Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN PAPARAN INFORMASI DENGAN PENGETAHUAN PENGENDALIAN VEKTOR NYAMUK DBD DI DESA KOPER, KECAMATAN KRESEK, KABUPATEN TANGERANG Ernawati, Kholis; Widianti, Dian; Yusnita, Yusnita; Batubara, Lilian; Jannah, Fathul; Rifqaatusa'adah, Rifqaatusa'adah
Jurnal Kedokteran YARSI Vol 27, No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER 2019
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.311 KB) | DOI: 10.33476/jky.v27i3.1267

Abstract

Angka kejadian DBD cenderung terus meningkat dan upaya penanggulangannya memerlukan peran serta masyarakat dalam pengendalian nyamuk vector DBD. Pengetahuan masyarakat berpengaruh pada perubahan perilaku seseorang. Paparan informasi adalah salah satu yang berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan. Tujuan penelitian adalah meneliti hubungan antara pengetahuan dengan paparan insformasi masyarakat dalam pengendalian vektor nyamuk DBD di Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.Penelitian termasuk deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian adalah desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tegal Angus dan termasuk keluarga binaan Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Responden adalah anggota keluarga binaan dari 22 keluarga yang berusia ? 17 tahun berjumlah 68 orang dan diambil semua (total sampling).Penelitian dilaksanakan pada Agustus ? September 2018.Data variabel pengetahuan dan paparan informasi dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis bivariat.Pengetahuan responden tentang pengendalian vektor nyamuk DBD yang paling banyak adalah pengetahuan kategori kurang sebesar 76,5%. Jumlah responden dengan paparan informasi  kurang paling banyak yaitu 95,6%. Hasil analisis bivariate menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan paparan informasi dalam pengendalian vector nyamuk DBD (p value = 0,000).Terdapat hubungan antara pengetahuan responden tentang pengendalian vektor nyamuk DBD dengan  paparan informasi yang didapat oleh responden di desa Koper, Kecamatan Kresek, kabupaten Tangerang.
Hubungan Suplementasi Vitamin C dengan Kadar Glukosa Darah pada Wanita Penderita Prediabetes Melitus di RW 012 Kelurahan Kedunghalang Bogor Putri, Kanita Gunawan; Sandra, Yurika; Arsyad, Muhammad; Batubara, Lilian
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i2.3773

Abstract

penyakit diabetes melitus terjadi secara global sebanyak 422 juta kasus pada tahun 2014 di seluruh dunia, dengan prevalensi kejadian diabetes pada Wanita adalah sebesar 7,9%. Salah satu upaya pencegahan atau terapi pada penderita diabetes melitus adalah dengan pemberian suplementasi vitamin c. Vitamin c memiliki kemampuan sebagai antioksidan, dan mampu melindungi berbgai biomolekul dalam tubuh dari reaksi oksidasi. Populasi dari penelitian ini adalah Wanita dengan usia ?45 tahun yang tergolong sebagai prediabetes, dimana subjek penelitian akan diberikan suplementasi vitamin c dalam waktu satu bulan dengan dosis tertentu, kemudia diukur kadar glukosa darahnya sebelum dan sesudah penelitian. Didapatkan nilai p lebih kecil dari 0,05. Terdapat perbedaan yang bermakna skor rerata kadar glukosa darah responden sebelum dan sesduah pemberian suplementasi vitamin c pada Wanita penderita prediabetes melitus di RW 012 Kelurahan Kedunghalang Bogor. Penurunan kadar glukosa darah yang terjadi setelah diberikan perlakuan konsumsi suplementasi vitamin c ini berkaitan erat dengan vitamin c sebagai antioksidan tinggi yang mencegah dan mengurangi terjadinya stress oksidatif pada tubuh.
Penggunaan ACE Inhibitor pada Pasien dengan Penyakit Kardiovaskular di Salah Satu Rumah Sakit Umum Wilayah Jawa Barat Periode Januari – Desember 2023 Maharani Aprilian Dwiputri; Batubara, Lilian; Permana, Dharma
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 8 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i8.4314

