cover
Contact Name
Ali Rahmat
Contact Email
alirahmat911@gmail.com
Phone
+6282278231661
Journal Mail Official
coms.ressi@gmail.com
Editorial Address
Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Open Community Service Journal
ISSN : 28282892     EISSN : 28281195     DOI : https://doi.org/10.33292/ocsj
Core Subject : Education, Social,
Open Community Service Journal (OCSJ) merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 106 Documents
Edukasi Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Sayuran pada Petani di Kampung Matoa untuk Menuju Pertanian Organik Sutiharni Sutiharni; Reymas M R Ruimassa; Liz Yanti Andriyani; Syaifullah Rahim; Nandini Ayuningtias; Zarima Wibawati; Trisday Yiin Parari; Nurlailah Nurlailah; Elda Kristiani Paisey; Purbokurniawan Purbokurniawan
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.200

Abstract

Latar Belakang: Potensi sumber daya lahan di Kampung Matoa dapat digunakan untuk mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya tanaman sayuran namun, praktik budidaya yang diterapkan oleh sebagian petani masih didominasi oleh sistem konvensional dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis.Tujuan: Pengabdian masyarakat berutujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik, mendorong pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis serta mengembangkan lahan percontohan budidaya sayuran organik di Kampung Matoa.Metode: Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan. Tahap pengabdian masyarakat meliputi tahap persiapan dan identifikasi kebutuhan, tahap penyuluhan dan peningkatan kapasitas, pelatihan teknis dan praktik lapangan serta evaluasi kegiatan.Hasil: Kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik yang ditunjukkan melalui hasil observasi bahwa 91,4% petani mampu menerapkan konsep dasar peratanian organik pada lahan budidaya yang dimiliki, sedangkan 9,6% lainnya membutuhkan waktu hingga musim tanam selanjutnya.
Pemanfaatan Limbah Pertanian Dalam Pengembangan Usaha Budidaya Dan Pengolahan Jamur Janggel Jagung Pada Kelompok Wanita Tani An-Nafii Lampung Tengah Dwi Dian Novita; Siti Suharyatun; Elhamida Rezkia Amien; Asropi Asropi
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.202

Abstract

Latar belakang: KWT An-Nafii memiliki 24 anggota wanita yang berlokasi di Kampung Saptomulyo Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Masalah yang dihadapi KWT An-Nafii adalah rendahnya produktivitas jamur janggel. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya tempat budidaya jamur dan teknik budidaya yang sederhana. Masalah lainnya adalah jamur janggel cepat rusak dan tidak bisa disimpan dalam waktu lama. Untuk itu pengolahan jamur janggel menjadi produk lain penting untuk dilakukan.Tujuan: PkM ini bertujuan untuk (1) Memperbaiki teknik budidaya jamur janggel pada KWT An-Nafii, (2) Meningkatkan kapasitas produksi jamur melalui perluasan sarana budidaya, dan (3) Melatih dan meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam pengolahan jamur janggel menjadi produk lain.Metode: Kegiatan PkM berlangsung pada Bulan Mei 2024 sampai September 2024. Tahapan PkM ini meliputi (1) Koordinasi dan sosialisasi program kepada KWT An-Nafii, (2) Perbaikan tempat budidaya (bedengan) dan praktik budidaya jamur janggel, (3) Pelatihan dan praktik pengolahan jamur, (4) Produksi makanan olahan dari jamur janggel, dan (5) Evaluasi kegiatan. Pengisian kuesioner dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman wanita tani terhadap materi-materi yang telah disampaikan.Hasil: Terdapat peningkatan total hasil panen jamur janggel sebesar 14,29% dan 42,86% dibandingkan dari produksi sebelum pelaksanaan kegiatan PkM dan KWT An-Nafii mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp. 2.160.000,-.  Pemahaman dan keterampilan anggota KWT An-Nafii terkait pascapanen dan pengolahan jamur janggel menjadi jamur krispi dan nugget meningkat dari 58,3% menjadi 91,7%.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah Kawasan Pesisir dengan Teknologi Tabulampot Jambu Biji sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Hanura R A Diana Widyastuti; Purba Sanjaya; Hidayat Pujisiswanto; Agung Putra Wijaya; Alika Fadhilah Munaf
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.203

