinal worms.Methodology: This research is a quantitative descriptive study with a cross sectional approach. The population of this study was the community of Koncang Village, Pandeglang Regency, which consisted of 49 people. The data used is primary data by using a questionnaire through interviews. The technique used in data analysis is the Chi-square test.Results: The results showed that the majority of knowledge, attitudes, and behavior towards intestinal helminth disease were good. Based on statistical tests, there is a relationship between knowledge and behavior towards intestinal worms with a p-value of 0.00 (p <0.05). In addition, there is also a relationship between attitudes and behavior towards intestinal worms with a p-value of 0.03 (p <0.05).Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and attitudes with behavior related to intestinal worms. The community should continue to increase their knowledge and be assisted by health workers through health promotion.
Pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2021 Dan Pandangannya Menurut Islam Putri, Geby Zalbila; Pusparini, Miranti; Riani, Siti Nur
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.3943

Abstract

Pendahuluan: Hybrid learning merupakan sebuah pola pembelajaran kombinasi pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Metode hybrid learning membuat mahasiswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar dengan jadwal yang padat dan aktivitas yang monoton sehingga hal ini dapat memunculkan kejenuhan pada diri mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Model Pembelajaran Hybrid Learning Terhadap Kejenuhan Mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI Angkatan 2021 dan pandangannya menurut Islam.Metodologi: Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif secara observasi analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2021. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 180 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui Google Form. Uji statistik memakai uji Chi-Square, Mann-Whitney dan Kolmogorov-Smirnov.Hasil: Pada penelitian ini terdapat 98 (54,4 %) mahasiswa yang mengalami kejenuhan tingkat sedang. Hasil analisa uji Kolmogorov-Smirnov didapatkan p-value sebesar 0,011 yang berarti nilai tersebut < 0,05 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan dan tidak terdapat pengaruh antara jenis kelamin dan usia dengan kejenuhan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode pembelajaran hybrid learning dengan kejenuhan.
Pengaruh Nomophobia Terhadap Aktivitas Fisik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2019 Selama Pandemi Covid-19 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dahlan, Alwi; Donanti, Elita; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4130

Abstract

Background: During the current COVID-19 pandemic, many students are forced to learn with a different learning system than usual, namely the Distance Learning System. This system has caused many students to be more dependent towards their smartphones that can be associated with their everyday needs and can lead to high levels of anxiety and stress, therefore making Nomophobia one of the impacts for reduced physical activity. Methods: This study uses analytical survey method, and data was collected using a questionnaire. The population in this study are students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019. The sample selection used a simple random sampling technique. Data analysis was collected by using univariate and bivariate analysis. Results: Of the 154 respondents who are students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019, the results of the questionnaire showed that the highest results based on bivariate analysis were 38 respondents (24.7%) experiencing moderate to high nomophobia with moderate physical activity. Conclusion: There is no significant relationship between nomophobia and physical activity of students of the Faculty of Medicine, YARSI University batch 2019. In Islamic views, humans should not make possessions for their everything and always maintain health through good physical activity, and always to put their trust in Allah SWT.
Uji Antioksidan Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) dengan Metode Reducing Power dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Rizda Hayyu; Utami, Sri; Gunawan, Andri
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4146

