cover
Contact Name
Ali Rahmat
Contact Email
alirahmat911@gmail.com
Phone
+6282278231661
Journal Mail Official
coms.ressi@gmail.com
Editorial Address
Prenggan, Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55172
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Open Community Service Journal
ISSN : 28282892     EISSN : 28281195     DOI : https://doi.org/10.33292/ocsj
Core Subject : Education, Social,
Open Community Service Journal (OCSJ) merupakan jurnal nasional di bawah lembaga Research and Social Study Institute salah satu lembaga ilmiah di Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta. Open Community Service Journal menerbitkan artikel artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pertanian, teknik, pendidikan, komputer dan kesehatan. Jurnal ini diharapkan pula dapat menjadi jurnal yang fast respone, fast review dan fast publication. Dan kedepan dapat terakreditasi secara nasional dan terindek secara global.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 110 Documents
Edukasi Budidaya dan Pengelolaan Tanaman Sayuran pada Petani di Kampung Matoa untuk Menuju Pertanian Organik Sutiharni Sutiharni; Reymas M R Ruimassa; Liz Yanti Andriyani; Syaifullah Rahim; Nandini Ayuningtias; Zarima Wibawati; Trisday Yiin Parari; Nurlailah Nurlailah; Elda Kristiani Paisey; Purbokurniawan Purbokurniawan
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.200

Abstract

Latar Belakang: Potensi sumber daya lahan di Kampung Matoa dapat digunakan untuk mengembangkan komoditas hortikultura, khususnya tanaman sayuran namun, praktik budidaya yang diterapkan oleh sebagian petani masih didominasi oleh sistem konvensional dengan penggunaan pupuk dan pestisida kimia sintetis.Tujuan: Pengabdian masyarakat berutujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik, mendorong pengurangan penggunaan pupuk dan pestisida sintetis serta mengembangkan lahan percontohan budidaya sayuran organik di Kampung Matoa.Metode: Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan aplikatif, yang menekankan keterlibatan aktif petani dalam setiap tahapan kegiatan. Tahap pengabdian masyarakat meliputi tahap persiapan dan identifikasi kebutuhan, tahap penyuluhan dan peningkatan kapasitas, pelatihan teknis dan praktik lapangan serta evaluasi kegiatan.Hasil: Kegiatan penyuluhan dan pelatihan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam budidaya sayuran organik yang ditunjukkan melalui hasil observasi bahwa 91,4% petani mampu menerapkan konsep dasar peratanian organik pada lahan budidaya yang dimiliki, sedangkan 9,6% lainnya membutuhkan waktu hingga musim tanam selanjutnya.
Pemanfaatan Limbah Pertanian Dalam Pengembangan Usaha Budidaya Dan Pengolahan Jamur Janggel Jagung Pada Kelompok Wanita Tani An-Nafii Lampung Tengah Dwi Dian Novita; Siti Suharyatun; Elhamida Rezkia Amien; Asropi Asropi
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.202