Abstract

Pendahuluan: Penyakit jantung merupakan suatu kondisi yang memengaruhi jantung, sehingga menyebabkan kerja jantung sebagai pompa darah dan oksigen dalam tubuh terganggu. Penyakit kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia yaitu hipertensi, yang biasa di obtain dengan pemberian ACE inhibitor. Angiotensin-Converting Enzyme (ACE) inhibitor merupakan lini pertama untuk anti-hipertensi, penyakit jantung koroner dan gagal jantung kongestif. Namun terdapat efek samping dari penggunaan ACE inhibitor ini yang kejadiannya cukup tinggi. Ajaran Islam mencakup secara menyeluruh dan holistik dalam aspek kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional menggunakan rekam medis di salah satu Rumah Sakit Wilayah Jawa Barat. Penetapan sampel menggunakan purposive sampling dan data disusun dalam bentuk tabel. Hasil: Sebanyak 102 kasus yang mengalami penyakit kardiovaskular dan 62 (61%) pasien diantaranya menjalani pengobatan dengan ACE Inhibitor. Dari 62 pasien tersebut hanya 7 (11%) pasien yang menimbulkan efek samping berupa batuk dan sesak nafas (mengi). Kesimpulan: Pasien dengan penyakit kardiovaskular di salah satu Rumah Sakit di Wilayah Jawa Barat sering menjalani terapi dengan menggunakan ACE Inhibitor, dan secara umum, mereka jarang mengalami efek samping selama penggunaan obat ini.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi terhadap Pola Perilaku Makan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Angkatan 2023 dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam MARTANTI, SHELLY; Batubara, Lilian; Arsyad, Muhammad; Syam, Edward
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 7 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i7.4434

Abstract

Mahasiswa adalah bagian dari masa remaja akhir dan dewasa awal. Mahasiswa di Indonesia memiliki masalah gizi yang disebabkan oleh perilaku gizi yang tidak benar. Masalah gizi berasal dari keadaan ekonomi yang kurang dan terbatasnya pengetahuan tentang gizi. Tingkat pengetahuan gizi ini dapat menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tentang hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku makan pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2023. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan menggunakan pendekatan studi cross-sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 76 responden. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan dibantu program SPSS. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2023 memiliki tingkat pengetahuan gizi yang berada dikategori kurang baik yaitu sebanyak 52 responden (53,1%) dan tingkat perilaku makan yang berada dikategori tidak sehat yaitu sebanyak 74 responden (75,5%). Dari hasil uji Chi-Square, terdapat hubungan positif antara tingkat pengetahuan gizi terhadap perilaku makan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Angkatan 2023 dengan nilai p-value (0,045).
Cytotoxicity of Combination Doxorubicin and Garcinia picrorrhiza Fruit Extract on Fibroblast Cell Utami, Sri; Endrini, Susi; Batubara, Lilian; Rahmah, Nunung Ainur; Syarif, Irfan; Nafik, Said; Arrahmani, Betharie Cendera; Novianto, Agung; Kusuma, Hanna Sari Widya; Widowati, Wahyu
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 11, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/gmhc.v11i3.10985

Abstract

Combining chemotherapeutic agents such as doxorubicin with herbal products or other compounds that can enhance cytotoxicity without side effects is required. Thus, we aimed to observe the cytotoxicity of doxorubicin and sesoot (Garcinia picrorrhiza) fruit ethanolic extract (GpKar) on human fibroblast cells, BJ. This study used a post-test-only control randomized group design with n=3 and a number group of 5. The method used in this research is cell number, and viability was measured with (3-(4,5-dimethylthiazol-2-yl)-5-(3-carboxymethoxyphenyl)-2-(4-sulfophenyl)-2H-tetrazolium assay. Treatments consisted of a combination of doxorubicin (0.02 μg/ml) and GpKar of 66.47 µg/ml (DES1), 132.94 µg/ml (DES2) and 265.89 μg/ml (DES3). The data were analyzed using a one-way ANOVA and Duncan post hoc tests. DES3 showed the lowest viability among treatments (89.32%). DES1 and DES2 showed high viability (>90%), 97.93%, and 95.08%, respectively. Thus, the combination of doxorubicin (0.02 μg/ml) and GpKar (66.47 µg/ml) was considered safe for further use in the following assay. In summary, the combination of doxorubicin and GpKar showed high viability in normal fibroblast cells.
Antioxidant and Antiaging Properties of Ethanolic Ripe Sesoot Fruit Extract Utami, Sri; Sosiawan, Insan; Nurul, Dewi; Purnamasari, Endah; Batubara, Lilian; Sachrowardi, Qomariyah Romadhiyani; Damayanti, Ndaru Andri; Aryenti, Aryenti; Dewi, Intan Keumala; Nafik, Said; Arrahmani, Betharie Cendera; Kusuma, Hanna Sari Widya; Widowati, Wahyu; Utomo, Herry S
Majalah Kedokteran Bandung Vol 56, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15395/mkb.v56.3472