Abstract

Oksidan atau radikal bebas merupakan molekul oksigen yang tidak stabil dan sangat reaktif. Paparan radikal bebas yang berlebih dapat menimbulkan berbagai masalah dan penyakit. Antioksidan atau oxidation inhibitor merupakan senyawa yang diproduksi oleh sistem pelindung organisme sebagai respon terhadap efek destruktif radikal bebas. Antioksidan dapat melindungi dari radikal bebas seperti sinar ultra violet (UV) dan polusi. Salah satu buah yang diduga memiliki antioksidan adalah belimbing wuluh. Reducing power adalah metode yang digunakan untuk menguji kandungan antioksidan pada tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol buah belimbing wuluh. Penelitian yang akan dilaksanakan pada bulan September hingga Oktober di Laboratorium Herbal Universitas YARSI ini bersifat eksperimental kuantitatif. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan sebanyak 3 kali (triplo) menggunakan larutan asam askorbat sebagai standar, nilai rata-rata ekstrak adalah belimbing 0,510 mM dan asam askorbat 12,832 mM. Dalam Islam, Allah menciptakan buah-buahan yang memiliki kandungan bermanfaat seperti antioksidan untuk kesehatan. Penggunaan etanol atau alkohol sebagai bahan campuran diperbolehkan dalam batasan yang telah ditentukan. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah antioksidan pada sampel yang diuji tidak aktif. Oxidants or free radicals are oxygen molecules that are unstable and highly reactive. Excessive exposure to free radicals can cause various problems and diseases. Antioxidants or oxidation inhibitors are compounds produced by the organism’s protective system in response to the destructive effects of free radicals. Antioxidants can protect against free radicals such as ultraviolet (UV) ray and pollution. One fruit that is suspected to have antioxidants is starfruit. Reducing power is a method used to test the antioxidant content of plants. This study aims to determine the antioxidant activity of ethanol extract of starfruit wuluh. The research, which will be conducted from September to October at the Herbal Laboratory of YARSI University, is quantitative experimental research. Based on the results of the test that has been carried out 3 times (triplo) using ascorbic acid solution as a standard, the average value of the extract is 0.510 mM and ascorbic acid is 12.832 mM. In Islam, Allah created fruits that have beneficial contents such as antioxidants for health. The use of ethanol or alcohol as a mixing material is allowed within the specified limits. The result obtained in this study is that the antioxidant in the tested sample is inactive.
Hubungan Pola Tidur dengan Kejadian Obesitas pada Anak Siswa Siswi SDN 1 Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat Arif Rais, Muhammad Irsal; Qomariyah
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4202

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak merupakan permasalahan kesehatan serius yang dapat menimbulkan dampak jangka panjang yang signifikan. Salah satu faktor penyebab obesitas yang perlu diperhatikan adalah pola tidur yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara pola tidur dan kejadian obesitas pada anak-anak kelas 4-6 di SDN 1 Sumur Batu, Jakarta Pusat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 91 anak dari kelas 4-5 di SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat sebagai sampel penelitian. Data mengenai pola tidur dikumpulkan melalui kuesioner, sementara data kejadian obesitas diukur melalui pengukuran antropometri. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dan kejadian obesitas pada anak-anak SD kelas 4-5 di SDN 1 Sumur Batu, Jakarta Pusat (p>0,05). Meskipun demikian, anak-anak yang memiliki pola tidur buruk menunjukkan risiko lebih tinggi terhadap kejadian obesitas. Kesimpulan: Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dan kejadian obesitas pada siswa-siswi kelas 4-5 di SDN Sumur Batu 01 Pagi, Jakarta Pusat. Meskipun demikian, perlu diperhatikan bahwa anak-anak dengan pola tidur buruk memiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar untuk upaya preventif dan intervensi yang lebih baik terkait kesehatan anak.
Hubungan Lamanya Penggunaan Gawai Saat Pembelajaran Daring dengan Timbulnya Gejala Asthenopia pada Mahasiswa Fk Yarsi Selama Belajar Melalui Daring Dimasa Pandemik Covid-19 Muhamad Faisal Reza; Saskia Nassa Mokoginta; Irwandi M. Zen
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4230

