cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 58 Documents
KODE ETIK GURU UNTUK MEMBANGUN KOMUNIKASI DENGAN SISWA DALAM KELAS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Delsi Plestari; Untung Mersiana
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.59

Abstract

Kode etik bagi guru Pendidikanagama Kristen menjadi bagian penting dalam mengaktualisasikan pendidikan. Sebab kode etik tersebut membawa guru mampu memahami peserta didik dengan baik. Pendidikan Agama Kristen yang masih kurang dalam penerapan etika dalam berkomuniksi, tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Kristen. Tujuan dari penelitian ini untuk memberikan pemahaman kepada guru Pendidikan Agama Kristen agar dalam proses pembelajaran memberikan keteladan yang baik bagi peserta  didik. Hasil dari penelitian adalah guru sebelum mendidik harus dibekali dengan nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan Firman Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Menjadi guru bukan hanya sebagai pengajar tetapi sebagai pembimbing karakter siswa-siswi menjadi karakter yang berkenan di hadapan Tuhan Yesus
STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KONTEKS PEMBELAJARAN ORANG DEWASA Urbanus Sukri; Evi Catur Sari
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.60

Abstract

Pendidikan Orang Dewasa penting dilakukan era sekarang ini, sebab orang dewasa nantinya akan mengajar anak-anak. Jadi, sebelum mereka mengajar diperlukan pembelajaran orang dewasa. Seberapa banyak orang dewasa mengajar tanpa mengalami dahulu proses pembelajaran, sehingga didapati bahwa orang dewasa mengajar saja tanpa diimbuhi mendidik. Padahal mengajar dan mendidik seharusnya berjalan bersama-sama. Metode yang dipakai dalam penulisan ini menggunakan  kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang bersumber dari berbagai jurnal, buku dan media-media yang bersangkutan dengan konteks pendidikan orang dewasa. Tujuan dari penulisan ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih berupa stategi-strategi serta implementasinya pendidikan agama dalam konteks orang dewasa. Hasil yang diperoleh bahwa penerapan pendidikan orang dewasa dimulai dari keluarga karena didalamnya ada Ibadah, menelaah, menjalin persaudaraan, dan melayani. Gereja: pelayanan sekolah minggu, mengikuti katekisasi, dan mendengarkan khotbah-khotbah serta mengikuti persekutuan, dan Sekolah: bisa dilakukan membaca ayat Alkitab yang menjadi tema pembelajaran.
PENGAJARAN KETAATAN BERDASARKAN EFESUS 6:1-4 DAN DAMPAKNYA BAGI KOMUNIKASI ORANG TUA DAN GURU TERHADAP SISWA TAMAN KANAK KANAK MAHKOTA KELIR SAMARINDA Suwantie, Sri; Lestari, My Sun
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.63

Abstract

Anak-anak yang menaati orang tua merupakan hal yang sangat diharapkan oleh setiap orang tua. Saat anak-anak memasuki usia sekolah ada peran dan tanggung jawab guru untuk mengajarkan dan mendidik anak-anak untuk juga menaati guru dan menaati aturan yang ada di sekolah. Peneliti menemukan beberapa masalah tentang ketaatan murid Taman Kanak Kanak Mahkota KelIR khususnya di kelas A King Yosafat. Beberapa anak masih belum mengerti akan peraturan yang ada di sekolah sehingga seringkali melanggar peraturan seperti duduk yang rapi, berbicara bergantian dengan suara yang pelan, bermain bersama sama dan beberapa peraturan lainnya. Beberapa orang tua sibuk dengan pekerjaan dan kesibukan lainnya membuat orang tua dengan guru kesulitan dalam berkomunikasi. Terdapat beberapa guru yang sungkan dengan orang tua sehingga jarang mengkomunikasikan perkembangan anak karena takut menggunggu kesibukan orang tua. Penelitian ini bertujuan supaya ada kerjasama yang baik dan konsisten antara orang tua dengan guru dalam pengajaran ketaatan terhadap anak-anak sehingga anak-anak dapat menaati guru dan juga orang tua. Penelitian ini juga bertujuan untuk membangun komunikasi antara orang tua dengan guru mengenai perkembangan anak-anak. Dari hasil penelitian terbukti bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dengan guru mengenai perkembangan anak-anak dapat meningkatkan ketaatan anak-anak.
PENDIDIKAN KRISTEN ORANG TUA SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT IMAN SPRITUAL KELUARGA Krisnawati, Lisa
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.64