Abstract

Latar belakang: KWT An-Nafii memiliki 24 anggota wanita yang berlokasi di Kampung Saptomulyo Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Masalah yang dihadapi KWT An-Nafii adalah rendahnya produktivitas jamur janggel. Hal ini disebabkan oleh terbatasnya tempat budidaya jamur dan teknik budidaya yang sederhana. Masalah lainnya adalah jamur janggel cepat rusak dan tidak bisa disimpan dalam waktu lama. Untuk itu pengolahan jamur janggel menjadi produk lain penting untuk dilakukan.Tujuan: PkM ini bertujuan untuk (1) Memperbaiki teknik budidaya jamur janggel pada KWT An-Nafii, (2) Meningkatkan kapasitas produksi jamur melalui perluasan sarana budidaya, dan (3) Melatih dan meningkatkan keterampilan anggota KWT dalam pengolahan jamur janggel menjadi produk lain.Metode: Kegiatan PkM berlangsung pada Bulan Mei 2024 sampai September 2024. Tahapan PkM ini meliputi (1) Koordinasi dan sosialisasi program kepada KWT An-Nafii, (2) Perbaikan tempat budidaya (bedengan) dan praktik budidaya jamur janggel, (3) Pelatihan dan praktik pengolahan jamur, (4) Produksi makanan olahan dari jamur janggel, dan (5) Evaluasi kegiatan. Pengisian kuesioner dilakukan untuk mengukur peningkatan pemahaman wanita tani terhadap materi-materi yang telah disampaikan.Hasil: Terdapat peningkatan total hasil panen jamur janggel sebesar 14,29% dan 42,86% dibandingkan dari produksi sebelum pelaksanaan kegiatan PkM dan KWT An-Nafii mendapatkan penghasilan kotor sebesar Rp. 2.160.000,-.  Pemahaman dan keterampilan anggota KWT An-Nafii terkait pascapanen dan pengolahan jamur janggel menjadi jamur krispi dan nugget meningkat dari 58,3% menjadi 91,7%.
Pemanfaatan Pekarangan Rumah Kawasan Pesisir dengan Teknologi Tabulampot Jambu Biji sebagai Upaya Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Hanura R A Diana Widyastuti; Purba Sanjaya; Hidayat Pujisiswanto; Agung Putra Wijaya; Alika Fadhilah Munaf
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.203

Abstract

Latar belakang: Ketersediaan pangan untuk ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama akibat keterbatasan lahan untuk budidaya tanaman produktif, terutama di kawasan pesisir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pekarangan rumah melalui penerapan teknologi tanaman buah dalam pot (tabulampot).Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknologi tabulamput jambu biji bagi masyarakat pesisir di Desa Hanura dalam mengoptimalkan pekarangan rumah dengan budidaya tabulampot jambu biji sebagai sumber pangan keluarga untuk ketahan pangan.Metode: Metode yang digunakan meliputi, penyuluhan dengan pemaparan materi, praktik pembuatan media tanam, penanaman bibit jambu biji dalam pot, serta pendampingan pemeliharaan tanaman. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta kelompok masyarakat setempat yang memiliki minat dalam pemanfaatan lahan pekarangan.Hasil: Kegiatan ini berhasil dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai teknologi tabulampot, khususnya dalam budidaya jambu biji di dalam pot. Peningkatan pengetahuan terlihat pada penguasaan peserta terhadap berbagai aspek teknis, mulai dari persiapan media tanam, teknik pemupukan, pengelolaan penyiraman, hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan minat yang tinggi dalam mengadopsi teknologi tabulampot sebagai solusi pemanfaatan lahan terbatas di kawasan pesisir yang menjadi lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Dengan demikian penerapan tabulampot jambu biji di pekarangan rumah berpotensi meningkatkan ketersediaan buah segar bagi keluarga, memperindah lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga secara berkelanjutan. Dengan demikian, optimalisasi pekarangan rumah melalui teknologi tabulampot jambu biji dapat menjadi solusi yang efektif dalam meningkatkan produktivitas lahan pekarangan dan mendukung ketersediaan pangan berkelanjutan di Desa Hanura.
Akselerasi Kesiapan PROKLIM Lestari Melalui Pendampingan Partisipatif Berbasis Nilai Lokal di Kalurahan Banguntapan Ikrom Mustofa; Aiko Sarasvaty Prabowo; Diah Ayu Prawitasari; Dewi Wulandari; Ibnu Darmawan; Wahda Annisa Nuurussyahba; Ahmmad Azamuddin; Silvia Zalda Putri; Jihan Nanda Fitriyani
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.197

