cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 58 Documents
REFORMASI PENDIDIKAN DALAM TUNTUTAN GLOBALISASI TERHADAP PERKEMBANGAN SPIRITUALITAS SISWA Meldiana Duha; Hermon Zebua; Suniati Gea
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.46

Abstract

Refomasi Pendidikan merupakan Upaya perbaikan dalam bidang Pendidikan. Di era globalisasi, reformasi Pendidikan membawa dampak yang cukup besar, sehingga Pendidikan semakin maju. Pendidikan dalam era globalisasi menekankan pada pengembangan dan peningkatan pendidikan yang ditujukan untuk masa depan.Artikel ini bertujuan untuk Penelitian Reformasi Pendidikan dalam tuntutan globalisasi terlebih dampaknya bagi spiritualitas siswa. Hasil akhir dari penelitian ini adalah dampak reformasi Pendidikan tersebut terhadap kehidupan dan spiritualitas siswa. Serta tuntutan globalisasi dalam dunia Pendidikan.
MANAJEMEN KONFLIK TERHADAP KINERJA GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Yamotani Waruwu; Geri Julio
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.47

Abstract

Bidang yang penting dari sebuah organisasi adalah pengelolaan perbedaan-perbedaan di dalam organisasi. Perubahan telah terjadi yang menantang keberadaan dan kekuatan struktur organisasi dan pertumbuhan hubungan di lingkungan gereja. Konflik adalah sesuatu yang terjalin antara apa yang diharapkan seseorang dari dirinya sendiri, orang lain, organisasi, dan apa yang diharapkannya. Konflik merupakan ketidakcocokan antara dua pihak atau lebih anggota organisasi, yang timbul karena fakta bahwa mereka harus berbagi perolehan sumber daya yang terbatas atau aktivitas kerja yang terbatas, atau karena mereka memiliki posisi, tujuan, nilai, atau persepsi yang berbeda. Adapun tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang makna manajemen konflik terhadap kinerja guru Pendidikan Agama Kristen. Metode yang digunakan adalah metole literarur yang ada dengan menggunakan pendekatan kualitatif diskriptif. Manajemen konflik adalah suatu proses penyelesaian konflik atau perbedaan pendapat di antara individu atau kelompok dengan cara yang efektif. Kepemimpinan kepala sekolah dalam manajemen konflik, yaitu yang berkaitan dengan menyelesaikan konflik sekolah dan motivasi kerja langsung berpengaruh positif terhadap hasil kerja guru
KREATIVITAS GURU DALAM PENERAPAN TEORI BELAJAR HUMANISTIK DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Ester Widiyaningtyas; Delsi Plestari; Titus Kasih Karunia
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.48

Abstract

Kreativitas guru mengacu pada kemampuan guru untuk mengembangkan ide-ide baru, metode pembelajaran inovatif, dan strategi pengajaran yang unik untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa. Ini melibatkan kemampuan guru untuk berpikir kreatif, menggabungkan berbagai sumber, dan menciptakan lingkungan belajar yang merangsang, menyenangkan dan memotivasi siswa. Teori pendidikan humanistik bertujuan untuk mengembangkan manusia menjadi lebih beradab. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mengetahuai bagaimana peran kreativitas guru dalam memahami dan menerapkan teori pembelajaran humanistik dalam pendidikan agama Kristen. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini yaitu kreativitas guru memegang peranan penting dalam meningkatkan efektivitas pengajaran pendidikan agama Kristen. Guru yang kreatif dapat menciptakan lingkungan belajar yang memotivasi dan menginspirasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI KONDISI AKIBAT PANDEMI COVID-19 Matius Mangutu Hamatara
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.49

Abstract

Penulis karya ini menyelidiki fungsi pendidikan Kristen dalam mengatasi dampak wabah covid-19. Materi informasi dari media cetak dan online yang mengimplikasikan keadaan dalam menghadapi pandemi, tekanan yang berlebihan, dan kecemasan akibat timbulnya pandemi COVID-19 pada manusia menjadi landasan penulisan makalah ini. Artikel ini mengkaji iman Kristen dalam pendidikan agama Kristen, yang sangat penting dalam mengatasi kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Dalam esai ini, kondisi yang dibawa oleh Covid-19 dikaji bersama dengan agama Kristen dalam pendidikan agama Kristen. Tujuan artikel ini adalah untuk menjelaskan kekristenan dengan cara yang akan membantu orang memahaminya dengan lebih baik dan membentengi jiwa mereka.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK SEKOLAH MINGGU DI GEREJA JEMAAT KRISTUS INDONESIA Fermina Laia
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v4i2.50

