cover
Contact Name
Nohan
Contact Email
retii@itny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
retii@itny.ac.id
Editorial Address
https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
ISSN : 19075995     EISSN : -     DOI : -
Sub – Tema : Manajemen EBT (Energi Baru Terbarukan) & Energy Harvesting IOT Robotika Era Industry 4.0 Green Manufacturing Sains Terapan Berbasis Kecerdasan Teknologi Transportasi Cerdas & Ramah Lingkungan Rekayasa Material Maju & Teknologi Nano Teknologi Eksplorasi Mineral, Limbah & Lingkungan Sistem Peringatan Dini & Mitigasi Bencana Alam Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Teknologi Informasi & Komunikasi Berkesinambungan Berbasis Layanan Technology in Teaching Technology of Online Business Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia Pembangunan Masyarakat Madani Siap Era Industri 4.0 & Society 5.0 Perencanaan Wilayah Kota Berkelanjutan Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi & Perubahan Budaya Kerja Rekayasa Infrastruktur Berbasis Manajemen Resiko Bencana Proses Peer Review Editor akan menyerahkan tulisan yang telah diterima kepada tim redaksi untuk menentukan review bagi tulisan yang telah diterima. Pada dasarnya setiap tulisan akan direview oleh seorang ahli (mitra bestari) yang berkompeten di bidang yang menjadi fokus tulisan. Berdasar hasil review pertama, Editor akan menentukan prosedur lanjutan dari sebuah tulisan, diterima dengan perbaikan minor; diterima dengan perbaikan mayor, atau ditolak. Tulisan yang telah direview dan memerlukan perbaikan, akan segera dikirim kepada penulis melalui kontak yang tertera dalam tulisan. Selain substansi tulisan yang diatur dalam proses review, Redaksi juga berhak meminta perbaikan teknis, sebelum tulisan benar-benar diterbitkan. Waktu perbaikan harus memenuhi ketentuan seperti yang diberikan. Setelah proses perbaikan selesai, dan tulisan dinyatakan siap terbit, maka penulis juga harus menyerahkan pernyataan pengalihan hak cipta bagi distribusi tulisan kepada Redaksi Jurnal ReTII atau Penerbit. Semua tulisan yang masih dalam proses review, menjadi tanggung jawab redaksi dan redaksi akan bertanggung jawab terhadap kerahasiaan isi tulisan. Semua tulisan dan dokumen lain yang telah diserahkan kepada redaksi tidak akan dikembalikan
Articles 905 Documents
Perencanaan Sequence Penambangan Batubara pada Seam 16 Phase 2 di PT. KTC Coal Mining & Energy, Kec. Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur Ahmad Fauzan Haryono; Ari yanto; I Putu Eka Dimi Aprilianta
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan tahapan penambangan yang merupakan masalah kompleks dalam hal geometri tiga dimensi yang selalu berubah, maka dalam penulisan skripsi ini dilakukan penentuan pit limit, perancangan mine sequence atau tahapan penambangan sesuai toleransi stripping ratio yang direkomendasikan oleh perusahaan dan peralatan produksi yang akan digunakan agar didapat target produksi yang optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan software untuk merancang mine sequence dan metode blok model untuk menghitung volume.Hasil penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh cadangan tertambang 752.930 MT dan volume Over Burden (OB) sebesar 4.439.394 BCM dan Stripping Ratio (SR). Hasil rancangan tahapan penambangan per satu bulan, dimana pada tahapan 1 dengan volume OB 395.897 BCM dan Batubara 66.028 MT. Tahapan 2  dengan volume OB 394.818 BCM dan Batubara 63.931 MT. Tahapan 3 dengan volume OB 407.450 BCM dan Batubara 61.127 MT. Tahapan 4 dengan volume OB 467.433 BCM dan Batubara 63.933 MT. Tahapan 5 dengan volume OB 463.475 BCM dan Batubara 67.172 MT. Tahapan 6 dengan volume OB 503.794 BCM dan Batubara 63.918 MT. Tahapan 7 dengan volume OB 471.629 BCM dan Batubara 66.643 MT. Tahapan 8 dengan volume OB 481.518 BCM dan Batubara 64.118 MT. Tahapan 9 dengan volume OB 372.817 BCM dan Batubara 70.321 MT. Tahapan 10 dengan volume OB 238.467 BCM dan Batubara 64.645 MT. Tahapan 11 adalah yang terakhir dengan volume OB 242.096 BCM dan Batubara 101.193 MT.Kata Kunci: Tahapan Penambangan, Bulanan, Nisbah Pengupasan
