cover
Contact Name
Mohamad Aprianto Paneo
Contact Email
apriyanto07@ung.ac.id
Phone
+6282292479459
Journal Mail Official
pharmsociety@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No. 06, Kota Tengah, Kota Gorontalo, 96128, Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society
ISSN : -     EISSN : 28295064     DOI : 10.37905/phar.soc.v2i3.20816
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society merupakan Jurnal yang dirilis oleh Jurusan Farmasi, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo. Pengembangan Jurnal ini bekerja sama dengan Organisasi Profesi Ikatan Apoteker Indonesia Provinsi Gorontalo Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society menerima publikasi dari dosen, mahasiswa dan semua kalangan yang terkait dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang kefarmasian dan bidang-bidang ilmu lainnya. Jurnal ini telah memiliki nomor e-ISSN 2829-5064 dan tentunya dengan kehadiran jurnal ini dapat membantu dalam menyebarluaskan ide-ide, kegiatan pengabdian, dan hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk menangani permasalahan ataupun problematika yang ada di masyrakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society berfokus pada : Pelayanan kepada masyarakat. Pelatihan (Training), Pemecahan masalah (Problem solving), dan Keterbaharuan teknologi tepat guna Pemberdayaan Masyarakat Peningkatan wilayah tertinggal/kurang maju Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2026)" : 17 Documents clear
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Perilaku Penggunaan Obat Tradisional Untuk Penyakit Lambung Pada Masyarakat Desa Kemurang Kulon Aziz, Zahwa Nabilla; Febriyanti, Rizki; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36230

Abstract

Pengobatan dengan obat tradisinal dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jika penggunaannya dilakukan dengan cara yang benar dan sesuai aturan yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan obat tradisional untuk penyakit lambung pada Masyarakat Desa Kemurang Kulon RT 05/RW 02. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang (cross sectional) menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah divalidasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling terhadap populasi sebanyak 445 responden dan diperoleh 82 responden yang memenuhi kriteria inklusi penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyrakat yang memenuhi tingkat pengetahuan baik (21%), tingkat pengetahuan  cukup (34%), dan tingkat pengetahuan kurang sebesar (37%). Sementara itu  hasil pada perilaku penggunaan yaitu, baik (16%), cukup (63%), dan (21%) kurang. Hasil uji statistik menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap perilaku penggunaan obat tradisional (p value = 0,209). Walaupun mayoritas masyarakat masih menunjukan tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan yang tergolong cukup, penelitian ini menegaskan pentingnya pemberian edukasi, pendampingan, dan sosialisasi yang berkelanjutan agar masyarakat dapat menggunakan obat tradisional secara tepat, aman, dan bertanggung jawab dalam upaya mengatasi keluhan penyakit lambung
Pemberdayaan Masyarakat Desa Buti Melalui Inovasi Produk Minuman Fungsional dari pangan Lokal Menuju Desa Bebas Stunting dan Mandiri Gizi Uno, Wiwit Zuriati; Pakaya, Mahdalena Sy; Hunawa, Rachmawaty D
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.34132

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di Desa Buti, Gorontalo, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Rendahnya literasi gizi, terbatasnya pemanfaatan pangan lokal, serta minimnya peluang usaha menjadi faktor utama penyebab. Metode yang digunakan pada Program Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) dilaksanakan melalui tiga tahap: (1) persiapan (survei awal, pendataan balita stunting, rekrutmen peserta), (2) pelaksanaan (edukasi gizi, pelatihan pembuatan minuman herbal berbahan jagung, jahe merah, sereh, dan lengkuas, serta uji organoleptik), dan (3) keberlanjutan (pendampingan kader PKK dan posyandu, distribusi leaflet, monitoring, serta publikasi hasil kegiatan). Hasil yang diperoleh dari Program ini meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat secara signifikan (skor post-test 82% dibandingkan pre-test 55%). Selain itu, tercipta prototipe minuman herbal fungsional yang disukai masyarakat, serta peningkatan kapasitas kader PKK dan posyandu sebagai agen edukasi gizi. Masyarakat juga memperoleh keterampilan baru dalam pengolahan pangan lokal. Kesimpulan: Program berhasil meningkatkan literasi gizi, mendorong pemanfaatan pangan lokal, serta membuka peluang usaha berbasis komunitas. Keberlanjutan program diharapkan melalui penguatan kelompok usaha desa, integrasi dengan kegiatan posyandu, serta dukungan pemerintah desa, sehingga Desa Buti dapat mewujudkan “Desa Bebas Stunting dan Mandiri Gizi.
Edukasi Pentingnya Pemahaman Obat Generik dan Obat Bermerek di Desa Merubung Perbatasan Indonesia-Malaysia Dewi, Rusmina Iswanti Kumala; Naurahpashani, Auryn Safwah; Keya, Aprianti; Ilham, Ilham; Utami, Meisha Luthfiatusshabrina; Ratri, Irma; Illma, Nur; Eliyana, Eliyana; Gita, Lora Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.35391