Abstract

Pendidikan Kristen orang tua, yang mengajarkan nilai-nilai dan ajaran Alkitab kepada anak-anak, berfungsi sebagai upaya penting dalam memperkuat keyakinan dan praktik religius yang dianut bersama oleh anggota keluarga. Melalui teladan, pembinaan rohani, dan penerapan nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari dalam iman, moralitas, dalam penghayatan ajaran Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari gambaran tentang bagaimana keterlibatan orang tua dalam pendidikan Kristen dapat memperkuat iman spiritual keluarga. Penelitian ini menjawab pertanyaan-pertanyaan kunci terkait definisi pendidikan Kristen orang tua, karakteristik iman spiritual keluarga, dan cara-cara efektif dalam memperkuat iman melalui pendidikan Kristen. Metode penelitian yang digunakan melibatkan studi literatur dan Analisa konten terhadap orang tua Kristen yang aktif terlibat dalam iman. Hasil dari Pendidikan Kristen secara signifikan memperkuat ikatan spiritual keluarga, meningkatkan penghayatan nilai-nilai moral dan etika Kristen, serta membangun fondasi yang kokoh untuk menghadapi tantangan hidup. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman yang lebih mendalam tentang peran krusial pendidikan Kristen orang tua dalam membentuk keluarga yang kuat secara spiritual, memberikan arahan moral dan etika yang jelas, serta menjadi sumber kedamaian dan kebahagiaan dalam kehidupan keluarga.  
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM KARAKTER DAN TANGGUNG JAWAB REMAJA Hamatara, Matius Mangutu
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.65

Abstract

Temuan studi ini menunjukkan bahwa karakter dan tanggung jawab remaja secara signifikan dibentuk oleh pengajaran agama Kristen. Siswa belajar memahami dan menghargai peran Tuhan dalam keberadaan manusia dengan mempelajari pelajaran dan perbuatan Tuhan yang terdapat dalam Alkitab. Penelitian ini mengkaji bagaimana pendidikan agama Kristen mempengaruhi moralitas dan rasa tanggung jawab remaja dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan berbasis literatur. Tujuan utama pendidikan agama Kristen adalah membentuk siswa menjadi manusia yang bermoral tinggi, beriman dan taat kepada Tuhan Yesus. Siswa diajarkan untuk menunjukkan perilaku, keyakinan, nilai, sikap, dan kemampuan yang sesuai dengan ajaran agama Kristen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidikan agama Kristen terhadap pertumbuhan moral dan rasa tanggung jawab remaja. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan penelitian menggunakan kepustakaan (library research). Hasil yang dapatkan bahwa Pendidikan agama Kristen bertujuan membantu remaja mengembangkan potensi spiritual mereka serta menjadi individu beriman yang taat kepada Yesus Kristus. Melalui pendidikan agama Kristen, remaja diarahkan untuk memahami dan mewujudkan cita-cita moral dan spiritual, sekaligus membangun karakter yang kuat secara moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Gulo, Kornelius; Telaumbanua, Elistati; Waruwu, Yamotani
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.69

Abstract

Pengembangan karakter dan kesadaran beragama siswa sangat ditingkatkan dengan pendidikan agama Kristen. Namun demikian, pemahaman belajar tidak selalu ditingkatkan dengan menggunakan pendekatan pengajaran standar. Akibatnya, strategi pengajaran yang lebih kreatif dan dinamis diperlukan. Teknik pengajaran interaktif memiliki potensi untuk meningkatkan motivasi, melibatkan siswa lebih dalam dan membantu mereka memahami materi pelajaran dengan lebih baik. Masalah peningkatan standar pendidikan agama Kristen adalah fokus utama, mengingat perubahan cepat yang terjadi baik di masyarakat maupun sistem pendidikan. Kendala utama adalah bahwa siswa menemukan instruksi agama Kristen menjadi tidak menarik. Artikel ini bertujuan untuk menjawab: 1. Apa definisi pendidikan agama Kristen; 2. Apakah tujuan pendidikan agama Kristen; 3. Apakah pengertian metode pembelajaran interaktif; 4. Apakah tujuan metode pembelajaran interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif sebuah studi deskriptif yang menekankan proses dan makna melalui analisis data dikenal sebagai penelitian kualitatif.  Hasilnya adalah: 1. Pendidikan agama Kristen adalah system pengajaran yang berdasarkan Alkitab, berpusat pada Kristus, dan bersandar pada Roh Kudus; 2. Tujuan pendidikan agama Kristen yaitu membantu siswa dalam memasukkan iman mereka ke dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari; 3. Metode pembelajaran interaktif adalah metodologi atau pendekatan yang digunakan guru dalam menyajikan materi; 4. Tujuan pembalajaran interaktif ialah untuk memperdalam pengetahuan siswa dan pengembangan keahlian, khususnya yang berkaitan dengan berpikir kritis dan memecahkan masalah.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENANAMKAN SIKAP MODERASI BERAGAMA DI TENGAH PLURALISME INDONESIA Kareri Adji, Diarfi; Gea, Feni Krismawati
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.71

Abstract

Pluralisme adalah keberagaman masyarakat yang mencakup suku, agama, ras, dan golongan, termasuk di Indonesia. Bukan berarti pluralisme itu salah, namun tidak dapat di pungkiri bahwa banyak konflik yang muncul karena perbedaan tersebut Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur yang bersumber dari berbagai buku, jurnal, artikel dan media lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran pendidikan agama Kristen dalam menanamkan sikap moderasi beragama dalam konteks pluralisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama mencakup pemahaman terhadap keberadaan kelompok lain, rasa toleransi, dan menghargai perbedaan pendapat tanpa kekerasan. Peran pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat sangat penting dalam membangun moderasi beragama di Indonesia untuk menjaga adanya kerukunan dan kedamaian. Nilai-nilai Kristiani menekankan hidup dalam kasih terhadap sesama tanpa melihat adanya perbedaan sebagai bentuk moderasi beragama, sehingga melalui Pendidikan Agama Kristen adanya kedamaian antar umat beragama.
PERAN UTAMA GURU DALAM MENGAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BERDASARKAN PERSPEKTIF ALKITAB Setiyaningrum, Erna; Halawa, Elsa Krisman Klinton; Atakari, Heni Herlo; Alomau, Thamar O. ALomau
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.72