Geologi Dan Karakteristik Sifat Fisik Batuan Beku Andesit di Desa Wonokerto Dan Sekitarnya, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah Hendrikus Alexander Wutun
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara administratif daerah penelitian terletak di daerah Wonokerrto dan sekitarnya Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah dan secara astronomis  terletak pada  7­­0 22’ 30” – 70 27’ 30”. Tujuan dari dilakukan pemetaan ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi mencakup aspek–aspek geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi, serta untuk mengetahui karakteristik sifat fisik batuan beku andesit. Metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini dibagi menjadi 4  bagian yakni pralapangan, pemetaan, analisis laboratorium, dan penyusunan draf. Secara fisiografis daerah penelitian termasuk ke dalam Zona Depresi serayu. Geomorfologi daerah penelitian terdiri atas 4 subsatuan geomorfik yaitu tubuh sungai (F1), dataran aluvial (F2), perbukitan bergelombang  lemah terdenudasi (D1), perbukitan bergelombang kuat terdenudasi (F2). Mempunyai pola pengaliran subdendritik dan trelis. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari 5 satuan, secara berurutan dari yang tua ke muda yaitu satuan batupasir, satuan tuf, satuan batulempung, satuan breksi andesit, dan endapan campuran. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian yaitu struktur Sesar Naik Kemiriombo yang berarah utara selatan, Sesar Mendatar Kanan Kemiriombo dam Sesar Mendatar Kiri Panawaren serta dijumpai juga adanya kekar. Dari pengujian maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik sifat fisik batuan beku andesit adalah sebagai berikut: uji kuat tekan 628,32 kg/cm2, keausan agregat 20,58%, berat jenis dan penyerapan air 1,303 %.Kata kunci: karakteristik sifat fisik, andesit, Wonokerto.
Kajian Teknis Kinerja Alat Bor Atlas Copco Dm50e pada Pengupasan Tanah Penutup di Pit L0-2 Pt. Leighton Contractors Indonesia MSJ Coal Mine Project Kalimantan Timur I Putu Eka Dimi Aprilianta
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengeboran yang dilakukan oleh PT. Leighton Contractor Indonesia pada Pit L-02 menggunakan satu alat bor Atlas Copco DM50E. Mata bor yang digunakan jenis tricone bit dengan tipe WLS40 berdiameter 77/8 inchi. Pola pengeboran yang digunakan merupakan pola pengeboran selang-seling (staggered pattern). Target produksi kegiatan pengeboran lapisan tanah penutup pada Pit L-02 adalah 1.250.000 BCM/bulan, namun pada kenyataannya produksi yang tercapai pada bulan April 2011 adalah sebesar 865.732 BCM. Produksi kegiatan pengeboran yang dicapai belum memenuhi target produksi yang diinginkan, maka dari itu dilakukan upaya untuk  meningkatkan produksi pengeboran dengan menekan waktu stand by alat bor sehingga alat bor mampu bekerja secara optimal. Penekanan waktu stand by menghasilkan peningkatan efisiensi kerja untuk alat bor yang bekerja di pit L0-2 dari 38,66 % menjadi 68,19 % pada musim kemarau dan 64,96 % pada musim hujan. Kemampuan produksi alat bor di pit L0-2 pun meningkat menjadi 1.350.637,2 BCM/bulan pada musim kemarau serta 1.286.656,8 BCM/bulan pada musim hujan. Maka kemampuan produksi mesin bor setelah adanya perbaikan waktu hambatan pada musim kemarau maupun musim hujan mampu memenuhi target produksi sebesar  1.250.000 BCM/bulan.Kata Kunci: pengeboran, produksi, alat bor