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai perbedaan antara obat generik dan obat bermerek menjadi salah satu alasan mengapa penggunaan obat generik masih rendah, terutama di daerah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Banyak orang berpikir bahwa obat generik kualitasnya lebih buruk dibandingkan obat bermerek, padahal keduanya sama-sama efektif dan aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga Desa Merubung, Kecamatan Tekarang, mengenai pentingnya memahami perbedaan antara obat generik dan bermerek. Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi partisipatif melalui penyuluhan interaktif menggunakan media visual berupa Power Point yang diikuti oleh 40 peserta. Untuk mengukur tingkat pemahaman peserta, dilakukan uji coba sebelum dan setelah penyuluhan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada nilai rata-rata peserta, yaitu dari 58,00 meningkat menjadi 93,25 setelah penyuluhan, yang menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap materi meningkat. Edukasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat secara rasional dan bijak. Kegiatan serupa diharapkan dapat berlanjut terus-menerus agar masyarakat di daerah perbatasan semakin memahami dan mandiri dalam penggunaan obat
Inovasi Kue Cup Brudel Fungsional : Formulasi Jahe, Kunyit, dan Ubi Ungu Sebagai Pangan Sehat Untuk Kesehatan Jantung dan Tulang Paneo, Mohamad Aprianto; Thomas, Nurain; Polamolo, Cristian; Lihawa, Karmila; Raji, Andre; Latif, Multiani S; Pomalango, Zulkifli B
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.34986

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk pangan fungsional melalui pembuatan kue cup brudel berbahan dasar kunyit, jahe, dan ubi ungu yang mendukung kesehatan jantung dan tulang. Tujuan utama dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan aspek produksi dan pemasaran digital pada UMKM Rumah Brudel li Ummu Azzam, serta memperkenalkan bahan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan konsumen. Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelatihan dalam proses produksi, pengelolaan bahan baku sehat, pembuatan SOP produksi, serta penerapan strategi pemasaran digital melalui platform media sosial. Selain itu, dilakukan uji coba pasar dengan melibatkan kelompok dewasa dan lansia untuk mengumpulkan feedback mengenai rasa dan manfaat produk. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek produksi, dengan 82% responden melaporkan peningkatan dalam kemampuan mengolah bahan fungsional dan efisiensi produksi. Di sisi pemasaran, 82% responden mengungkapkan peningkatan kemampuan dalam membuat konten promosi dan menggunakan platform digital secara lebih efektif. Produk ini juga mendapatkan penerimaan positif dari konsumen terkait cita rasa dan manfaat kesehatan, dengan jangkauan pemasaran yang lebih luas berkat strategi pemasaran digital yang diterapkan. Program ini berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan memperkuat pemasaran digital UMKM Rumah Brudel li Ummu Azzam. Inovasi produk kue cup brudel fungsional tidak hanya meningkatkan kualitas produk tetapi juga memperluas pasar, memberikan dampak positif terhadap kesehatan masyarakat, serta meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal dan digital.
Pengaruh Edukasi Terhadap Tingkat Pengetahuan Swamedikasi Batuk Pada Remaja Di Smk Bintang Persada Denpasar Listiani, Putu Ayu Ratih; Indraswari, Putu Ika Indah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.24913

Abstract

Pelaksanaan swamedikasi harus memenuhi kriteria penggunaan obat yang rasional, seperti ketepatan pemilihan obat, ketepatan dosis obat, tidak adanya efek samping dan interaksi obat. Namun pada praktiknya, swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pada pengobatan (medication error) karena   keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang obat dan penggunaannya. Kegiatan ini menggunakan metode eksperimental, dengan rancangan kegiatan one group pretest posttest yaitu kegiatan yang menggunakan satu kelompok subjek dan pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah pemberian edukasi oleh peneliti. Pada kegiatan ini digunakan instrumen kegiatan yang berupa kuesioner (pretest dan postest). Tujuan dari kegiatan PKM ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tentang edukasi swamedikasi batuk terhadap tingkat pengetahuan Siswa-siswi Jurusan Farmasi SMK Bintang Persada Denpasar. Penelitian ini menggunakan Kriteria inklusi, dimana subjek dapat mewakili responden yang memenuhi syarat sebagai sampel. Hasil pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan responden yang dapat diamati dari peningkatan skor responden dari hasil Post Test setelah diberikan edukasi pada seluruh indikator. Hal ini berarti para siswa-siswi sudah cukup tahu mengenai informasi swamedikasi batuk. Namun, setelah pemberian edukasi terjadi peningkatan pada semua responden. Dapat disimpulkan bahwa, Tingkat pengetahuan swamedikasi batuk Siswa-Siswi Kelas XII Farmasi A SMK Bintang Persada Denpasar sebelum diberikan edukasi terdapat 78,6% tingkat pengetahuan tergolong baik dan setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan Siswa-Siswi Kelas XII Farmasi A SMK Bintang Persada Denpasar mengalami peningkatan, sebanyak 100% tingkat pengetahuan tergolong baik.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Bagi Pelari Jarak Jauh Pada Komunitas Riot Gorontalo Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Suleman, Ibrahim; Sulistiani, Ita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36968

