cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 58 Documents
PEMAHAMAN KECERDASAN BERDASARKAN AMSAL 1:4-6 TERHADAP PRESTASI MENGAJAR GURU SEKOLAH MINGGU DI GEREJA KRISTEN PROTESTAN EKLESIA MENTAWAI Erni Lase
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.32

Abstract

Kecerdasan adalah suatu kemampuan yang digunakan untuk belajar, menyelesaikan masalah, dan menciptakan segala sesuatu yang bermanfaat bagi manusia. Kecerdasan sebenarnya tidak hanya dapat diukur dengan skor tes standar saja, namun lebih kepada kemampuan manusia dalam menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah Pertama, untuk mengetahui bagaimanakah analisis  kecerdasan guru sekolah minggu berdasarkan    Amsal 1:4-6? Kedua, untuk mengetahui bagaimana prestasi guru sekolah minggu? Metode yang digunakan yaitu literatur rivew yang merupakan motode yang sistematis dalam melakukan identifikasi, evaluasi terhadap hasil penelitian dan pemikiran. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa: pertama, kecerdasan guru sekolah minggu berdasarkan Amsal 1:4-6 memiliki aspek utama yaitu berpengetahuan, bijaksana, dan berpengertian; kedua, Prestasi mengajar guru merupakan titik pencapaian seorang pendidik dalam memberikan materi kepada peserta didik yang dilakukan melalui cara mengajar, melatih, mendidik, dan membimbing. Guru yang berprestasi akan mampu menyampaikan pengetahuannya kepada siswa, mampu menciptakan kondisi yang nyaman, mampu menyelesaikan permasalahan peserta didik.
Kompetensi dan Kecerdasan Dosen Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Muner Daliman
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.33

Abstract

Kompetensi dan kecerdasan merupakan dua bagian penting dalam lembaga pendidikan. Namun para peneliti, secara khusus di Indonesia masih belum menggabungkan dua bagian tersebut untuk melihat pengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk menemukan peranan kompetensi dan kecerdasan dosen dalam upaya peningkatan kualitas karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah kompetensi dan kecerdasan, berfungsi untuk menjadikan generasi yang terarah, dan memiliki karakter yang baik
PERENCANAAN MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM UPAYA PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK Darwis Lodowich Laana
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v3i2.34

Abstract

Manajemen yang baik sangat dibutuhkan bagi lembaga pendidikan, secara khusus bagi pembentukan  karakter sebagai suatu pengembangan untuk membentuk nilai-nilai karakter, nilai akhlak, moral dan perilaku yang baik terhadap peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan peran manajemen pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik di lembaga pendidikan. Metode kajian literatur digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi inti dari peran manajemen dalam pembentukan karakter. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa itu manajemen pendikan  dan bagaimana peran manajemen pendidikan bagi pembentukan karakter. Hasil penelitian menunjukan bahwa, merupakan serangkaian aktivitas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang bertujuan untuk mencapai tujuan organisasi dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya; dan peran manajemen pendidikan manajemen pendidikan memiliki tugas-tugas khusus yang dapat dilakukan melalui empat strategi alternatif. Pertama, menyatukan konten pendidikan karakter ke dalam semua mata pelajaran; kedua, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam aktivitas sehari-hari di sekolah; ketiga, mengintegrasikan pendidikan karakter ke dalam aktivitas yang diprogramkan atau direncanakan; keempat, membangun komunikasi dan kerjasama yang erat antara sekolah dan orang tua siswa
KOMITMEN MELAYANI BERDASARKAN YOSUA 24:1-28 SEBAGAI MODEL PEMBELAJARAN KEDEWASAAN ROHANI HAMBA TUHAN GEREJA Resa Junias C. P; GP Harianto; Sonny Herens Umboh
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v3i2.35

