cover
Contact Name
Harianto GP
Contact Email
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Phone
+6282359496409
Journal Mail Official
jurnalexcelsiorpendidikan.jep@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Teologi Excelsius Jl. Tambak Oso F2 - Royal Crown Palace
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Excelsior Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27471675     DOI : https://doi.org/10.51730/jep.v4i1
Jurnal Excelsior Pendidikan adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Teologi Excelsius. Jurnal Excelsior Pendidikan menyediakan platform yang menyambut dan mengakui makalah penelitian empiris berkualitas tinggi tentang pendidikan yang ditulis oleh para peneliti, akademisi, profesional, dan staf dari seluruh dunia.
Articles 58 Documents
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN: LANDASAN DAN PRINSIP DALAM ALKITAB Pane, Piter Boy
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.79

Abstract

Pendidikan Agama Kristen memiliki peranan penting dalam membentuk karakter dan moral individu sesuai dengan ajaran Yesus Kristus. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji landasan dan prinsip pendidikan dalam Alkitab yang menjadi dasar bagi praktik pendidikan agama Kristen. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif yang menganalisis teks-teks Alkitab terkait pendidikan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen memiliki akar yang kuat dalam Alkitab, dengan prinsip-prinsip utama yang meliputi kasih, iman, dan pengajaran firman Tuhan. Ayat-ayat dalam kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru memberikan panduan tentang pentingnya pendidikan yang berpusat pada Tuhan, pembentukan karakter yang saleh, dan pengajaran nilai-nilai moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan agama Kristen tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan teologis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan spiritualitas yang integral. Implikasi praktis dari temuan ini menunjukkan bahwa para pendidik Kristen perlu mengintegrasikan prinsip-prinsip Alkitab dalam kurikulum dan metode pengajaran untuk mencapai tujuan pendidikan yang holistik dan transformatif.
MEMAHAMI KEBERAGAMAN UNTUK MENUMBUHKAN TOLERANSI DAN SALING MENGHORMATI DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Radjah, Yatriani Yelni
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.81

Abstract

Pendidikan Kristen memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral peserta didik, tidak hanya melalui pengajaran doktrin dan ritus, tetapi juga dengan menekankan pemahaman dan penghargaan terhadap keragaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menganalisis konsep Memahami Keberagaman dalam konteks Pendidikan Agama Kristen untuk membangun toleransi dan saling menghormati. Penelitian menggunakan pendekatan Tinjauan Sastra dengan fokus pada analisis kritis dan sintesis data dari sumber yang relevan. Memahami Keberagaman dalam konteks ini bukan hanya sekadar mengakui perbedaan antar individu atau kelompok, tetapi juga menghargai nilai-nilai yang mendasarinya. Dalam Pendidikan Agama Kristen, hal ini menyoroti pentingnya kesadaran akan pluralitas dalam keyakinan dan praktik keagamaan, serta bagaimana hal ini dapat memperkaya perspektif dan memperdalam penghayatan iman. Dengan mendalamkan pemahaman ini, diharapkan tercipta lingkungan inklusif di mana toleransi dan saling menghormati tidak hanya menjadi nilai yang diucapkan, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Memahami Keberagaman berpotensi besar untuk mempengaruhi pembentukan karakter dan moral dalam Pendidikan Agama Kristen, mempromosikan sikap terbuka terhadap perbedaan, dan memfasilitasi dialog antarumat beragama. Studi ini tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga diharapkan memberikan kontribusi praktis dalam memperkuat nilai-nilai damai dan harmonis dalam masyarakat, di mana keberagaman dihargai sebagai kekuatan yang mempersatukan.
DISKURSUS PENDIDIK KRISTEN MENGENAI METODE MENGAJAR YESUS SERTA PENERAPANNYA PADA PENDIDIKAN TINGGI KEAGAMAAN KRISTEN DI INDONESIA Sukarjo, Jajang; Masinambow, Yornan; Budiman Kristian, Alvin
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.82