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan penggunaan Gawai pembelajaran online pada mahasiswa Fakultas Kedokteran di masa pandemi secara terus menerus dapat berdampak gangguan kesehatan pada mata. Memaksakan kemampuan mata untuk memfokuskan pada suatu objek akan meningkatnya ketegangan otot mata sehingga mengakibatkan terjadinya Asthenopia dengan keluhan mata lelah dan terasa kering, mata merah serta penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lamanya penggunaan gawai dengan terjadinya asthenopia di masa pembelajaran daring saat pandemi COVID-19. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan jenis penelitian observasional analitik. Pengambilan sampel dengan cara Purposive sampling pada mahasiswa kedokteran Yarsi berjumlah 138 responden. Kuesioner digunakan untuk mengetahui umur, jenis kelamin, durasi gawai dan astonephia. Hasil Penelitian: Durasi gawai sebagian besar responden pada kategori tinggi (> 6 jam) sebanyak 88 responden (63,8%). Mengalami astenophia sebanyak 101 orang (73,2%). Hasil analisis hubungan durasi gawai dengan asthenophia durasi gawai >6 jam ada sebanyak 68 (77,3%) mengalami asthenopia. Sedangkan diantara durasi gawai ≤ 2-6 jam mengalami astenophia sebanyak 33 (66%). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p-value 0,216 dan nilai OR = 1,752. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan durasi gawai dengan astenophia (P value hasil > dari P value 0,05) dengan nilai OR = 1,752 artinya responden dengan durasi gawai >6 jam memiliki peluang 1,752 kali lebih tinggi untuk terjadi asthenopia dibanding dengan responden dengan durasi gawai ≤ 2-6 jam. Lama penggunaan gawai seharusnya tidak melebihi batas prosedur waktu dan lebih baik memeriksakan kesehatan mata minimal satu kali dalam setahun. ABSTRACT Background: The continuous increase in the use of online learning devices among Medical Faculty students during the pandemic can have an impact on eye health. Impairing the eye's ability to focus on an object will increase eye muscle tension, resulting in Asthenopia with complaints of tired and dry eyes, red eyes and blurred vision. The aim of this research is to determine the duration of device use and the occurrence of asthenopia during online learning during the COVID-19 pandemic. Method: The research design used is cross sectional with analytical observational research type.Samples were taken using purposive sampling from Yarsi medical students totaling 138 respondents.A questionnaire was used to determine age, gender, duration of use of the device and astonephia. Research result: The duration of most respondents' gadgets was in the high category (> 6 hours) as many as 88 respondents (63.8%). 101 people (73.2%) experienced asthenopia. The results of the analysis of the relationship between device duration and asthenophia, when the device duration was >6 hours, there were 68 (77.3%) experiencing asthenopia. Meanwhile, 33 (66%) experienced asthenophia among those with gadget duration ≤ 2-6 hours. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.216 and an OR value = 1.752. Conclusion:There is no significant relationship between device duration and asthenopia (P value > P value 0.05) with an OR value = 1.752, meaning that respondents with device duration > 6 hours have a 1.752 times higher chance of developing asthenopia compared to respondents with device duration ≤ 2-6 hours. The duration of using a device should not exceed the procedural time limit and it is better to have your eyes checked at least once a year.
Hubungan Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Tipe Kepribadian Terhadap Perilaku Bullying pada Mahasiswa/I Universitas YARSI dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Dharmawan, Ryan; Zulhamidah, Yenni; Arsyad, Muhammad
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4234

Abstract

Bullying menjadi permasalahan utama yang sering terjadi di bidang Pendidikan yang kasusnya menembus 2473 kasus. Hal ini disebabkan salah satunya adalah pola asuh orang tua dan tipe kepribadian. Salah satu cara pengasuhan yang tepat yaitu sesuai dengan ajaran islam, dimana anak akan tumbuh dengan kepribadian yang sempurna, berakhlakul karimah dan terhindar dari perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan tipe kepribadian terhadap perilaku bullying pada mahasiswa/I universitas YARSI. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 4012 orang yang berasal dari FK, FKG, FH, FTI, FPsi dan FEB Universitas YARSI. Sampel yang didapatkan yaitu berjumlah 350 orang menggunakan metode estimasi proporsi. Pengumpulan data menggunakan Adolescent Peer Relation Instrument, Parenting Style Dimensions Questionnaire dan International Personality Item Pool. Hasil uji spearman correlation didapatkan p-value sebesar 0,000, maka dari itu untuk terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying. Lalu hasil penelitian ini didapatkan pula p-value sebesar 0,879, maka dari itu tidak terdapat hubungan tipe kepribadian dengan perilaku bullying Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying dan tidak adanya hubungan tipe kepribadian dengan perilaku bullying. Menurut pandangan Islam Bullying merupakan dampak dari cara pengasuhan yang menyimpang dari agama, dengan kata lain cara pengasuhan yang tidak tepat dapat membuat anak memiliki kepribadian yang cenderung akan melakukan perilaku bullying.
Hubungan Long COVID dengan Gangguan Tidur pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Dinilai dengan Kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Tinjauannya Dalam Pandangan Islam Astiningtyas, Widya Ayu; Nurhidayati, Ida Ratna; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4237