Abstract

Perubahan  zaman akibat perkembangan dan canggihnya  gadget berdampak pada generasi anak-anak masa kini tanpa terkecuali, termasuk anak Sekolah Minggu. Sekolah Minggu merupakan bagian dari kegiatan Gereja mengadakan pelatihan untuk mengarahkan anak-anak kepada Yesus Kristus, dengan harapan agar mereka menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Guru pendidikan agama kristen  hendaknya berkontribusi terhadap pengembangan kreativitas anak dalam mengenal Kristus. Seorang guru harus menyadari perang pentingnya terhadap anak. Sekolah Minggu mencakup beberapa faktor, yaitu iman Kristen, profesionalisme guru, dan pandangan hidup guru. jadi guru sangat berperang penting didalam kehidupan anak sekolah minggu, untuk memberikan pemahaman dan asupan yang positif terhadap anak sekolah minggu.Tujuan penelitian yakni untuk mengetahu bagaimanai peran guru pendidikan agama kristen dalam pembentukan karakter anak sekolah minggu di Gereja Jemaat Kristus Indonesia. Dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah guru pendidikan agama Kristen tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga membimbing mereka dalam pengembangan spiritual dan menanamkan dalam diri mereka iman Kristen. Peran guru Kristen sangat membantu dalam mengubah karakter dan perilaku anak, sehingga melalui peran guru Kristen yang efektif, siswa akan memiliki pemahaman yang lebih matang tentang bagaimana hidup rukun.
SEJARAH DAN PENTINGNYA PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM GEREJA DAN MASYARAKAT Janawati Janawati; Areyne Christi; Trisna Yanti Gulo
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.52

Abstract

Sejarah dan Pentingnya Penerapan Pendidikan Agama Kristen dalam Gereja dan Masyarakat. Artikel ini adalah suatu pengangkatan judul yang dilatar belakangi oleh, keinginan seorang Penulis untuk mengetahui apa yang menjadi sejarah dan pentingnya penerapan pendidikan agama kristen dalam gereja maupun dalam masyarakat. Berbicara tentang pentingnya penerapan pendidikan agama kristen bukanlah sesuatu hal yang asing lagi, sebab pendidikan bukan sesuatu hal yang baru, tetapi dimulai dari sejak manusia pertama yaitu Adam dan Hawa sedangkan pendidikan agama kristen dimulai dari Perjanjian Baru (PB). Artikel ini bertujuan menjawab 1. Apa defenisi gereja mula-mula dalam Pendidikan agama Kristen? 2. Seperti apakah pengertian pendidikan berdasarkan sejarah kependidikan Kristen? 3. Seperti apakah wadah pedagogis gereja purba yang dipakai untuk mendidik para warga jemaat? 4. Apa yang menjadi dasar pemikiran dalam pemasaran gereja zaman sekarang? Metode penelitian yang digunakan adalah pustaka. Hasilnya adalah: 1. Defenisi gereja mula-mula dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK), dimulai dari Perjanjian Baru, sedangkan pengajaran agama dimulai dari Perjanjian Lama (PL). 2. Pengertian pendidikan berdasarkan sejarah kependidikan kristen merupakan jalan keluar terbaik, merupakan kelanjutan dari amanat agung yang telah disampaikan Yesus sebagai rabi kepada murid-murid (rasul-rasul), bahkan kepada semua umat kristen. 3. Tiga wadah pokok yang dipakai gereja purba untuk mendidik para warga jemaat, yakni: Kebaktian umum, Katekese, dan Sekolah katekisasih. 4. Yang menjadi dasar pemikiran dalam pemasaran gereja zaman sekarang yaitu: lingkungan pemasaran yang kita hadapi, membaca Alkitab, berdoa memohon berkat dari Allah, meminta tuntunan Roh kudus, konteks Alkitabia untuk pemasaran gereja.
PENERAPAN METODE ROLE PLAYING DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR TENTANG BUAH ROH SISWA KELAS VI SDK GLORIA I SURABAYA Yermia Tri Putri Mia
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.55

Abstract

Hadirnya persoalan dalam pembelajaran adalah hal yang wajar.  Tidak terkecuali dalam pembelajaran Pendidikan Agaman Kristen di SDK Gloria 1 Surabaya.  Keragaman latar belakang budaya dan kompetensi siswa serta guru menjadi sumber persoalan yang mewarnai proses pembelajaran itu sendiri.  Salah satu upaya yang dilakukan peneliti adalah melakukan perubahan metode dari konvensional menjadi model pembelajaran Multi Role playing. Model pembelajaran role playing merupakan salah satu permainan gerak yang didalamnya terdapat aturan, tujuan dan sekaligus melibatkan unsur bahagia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui seberapa efektif penerapan metode role playing dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dapat meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas VI tentang buah roh SD Kristen Gloria  Surabaya. Metode yang digunakan adalah tindakan kelas. Hasil yang ditemukan adalah role playing adalah metode yang kuat dalam meningkatkan hasil pembelajaran karena memungkinkan partisipasi aktif, pengalaman langsung pendekatan yang tepat dan melalui proses yang berulang, proses pembelajaran dapat ditingkatkan secara signifikan. Dengan penerapan yang tepat, metode ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk memfasilitasi pemahaman yang mendalam dan penguasaan materi oleh siswa. Dengan menggunakan metode role playing, terbukti siswa mampu menjelaskan dan mengaplikasikan tema tentang Buah Roh selama pembelajaran di kelas;  sekaligus berdampak pada peningkatan hasil belajar, khususnya bidang studi Pendidikan Agama Kristen
PERAN GURU SEKOLAH MINGGU DALAM MEMBANGUN FONDASI SPIRITUAL ANAK SEKOLAH MINGGU Heles Babawat
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.56

