Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Articles
1,921 Documents
Analisis Desain Formulir Pengkajian Dokter IGD Di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi
Alika Ihza Ababil
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.732 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.544
Analisis desain formulir diperlukan agar pengguna bisa mempermudah membaca bentuk susunan item yang jelas dan informatif. karena formulir rekam medis sebagai media komunikasi maka dari itu formulir perlu di tata dan diisi sebaik mungkin agar menjadi suatu informasi yang berguna dan berkualitas karena data rekam medis akan dikumpulkan dan diproses melalui formulir.formulir mempunyai standar dalam pembuatan formulir yaitu terbagi dalam aspek anatomi, aspek fisik, aspek isi, Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi desain formulir rekam medis formulir pengkajian dokter IGD di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi Jakarta Timur metode penelitian dilakukan dengan cara observasi lapangan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.Dari hasil penelitian didapatkan bahwa aspek anatomi yang tidak sesuai dengan standar IFHIMA sebesar 75% yaitu terdapat pada bagian heading, instruction, close, aspek fisik yang sesuai sudah 100% yaitu warna, bahan, ukuran, aspek isi yang tidak sesuai sebesar 33,3% terdapat pada butir data yang tidak lengkap. formulir yang digunakan di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi perlu dirancang kembali sesuai dengan pedoman IFHIMA dan SPO desain formulir di Rumah Sakit Islam Pondok Kopi belum tersedia, maka dari itu perlu di buat SPO agar tercapai nya standar mutu pelayanan informasi, menetapkan konsistensi pengumpulan data, dan mempercepat proses pelayanan
Hubungan Posisi Meneran Terhadap Kejadian Robekan Perineum Pada Ibu Bersalin Di Puskesmas Rawat Inap Tepian Buah Kabupaten Berau
Hajrah Hajrah;
Gita Masyita;
Risnawati Risnawati;
Asih Prasetyarini
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.861 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.546
Latar Belakang : Robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang pada persalinan berikutnya. Hampir dari 90% pada proses persalinan banyak yang mengalami robekan perineum. Robekan perineum pada persalinan biasanya terjadi di garis tengah dan dapat meluas apabila kepala janin lahir terlalu cepat. Kejadian robekan perineum diseluruh dunia terjadi 2,7 juta ibu bersalin mengalami robekan jalan lahir, angka ini diperkirakan akan meningkat 6,3 juta pada tahun 2050. Di provinsi Kalimantan Timur sebanyak 375 orang (73,5%) mengalami kejadian robekan perineum pada ibu bersalin. Persalinan dan kelahiran merupakan kejadian fisiologis yang normal dalam kehidupan. Posisi meneran pada saat persalinan sangat mempengaruhi terjadinya robekan perineum. Ada beberapa pengaturan posisi pada ibu bersalin seperti posisi litotomi, dorsal recumbent, miring, dan setengah duduk. Dalam persalinan, posisi meneran ini yang sering digunakan Tujuan : untuk mengetahui hubungan posisi meneran terhadap kejadian robekan perineum pada persalinan dipuskesmas rawat inap Tepian Buah. Metode : rancangan desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purpossive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 59. Hasil : Sebanyak 29 orang (49,2%) menggunakan posisi meneran litotomi dan didapatkan kejadian robekan sebanyak 31 kejadian (52,5%). Hasil uji statistik Fischer Exact yaitu nilai P Value (0,001) < ? (0,05). Kesimpulan: Posisi meneran litotomi paling banyak digunakan di puskesmas rawat inap Tepian Buah dengan kejadian robekan sebanyak 31 kejadian. Terdapat hubungan antara posisi meneran terhadap kejadian robekan perineum pada ibu bersalin di puskesmas rawat inap Tepian Buah kabupaten Berau.