Evaluasi dan Optimasi Produksi Sucker Rod Pump Dengan Penggerak Tipe Hydraulic Pumping Unit di KSO Pertamina-EP Samudra Energy BWP Meruap Kabupaten Sarolangun-Jambi Ibnu Sopwan
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KSO Pertamina-EP Samudra Energy BWP Meruap terletak di Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Memiliki lapisan penghasil hidrokarbon yang termasuk dalam formasi Air Benakat bagian bawah. Secara umum mekanisme pendorong reservoir lapangan Meruap adalah solution gas drive atau gas terlarut, oleh sebab itu di lapangan Meruap, jumlah air yang terproduksi sangat sedikit dari sumur produksi, sedangkan jumlah gas yang terproduksi sangat besar. Sumur M-19 di produksi dengan menggunakan system pengangkatan buatan (artificial lift) sucker rod pump yang dikombinasikan dengan hydraulic pumping unit (HPU) pada peralatan di atas permukaan. Metode ini digunakan setelah dilakukan beberapa pertimbangan dan pengujian kemudian dianggap tepat untuk digunakan pada kondisi lapangan Meruap. Untuk efisiensi volumetris pompa yang masih belum optimum pada sumur M-19 menjadi latar belakang evaluasi dan optimasi pada sumur tersebut. Selain itu optimasi juga dimaksudkan untuk meningkatkan laju alir produksi pada sumur kajian. Evaluasi dilakukan dengan cara melakukan perhitungan efisiensi volumetris pompa kondisi terpasang serta kemampuan sumur berproduksi melalui perhitungan inflow performance relationship (IPR). Sedangkan optimasi untuk mendapatkan kombinasi parameter pompa yang optimum dilakukan dengan analisa nodal (pump intake curve). Setelah dilakukan optimasi pada sumur M-19, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi volumetris pompa dari yang sebelumnya sebesar 28,689% menjadi 41% dan juga perubahan laju alir produksi (Qt) dari yang sebelumnya sebesar 63,2 bpd menjadi 72.6 bpd. Dengan kombinasi parameter yang sebelumnya 7 SPM dan 90 inch SL menjadi 5 SPM dan 100 inch SL.Kata Kunci: artificial lift, efisiensi volumetris, produksi
Rencana Penataan Lahan Bekas Kolam Pengendapan Timah Di Pit Tb 1.42 Pemali PT.Timah (Persero) Tbk, Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ika Tri Novianti Siregar
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pit TB 1.42 Pemali merupakan salah satu tambang timah yang dimiliki oleh PT. Timah (Persero) Tbk. Pit ini terletak di Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung. Metode penambangan yang diterapkan adalah Open Pit.Pada saat penambangan berakhir, perusahaan akan mereklamasi lahan tambang yang bertujuan untuk mengembalikan kondisi lingkungan sesuai dengan fungsinya. Salah satu fasilitas tambang yang perlu dilakukan reklamasi yaitu kolam pengendapan. Kolam pengendapan digunakan sebagai tempat pembuangan tailing sisa hasil dari pengolahan timah, sehingga ketika penambangan berakhir, maka daerah tersebut akan meninggalkan cekungan-cekungan yang harus segera direklamasi.          Luas kolam pengendapan adalah 23,85 Ha dan disiapkan sebagai lahan revegetasi. Material timbunan yang digunakan berasal dari disposal area dengan jumlah sebanyak 1.100.776,107 m³. Alat berat yang digunakan untuk melakukan pemindahan material tersebut adalah 2 unit excavator backhoe tipe PC 300-7 merk Komatsu, 5 unit dump truck merk Terex TA400, dan 1 unit bulldozer D85ESS-2. Waktu yang dibutuhkan untuk penimbunan adalah 29 bulan 2 hari.Sistem penataan tanah pucuk yang akan digunakan adalah sistem pot/lubang tanam. Alat yang digunakan untuk menggali lubang tanam adalah 1 unit excavator backhoe merk Komatsu PC200-LC6. Dimensi pot/lubang tanam adalah panjang 1,5 m, lebar penampang atas 1 m, lebar penampang bawah 0,5 m, dan kedalaman lubang 1 m. Dengan dimensi