Abstract

Peran guru Sekolah Minggu dalam pembentukan fondasi spiritual anak-anak merupakan aspek penting dalam konteks pendidikan rohani. Guru-guru ini memegang tanggung jawab signifikan dalam memberikan pengajaran agama Kristen, membimbing karakter, dan memfasilitasi pertumbuhan spiritual anak-anak. Dengan fokus pada pendidikan rohani, mereka bertujuan tidak hanya menyampaikan ajaran agama, tetapi juga membentuk karakter dan mendukung perkembangan spiritual anak-anak. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengetahui tangggung jawab guru sekolah minggu; 2). Untuk mengetahui peran guru sekolah minggu sebagi pengajar dan pembimbing rohani; 3). Untuk mengetahui pembentukan spiritualitas anak sekolah minggu. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka. Hasil yang didapatkan adalah 1). Guru Sekolah Minggu memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing dan membentuk dasar iman anak-anak untuk tumbuh sebagai individu yang kuat secara rohani. 2). Guru-guru di Sekolah Minggu menghadapi tantangan untuk memberikan pendidikan berkualitas sambil membimbing anak-anak dalam pemahaman nilai-nilai Kristen. Pentingnya pembimbing rohani terlihat dalam upaya membentuk karakter dan moral anak-anak sesuai dengan ajaran Kristiani. 3). Pentingnya pembentukan spiritualitas anak dalam konteks Sekolah Minggu mencerminkan pemahaman gereja akan urgensi memberikan fondasi iman yang kuat bagi generasi penerus.
TANGGUNG JAWAB ORANG TUA DALAM MEMPERHATIKAN TERHADAP MINAT BELAJAR ANAK Fredi Imanuel Malaisari; Dorce Sondopen; Suryowati Suryowati
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.57

Abstract

Tanggung jawab orang tua dalam memperhatikan minat belajar anak krusial dalam membentuk kesuksesan akademik dan perkembangan pribadi anak. Ini melibatkan dukungan emosional, menciptakan lingkungan belajar positif, memberikan contoh yang baik, mendorong eksplorasi minat anak, berpartisipasi dalam pendidikan anak, serta memberikan dukungan materi dan pujian. Peran orang tua dalam memperhatikan minat belajar anak penting untuk memotivasi dan memperluas wawasan anak, membantu mereka meraih prestasi dan kepuasan di masa depan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah tanggung jawab orang tua dalam meperhatikan anak dan untuk mengetahui bagaimanakah tanggung jawab orang tua untuk meningkatkan minat belajar ana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dalam pendekatan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah tanggung jawab orang tua dalam memperhatikan anak sangat penting untuk memastikan kesejahteraan fisik, emosional, dan perkembangan mereka; dan tanggung jawab orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak adalah kewajiban yang penting untuk membantu anak mengembangkan minat dan motivasi dalam belajar. Orang tua berperan dalam memberikan dukungan, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
STUDI KOMPARASI KEPEMIMPINAN KHARISMATIK DAN PROTESTAN (REFORMED INJILI) DALAM PENATAAN SPIRITUALITAS Gatsper Anderius Lado
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v5i1.58

Abstract

Di dalam Kekristenan ada berbagai macam denominasi, termasuk Kharismatik dan Reformed Injili. Keduanya merupakan termasuk dalam denominasi juga yang ada di Indonesia dan berbagai negara lain tentunya. Kedua denominasi ini tentu memiliki paham yang berbeda mengenai Pemerintahan Gereja, Karakteristik Ibadah (Pujian, penyembahan dan Khotbah) dan mengenai Konsep Kepemimpinan Kristen. Pola-pola yang berbeda ini bukan sesuatu yang dikatakan salah atau benar karena semua pola pastilah dibentuk dengan dasar Alkitab yang dimiliki. Tulisan jurnal ini berusaha melakukan studi komparasi Kepemimpinan Kharismatik dan Protestan (Reformed Injili) dalam menata Spiritualitas dan dalam membangun kerohanian jemaat, berusaha melihat kelebihan dan kekurangan dari Pembangunan tubuh Kristus dalam dua denominasi ini. Dari sini akan diperbandingkan untuk bisa mengetahui bahwa masing-masing konsep kepemimpinan dengan lebih terbuka dan melihat keunggulan dan kelemahan dari berbagai cara memimpin untuk bisa mengambil hikmah dan bisa menerapkan di dalam pelayanan Gereja untuk semua keunggulan tersebut tentunya. Ternyata memang kepemimpinan Kharismatik bisa dikatakan bahwa lebih unggul secara keleluasaan kepemimpinan sehingga mereka bisa berkembang baik dan kepemimpinan Protestan lebih unggul secara kesetiaan pada pengajaran firman Tuhan.