Abstract

Latar belakang: Ketersediaan pangan untuk ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama akibat keterbatasan lahan untuk budidaya tanaman produktif, terutama di kawasan pesisir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pekarangan rumah melalui penerapan teknologi tanaman buah dalam pot (tabulampot).Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi tabulamput jambu biji bagi masyarakat pesisir di Desa Hanura dalam mengoptimalkan pekarangan rumah dengan budidaya tabulampot jambu biji sebagai sumber pangan keluarga untuk ketahan pangan.Metode: Metode yang digunakan meliputi, penyuluhan dengan pemaparan materi, praktik pembuatan media tanam, penanaman bibit jambu biji dalam pot, serta pendampingan pemeliharaan tanaman. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta kelompok masyarakat setempat yang memiliki minat dalam pemanfaatan lahan pekarangan.Hasil: Kegiatan ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknologi tabulampot, khususnya dalam budidaya jambu biji di dalam pot. Peningkatan pengetahuan terlihat pada penguasaan peserta terhadap berbagai aspek teknis, mulai dari persiapan media tanam, teknik pemupukan, pengelolaan penyiraman, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dalam mengadopsi teknologi tabulampot sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas di kawasan pesisir yang menjadi lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan demikian penerapan tabulampot jambu biji di pekarangan rumah berpotensi meningkatkan ketersediaan buah segar bagi keluarga, memperindah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan. Dengan demikian, optimalisasi pekarangan rumah melalui teknologi tabulampot jambu biji dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan di Desa Hanura.
Akselerasi Kesiapan PROKLIM Lestari Melalui Pendampingan Partisipatif Berbasis Nilai Lokal di Kalurahan Banguntapan Ikrom Mustofa; Aiko Sarasvaty Prabowo; Diah Ayu Prawitasari; Dewi Wulandari; Ibnu Darmawan; Wahda Annisa Nuurussyahba; Ahmmad Azamuddin; Silvia Zalda Putri; Jihan Nanda Fitriyani
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.197

Abstract

Latar Belakang: Perubahan iklim menjadi tantangan global yang berdampak signifikan pada sistem sosial, ekonomi, dan lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan dan peri-urban. Program Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan inisiatif berbasis masyarakat yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Namun demikian, implementasi PROKLIM di tingkat padukuhan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kapasitas kelembagaan, dokumentasi kegiatan, serta integrasi program lintas sektor.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan padukuhan di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia dalam kategori PROKLIM Lestari melalui pendekatan pendampingan partisipatif.Metode: Pelatihan peningkatan kapasitas, penilaian baseline pada 11 padukuhan, serta pendampingan implementasi aksi adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat.Hasil: Hasil penilaian baseline menunjukkan bahwa dari 11 padukuhan yang dinilai, 1 padukuhan berada pada kategori kesiapan tinggi (Padukuhan Plumbon), 6 padukuhan berada pada kategori kesiapan sedang, dan 4 padukuhan berada pada kategori kesiapan rendah, terutama pada aspek dokumentasi kegiatan dan kelembagaan PROKLIM. Intervensi berupa penguatan kelembagaan, penyusunan dokumentasi kegiatan, penerapan teknologi sederhana seperti komposter, lubang biopori, dan pemanenan air hujan terbukti meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta mempercepat kesiapan menuju PROKLIM Lestari. Kolaborasi akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemerintah kalurahan, dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program pendampingan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan implementasi PROKLIM di tingkat lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.
Pendampingan Pengendalian Kadar Air melalui Transfer Pengetahuan Pengeringan pada Produksi Seduhan Herbal Daun Kakao di Rumah Cokelat Kelurahan Bunder Gunungkidul Farrah Fadhillah Hanum; Budi Barata Kusuma Utami; Rusdiyanto Rusdiyanto; Iin Narwanti; Rokhmayanti Rokhmayanti; Alfin Hadi; Mutiara Wilson Putri
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.204