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penyebaran COVID-19 yang pesat menyebabkan peningkatan jumlah orang yang terinfeksi, tetapi hal itu juga diimbangi dengan peningkatan angka kesembuhan kasus COVID-19. Angka kesembuhan tersebut diikuti dengan gejala yang berkepanjangan dan dikenal sebagai long COVID. Kondisi tersebut dapat dialami oleh setiap orang yang terinfeksi, termasuk mahasiswa kedokteran. Salah satu gejalanya yaitu gangguan tidur, hal itu cukup menggangu aktivitas dan keseharian penderita. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara long COVID dengan gangguan tidur yang terjadi pada mahasiswa fakultas kedokteran. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Penetapan besar sampel menggunakan teknik non random sampling dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian sebanyak 43 responden mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI angkatan 2020, 2021, dan 2022. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang didapat melalui pengisian kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis bivariat menggunakan uji statistik nonparametrik, yaitu uji Mann-Whitney. Hasil: Hasil analisa didapatkan mayoritas responden sebesar 30 (69,8%) adalah perempuan dan sebanyak 38 (88,4%) dari keseluruhan responden memiliki kualitas tidur yang buruk. Rentang periode waktu terinfeksi COVD-19 hingga pengisian kuesioner yaitu 1 hingga 17 bulan di tahun 2022 dan 2023. Terdapat paling banyak, yaitu 17 responden (39,5%) terkonfirmasi positif di bulan November 2022. Hasil uji Mann-Whitney sebesar nilai p-value 0,136 yang menunjukkan nilai p-value >0,05. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney tidak terdapat adanya hubungan yang bermakna antara long COVID dengan gangguan tidur pada penelitian ini. Maka dari itu, diperlukan adanya informasi tambahan mengenai faktor lain yang mempengaruhi kondisi long COVID dan gangguan tidur pada responden. ABSTRACT Background: The rapid spread of COVID-19 has led to an increase in the number of people infected, but it has also been matched by an increase in the cure rate for COVID-19 cases. The cure rate is followed by prolonged symptoms and is known as long COVID. This condition can be experienced by everyone infected, including medical students. One of the symptoms is sleep disturbance which is enough to interfere with daily activities and life. Therefore, this study aims to determine the relationship between long COVID and sleep disturbance that occur in medical faculty students. Methods: This research used the descriptive analytic type using cross sectional study approach. The determination of sample size technic used is non random sampling technique with purposive sampling method. The sample in the study were 43 repondents which are the student of medical faculty of YARSI university class of 2020,2021,2022. The type of data used is primary data which obtained through filling out Pittsburgh sleep quality index (PSQI) questionnaire to measure sleep quality. Bivariate analysis using nonparametric statistical tests, namely the Mann-Whitney test. Results: The results of the analysis shows that the majority of respondents 30 (69.8%) were female and 38 (88.4%) of the total respondents had poor sleeping quality. The range period of time respondents got infected by COVID-19 to fill out the questionnaire, is 1 to 17 months in 2022 and 2023. Most of respondents, 17 (39.5%) were confirmed positive in November 2022. The Mann-Whitney test results showed a p-value of 0.136 which indicates a p-value >0.05. The Mann-Whitney test results which indicates a p-value >0.05. Conclusion: Based on the results of Mann-Whitney test, there is no significant relationship between long COVID and sleep disturbances in this study. Therefore, additional information is needed regarding to other factors that affect the condition of long COVID and sleep disorders in respondents.
Analisis Oxidation Reduction Potential (ORP) dan Kadar Alkohol dalam Wortel (Daucus Carota L) dan Tinjaunnya Menurut Pandangan Islam Putriwangi, Awalia syahra; Harliansyah; Mahmud, Amir
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4242