lubang tersebut, jarak tanam 4x4 m, serta jumlah lubang pot sebanyak 14.907 buah, maka tanah pucuk yang dibutuhkan sebanyak 13.043,625 m3. Waktu pembuatan lubang pot selama 9 hari 8 jam, sedangkan untuk pengisian tanah pucuk selama 11 hari 8 jam.Tanaman yang dipilih untuk kegiatan revegatasi adalah pohon sengon (Paraserienthes Falcataria). Pemilihan tanaman ini berdasarkan kesesuaian kondisi lahan reklamasi dengan syarat tumbuh tanaman Sengon. Kegiatan penanaman akan dilakukan oleh tenaga manusia dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan penanaman adalah 7 hari 6 jam. Untuk mendukung kestabilan lahan reklamasi terhadap erosi, maka akan dirancang saluran pengendali erosi. Dimensi saluran tersebut adalah kedalaman saluran 1,63 m, lebar dasar saluran 1,87 m, panjang sisi saluran 1,88 m, lebar permukaan aliran 3,76 m, dan kemiringan dinding saluran 60º.            Kata Kunci: Penataan Lahan, Penataan Tanah Penutup, Penataan Tanah Pucuk, Saluran Pengendali Erosi
Interpretasi Lapisan Akuifer Air Tanah Menggunakan Metode Geolistrik Di Kampung Horna Baru Dan Kampung Muturi Distrik Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat Karmila Laitupa
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang dimanfaatkan dalam eksplorasi dangkal. Prinsip kerja metode geolistrik adalah mempelajari aliran listrik di dalam bumi dan cara mendeteksinya di permukaan bumi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan lapisan pembawa air, letak dan kedalaman serta jenis akuifer air tanah Kampung Horna Baru dan Kampung Muturi Distrik Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat dengan metode tahanan jenis (Resistivity). Metode tahanan jenis didasari oleh hukum Ohm, bertujuan mengetahui jenis pelapisan batuan didasarkan pada distribusi nilai resistivitas pada tiap lapisan. Data hasil pengukuran di lapangan berupa beda potensial dan kuat arus dapat digunakan untuk menghitung harga resistivitas semu. Setelah diperoleh harga resistivitas semu kemudian  dimasukkan ke software res2dinv, serta data spasi elektroda dan data datum poin untuk mengetahui nilai resistivitas, RMSE dan kedalaman tiap lapisan dengan model 2D secara vetikal melalui proses inversi. Hasil penelitian geolistrik menunjukkan bahwa akuifer air tanah di Kampung Horna Baru dan Kampung Muturi Distrik Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni, memiliki resistivitas yang bervariasi yaitu berkisar dari 0.183 Ohm.meter – 3714 Ohm.meter. Pada lintasan 2, 3, 5 dan 6 di Kampung Horna Baru pada kedalaman 4.3 – 27.1 m. Sedangkan di Kampung Muturi pada lintasan 8 dan 9  dengan kedalaman 13.1 - 27.1 m.Kata kunci : Geolistrik, Schlumberger,  Res2dinv, Akuifer, Air Tanah
Rancangan Sistem Penirisan Tambang Batubara Pit 1 Blok Timur PT. Karya Putra Borneo Site Batuah Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Muhammad Naufal Fuadi
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Pit 1 blok timur yang merupakan salah satu lokasi penambangan milik PT. Karya Putra Borneo. Perusahaan ini terletak di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Metode Penelitian yang dilakukan dengan cara survei dan observasi. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengeluarkan air yang masuk ke dalam tambang sehingga tidak mengganggu proses penambangan Pit 1 blok timur periode 2015. Dilakukan penelitian ini untuk merencanakan bentuk, dimensi dan kapasitas sump dan settling pond serta jumlah pompa yang digunakan untuk mengeluarkan air dari lokasi penambangan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan jumlah pompa yang digunakan pada sump serta untuk mengetahui dimensi settling pond dan jadwal pengerukan pada settling pond.Kata Kunci: debit air, pompa, sump, settling pond.
