cover
Contact Name
Nanda Novziransyah
Contact Email
jurnal.ibnunafis@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281397312555
Journal Mail Official
jurnal.ibnunafis@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jl. STM no.77 Kelurahaan Suka Maju Kecamatan Medan Johor Medan 20146 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis
ISSN : 22526870     EISSN : 26139359     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnunafis
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan yaitu pada bulan Juni dan Desember yang menerima dan menerbitkan artikel penelitian, tinjauan pustaka dan laporan kasus di bidang kedokteran dan kesehatan. Jurnal ini terbit pertama sekali pada bulan Juni 2012. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan metode double blind peer review. Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan di bidang kedokteran, terutama kedokteran klinis.
Articles 128 Documents
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA TENAGA KESEHATAN DI RSU ROYAL PRIMA MARELAN: THE RELATIONSHIP OF RESILIENCE WITH WORK PRODUCTIVITY OF HEALTH PERSONNEL AT ROYAL PRIMA MARELAN RSU Simanjuntak, Wiwi April Yanti; Hartono; Hulu, Victor Trismanjaya
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.647

Abstract

Resiliensi memiliki kompetensi personal, dan percaya terhadap diri sendiri, hal ini akan membuat karyawan menganggap suatu pekerjaan adalah hal yang sangat penting dan tidak akan merasa khawatir akan kelangsungan pekerjaannya dan tidak akan mempengaruhi produktivitasnya dalam melakukan yang sudah menjadi tugasnya. di masa yang akan datang. Jenis penelitian ini melalui pendekatannya penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan metode analitik. Populasi dalam penelitian adalah keseluruhan dari karyawan tenaga kesehatan di RSU Royal Marelan yang berjumlah 244 orang dan teknik pengambilan sampel proporsi binomunal yang berjumlah 33 orang. Hasil penelitian ini adalah Resiliensi (p-value = 0.359) tidak mempunyai hubungan dengan Produktivitas Kerja Tenaga Kesehatan di RSU Royal Prima Marelan Tahun 2023.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN PADA PEKERJA LAUNDRY TENTANG DERMATITIS KONTAK: FACTORS ASSOCIATED WITH LAUNDRY WORKERS' KNOWLEDGE OF CONTACT DERMATITIS Rahayu, Lydia Ernawati
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i1.648

Abstract

Dermatitis kontak akibat kerja yang merupakan suatu keadaan kulit yang di sebabkan oleh paparan yang berhubungan dengan pekerjaan. Hal ini terjadi pada pekerja yang terpapar pada bahan-bahan iritatif, alergenik, atau faktor fisik khusus di tempat kerja. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan terhadap dermatitis kontak pada pekerja laundry di jalan Karya Jaya Medan Johor Tahun 2019. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional. Subyek penelitian berjumlah 40 responden, dengan tehnik total sampling. Data tersebut di analisis dengan uji chi square. Penelitian ini menunjukkan dari 40 responden, 14 responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (35%), 24 responden memiliki tingkat pengetahuan cukup (60%), 2 responden memiliki tingkat pengetahuan baik (5%). Hasil analisa statistik di dapatkan pendidikan (p=0,022) memiliki hubungan yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan pekerja laundry. Sedangkan jenis kelamin (p=0.266), usia (p=0.683), lama kerja (p=0.633) tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap tingkat pengetahuan pekerja laundry. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan memiliki hubungan yang bermakna dengan tingkat pengetahuan tentang dermatitis. Perlu ada upaya meningkatkan pengetahuan pekerja tentang dermatitis kontak dengan meningkatkan kesadaran pekerja untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
RISIKO GANGGUAN PERNAFASAN PADA PEKERJA BARBER SHOP: RISK FACTOR OF RESPIRATORY DISORDERS IN BARBER SHOP WORKERS Agustiawan; Wasita, Rai Riska Resty
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i1.650

Abstract

Bahaya di lingkungan kerja dapat dibagi menjadi tiga kategori, antara lain bahaya kesehatan, keselamatan serta lingkungan. Bahaya kesehatan merupakan semua segala aktivitas yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit dalam semua pekerja. Penata rambut secara signifikan mengalami peningkatan risiko gejala pernapasan, seperti batuk, mengi, sesak napas, dan sesak di dada, serta penurunan VC, FVC, dan FEV1 secara signifikan. Pendekatan umum untuk penyakit akibat kerja adalah relokasi pekerja ke lingkungan kerja yang lebih sehat. Namun, tidak mungkin industri tata rambut mampu memberdayakan pekerja dengan alternatif penempatan yang berarti di semua wilayah baik di negara berpenghasilan tinggi maupun rendah. Upaya untuk mengganti produk yang mengandung berbagai zat berbahaya dengan produk yang tidak terlalu berbahaya harus diprioritaskan. Pemilihan alat pelindung diri untuk mencegah dan melindungi tubuh dari paparan inhalan harus memenuhi syarat mampu melindungi tubuh dari inhalasi zat / material, tidak mudah rusak, ringan dan tidak membatasi gerak atau menimbulkan rasa tidak nyaman, serta mudah dibersihkan.
FAKTOR RISIKO ACUTE KIDNEY INJURY (AKI) PADA PASIEN DENGAN KEGANASAN: RISK FACTORS FOR ACUTE KIDNEY INJURY (AKI) IN PATIENTS WITH MALIGNANCY Agustiawan; Mastari, Ekawaty Suryani; Anggraini , Tivalen Dwirara; Saragih, Ulfah Octavia
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.662