Efektifitas Pijat Perineum Terhadap Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Primigravida Di Bpm Tanjung Redeb Kabupaten Berau
Nur Inamah;
Gita Masyita;
Dwi Hartati;
Ida Hayati
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (429.266 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.547
Latar Belakang : Ruptur perineum merupakan kondisi yang cukup sering terjadi dalam proses persalinan normal. Ruptur perineum dialami oleh 85% wanita selama masa kelahiran. Data tentang ruptur perineum di Indonesia terjadi pada 75% ibu melahirkan pervaginam. Ruptur perineum dapat dicegah jika perineum elastis, atau ibu bisa mengejan dengan baik. Upaya-upaya untuk mencegah ruptur perineum telah dilakukan antara lain dengan pijat perineum. Pijat perineum adalah teknik memijat perineum pada waktu hamil, atau beberapa minggu sebelum melahirkan guna meningkatkan aliran darah ke daerah ini dan meningkatkan elastisitas perineum akan mencegah kejadian robekan perineum maupun episiotomi. Tujuan : untuk mengetahui efektifitas pijat perineum terhadap kejadian rupture perineum pada ibu bersalin di BPM Nur Inamah. Metode : Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design(untreated control group design with dependent pretest and posttest samples) dengan populasi 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai ?= 0,046 dan 0,003 (?<0,05). Simpulan: terdapat efektifitas pijat perinium terhadap ruptur perinium pada ibu bersalin primigravida di BPM Tanjung Redeb Kabupaten Berau.
Hubungan Antara Refleksi Diri Dengan Empati Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Vera Almira;
Zwasta Pribadi Mahardika;
Endy Muhammad Astiwara
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.691 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.553
Pendahuluan: Refleksi merupakan suatu proses melihat kembali pengalaman sehingga dapat melakukan perbaikan kedepannya. Manfaat refleksi diri berkolerasi dengan sifat kognitif empati yang mengarah pada pertumbuhan pribadi seorang dokter dan manfaatnya bagi hubungan antara dokter dengan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan refleksi diri dengan empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Refleksi diri mahasiswa diukur dengan menggunakan kuesioner Self-Reflection and Insight Scale, sedangkan empati mahasiswa diukur dengan kuesioner Jefferson Scale of Physician Empathy. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penyebaran kuesioner melalui google form. Analisa data yang digunakan yaitu analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian diperoleh dari 110 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, sebesar 7.3% memiliki tingkat refleksi diri rendah, 69.1% memiliki tingkat refleksi diri sedang, dan 23.6% memiliki tingkat refleksi diri tinggi.. Ini berarti tingkat refleksi diri mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi berada pada kriteria sedang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6.4% mahasiswa memiliki empati rendah, 29.1% mahasiswa memiliki empati sedang, dan 64.5% memiliki empati tinggi. Ini berarti tingkat empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi berada pada kriteria tinggi. Pada penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara tingkat refleksi diri dengan tingkat empati (nilai p<0,05). Conclusion: Terdapat hubungan antara tingkat refleksi diri dengan tiingkat empati mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi
Efektivitas Penyuluhan Cuci Tangan Dengan Menggunakan Media Audiovisiual Terhadap Tingkat Pengetahuan Mencuci Tangan Pada Tenaga Keperawatan Di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak
Ainun Mardiyah Boru Harahap;
Abror Irsan;
Eka Ardiani Putri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (410.564 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.554
Latar Belakang: Mencuci tangan adalah teknik yang sangat mendasar dalam mencegah dan mengendalikan infeksi. Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan kejadian infeksi yang tidak hanya berasal dari rumah sakit, tetapi juga dapat dari fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Tidak terbatas infeksi kepada pasien namun dapat juga kepada petugas kesehatan dan pengunjung yang tertular pada saat berada di dalam lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Karena hubungan yang konstan dengan pasien, perawat memainkan peran yang penting dalam pelaksanaan kebersihan tangan yang tepat diantara petugas klinis. Penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tenaga keperawatan sehingga diharapkan dapat mencegah HAIs, meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien serta meningkatkan kompetensi tenaga keperawatan. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penyuluhan cuci tangan dengan menggunakan media audiovisual terhadap tingkat pengetahuan mencuci tangan pada tenaga keperawatan di Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode: Metode penelitian pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest-postest. Jumlah sampel adalah 56 tenaga keperawatan. Analisis bivariat menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil: Sebelum penyuluhan responden yang memiliki pengetahuan baik 8 orang, cukup 37 orang, kurang 11 orang. Setelah penyuluhan responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 44 orang dan cukup 12 orang. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikan 0,00 (sig < 0,05). Dengan demikian terdapat efektivitas penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan tentang cuci tangan sebelum dan sesudah penyuluhan. Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan media audiovisual efektif dalam meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan Universitas Tanjungpura tentang cuci tangan.