Abstract

Wortel (Daucus carota L.) merupakan sayuran yang mudah ditemui dan digemari masyarakat Indonesia sebagai bahan untuk membuat aneka macam masakan serta memiliki banyak manfaat dalam menjaga kesehatan. Oxidation Reduction Potential (ORP) merupakan index untuk mengukur tingkat oksidasi dan reduksi yang menggambarkan adanya mekanisme transfer elektron dari suatu ion ke ion lain. Alkohol merupakan hasil yang dapat diperoleh dari penyimpanan dalam kondisi anaerob. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan menguji nilai ORP dan kadar alkohol dalam wortel (Daucus carota L.). Nilai ORP diukur dengan menggunakan alat ORP meter dan kadar alkohol menggunakan Gas Chromatography-Mass Spectometry (GC-MS). Analisis data didapatkan dengan uji Anova menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh lama penyimpanan 0; 1; 2; 3; dan 4 hari terhadap nilai ORP dan kadar alkohol. Nilai ORP yang didapatkan berturut-turut untuk 0 hari 16±4.58; 0.33±0.58; (-8.67)±3.08; (-17.33)±1.52; dan (-28.33)±3.51 (mV). Sedangkan kadar alkohol didapatkan berturut-turut 0; 0.05±0.002; 0.19±0.000; 0.24±0.01; dan 0.05±0.003 (%). Semakin lama waktu penyimpanan maka nilai ORP wortel akan semakin rendah dan kadar alkohol akan naik mencapai titik tertentu dan kemudian turun. Hal ini diduga alkohol sudah mengalami oksidasi menjadi asam. Carrots (Daucus carota L.) are vegetables that are easily found and favored by the people of Indonesia as an ingredient to make various kinds of dishes and have many benefits in maintaining health. Oxidation Reduction Potential (ORP) is an index to measure the degree of oxidation and reduction that describes the mechanism of electron transfer from one ion to another. Alcohol is a result that can be obtained from storage under anaerobic conditions. This study is a laboratory experimental study by testing the value of ORP and alcohol content in carrots (Daucus carota L.). The ORP value is measured using an ORP meter and alcohol content using Gas Chromatography-Mass Spectometry (GC-MS). Data analysis was obtained by Anova test using IBM SPSS Statistics 25. The results showed that there was an effect of storage duration 0; 1; 2; 3; and 4 days against ORP values and alcohol levels. ORP value obtained consecutively for 0 days 16±4.58; 0.33±0.58; (-8.67)±3.08; (-17.33)±1.52; and (-28.33)±3.51 (mV). While the alcohol content was obtained consecutively 0; 0.05±0.002; 0.19±0.000; 0.24±0.01; and 0.05±0.003 (%). The longer the storage time, the lower the carrot ORP value will be and the alcohol content will rise to a certain point and then go down. It is suspected that alcohol has undergone oxidation to acid.
Penggunaan ACE Inhibitor pada Pasien dengan Penyakit Kardiovaskular di Salah Satu Rumah Sakit Umum Wilayah Jawa Barat Periode Januari – Desember 2023 Maharani Aprilian Dwiputri; Batubara, Lilian; Permana, Dharma
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4314

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung merupakan suatu kondisi yang memengaruhi jantung, sehingga menyebabkan kerja jantung sebagai pompa darah dan oksigen dalam tubuh terganggu. Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia yaitu hipertensi, yang biasa di obtain dengan pemberian ACE inhibitor. Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitor merupakan lini pertama untuk anti-hipertensi, penyakit jantung koroner dan gagal jantung kongestif. Namun terdapat efek samping dari penggunaan ACE inhibitor ini yang kejadiannya cukup tinggi. Ajaran Islam mencakup secara menyeluruh dan holistik dalam aspek kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan rekam medis di salah satu Rumah Sakit Wilayah Jawa Barat. Penetapan sampel menggunakan purposive sampling dan data disusun dalam bentuk tabel. Hasil: Sebanyak 102 kasus yang mengalami penyakit kardiovaskular dan 62 (61%) pasien diantaranya menjalani pengobatan dengan ACE Inhibitor. Dari 62 pasien tersebut hanya 7 (11%) pasien yang menimbulkan efek samping berupa batuk dan sesak nafas (mengi). Kesimpulan: Pasien dengan penyakit kardiovaskular di salah satu Rumah Sakit di Wilayah Jawa Barat sering menjalani terapi dengan menggunakan ACE Inhibitor, dan secara umum, mereka jarang mengalami efek samping selama penggunaan obat ini.

Page 1 of 2 | Total Record : 12