Abstract

Latar Belakang: Perubahan iklim menjadi tantangan global yang berdampak signifikan pada sistem sosial, ekonomi, dan lingkungan, khususnya di wilayah perkotaan dan peri-urban. Program Kampung Iklim (PROKLIM) merupakan inisiatif berbasis masyarakat yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kapasitas adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal. Namun demikian, implementasi PROKLIM di tingkat padukuhan masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kapasitas kelembagaan, dokumentasi kegiatan, serta integrasi program lintas sektor.Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan padukuhan di Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia dalam kategori PROKLIM Lestari melalui pendekatan pendampingan partisipatif.Metode: Pelatihan peningkatan kapasitas, penilaian baseline pada 11 padukuhan, serta pendampingan implementasi aksi adaptasi dan mitigasi berbasis masyarakat.Hasil: Hasil penilaian baseline menunjukkan bahwa dari 11 padukuhan yang dinilai, 1 padukuhan berada pada kategori kesiapan tinggi (Padukuhan Plumbon), 6 padukuhan berada pada kategori kesiapan sedang, dan 4 padukuhan berada pada kategori kesiapan rendah, terutama pada aspek dokumentasi kegiatan dan kelembagaan PROKLIM. Intervensi berupa penguatan kelembagaan, penyusunan dokumentasi kegiatan, penerapan teknologi sederhana seperti komposter, lubang biopori, dan pemanenan air hujan terbukti meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim serta mempercepat kesiapan menuju PROKLIM Lestari. Kolaborasi akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemerintah kalurahan, dan sektor swasta menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program pendampingan. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan implementasi PROKLIM di tingkat lokal serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan Nationally Determined Contributions (NDC) Indonesia.
Pendampingan Pengendalian Kadar Air melalui Transfer Pengetahuan Pengeringan pada Produksi Seduhan Herbal Daun Kakao di Rumah Cokelat Kelurahan Bunder Gunungkidul Farrah Fadhillah Hanum; Budi Barata Kusuma Utami; Rusdiyanto Rusdiyanto; Iin Narwanti; Rokhmayanti Rokhmayanti; Alfin Hadi; Mutiara Wilson Putri
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.204

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan daun kakao hasil pemangkasan sebagai bahan baku seduhan herbal merupakan salah satu upaya diversifikasi produk kakao yang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas kakao. Berdasarkan hasil pengabdian di tahun pertama, daun kakao muda memiliki tingkat penerimaan yang baik sebagai bahan baku seduhan herbal, namun proses pengeringan masih menjadi kendala dalam menghasilkan produk dengan mutu yang konsisten.Tujuan: Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra mengenai teknik pengeringan dan perhitungan kadar air pada produksi seduhan herbal daun kakao.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026 di Rumah Coklat Gunungkidul melalui metode sosialisasi dengan sasaran anggota pengelola Rumah Cokelat dan kelompok tani kakao sebanyak 8 peserta. Materi yang diberikan meliputi prinsip dasar pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, dan metode perhitungan kadar air serta evaluasi menggunakan pretest dan postest.Hasil: Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan pretest dan posttest, sedangkan penerimaan produk dievaluasi melalui uji kesukaan terhadap seduhan daun kakao dengan kadar air di bawah dan di atas 10%. Hasil evaluating menunjukkan adanya perinatal pemahaman peserta mengenai proses pengeringan, pengaruh kadar air terhadap mutu produk, serta kadar air optimum yang diperlukan dalam produksi seduhan herbal daun kakao. Persentase peserta yang mengetahui kadar air optimum sebesar 5–10% meningkat dari 62,5% pada pretest menjadi 87,5% pada posttest. Hasil uji kesukaan menunjukkan bahwa seduhan daun kakao dengan kadar air di atas 10% cenderung lebih disukai peserta, terutama pada atribut aroma dan aftertaste. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam memahami pengendalian kadar air sebagai salah satu parameter mutu penting dalam produksi seduhan herbal daun kakao dan menjadi dasar dalam pengembangan proses pengeringan yang lebih terstandarisasi. Kegiatan lanjutan direkomendasikan dapat berupa pendampingan penyusunan SOP proses pengeringan dan penerapan pengukuran kadar air secara rutin untuk menghasilkan mutu seduhan herbal yang lebih konsisten.
Model Pengabdian Masyarakat Internasional Berbasis Daring untuk Penguatan Kapasitas Budidaya Sayuran Berkelanjutan dan Pemasaran Hasil Pertanian di Suriname Antonius Suparno; Sutiharni Sutiharni; Saraswati Prabawardani; Sartji Taberima; Ishak Musaad; Nouke Lenda Mawikere; Alce Ilona Noya; Maria Irene Arim; Ery Atmadja; Inna Martha Rumainun
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.205