Abstract

Acute kidney injury (AKI) merupakan kondisi dimana seseorang mengalami penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba (<48 jam). Mereka dengan AKI mengalami peningkatan kadar serum kreatinin >0.3 mg/dl, kenaikan presentasi kreatinin serum ≥50% (1,5 kali dari nilai awal/normal), atau penurunan urine output. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa AKI merupakan komplikasi umum dari kanker, dimana hampir separuh pasien neoplastik mengalami AKI selama perjalanan penyakit mereka. Hal ini tentunya berdampak besar pada prognosis keseluruhan, lama rawat inap, dan biaya pengobatan. Kejadian AKI pada pasien kanker merupakan hal yang umum, dimana AKI seringkali ditemukan dalam perjalanan penyakit pasien dengan keganasan. AKI dapat disebabkan oleh karena faktor pasien, tumor, maupun pengobatan. Pencegahan dan antisipasi harus dilakukan untuk meningkatkan luaran pasien.
PENGGUNAAN KEMBALI (REUSE) ALAT SEKALI PAKAI DI LABORATORIUM KATETERISASI JANTUNG: SUATU PANDUAN PRAKTIS: REUSE OF SINGLE-USE DEVICES IN THE CARDIAC CATHETERIZATION LABORATORY: A PRACTICAL GUIDE Laksono, Sidhi
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.674

Abstract

Penyakit kardiovaskuler semakin meningkat seiring waktu dan menjadi beban layanan kesehatan dunia terutama biaya belanja alat sekali pakai (Single Use Device, SUD). SUD adalah perangkat medis yang direkomendasikan untuk digunakan satu kali (yaitu hanya pada satu pasien untuk satu prosedur). Penggunaan kembali SUD di laboratorium kateterisasi jantung diperlukan dalam hal penghematan dan efisiensi biaya. SUD pada laboratorium kateterisasi jantung dapat berupa alat habis pakai kateter angiografi dan intervensi koroner, elektrofisiologi dan alat pacu jantung. Penggunaan kembali SUD membutuhkan sterilisasi yang baik untuk mencegah infeksi dan morfologi bentuk serta integritas dari SUD tersebut. Beberapa protokol sterilisasi dapat digunakan untuk mensterilisasi SUD ini jika akan digunakan kembali. Selain itu, perlu diperhatikan mengenai etik dan hukum dalam penggunaan kembali SUD ini.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI SMAS AL-MANAR MEDAN JOHOR: THE RELATIONSHIP BETWEEN PROTEIN INTAKE AND BLOOD PRESSURE IN ADOLESCENTS IN SMAS AL-MEDAN JOHOR Mohammad Atha Nabil; Lestari, Ira Cinta
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.702

Abstract

Asupan protein berperan penting untuk pertumbuhan pada masa remaja. Asupan protein yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status protein kurang atau lebih pada remaja, status asupan gizi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai gangguan terutama gangguan sirkulasi tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor. Penelitian bersifat analitik cross sectional. Jumlah sampel penelitian 45 orang yang diambil menggunakan metode non-probability sampling. Data terkumpul merupakan data primer hasil kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Sommers’d. Hasil penelitian dari 45 sampel berjenis kelamin laki-laki dengan asupan protein kurang dari angka kecukupan gizi (15,6%), asupan protein besar atau sama dengan angka kecukupan gizi (84,4%), tekanan darah hipotensi (8,9%), tekanan darah normal (75,6%), tekanan darah hipertensi (15,6%). Hasil uji korelasi didapati p value = 0,005 (p<0,05) dan r=-0,248 dengan kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor.
DETERMINAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PESERTA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI RSUD DR DJOELHAM BINJAI: DETERMINANTS OF INPATIENT SATISFACTION AMONG NATIONAL HEALTH INSURANCE PARTICIPANTS AT RSUD DR. DJOELHAM BINJAI Sitepu, Dovi Camela; Lubis, Ichwan Alamsyah
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.713