Analisis Pengaruh Penyanggaan Pada Deformasi Terowongan Di Batuan Lemah Pada Pembangunan Double Terowongan Jalur Tol Cisumdawu (Cileunyi – Sumedang – Dawuan), Jawa Barat Nurmaya Putri Ira; Singgih Saptono
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Double Terowongan pada pembangunan jalan tol CISUMDAWU (Cileunyi – Sumedang – Dawuan) yang dimulai pada Juli 2017 dan ditargetkan selesai pada Deesember 2018 ini memiliki panjang 472 meter dengan diameter 14 meter. Lokasi pembangunan terowongan ini berada di kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Penggalian pada terowongan ini menggunakan dua metode, yaitu Cut and cover (untuk bagian kiri) dan NATM (untuk bagian kanan). Penggalian terowongan menggunakan alat bantu seperti excavator dan dozer dikarenakan kondisi batuan lapuk. Dari hasil Pemantauan dilapangan dengan bantuan alat Total Station dan convergen didapat deformasi akibat pengaruh massa batuan sebesar 5mm. Dari hasil perhitungan secara analitik didapatkan besarnya deformasi terkecil pada pembuatan terowongan untuk dengan penyanggaan steel rib sebesar 2.1826 mm dan shotcrete 2.1219 mm sedangkan nilai deformasi terbesar untuk steel rib sebesar 2.1219 mm dan shotcrete 159.3114 mm. Sedangkan untuk nilai zona plastis terkecil dari terowongan dengan penyangga steel rib 4.5051 mm dan shotcrete 4.4729 mm, untuk nilai zona plastis terbesar dari penyangga steel rib 113.5986 mm dan shotcrete 111.9032 mm. Kata kunci: Deformasi, weak rock, CISUMDAWU
Geologi dan Estimasi Sumberdaya dengan Metode Ordinary Kriging pada Endapan Bauksit di Kecamatan Anjongan dan Toho, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Rustam
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mempawah merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi endapan bauksit di Indonesia. Daerah ini diperkirakan mengikuti jalur penyebaran busur laterit di Kalimantan Barat. Endapan bauksit terbentuk sebagai hasil dari pelapukan batuan yang kaya alumina dengan komposisi utama berupa mineral aluminium hidroksida seperti gibsit, buhmit dan diaspor. Secara umum profil endapan bauksit terdiri atas zona tanah penutup, zona bauksit dan zona batuan dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi di daerah penelitian melalui pemetaan geologi permukaan dan mengestimasi sumberdaya endapan bauksit serta sebaran kadarnya dengan metode penaksiran ordinary kriging. Hasil analisis petrografi terhadap 18 sampel batuan menunjukkan bahwa daerah penelitian disusun oleh batuan beku plutonik yang meliputi granit, granodiorit dan monzodiorit kuarsa dengan komposisi mineral secara umum terdiri dari kuarsa, plagioklas, k-feldspar, biotit, hornblende dan mineral opak. Hasil integrasi terhadap interpretasi peta topografi yang dihasilkan dari citra LIDAR, pemetaan geologi dan analisis petrografi, maka satuan stratigrafi yang menempati daerah penelitian dapat dibagi menjadi tiga satuan yaitu satuan granit Mensibau, satuan granodiorit Mensibau dan endapan aluvial. Berdasarkan