Abstract

Latar Belakang: Keterbatasan akses pasar, lemahnya kemampuan negosiasi harga, dan dominasi perantara menjadi faktor utama penyebab rendahnya pendapatan petani sayur tradisional. Petani hortikultura perlu mempertimbangkan aspek budidaya yang optimal serta menerapkan manajemen pemasaran hasil pertanian untuk meningkatkan pendapatan.Tujuan: Pengabdian masyarakat yang dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis budidaya sayur berkelanjutan, memperkuat pemahaman strategi pemasaran hasil pertanian serta mendorong penguatan kelembagaan dan akses pasar petani kecil.Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan participatory online training dan capacity building secara daring melalui platform Zoom. Pengabdian masyarakat dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Indikator keberhasilan diukur melalui tingkat pengetahuan meliputi teknik budidaya sayur berkelanjutan, pengelolaan hara dan tanah, pengendalian hama terpadu, strategi pemasaran hasil pertanian, model kemitraan dan pemasaran digital serta tingkat keterampilan meliputi kemampuan identifikasi masalah, penerapan solusi teknis, dan kelayakan implementasi.Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat internasional 3 negara (Indonesia, Malaysia dan Suriname) menunjukkan bahwa model pengabdian lintas negara berbasis berbasis participatory online training dan capacity building efektif meningkatkan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 48,1% dan keterampilan sebesar 65,0%
Model Semi-Inkubasi Berbasis Vokasi untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Penguatan SDM dan Kualitas Layanan Willson Gustiawan; Ranti Komala Dewi; Ihsan Lumasa Rimra; Dony Marzuki
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i1.191

Abstract

Latar Belakang: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional, namun di era pascapandemi menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan kualitas layanan. Di Kota Padang, sebagian besar UMKM masih dikelola secara tradisional, sehingga mengalami kendala dalam manajemen tenaga kerja dan pelayanan pelanggan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi model semi-inkubasi berbasis vokasi dalam meningkatkan kapasitas UMKM melalui integrasi pengembangan human capital dan layanan berbasis hospitality.Metode: Program dilaksanakan melalui pendekatan kolaboratif pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan media, dengan melibatkan 60 pelaku UMKM. Intervensi dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi, menggunakan metode pelatihan partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning). Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta penilaian berbasis tugas.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta, dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 35%. Peserta mampu merancang pelatihan internal, melakukan evaluasi kinerja, dan menerapkan prinsip pelayanan prima. Selain itu, program mendorong terbentuknya jejaring UMKM serta peningkatan kualitas layanan dan promosi digital. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model semi-inkubasi berbasis vokasi sebagai pendekatan yang fleksibel dan kontekstual dalam meningkatkan daya saing UMKM. Secara praktis, model ini dapat direplikasi untuk memperkuat pengembangan SDM dan kualitas layanan, sekaligus menegaskan peran institusi vokasi dalam pemberdayaan ekonomi lokal.
Penguatan Sistem Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat melalui Pendekatan Klaster Sumber dan Kawasan di Kelurahan Margodadi, Kecamatan Sayegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta Hijrah Purnama Putra; Isag Yudhanta
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.192