Abstract

Kegawatdaruratan medis seperti henti jantung mendadak dapat terjadi kapan saja, termasuk saat aktivitas olahraga. Pelari sebagai kelompok aktif berisiko menghadapi kondisi tersebut, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Tujuan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelari mengenai teknik Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada komunitas Running Is Our Therapy (RIOT) di Gorontalo, khususnya dalam penanganan henti jantung mendadak. Metode: Kegiatan edukasi dilaksanakan menggunakan metode kombinasi ceramah interaktif dan simulasi praktik Resusitasi Jantung Paru (RJP). Materi disampaikan secara komunikatif dengan dukungan media leaflet sebagai sarana penguatan informasi. Pengetahuan peserta diukur sebelum dan sesudah edukasi untuk melihat perubahan tingkat pemahaman. Hasil Pengabdian Sebelum intervensi, mayoritas pelari berada pada kategori pengetahuan cukup (56,4%), menunjukkan pemahaman dasar namun belum menguasai prosedur BHD secara optimal. Setelah diberikan edukasi, sebagian besar peserta mengalami peningkatan ke kategori pengetahuan baik (52,7%). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan teknis pelari terkait teknik BHD, terutama dalam penanganan kasus henti jantung mendadak. Metode ceramah yang interaktif serta simulasi langsung terbukti efektif meningkatkan kemampuan peserta.Kesimpulan: Edukasi BHD melalui kombinasi ceramah dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan komunitas pelari RIOT dalam menghadapi situasi darurat medis. Program ini memberikan kontribusi positif terhadap keselamatan olahraga dan diharapkan dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya keterampilan BHD
Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Bulawa Dalam Penggunaan Antibiotik Rasional Dengan Web Form Edukatif Abdulkadir, Widy Susanti; Keku, Indeks
Jurnal Pengabdian Masyarakat Farmasi : Pharmacare Society Vol 5, No 1 (2026)
Publisher : State University of Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/phar.soc.v5i1.36976

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan salah satu pemicu utama terjadinya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) yang berisiko menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan beban kesehatan masyarakat. Objektif pengabdian masyarakat ini adalah memperkuat literasi kesehatan digital masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait kebutuhan antibiotik berdasarkan gejala yang dialami. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, mengenai penggunaan antibiotik yang rasional serta menekan praktik swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Metode pengabdian dilakukan melalui edukasi berbasis digital health literacy dengan memanfaatkan web form edukatif berjudul “Apakah Gejala Saya Memerlukan Antibiotik?”. Web form dirancang sebagai instrumen penilaian mandiri yang mengarahkan responden untuk mengenali gejala, memahami indikasi penggunaan antibiotik, dan mempertimbangkan kapan perlu konsultasi ke tenaga kesehatan. Evaluasi efektivitas intervensi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah edukasi. Skor pengetahuan diklasifikasikan ke dalam kategori Kurang, Cukup, dan Baik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi. Pada pre-test, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan rendah (84,44%). Setelah edukasi melalui web form, distribusi tingkat pengetahuan bergeser, yaitu 44,44% responden berada pada kategori Baik dan 55% pada kategori Cukup, menandakan perbaikan pemahaman mengenai indikasi antibiotik dan risiko penggunaan tanpa resep. Simpulannya edukasi menggunakan web form berbasis literasi kesehatan digital terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang rasional dan berpotensi mengurangi swamedikasi antibiotik yang tidak tepat. Program ini berkontribusi pada upaya pengendalian AMR di Kabupaten Bone Bolango serta dapat direplikasi sebagai model edukasi kesehatan digital di wilayah lain dengan karakteristik serupa.

Page 2 of 2 | Total Record : 17