Tinjauan Duplikasi Nomor Rekam Medis Di Puskesmas Kelurahan Jatinegara Kaum Kecamatan Pulogadung
Elsa Nindia Safitri;
Wiwik Viatningsih;
Noor Yulia;
Daniel Happy Putra
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (290.501 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.545
Berdasarkan Permenkes No. 269 Tahun 2008 dijelaskan bahwa rekam medis merupakan berkas yang terdiri dari catatan dan dokumen mengenai identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Nomor rekam medis berperan penting dalam membedakan rekam medis pasien yang satu dengan lainnya dan memudahkan pencarian rekam medis, apabila pasien kemudian dateng kembali berobat disarana pelayanan kesehatan serta untuk kesinambungan informasi dan mencegah terjadinya nomor rekam medis. Duplikasi penomoran rekam medis adalah perulangan, keadaan rangkap atau nomor rekam medis ganda yang dimana satu nomor rekam medis memiliki beberapa pasien. Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat adanya duplikasi dalam penomoran rekam medis. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisa kuantitatif dan kualitatif, informan dalam penelitian ini adalah kepala rekam medis, Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa di bulan Desember Tahun 2021 terdapat duplikasi nomor rekam medis sebanyak 17 (1,4%) dikarenakan kurangnya petugas dan beberapa pasien lupa membawa Kartu Indeks Berobat (KIB) pada waktu kunjungan. Duplikasi terjadi karena oleh beberapa faktor 5M yaitu manusia (man) dikarenakan kurangnya petugas dan beberapa pasien lupa membawa Kartu Indeks Berobat (KIB) pada waktu kunjungan
Pengaruh Pijat Perineum Pada Primigravida Trimester Ketiga Terhadap Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Bersalin Di Bpm Gunung Tabur Berau
Tanjilatin Tanjilatin;
Aniah Ritha;
Heni Purwanti;
Ridha Wahyuni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.122 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.549
Latar Belakang: Proses persalinan seringkali mengakibatkan ruptur perineum. Ruptur perineum merupakan perlukaan perineum yang terjadi pada saat kelahiran bayi baik menggunakan alat maupun tidak menggunakan alat. Di Indeonesia ruptur perineum terjadi pada 75% ibu melahirkan pervaginam. Terdapat upaya-upaya untuk mencegah ruptur perineum salah satunya dengan pijat perineum. mekanisme pijat perineum dapat mengurangi derajat ruptur perineum yaitu dengan memberikan pijatan, maka aliran darah akan lancar dan nutrisi otot sekitar perineum semakin banyak terpenuhi sehingga menjaga kekenyalan dan elastisitas otot. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat perineum pada primigravida trimester ketiga terhadap kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Metode: Rancangan penelitian adalah pre-eksperiment berbentuk desain pretest and posttest with control group. Populasi seluruh ibu hamil primigravida trimester III di BPM Gunung Tabur. Metode pengambilan sampel dengan nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 34 orang yang terbagi menjadi kelompok intervensi dam kontrol. Hasil: pada kelompok intervensi, sesudah diberikan pijat perineum sebagian besar tidak mengalami ruptur perineum sebanyak 12 orang (70,6%) sedangkan sisanya mengalami ruptur perineum sebanyak 5 orang (29,4%). Pada kelompok kontrol sebagian besar mengalami ruptur perineum sebanyak 13 orang (76,5%) sedangkan sisanya tidak mengalami ruptur perineum sebanyak 4 orang (23,5%). Diperoleh uji statistik Mann-Whitney didapatkan nilai-p 0,007 (p<0,05) yang berarti pijat perineum pada primigravida trimester ketiga berpengaruh terhadap tidak adanya kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin. Kesimpulan: Pemberian pijat perineum pada ibu primigravida trimester ketiga berpengaruh terhadap tidak adanya kejadian ruptur perineum pada ibu bersalin
Efektivitas Ekstrak Daun Ruku-Ruku (Ocimum Tenuiflorum Linne) Dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Shigella Dysenteriae Dan Tinjauannya Menurut Pandangan Islam
Fathan Rahmat Ramadhan;
Intan Keumala Dewi;
Titiek Djannatun;
Muhammad Arsyad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (351.498 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.519
