cover
Contact Name
Aef Herosandiana
Contact Email
lppm@unisa-bandung.ac.id
Phone
+628112289357
Journal Mail Official
jka.aisyiyahbdg@gmail.com
Editorial Address
Jl.KH. Ahmad Dahlan Dalam No.6 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
ISSN : 23556773     EISSN : 24774405     DOI : https://doi.org/10.33867/jka
Core Subject : Health, Education,
Focus and range of encryption include: Nursing Basic Nursing Medicals Surgery Management Nursing Nursing Critical Nursing Community Nursing Psych Nursing Geriatric Nursing Family Nursing Maternity Nursing Children Education in Nursing Promotion Health Health Work
Articles 185 Documents
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Essential Oil Lavender Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Risa, Tarisa D; Yuniza, Yuniza; Tamar, Miskiyah
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.575

Abstract

Emesis gravidarum adalah kondisi mual dan muntah pada trimester pertama kehamilan yang menimbulkan ketidaknyamanan dan dapat berdampak pada fisik ibu, seperti lesu, pucat, serta kehilangan cairan. Kekurangan cairan membuat darah lebih kental sehingga memperlambat sirkulasi dan mengurangi suplai oksigen serta nutrisi ke organ, yang dapat membahayakan ibu dan janin. Salah satu penanganan yang aman adalah terapi non-farmakologi, karena bersifat sederhana, efektif, murah, serta tidak menimbulkan efek samping. Aromaterapi merupakan metode non-medis yang dapat membantu mengurangi mual, dengan jenis yang sering digunakan seperti lavender dan lemon. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aromaterapi minyak esensial lavender pada ibu hamil trimester I. Penelitian menggunakan metode kuantitatif pre-eksperimen dengan desain one group pre-test posttest. Populasi terdiri dari 44 ibu hamil trimester I, dengan sampel 25 responden.Instrumen penelitian meliputi SOP aromaterapi lavender dan lembar PregnancyUnique Quantification of Emesis/Nausea (PUQE). Hasil menunjukkan rata-rata skor mual muntah sebelum intervensi sebesar 6,52 dan menurun menjadi 4,96 setelahintervensi. Uji statistik paired sample t-test menghasilkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan aromaterapi lavender terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Pembina Palembang.  Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi puskesmas, khususnya dalam keperawatan maternitas, untuk menerapkan terapi nonfarmakologi sebagai alternatif penanganan emesis gravidarum
Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Risiko Kejadian Low Back Pain Pada Perawat Di Khairina, Ifa; Ribka; Rizqa
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.630

Abstract

Low Back Pain (LBP) adalah keluhan nyeri punggung bawah yang sering diderita oleh perawat, khususnya yang menjalankan aktifitas dengan beban kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan bisa mengetahui hubungan antara beban kerja dengan risiko kejadian Low Back Pain pada perawat di Rumah Sakit X Jakarta. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 63 responden dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian mempergunakan kuesionerNASA-TLX guna mengukur beban kerja dan CMDQ untuk mengukur kejadian LBP. Data dianalisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mayoritas responden memiliki beban kerja tinggi (53,6%) dan mengalami Low BackPain tingkat sedang (60,7%). Ditemukan hubungan signifikan antara beban kerja dengan kejadian LBP dengan nilai p = 0,006 dan r = 0,371. Semakin berat tugas yang dihadapi semakin meningkat pula kemungkinan terjadinya Low Back Pain padaperawat. Semakin berat tugas yang dihadapi semakin meningkat pula kemungkinan terjadinya Low Back Pain pada perawat. Semakin tinggi beban kerja, semakin besar pula risiko terjadinya Low Back Pain pada perawat.  
Hubungan Pengetahuan Tentang Kesehatan Dengan Perilaku Menggunakan Rokok Elektrik Pada Remaja di Sekolah Menengah Kejuruan x anggraini, heni_anggraini; Prawitasari, Shinta; Ramba, Hardin La
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.635