Abstract

Kepuasan dimulai dengan penerimaan pasien yang pertama kali datang hingga mereka meninggalkan rumah sakit. Fluktuasi jumlah pasien rawat inap dari menunjukkan bahwa terdapat masalah dalam kepuasan pasien karena penambahan jumlah pasien JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) di Binjai tidak sejalan dengan jumlah pasien di RSUD Dr. Djoelham, Binjai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh determinan sosiodemografi pasien serta kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap peserta JKN di RSUD Dr. Djoelham, Binjai. Penelitian menggunakan metode survei dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian adalah 112 pasien JKN yang menggunakan layanan kesehatan di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Djoelham diambil dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perawatan, kehandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati berpengaruh terhadap ketidakpuasan pasien, Variabel yang memiliki pengaruh paling dominan adalah daya tanggap. Daya tanggap merupakan indikator kesigapan Rumah Sakit dalam menangani keluhan pasien, tanggapan dari Rumah Sakit terhadap saran dari para pasien, responden kecepatan dari Rumah Sakit untuk memuaskan setiap keinginan pasien.
HUBUNGAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT BAGIAN ATAS DENGAN OTITIS MEDIA AKUT PADA ANAK: RELATIONSHIP TO ACUTE UPPER RESPIRATORY TRACT INFECTIONS WITH ACUTE OTITIS MEDIA IN CHILDREN Simbolon, Aditiya Yuda Perkasa Alam; Novasyra, Aulia
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.714

Abstract

Otitis media akut (OMA) merupakan penyakit kedua tersering pada masa kanak-kanak setelah infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA) bagian atas. Prevalensi OMA di setiap negara bervariasi, berkisar antara 2,3 - 20%. OMA berhubungan dengan ISPA bagian atas, dimana 94% pasien penderita ISPA bagian atas akan menjadi OMA. Satu dari tiga anak yang terserang ISPA bagian atas akan mengalami OMA setelahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan ISPA bagian atas sebagai faktor predisposisi terjadinya OMA. Penelitian ini menggunakan studi observasi dalam bentuk analitik dengan desain potong lintang. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara non probability consecutive sampling. Penderita ISPA bagian atas dan non ISPA bagian atas yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi akan dinilai hubungnnya dengan kejadian OMA. Dari 42 orang subjek yang mengalami ISPA bagian atas terdapat 31 orang (73,8%) dengan OMA, sementara itu dari 42 orang subjek tanpa ISPA bagian atas terdapat 7 orang (16,7%) dengan OMA. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara ISPA bagian atas dan OMA (p<0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan antara ISPA bagian atas dan OMA pada anak.
DERAJAT KEPERCAYAAN DIRI DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN REMAJA AKHIR MENGIKUTI PROGRAM TERAPI ACNE VULGARIS: DEGREE OF SELF-CONFIDENCE IN TERMS OF LATE ADOLESCENTS' PARTICIPATION IN ACNE VULGARIS THERAPY PROGRAM Khoiril Perdana; Maulina Ozar, Bania; Meher, Cashtry; Utami, Nurul
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.672

Abstract

Perkembangan masa remaja menuju masa dewasa awal merupakan masa transisi yang akan menyebabkan berbagai perubahan hormonal, fisik, psikologis dan sosial. Pembentukan akne vulgaris pada remaja, penyebab utamanya adalah faktor usia. Dari segi usia, akne vulgaris paling sering ditemukan pada pasien yang berusia 11-30 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat kepercayaan diri ditinjau dari keikutsertaan remaja akhir dalam program terapi akne vulgaris. Penelitian kuantitatif komparatif ini melibatkan 40 remaja akhir yang didiagnosis akne vulgaris oleh dokter di Klinik Atlantis dan Klinik Kecantikan Ariana Audy Beauty Center pada bulan Juni 2022 hingga Februari 2023. Untuk mendapatkan data yang relevan mengenai tingkat kepercayaan diri, digunakan skala kepercayaan diri. Data dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan diri pada remaja akhir yang pernah mengikuti program terapi akne vulgaris berbeda secara signifikan dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja yang tidak pernah mengikuti program terapi akne vulgaris
GANGGUAN SISTEM ORGAN PADA PASIEN DENGAN EXPANDED DENGUE SYNDROME: ORGAN SYSTEM DISORDERS IN PATIENTS WITH EXPANDED DENGUE SYNDROME Veronica, Raja Merlinda; Agustiawan; Zulfikar, Deza Harati; Kaonang, Mahardika Putri; Syahadatina
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.682

Abstract

Dengue merupakan salah satu penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes dan penyebab utama penyakit virus yang ditularkan melalui arthropoda. Infeksi dengue dapat bermanifestasi sebagai demam dengue, demam berdarah dengue, dan syok dengue. Expanded dengue syndrome (EDS) merupakan terminologi yang dikembangkan dalam pedoman WHO tahun 2012. Manifestasi yang tidak biasa ini seringkali dikaitkan dengan koinfeksi, komorbiditas, atau komplikasi syok yang berkepanjangan dan dapat dikaitkan dengan EDS. Manifestasi yang tidak biasa mungkin tidak dilaporkan atau tidak dikenali atau tidak terkait dengan demam berdarah. Namun, penilaian klinis yang tepat harus dilakukan untuk penatalaksanaan yang tepat, dan pemeriksaan kausal harus dilakukan. Pasien pada umumnya mengalami manifestasi gastrointestinal, jantung dan neurologis yang seringkali berakibat fatal. Pengetahuan tentang EDS membantu menegakkan diagnosis dan memberikan pengobatan yang tepat untuk demam berdarah dengan manifestasi yang tidak biasa.

Page 9 of 13 | Total Record : 128