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sampah rumah tangga di Kelurahan Margodadi ditandai dengan rendahnya pemilahan di sumber dan keterbatasan sistem tata kelola komunal.Tujuan: Pengabdian ini bertujuan mewujudkan sistem pengelolaan sampah mandiri yang efektif dan partisipatif melalui pendekatan klaster.Metode: Metode pelaksanaan dibagi menjadi dua fokus utama: Klaster 1 (optimalisasi sumber) dan Klaster 2 (optimalisasi kawasan) yang dilaksanakan oleh enam unit mahasiswa KKN (total terdapat 48 orang mahasiswa yang terlibat).Hasil: Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan awal terhadap kesadaran warga dalam pemilahan sampah melalui inovasi "Bank Botol Pintar" dan "Sedekah Sampah Masjid". Implementasi teknologi tepat guna berupa Lubang Resapan Biopori (LRB) dan Biopori Jumbo terbukti efektif mereduksi volume sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunal. Selain itu, pengembangan sistem "Hidrosiklus" berbasis hidroponik memberikan nilai ekonomi sirkular bagi kelompok PKK. Penguatan kelembagaan melalui penyusunan SOP dan digitalisasi administrasi menjamin keberlanjutan program secara mandiri. Kesimpulannya, integrasi antara edukasi perilaku, penyediaan sarana fisik, dan penguatan struktur sosial mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah desa yang berkelanjutan.
Edukasi Ekosistem Laut melalui Visualisasi Mikroskopis Plankton bagi Siswa SD Allang Asaude Maureen A. Tuapattinaja; Niette V. Huliselan; Prulley A. Uneputty; Janson Pietersz; Richardzon D. R. D. S. Moningka; Rian Fadli
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.198

Abstract

Latar Belakang: Rendahnya pemahaman siswa sekolah dasar terkait komponen dasar ekosistem laut, khususnya plankton sebagai dasar rantai makanan, menjadi tantangan dalam upaya edukasi lingkungan pesisir, terutama karena karakteristiknya yang mikroskopis dan tidak mudah diamati secara langsung.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kelautan siswa melalui pengenalan plankton sebagai dasar rantai makanan laut.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 45 siswa kelas V dan VI SD Negeri Allang Asaude dengan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui penyampaian materi berbasis visual, diskusi interaktif, serta pengamatan mikroskopis plankton (fitoplankton dan zooplankton). Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa.Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dari 0% pada tahap pre-test menjadi 95% pada tahap post-test. Selain meningkatkan aspek kognitif, kegiatan ini juga mampu menumbuhkan minat belajar serta kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. Dengan demikian, edukasi berbasis visualisasi mikroskopis plankton terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep ekosistem laut sekaligus membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Tuberculosis Harmony Project: Pemberdayaan Kelompok Peduli TB melalui Pelatihan dan Penyuluhan di Desa Palakahembi Yosephina Elizabeth Sumartini Gunawan; Leni Landudjama; Yublina Rohi; Tatu Rija; Juniferd Hanggawali; Safril Evan Dominggus; Clarania Klau; Gabriela Olgaviana Malo
Open Community Service Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Open Community Service Journal
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ocsj.v5i2.193

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global yang harus segera dihentikan penularannya. Keterlibatan aktif stakeholder dan masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam keberhasilan penanganan TB.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi masyarakat melalui pembentukan dan pelatihan Kelompok Peduli TB serta penyuluhan kesehatan di Desa Palakahembi, Kabupaten Sumba Timur.Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan TB Care Group yang diikuti oleh 13 peserta dan penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh 35 masyarakat. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi, simulasi, role play, studi kasus, dan pembagian leaflet edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan TB berisi 15 pertanyaan pilihan ganda yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan skor dan kategori pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan.Hasil: Hasil pre-test dan post-test menunjukkan bahwa pelatihan kelompok peduli TB efektif meningkatkan pengetahuan peserta, dengan proporsi pengetahuan baik meningkat dari 38,5% menjadi 76,9% dan tidak ada lagi peserta yang memiliki pengetahuan kurang setelah intervensi. Pada kegiatan penyuluhan masyarakat, proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 8,6% menjadi 57,1%, sedangkan kategori kurang menurun dari 62,8% menjadi 8,6%. Peningkatan pengetahuan menunjukkan efektivitas metode edukasi partisipatif dalam memperkuat pemahaman masyarakat mengenai TB.Kesimpulan: Pelatihan Kelompok Peduli TB dan penyuluhan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis. Integrasi edukasi kesehatan dengan pemberdayaan masyarakat berpotensi memperkuat partisipasi komunitas dalam pencegahan, deteksi dini, dan pengendalian TB secara berkelanjutan.

Page 11 of 11 | Total Record : 110