Abstract

Penggunaan rokok elektrik pada remaja terus meningkat meskipun diketahui mengandung zat berbahaya seperti nikotin yang berdampak negatif terhadap kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan dengan perilaku penggunaan rokok elektrik pada remaja di SMK Kesdam Jaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel 88 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (17 item) dan perilaku penggunaan rokok elektrik (32 item) yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (78,4%), sedangkan 21,6% memiliki pengetahuan baik. Pada kelompok pengetahuan cukup, mayoritas responden berada pada kategori perilaku sangat rendah dan rendah, sedangkan pada kelompok pengetahuan baik sebagian besar responden justru berada pada kategori perilaku sedang (12,5%). Uji Chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kesehatan dengan perilaku penggunaan rokok elektrik (p = 0,004). Kesimpulannya, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang kesehatan dan perilaku penggunaan rokok elektrik. Namun, pengetahuan yang baik tidak selalu diikuti oleh perilaku penggunaan rokok elektrik yang lebih rendah. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan perlu disertai dengan intervensi perilaku serta penguatan lingkungan sosial guna mencegah penggunaan rokok elektrik pada remaja.
Hubungan Tindakan Elevasi Ekstremitas Bawah Oleh Perawat Terhadap Penyembuhan Luka Pasien Ulkus Diabetes Melitus Khotimah, Ayu; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.636

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang terus meningkat di Indonesia dan dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti ulkus diabetes melitus. Ulkus ini menjadi penyebab utama amputasi ekstremitas bawah serta menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi sederhana yang dapat mempercepat penyembuhan luka adalah elevasi ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah oleh perawat terhadap penyembuhan luka pasien ulkus diabetes melitus di RSUD Pasar Rebo. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional non-eksperimental dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 50 perawat diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa 90% perawat melakukan elevasi secara adekuat dan 84% pasien mengalami penyembuhan luka dengan cepat. Uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,024 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara tindakan elevasi ekstremitas bawah dengan penyembuhan luka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa elevasi ekstremitas bawah merupakan intervensi keperawatan yang efektif, karena dapat meningkatkan aliran balik vena, mengurangi edema, serta memperbaiki perfusi jaringan pada area luka. Posisi elevasi yang tepat membantu meningkatkan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan perifer, sehingga mempercepat proses granulasi, epitelisasi, dan regenerasi sel pada luka. Tindakan ini, jika dilakukan dengan sudut 30°–45° selama ≥15 menit sebanyak 2–3 kali per hari dan disertai pemantauan kondisi kulit dan kenyamanan pasien, terbukti mampu mempercepat proses regenerasi jaringan dan memperpendek waktu penyembuhan luka pada pasien ulkus diabetes melitus
Hubungan Gaya Hidup Konsumsi Kafein Terhadap Kekambuhan Hipertensi di Puskesmas Rachmah, Alya Putri; Wahdini, Rizqa; Rosliany, Nia
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.637

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang berkembang perlahan dan sering tanpa gejala, sehingga dikenal sebagai “silent killer”. Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan organ vital seperti otak, jantung dan ginjal. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta tahun 2024 menunjukkan bahwa angka kejadian hipertensi di Jakarta Timur masih tinggi, sehingga diperlukan upaya pengendalian faktor risikonya. Salah satu faktor gaya hidup yang berpengaruh terhadap tekanan darah adalah konsumsi kopi. Kopi mengandung kafein, yaitu zat stimulan yang dapat meningkatkan tekanan darah melalui mekanisme vasokonstriksi dan stimulasi sistem saraf pusat.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara konsumsi kopi terhadap kekambuhan hipertensi di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta Timur. Metode penelitian digunakan adalah kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dokumentasi rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan konsumsi kopi sedang hingga tinggi mengalami kekambuhan hipertensi, dengan nilai P = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara konsumsi kopi terhadap kekambuhan hipertensi. Peneliti menyimpulkan bahwa konsumsi kopi berlebihan berkaitan erat dengan kekambuhan hipertensi, sehingga pengendalian gaya hidup dan pembatasan asupan kafein penting untuk mencegah kekambuhan serta komplikasi hipertensi
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Risiko Jatuh Pada Lansia Wildiana Fajariyah, Bekki; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Prihanto, Yafet Pradikatama; Sakti, Ifa Pannya
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.649