Bakteri Shigella dysenteriae merupakan penyebab disentri yang merupakan bakteri negatif Gram dengan bentuk batang pendek atau basil tunggal. Bakteri ini bersifat anaerob fakultatif dan memfermentasi glukosa serta tidak memfermentasi laktosa. Masalah pencernaan karena infeksi bakteri yang masih tinggi di Indonesia menyebabkan tingginya intensitas penggunaan antibiotik yang memicu berbagai permasalahan terutama resistensi. Termasuk bakteri Shigella dysenteriae yang telah menunjukan resistensi terhadap beberapa antibiotik diantaranya yaitu ampicilin, tetracycline, cefixime dan ciprofloxacin. Dengan demikian, maka diperlukan pengobatan alternatif tehadap penyakit disentri, salah satunya daun kuru-kuru (Ocimum tenuiflorum L.) yang memiliki kandungan terpenoid, alkaloid, flavonoid, dan senyawa aktif lain yang dapat mengobati disentri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental dengan metode disk diffusion. Populasi penelitian ini adalah bakteri Shigella dysenteriae dan sampel penelitian ini adalah daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne). Penelitian ini menggunakan data kuantitatif primer. Teknik analisis data yang digunakan adalah program SPSS 25.0, uji statistik parametrik One-Way ANOVA dan Uji Post hoc Tukey. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas Ekstrak daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linne) terhadap pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae yaitu dengan ekstrak daun Ruku-ruku dengan konsentrasi 80.000 ppm, 100.000 ppm, 120.000 ppm, dan 140.000 ppm tidak menunjukkan adanya zona hambat terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Sehingga menyimpulkan bahwa ekstrak daun Ruku-ruku yang digunakan dalam uji efektivitas antibakteri belum dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae, yang artinya efek antibakteri dari ekstrak daun Ruku-ruku masih belum bisa menggantikan antibiotik ciprofloxacin.
Hubungan Komorbiditas Diabetes Tipe 2 Terhadap Kualitas Hidup Lansia Selama Masa Pandemi Covid-19
Salda Fransiska;
Harliansyah;
Etty Widayanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (370.731 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.521
Pada Maret 2020, WHO menetapkan sebagai pandemi Covid-19. Pada masa pandemi menjaga kesehatan lansia sangatlah penting terutama yang memiliki penyakit diabetes. Diabetes merupakan salah satu penyakit penyerta komorbiditas yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita diabetes. Kualitas hidup merupakan kondisi fungsional lansia yang salah satunya dimensi kesehatan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyakit diabetes terhadap kualitas hidup lansia di Kelurahan Pulo Gadung Jakarta Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah lansia di Keluruhan Pulo Gadung Jakarta Timur. Sampel penelitian adalah seluruh lansia yang memenuhi kriteria inklusi pada penelitian. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis univariat didapatkan kualitas hidup buruk sebanyak 82,9% dan komorbiditas diabetes kategori tinggi didapatkan sebanyak 80%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara penyakit diabetes terhadap kualitas hidup lansia dengan nilai p-value 0,044 dan nilai OR 4,073. Dapat disimpulkan bahwa lansia dengan komorbiditas penyakit diabetes selama masa pandemi covid-19 dapat menurunkan kualitas hidup. Diharapkan untuk keluarga lansia dapat memperhatikan, membantu, dan terus memberi dukungan kepada orang tuanya (lansia).
Gambaran Fungsi Kognitif Pasien Hipertensi Puskesmas Purnama Kota Pontianak
Nurul Fachriani;
Widi Raharjo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (357.856 KB)
|
DOI: 10.59141/cerdika.v3i02.530
Tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan kejadian iskemik pada otak yang terkait dengan gangguan fungsi kognitif. penurunan fungsi kognitif merupakan penyebab terjadinya ketidakmampuan seseorang untuk melakukan aktifitas dengan normal. Tujuan dari penelitian ini mengetahui gambaran status fungsi kognitif pada pasien hipertensi di Puskesmas Purnama Pontianak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada Pasien hipertensi Rawat jalan Puskesmas Purnama Pontianak pada bulan Januari – Maret 2020. Data diperoleh dari wawancara menggunakan kuesioner MoCA-Ina untuk pengukuran fungsi kognitif serta rekam medis pasien Hipertensi. Sampel pada penelitian ini berjumlah 24 orang dengan variabel yang diamati adalah pasien Hipertensi yang menjalani rawat jalan dan fungsi kognitif. Pasien Hipertensi yang memiliki gangguan fungsi kognitif sebagian besar termasuk kedalam kategori gangguan fungsi kognitif Sedang pada subjek penelitian dengan Hipertensi derajat 2 sebesar 54,2% dan derajat 1 sebanyak (20,8%). Fungsi kognitif pada pasien hipertensi rawat jalan Puskesmas Purnama Kota Pontianak sebagian besar termasuk dalam kategori Gangguan Fungsi Kognitif sedang yaitu sebesar 75%