data eksplorasi sumur uji, dilakukan pemodelan variogram untuk menghasilkan parameter elipsoid anisotropi yang akan digunakan dalam estimasi. Analisis data variogram dengan model spherical diperoleh nilai nugget 0; sill 1,00; range mayor 432,74 m; range semi-mayor 146,99 m; range minor 48,10 m; bearing 150°; plunge 0°; dip -10°; rasio mayor-semi mayor 2,94; dan rasio mayor-minor 9,00. Hasil perhitungan sumberdaya tonase alumina pada block model ukuran (6,25 x 6,25 x 2) m dengan batasan kadar 35% Al2O3 dan densitas 1,7 ton/m3 setelah dilakukan estimasi kriging adalah sebesar 817.859 ton, dengan arah penyebaran barat laut – tenggara.Kata Kunci : eksplorasi, laterit, alumina, geostatistik, variogram
Timbulan Limbah Bahan Berbahaya & Beracun dari Aktivitas Eksplorasi & Eksploitasi Migas PT A Thatit Anantha Kusuma; Silky Amanda Yuniar
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-12 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan lingkungan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang saat ini telah menjadi isu global. Salah satu industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran dan kerusakan lingkungan adalah industri minyak dan gas bumi. Beberapa hasil dari kegiatan industri minyak dan gas bumi yang memiliki potensi menimbulkan kerusakan yaitu salah satunya pada limbah bahan berbahaya dan beracun. Perusahaan A yang termasuk salah satu industri minyak dan gas bumi mempunyai sistem pengelolaan limbah B3 yang cukup baik. Berdasarkan hasil pemantauan neraca limbah B3 tahun 2016 dari kuartal 1 hingga kuartal 4, total kuantitas limbah B3 yang dihasilkan yaitu sebesar 128 drum (kuartal 1), 70 drum (kuartal 2), 99 drum (kuartal 3), dan 79 drum (kuartal 4).Pada tahun 2017 kuantitas limbah B3 masuk terdiri dari kuartal 1 dan kuartal 2. Kuantitas limbah B3 yang dihasilkan yaitu sebesar 158 drum (kuartal 1), dan 28 drum (kuartal 2). Karakteristik limbah B3 yang dihasilkan oleh perusahaan A dominan bersifat beracun. Hal tersebut dilihat dari mayoritas limbah B3 yang dihasilkan oleh PT A pada timbulan limbah B3 yang dihasilkan di lokasi B di PT A dan sebagian limbah B3 yang dihasilkan lebih banyak berasal dari bahan-bahan kimia yang beracun dan bahan-bahan yang telah terkontaminasi. Pada kuantitas limbah B3 masuk tahun 2016 timbulan dari jenis limbah B3 yang dihasilkan oleh perusahaan A yaitu dominan berasal dari aktivitas maintenance. Pada tahun 2017 kuantitas limbah B3 masuk juga dominan berasal dari aktivitas maintenance walaupun tidak sebanyak di tahun 2016 apabila dibandingkan pada kuartal 1 dan kuartal 2. Pada kuartal 1 tahun 2017 jenis limbah B3 yang dominan yaitu liquid waste. Terdapat lonjakan di jenis limbah B3 liquid waste tersebut terjadi karena pada awal bulan 2017 terdapat kegiatan warehouse (tempat penyimpanan sementara/pergudangan) yang berada di lokasi B dan merupakan pusat dari warehouse perusahaan A.Kata Kunci: Limbah B3, eksploitasi migas, kuantitas limbah B3, karakteristik limbah B3.