Abstract

Lansia beresiko tinggi mengalami Indeks Massa Tubuh (IMT) abnormal, yang umumnya disebabkan oleh penurunan aktivitas fisik mereka. Kondisi ini dapat mengakibatkan penumpukan lemak, khususnya di area perut dan pinggul, berdampak negatif Gangguan keseimbangan dan kekuatan sendi meningkatkan risiko jatuh pada lansia; penelitian ini menganalisis hubungan IMT dan risiko jatuh di Desa Sempal Wadak dengan pendekatan kuantitatif korelasional cross-sectional pada lansia prolanis, dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi sebagai berikut: (1) usia 60 tahun atau lebih, (2) peserta prolanis aktif, (3) bersedia menjadi responden secara sukarela, dan (4) mampu berkomunikasi secara verbal. Kriteria eksklusi meliputi: (1) kondisi akut yang memerlukan rawat inap, (2) gangguan kognitif berat (skor MMSE kurang dari 18), dan (3) data pengukuran tidak lengkap. Dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh 94 responden. Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Morse Fall Scale digunakan untuk menilai risiko jatuh di lansia. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,000 dan koefisien korelasi Spearman 0,000 (karena 0,000 < 0,05), menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan risiko jatuh. Koefisien korelasi adalah 0,467, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi IMT seseorang, semakin besar risiko jatuh. Hal ini disebabkan oleh Kelebihan berat badan dan penurunan kekuatan otot mengganggu keseimbangan dan meningkatkan risiko jatuh. Lansia perlu lebih memperhatikan gaya hidup mereka, khususnya terkait asupan nutrisi dan aktivitas fisik
Hubungan Antara Subjective Well-Being dengan Beban yang Dirasakan Caregiver Informal Lansia Rahmasari, Devina; Sutiyarsih, Emy; Sulartri, Anastasia Sri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.651

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang usianya diatas 60 tahun yang mengalami penurunan fungsi organ sehingga memerlukan caregiver dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Perawatan jangka panjang pada lansia dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan fisik para caregiver karena peningkatan beban yang mereka rasakan. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara subjective well-being dan beban yang dialami oleh caregiver informal lansia . Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan teknik sampling Non Probability Sampling yaitu Cluster Sampling, studi ini melibatkan 87 responden berjenis kelamin laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18-59 tahun yang merupakan caregiver informal di Desa Gununggronggo, Malang. Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan analisis bivariat. Hasil menunjukkan korelasi negatif yang signifikan antara subjective well-being dengan beban yang dirasakan caregiver informal lansia (r = -0,506, p < 0,01). Hal ini menunjukkan bahwa seiring beban perawatan meningkat, subjective well-being caregiver informal menurun. Kesimpulannya, ada hubungan yang jelas antara subjective well-being dan beban pengasuhan, dengan pendidikan dan hubungan keluarga menjadi faktor yang mendominasi. Temuan ini menunjukkan bahwa caregiver informal hendaknya meningkatkan manajemen stres dan keterampilan mengatasi beban untuk meningkatkan subjective well-being mereka.
Faktor Penyebab Preeklampsia Pada Ibu Hamil Pipih, Pipih Napisah; Aulia, Hasna; Herawati, Yanti; Puspitasari, Putri
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.655