Abstract

Skin aging can be characterized by changes in skin, such as the appearance of wrinkles and loss of skin moisture. Some elements that might lead to cell damages and aging are free radicals through the increase of the activities of hyaluronidase and tyrosinase. Bioactive compounds found in sesoot (Garcinia picrorhiza Miq.) are known for their antioxidant properties, which may reduce excessive amounts of free radicals in the body and act as an antiaging agent by inhibiting hyaluronidase and tyrosinase activities. This study aimed to examine the antioxidant, anti-hyaluronidase, and anti-tyrosinase properties found in Ethanolic Extract Ripe Sesoot (EERS). The ethanol extract of ripe sesoot fruit obtained from LIPI, Bogor Botanical Garden was used for the antioxidant and antiaging assays conducted at PT Aretha Medika Utama in December 2016. The activity of antioxidants was measured as the Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) of the EERS, while the antiaging assays were performed through the inhibition activity of hyaluronidase and tyrosinase. Results indicated that the EERS has a higher FRAP activity (17.58 μM Fe (II)/μg) than xanthone (2.54 μM Fe (II)/μg) at the highest concentration of sample of 5,000 µg/mL. The anti-hyaluronidase of the EERS exhibited lower activity (IC50 of 619.21±12.15 µg/mL) than xanthone (IC50 of 365.55±25.10 µg/mL) and the tyrosinase inhibitory assay demonstrated a lower activity of EERS (IC50 of 1060.68±12.81 µg/mL) compared to xanthone (IC50 of 218.33±9.73 µg/mL). To conclude, EERS shows antioxidant and antiaging properties.
Pola Penggunaan Antihipertensi pada Pasien Preeklampsia di RS UNISMA Kota Malang dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam Azzahir, Raihan Rahmat; Batubara, Lilian; Arifandi, Firman
Junior Medical Journal Vol. 2 No. 11 (2024): July 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v2i11.4262

Abstract

Penelitian ini mengamati kasus preeklamsia yang dirawat di RS UNISMA Kota Malang, Indonesia antara tahun 2018-2020. Dari 60 rekam medis yang dianalisis, 86,67% merupakan kasus preeklamsia berat. Tingkat keberhasilan pengobatan preeklamsia berat dan ringan adalah 100%. Obat yang umum digunakan untuk pengobatan antara lain antihipertensi (nifedipine), antitrombotik (aspirin), antikonvulsan, kortikosteroid (dexametason). Studi tersebut menyimpulkan bahwa preeklampsia berat adalah yang paling umum terjadi dan semua kasus memiliki hasil pengobatan yang berhasil. Berbagai obat digunakan untuk mengobati preeklamsia termasuk antihipertensi, antitrombotik, antikonvulsan, dan kortikosteroid. Dalam tinjauan islam, manusia sangatlah diwajibkan untuk berobat agar dapat mencegah kerusakan pada diri sendiri khususnya bagi ibu hamil dengan preeklampsia.
Pola Penggunaan Kortikosteroid pada Anak dengan Penyakit Asma Sestia Dia Alifah; Batubara, Lilian; Permana, Dharma
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i1.4352

Abstract

Latar Belakang: Menurut Global Initiative For Asthma (GINA) 2020, Asma adalah penyakit heterogen, yang biasanya ditandai dengan peradangan saluran napas kronis. Pada asma terdapat gangguan pernapasan seperti mengi, sesak napas, nyeri dada, dan batuk (GINA, 2020). Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, di Indonesia angka kejadian asma pada anak usia 0 – 14 tahun adalah 9,2%. Metodologi: Penelitian ini menggunakan 37 data rekam medis pasien asma anak di Salah Satu Rumah Sakit Umum Wilayah Jawa Barat periode Januari-Desember 2023 dengan desain penelitian cross sectional dengan jenis sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu pengambilan sampel sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Lalu, data akan dianalisis menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan analisis univariat hasil yang didapatkan adalah asma anak sebagian besar diderita oleh pasien anak laki-laki dengan usia 1-5 tahun dengan derajat asma yang paling banyak adalah asma persisten sedang. Jenis kortikosteroid yang paling banyak digunakan adalah prednison oral dan budesonid inhalasi. Adapun efek samping yang paling banyak terjadi adalah gangguan distribusi lemak.  Simpulan: Kortikosteroid terutama digunakan pada asma persisten. Jenis kortikosteroid yang digunakan terutama prednison oral dan budesonid inhalasi. Efek samping yang sering muncul pada penggunaan kortikosteroid adalah berupa gangguan distribusi lemak tubuh.
Hubungan Konsumsi Susu dan Produk Olahannya dengan Kejadian Acne Vulgaris pada Siswa/I Kelas 12 di SMA 4 Bekasi dan Tinjauannya dalam Pandangan Islam Natasya Mutiara Hati; Batubara, Lilian; Syam, Edward; Marhamah, Siti
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i3.4925