Abstract

Tanggung jawab seorang guru adalah membantu siswa mencapai tingkat tertingginya. Guru tidak hanya perlu memiliki pengetahuan untuk mengajar dan belajar, tetapi mereka juga perlu memotivasi siswa. Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) mempunyai kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai spiritual dan menginspirasi siswa. Alkitab adalah sumber pengetahuan terpenting bagi semua agama, terutama bagi anak-anak yang kurang berpendidikan. Namun pendidikan Kristen cenderung menitikberatkan pada model pendidikan humanistik sehingga tidak menggunakan Alkitab sebagai sumber utama pendidikan Kristen. Guru agama memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya umat Kristiani. Pendidikan agama, khususnya pendidikan agama Kristen, sangat penting digunakan untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan membantu peserta didik menjadi religius dan taat kepada Tuhan. Alkitab digunakan sebagai sumber pengajaran utama dalam teologi Kristen. Sebab Alkitab dianggap sebagai kitab suci yang memuat ajaran dasar agama Kristen dan merupakan otoritas tertinggi bagi umat Kristiani. Dalam hal ini, pendidikan agama Kristen penting bagi umat Kristiani di segala usia. Alkitab adalah dasar pendidikan Kristen bagi umat Allah.
TAKUT AKAN TUHAN DALAM PENGAJARAN YESUS: ANTARA KASIH DAN KETAATAN Purwoko, Paulus Sentot
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i2.74

Abstract

Takut akan Tuhan dalam pengajaran Yesus mencakup konsep teologis yang mendalam, yang memadukan rasa hormat, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan. Pengajaran Yesus mengajarkan bahwa takut akan Tuhan bukanlah rasa takut yang negatif, melainkan motivasi untuk hidup dalam kasih dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman tentang takut akan Tuhan dalam ajaran Yesus, serta implikasinya bagi kehidupan etis dan karakter Kristen. Metode yang digunakan adalah literature review, dengan menganalisis berbagai sumber teologi dan teks Alkitab, serta referensi sekunder yang mendukung pemahaman teologis tentang takut akan Tuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takut akan Tuhan memiliki peran penting dalam membentuk ketaatan yang lahir dari kasih, yang dalam ajaran Yesus berfungsi sebagai dasar moral bagi tindakan etis. Pembahasan mengungkapkan bahwa rasa hormat yang benar terhadap Tuhan mendorong perilaku penuh tanggung jawab, serta kasih kepada sesama, yang pada akhirnya membentuk karakter Kristen yang berintegritas. Dalam berbagai budaya, takut akan Tuhan dapat dimaknai secara berbeda, tetapi dalam ajaran Yesus, konsep ini selalu terkait dengan kasih dan ketaatan. Kontribusi dari penelitian ini adalah menawarkan pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai hubungan antara kasih dan takut akan Tuhan dalam pengajaran Yesus, serta memberikan wawasan tentang bagaimana konsep ini dapat diaplikasikan untuk meningkatkan karakter dan kehidupan etis umat Kristen dalam konteks kehidupan sehari-hari.
MEMBANGUN KARAKTER KRISTIANI MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Tonapa, Damaris; Legi, Ribka Esther; Lumantow, Anatje Ivone Sherly; Liud, Yahya Herman; Mailoor, Anastacia Jennifer Alexandrina
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.76

Abstract

Pendidikan Agama Kristen (PAK) membentuk karakter Kristiani, terutama di tengah tantangan zaman modern yang penuh dengan perubahan sosial dan budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana metode kontekstual dapat digunakan dalam PAK untuk membangun karakter Kristiani yang relevan dalam konteks saat ini. Penelitian ini mengumpulkan data dari studi literatur melalui metode penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Temuan utama menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan nilai-nilai Kristiani secara lebih efektif dapat dicapai melalui pendekatan kontekstual, yang menekankan hubungan antara pelajaran dan praktik sehari-hari. Metode ini tidak hanya membuat kelas lebih menarik dan berguna, tetapi juga mendorong siswa untuk menerapkan prinsip-prinsip seperti kasih sayang, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memasukkan pendekatan kontekstual ke dalam PAK adalah cara yang efektif untuk membangun karakter Kristiani yang kokoh dan relevan dengan tantangan zaman. Kesimpulan ini berarti bahwa pendidik PAK harus terus mengembangkan metode pembelajaran yang kontekstual dan adaptif untuk memenuhi persyaratan generasi muda dalam menghadapi dinamika kehidupan modern.