Abstract

Preeklampsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Di Indonesia, angka kejadiannya mencapai 5,3% per tahun (128.273 kasus), dengan prevalensi 32,16% di Jawa Barat dan 13,60% di Kota Bandung. Dampak preeklampsia meliputi kelahiran prematur, oliguria, kematian, hambatan pertumbuhan janin, dan oligohidramnion. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kiaracondong. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada 1–7 Juni 2025. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan hipertensi yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Babakan Surabaya dan Babakan Sari. Sampel sebanyak 68 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, kuesioner, rekam medis, tensimeter, dan stetoskop. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman karena data tidak berdistribusi normal (p=0,000). Hasil univariat menunjukkan karakteristik ibu dengan preeklampsia didominasi usia 20–35 tahun (14,7%), multigravida (19%), pendidikan SMA (16,2%), dan tidak bekerja (25%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden, riwayat diabetes melitus, infeksi saluran kemih, kehamilan ganda, dan ukuran LILA dengan kejadian preeklampsia (p>0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara riwayat hipertensi (p=0,000), riwayat preeklampsia (p=0,000), serta frekuensi pemeriksaan ANC (p=0,042). Disimpulkan bahwa faktor risiko preeklampsia meliputi riwayat hipertensi, riwayat preeklampsia, dan pemeriksaan ANC. Oleh karena itu, skrining risiko dan edukasi kehamilan perlu ditingkatkan untuk pencegahan dini.  
Hubungan Tingkat Stres Akademik, Pola Makan Dan Status Gizi Dengan Kejadian Premenstrual Syndrome Reni, Reni; Handayani, Fatiah; Citra, Alya Rahma
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.667

Abstract

Preeklampsia masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Di Indonesia, angka kejadiannya mencapai 5,3% per tahun (128.273 kasus), dengan prevalensi 32,16% di Jawa Barat dan 13,60% di Kota Bandung. Dampak preeklampsia meliputi kelahiran prematur, oliguria, kematian, hambatan pertumbuhan janin, dan oligohidramnion. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor penyebab preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Kecamatan Kiaracondong. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan pada 1–7 Juni 2025. Populasi adalah seluruh ibu hamil dengan hipertensi yang melakukan pemeriksaan ANC di Puskesmas Babakan Surabaya dan Babakan Sari. Sampel sebanyak 68 responden diambil dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, kuesioner, rekam medis, tensimeter, dan stetoskop. Analisis bivariat menggunakan uji Rank Spearman karena data tidak berdistribusi normal (p=0,000). Hasil univariat menunjukkan karakteristik ibu dengan preeklampsia didominasi usia 20–35 tahun (14,7%), multigravida (19%), pendidikan SMA (16,2%), dan tidak bekerja (25%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara karakteristik responden, riwayat diabetes melitus, infeksi saluran kemih, kehamilan ganda, dan ukuran LILA dengan kejadian preeklampsia (p>0,05). Namun, terdapat hubungan signifikan antara riwayat hipertensi (p=0,000), riwayat preeklampsia (p=0,000), serta frekuensi pemeriksaan ANC (p=0,042). Disimpulkan bahwa faktor risiko preeklampsia meliputi riwayat hipertensi, riwayat preeklampsia, dan pemeriksaan ANC. Oleh karena itu, skrining risiko dan edukasi kehamilan perlu ditingkatkan untuk pencegahan dini
Hubungan Kecemasan Akademik Dengan Efikasi Diri Pada Mahasiswa Semester Akhir: Studi Cross-Sectional Kamila, Ami; Julianti, Dila; Awali, Dian Siti
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JKA.671

Abstract

Kecemasan akademik seringkali muncul pada mahasiswa yang berada pada fase penyelesaian studi dan dapat memengaruhi keyakinan diri dalam menghadapi tuntutan akademik. Efikasi diri didefinisikan sebagai kepercayaan seorang individu terhadap kapabilitasnya dalam menuntaskan tanggung jawab akademik secara efisien. Studi ini mengeksplorasi korelasi antara efikasi diri dan kecemasan akademik pada 193 mahasiswa tingkat akhir di sebuah Fakultas Kesehatan swasta di Bandung. Menggunakan desain kuantitatif korelasional potong lintang dengan teknik total sampling, data dikumpulkan melalui instrumen Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) serta The Academic Self-Efficacy Scale (TASES). Analisis data melalui uji Spearman mengungkapkan adanya hubungan negatif yang signifikan (r = -0,201; p = 0,005), di mana sebagian besar partisipan memiliki kecemasan ringan (68,4%) dan efikasi diri moderat (60,6%). Hasil ini mengindikasikan bahwa tingginya kecemasan berbanding terbalik dengan efikasi diri mahasiswa. Oleh karena itu, ketersediaan bantuan psikologis dan akademik dari institusi sangat krusial bagi mahasiswa di akhir masa studi mereka