Abstract

Komitmen menjadi pelayan Tuhan berarti mengikat perjanjian secara mati kepada Tuhan. Penelitian ini menjawab pertanyaan: bagaimanakah komitmen melayani berdasarkan Yosua 24:1-28 sebagai model kedewasaan rohani hamba Tuhan di Gereja? Penelitian studi kepustakaan ini, menghasilkan: (1) Komitmen melayani adalah perjanjian seseorang dengan Tuhan untuk menyerahlan dirinya sepanjang hidup untuk mengabdi kepada tuannya, adalah Tuhan itu sendiri.  (2) Nilai-nilai Komitmen berdasarkan Yosua 24:1-28 adalah: takut akan TUHAN!”, beribadah kepada TUHAN!”,  mencondongkan hati kepada TUHAN, dan mendengarkan firman-Nya.  (3) Pembelajaran Komitmen Melayani berdasarkan Yosua 24:1-28 sebagai Model Kedewasaan Rohani Hamba Tuhan Gereja: (1) Pembelajaran Komitmen takut akan Tuhan sebagai Model Hamba Tuhan Gereja, (2) Pembelajaran Komitmen beribadah kepada Tuhan sebagai Model Hamba Tuhan Gereja, (3) Pembelajaran Komitmen untuk mencondongkan hati kepada Tuhan sebagai Model Hamba Tuhan Gereja, dan (4) Pembelajaran Komitmen untuk mendengarkan firman-Nya  sebagai Model Hamba Tuhan Gereja.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MENINGKATKAN INTEGRITAS BERBANGSA BAGI GENERASI EMAS PADA ERA MILENIALISME Desire Karo Karo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v3i1.29

Abstract

Tujuan pendidikan adalah untuk menumbuhkan fondasi kekuatan manusia agar berkarakter dan mampu menjalani kehidupan yang baik. Pendidikan karakter adalah penerapan nilai-nilai moral atau agama kepada peserta didik di lingkungan sekolah melalui ilmu pengetahuan, dan juga merupakan penerapan nilai-nilai positif kepada diri sendiri, kepada teman, kepada guru dan kepada lingkungan sekitar atau Tuhan Yang Maha Esa. Masa depan bangsa dan negara ini adalah milik generasi muda. Oleh karena itu, suatu bangsa akan maju ketika ada generasi dewasa untuk mempersiapkan generasi muda yang lebih cerdas dari sebelumnya. Generasi dengan kepribadian “Generasi emas” memiliki keterampilan, kepribadian, gaya hidup, dan tingkat percaya diri. Keterampilan penuh, kepribadian kuat, kecerdasan tinggi dan daya saing juga diharapkan dari generasi emas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya pendidikan karakter dalam meningkatkan integritas negara-bangsa untuk generasi emas. Studi saat ini dilakukan secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dan data diperoleh.
KEKUDUSAN BERDASARKAN IBRANI 12:12-17 SERTA PEMULIHAN AKAR KEPAHITAN DIANTARA JEMAAT Ferdianus Delo; Amanda Shalomita
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i1.36

Abstract

Memahami betapa pentingnya hidup kudus dihadapan Tuhan merupakan pemikiran yang telah mendapatkan pencerahan oleh Firman Tuhan, diperlukan komitmen untuk melakukan kehendakNya. Namun, satu hal yang merupakan musuh kesucian yang sering dianggap remeh, yaitu akar pahit. Akar kepahitan memiliki potensi untuk mencemarkan jemaat, seperti yang tertulis dalam Ibrani 12:15. Jika jemaat terus hidup dalam kepahitan, maka kepahitan itu akan meracuni orang lain disekelilingnya. Tujuan dari penelitian adalah merumuskan makna kekudusan berdasarkan Ibrani 12:12-17 serta implikasinya terhadap pemulihan akar kepahitan diantara jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan. Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku-buku, literatur-literatur, catatan-catatan dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan. Makna kekudusan berdasarkan Ibrani 12:12-17 yaitu: (1) Mengejar kekudusan. (2) Membuang akar pahit. (3) Tidak menjadi cabul. Jemaat perlu senantiasa mendekatkan diri dengan kasih karunia Allah. Jemaat yang memiliki akar pahit dalam hatinya perlu melakukan pemulihan.
PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN TERHADAP RITUAL WULLA PODDU DI KAMPUNG BODOMAROTO, DESA KALIMBUKUNI, KECAMATAN KOTA-KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Muharoma Chomsatul Farida
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v3i1.27