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan daun kakao hasil pemangkasan sebagai bahan baku seduhan herbal merupakan salah satu upaya diversifikasi produk kakao yang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas kakao. Berdasarkan hasil pengabdian di tahun pertama, daun kakao muda memiliki tingkat penerimaan yang baik sebagai bahan baku seduhan herbal, namun proses pengeringan masih menjadi kendala dalam menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten.Tujuan: Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra mengenai teknik pengeringan dan perhitungan kadar air pada produksi seduhan herbal daun kakao.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di Rumah Coklat Gunungkidul melalui metode sosialisasi dengan sasaran anggota pengelola Rumah Cokelat dan kelompok tani kakao sebanyak 8 peserta. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, dan metode perhitungan kadar air serta evaluasi menggunakan pretest dan postest.Hasil: Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest, sedangkan penerimaan produk dievaluasi melalui uji kesukaan terhadap seduhan daun kakao dengan kadar air di bawah dan di atas 10%. Hasil evaluating menunjukkan adanya perinatal pemahaman peserta mengenai proses pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, serta kadar air optimum yang diperlukan dalam produksi seduhan herbal daun kakao. Persentase peserta yang mengetahui kadar air optimum sebesar 5–10% meningkat dari 62,5% pada pretest menjadi 87,5% pada posttest. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa seduhan daun kakao dengan kadar air di atas 10% cenderung lebih disukai peserta, terutama pada atribut aroma dan aftertaste. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam memahami pengendalian kadar air sebagai salah satu parameter mutu penting dalam produksi seduhan herbal daun kakao dan menjadi dasar dalam pengembangan proses pengeringan yang lebih terstandarisasi. Kegiatan lanjutan direkomendasikan dapat berupa pendampingan penyusunan SOP proses pengeringan dan penerapan pengukuran kadar air secara rutin untuk menghasilkan mutu seduhan herbal yang lebih konsisten.
Model Pengabdian Masyarakat Internasional Berbasis Daring untuk Penguatan Kapasitas Budidaya Sayuran Berkelanjutan dan Pemasaran Hasil Pertanian di Suriname Antonius Suparno; Sutiharni Sutiharni; Saraswati Prabawardani; Sartji Taberima; Ishak Musaad; Nouke Lenda Mawikere; Alce Ilona Noya; Maria Irene Arim; Ery Atmadja; Inna Martha Rumainun
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.205

Abstract

Latar Belakang: Keterbatasan akses pasar, lemahnya kemampuan negosiasi harga, dan dominasi perantara menjadi faktor utama penyebab rendahnya pendapatan petani sayur tradisional. Petani hortikultura perlu mempertimbangkan aspek budidaya yang optimal serta menerapkan manajemen pemasaran hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan.Tujuan: Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis budidaya sayur berkelanjutan, memperkuat pemahaman strategi pemasaran hasil pertanian serta mendorong penguatan kelembagaan dan akses pasar petani kecil.Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory online training dan capacity building secara daring melalui platform Zoom. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Indikator keberhasilan diukur melalui tingkat pengetahuan meliputi teknik budidaya sayur berkelanjutan, pengelolaan hara dan tanah, pengendalian hama terpadu, strategi pemasaran hasil pertanian, model kemitraan dan pemasaran digital serta tingkat keterampilan meliputi kemampuan identifikasi masalah, penerapan solusi teknis, dan kelayakan implementasi.Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat internasional 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Suriname) menunjukkan bahwa model pengabdian lintas negara berbasis berbasis participatory online training dan capacity building efektif meningkatkan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 48,1% dan keterampilan sebesar 65,0%

Page 11 of 11 | Total Record : 106