Abstract

Pendahuluan: Akne vulgaris adalah kelainan inflamasi kronis yang terjadi pada unit pilosebasea, salah satu penyebabnya yaitu peningkatan konsumsi susu serta produk olahannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara Konsumsi Susu dan Produk Olahannya dengan Kejadian Akne Vulgaris pada Siswa/i Kelas 12 di SMAN 4 Bekasi, dan tinjauannya dalam islam. Metode: Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional. Responden merupakan siswa/i kelas 12 di SMAN 4 Bekasi. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh menggunakan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kejadian akne vulgaris pada siswa/i kelas 12 di SMAN 4 Bekasi mencapai 62,9%. Sebanyak 53,6% selalu mengonsumsi susu. Berdasarkan hasil analisis dengan uji chi square terlihat adanya hubungan bermakna antara konsumsi susu dengan kejadian akne vulgaris dengan nilai p=0,026. Lalu, tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi produk olahan susu seperti yoghurt (p=0,868), keju (p=0,519), milkshake (p=0,675), mentega (p=0,155), cokelat (p=0,226), dan es krim (p=0,353) dengan kejadian akne vulgaris. Islam menekankan pentingnya keseimbangan pola makan dan melarang perilaku berlebihan. Konsumsi susu dan produk olahannya secara berlebihan dapat memberikan dampak negatif, seperti meningkatkan risiko akne. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi kejadian akne vulgaris pada siswa/i kelas 12 di SMAN 4 Bekasi cukup tinggi (62,9%). Sebagian besar responden selalu mengonsumsi susu (53,6%). Terdapat hubungan yang bermakna antara konsumsi susu dengan kejadian akne vulgaris. Sebaliknya, konsumsi produk olahan susu seperti yoghurt, keju, milkshake, mentega, cokelat, dan es krim tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian akne. Islam menekankan pentingnya keseimbangan pola makan dan melarang perilaku berlebihan.
Akurasi Skoring Tzanakis pada Pasien Penyakit Appendisitis Akut di RS Dr. Bratanata Jambi Maulana, Muhammad Deriel; Syam, Edward; Batubara, Lilian
Junior Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jmj.v3i4.4849

Abstract

Appendisitis akut merupakan peradangan akut pada appendiks veriformis karena adanya obstruksi lumen appendiks. Skoring Tzanakis adalah skoring untuk membantu proses diagnosis Appendisitis akut dengan hanya Hanya menggunakan 4 parameter, dan skor lebih dari 8 sudah menunjukkan diagnosis appendisitis akut. Berdasarkan latar belakang tertulis, penulis merasa perlu untuk meneliti lebih lanjut perihal keakuratan penggunaan skoring Tzanakis pada pasien Appendisitis Akut. Penelitian ini jenis studi observasional analitik untuk melihat keakuratan dari penggunaan skoring Tzanakis terhadap kasus apendisitis akut. Metode yang digunakan adalah metode uji diagnostik dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medis pasien apendisitis akut di Rumah Sakit Dr. Bratanata Jambi. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis bivariat diuji dengan menggunakan uji Chi-square. Dari 52 pasien, didapatkan nilai sensivitas adalah sebesar 78%, uji spesifitas sebesar 100%, uji nilai prediktif positif sebesar 100%, uji nilai prediktif negatif sebesar 33% dan uji akurasi diperoleh sebesar 81%. Nilai signifikansi pada uji chi square diperoleh sebesar 0,001. Skoring Tzanakis tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga sederhana, mudah diakses, dan non-invasif. Hal ini karena skoring Tzanakis hanya memiliki 4 parameter seperti USG, nyeri RIF, blumberg sign, dan jumlah leukosit, sehingga dapat diterapkan dengan baik oleh tenaga kesehatan. Penggunaan skoring ini dianggap dapat mengurangi jumlah apendektomi negatif dan mencegah komplikasi penyakit.