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif Etnografi dengan  tujuan untuk mengetahui prespektif Pendidikan Agama Kristen Terhadap Ritual Wulla Poddu. Maka dalam skripsi ini, penulis memaparkan tentang konsep-konsep kepercayaan dari marapu dan konsep-konsep kepercayaan dalam Agama Kristen. Salah satu ritual yang dilakukan oleh masyarakat yang menganut kepercayaan marapu (kepercayaan pada roh leluhur) adalah ritual Wulla Poddu. Dalam ritual Wulla Poddu ada begitu banyak larangan-larangan yang harus di taati oleh masyarakat penganut kepercayaan tersebut khususnya bagi masyarakat yang tinggal  di kampung Bodomaroto. Pelaksanaan upacara tersebut dilakukan supaya hidup mereka bisa dibenarkan di hadapan para leluhur yang sudah meninggal agar menerima berkat-berkat yang melimpah serta memperoleh kehidupan yang harmonis. Perspektif ini tentu sangat berbeda dengan perspektif Pendidikan agama Kristen yang mengajarkan bahwa untuk  memperoleh berkat dan keselamatan harus melalui Yesus Kristus sendiri karena dalam Yohanes 14:6 mengatakan bahwa hanya Yesus Kristuslah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup untuk membangun hubungan dengan Allah. Orang Kristen memandang bahwa pengajaran dalam ritual Wulla Poddu adalah salah karena bukan tertuju kepada Allah melainkan kepada roh nenek moyang, sebab salah satu dari 10 hukum taurat berbunyi “Jangan ada padamu Allah lain di hadapan-Ku (Keluaran 20:3).
PENGARUH PERCAYA DIRI BERDASARKAN MAZMUR 27:1-3 TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KRISTEN SMA KEMALA BHAYANGKARI 2 SURABAYA Setiya Ajie Sukma; Dorce Sondopen; Hari Budi Waluyo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i1.39

Abstract

Percaya diri adalah salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Konsep ini mengacu pada keyakinan individu terhadap kemampuan dan penilaian diri sendiri dalam menjalankan tugas dan memilih pendekatan yang efektif terutama untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, bagaimanakah pengaruh percaya diri berdasarkan Mazmur 27:1-3 terhadap hasil belajar siswa Kristen SMA Kemala Bhayangkari II Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi. Hasil dari penelitian data nilai perolehan persmaan regresi model, didapati bahwa variabel percaya diri (X) memperlihatkan nilai regresi positif, yang menunjukkan korelasi atau arah positif,  dari variabel percaya dir (X) dengan variable hasil belajar siswa (Y) di SMA Kemala Bhayangkari II Surabaya. Maka pengaruh percaya diri berdasarkan Mazmur 27:1-3 terhadap hasil belajar siswa SMA Kemala Bhayangkari II Surabaya sangat tinggi.
MAKNA MOTIVASI PELAYANAN BERDASARKAN MATIUS 20:25-28 TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER Ayuni Damai Daeli; Sonny Herens; Areyne Christi
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i1.41

Abstract

Pada dasarnya, motivasi pelayanan berkaitan dengan sikap dan perilaku individu dalam memberikan pelayanan yang baik, baik dalam konteks pekerjaan atau dalam kehidupan sehari-hari. Pembentukan karakter merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai faktor, termasuk motivasi pelayanan. Motivasi pelayanan adalah faktor internal yang mempengaruhi sikap dan perilaku individu dalam memberikan pelayanan yang baik kepada orang lain. ketika motivasi pelayanan rendah atau tidak ada, individu cenderung menunjukkan sikap-sikap negatif seperti kurangnya perhatian, ketidakpedulian, atau bahkan ketidakjujuran dalam memberikan pelayanan. Sikap-sikap negatif ini dapat merusak hubungan antara individu dengan orang lain, baik itu dalam konteks pekerjaan atau hubungan sosial. Pembentukan karakter adalah proses yang kompleks yang melibatkan pola perilaku, sikap, dan nilai-nilai individu yang membedakan mereka dari orang lain. Tujuan dari peneliatan ini yaitu untuk mendapatkan gambaran tentang makna motivasi berdasarkan Matius 20:20-28 terhadap pembentukan karakter. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan. Hasil yang ditemukan adalah motivasi pelayanan yaitu hendaklah memiliki karakter pelayan, karakter hamba dan jadikan Kristus sebagai teladan yang memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang
MINAT BELAJAR BERDASARKAN AMSAL 4:1-27 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR Filiani Halawa; Fredi I Malaisari
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i1.42

Abstract

Minat belajar merupakan faktor yang signifikan dalam proses pendidikan. Minat belajar mencerminkan ketertarikan dan motivasi seseorang terhadap kegiatan belajar. Tingkat minat belajar yang tinggi dapat membantu siswa mencapai hasil belajar yang optimal dan mengembangkan potensi belajar mereka secara penuh. Sebaliknya, minat belajar yang rendah dapat menghambat motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana minat belajar anak dan untuk meningkatkan hasil belajara anak. Motode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif. Hasil yang didaptkan adalah 1) mendengarkan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas kehidupan. 2) Memperhatikan merupakan respon dari murid atau orang yang sedang mendengarkan suatu pelajaran. 3) Menjaga hati sangatlah penting untuk dilakukan. Dalam upaya mencapai hasil belajar yang baik, penting untuk memadukan strategi belajar yang efektif, pendekatan pembelajaran yang baik, serta dukungan dari orang tua dan lingkungan sekitar.