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjabarkan pendapat para pendidik Kristen secara diskursif mengenai metode pengajaran Yesus Kristus. Sebagaimana yang dinyatakan dalam Alkitab melaporkan bahwa Yesus Kristus adalah Guru dan Tuhan (Yoh. 13:13-14). Sebagai guru dan Tuhan, Yesus Kristus memiliki kecakapan dalam mengajar yang diwujudkan dalam metode mengajar-Nya.  Kecakapan dalam menggunakan metode mengajar-Nya yang efektif tidak hanya diakui oleh murid murid-Nya dan para pendengar-Nya, melainkan diakui oleh para pendidik Kristen di masa kini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan meneliti serta mengungkap metode mengajar Yesus berdasarkan Pendapat Pendidik Kristen. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif melalui kepustakaan. Adapun hasil penelitian ini yaitu para Pendidik Kristen yang notabene adalah para teoris di bidang pendidikan Kristen mengakui bahwa Yesus Kristus adalah pengajar yang handal dengan pembuktian metode mengajar-Nya yang efektif dan dapat diterapkan di masa kini. Kebaruan dari penelitian ini yang dikonfrimasi melalui pendapat para ahli adalah metode mengajar Yesus yang relevan untuk diterapkan dalam Pendidikan Tinggi Keagamaan Kristen di Indonesia.
KOMUNIKASI KELUARGA YANG SALING MENGASIHI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEJUJURAN DALAM BELAJAR Elisen, Chaterin; Christi, Areyne; Suryowati, Suryowati
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.83

Abstract

Komunikasi dalam keluarga merupakan faktor utama yang membentuk pola pikir, sikap, dan nilai-nilai moral anak, termasuk kejujuran dalam belajar. Dalam ajaran Kristen, komunikasi yang mencerminkan kasih Allah bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan kejujuran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui yaitu pertama, untuk mengetahui makna komunikasi keluarga, kedua menumbuhkan kejujuran melalui pembelajaran berbasis karakter dan ketiga, kasih dalam keluarga sebagai fondasi untuk kejujuran dalam belajar. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan (library research), penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai teori serta literatur yang relevan. Hasil yang ditemukan adalah pertama komunikasi yang mencerminkan kasih Allah dalam keluarga Kristen adalah bentuk interaksi yang berlandaskan kejujuran, pengendalian diri, dan kasih yang tulus. Kedua embelajaran berbasis karakter menjadi pendekatan efektif dalam menanamkan kejujuran pada siswa. Kejujuran bukan hanya sekadar perkataan, tetapi harus menjadi bagian dari sikap dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga komunikasi yang penuh kasih memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, terutama dalam menumbuhkan kejujuran dalam belajar. Ketika orang tua menciptakan lingkungan yang penuh kasih dan keterbukaan, anak-anak merasa aman untuk berbicara jujur, mengakui kesalahan, dan bertindak dengan integritas.
MODEL PEMURIDAN DALAM GEREJA BERDASARKAN TEOLOGI SISTEMATIKA Rusli, Djohan
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pemuridan dalam gereja berdasarkan theologia sistematika. Tujuan ini dilatarbelakangi oleh belum efektifnya pelaksanaan pemuridan dalam gereja, sehingga gereja kurang efektif dalam menuntaskan amanat agung Tuhan Yesus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi, dimana penulis melakukan analisis isi terhadap literatur primer yaitu Alkitab dan literatur sekunder yakni buku-buku dan artikel-artikel jurnal yang membahas mengenai pemuridan dalam gereja. Dari penelitian ini ditemukan model pemuridan dalam gereja berdasarkan theologia sistematika yaitu para murid dijadikan penjala manusia, menjadikan semua bangsa murid Kristus, menjadi seperti Kristus Sang Guru Agung, menyangkal diri dan memikul salibnya setiap hari, segala sesuatu harus dilepaskan untuk mengikut Yesus, tetap hidup dalam kebenaran yang memerdekakan, menjadi berkat bagi sesama, dipercayakan rahasia Allah, dapat dipercayai dan cakap mengajar orang lain, dikuduskan untuk pekerjaan yang mulia. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi gereja Tuhan dan mendorong para peneliti untuk melakukan kajian lebih lanjut demi pengembangan model pemuridan dalam gereja.
TEOLOGI PENDIDIKAN KRISTEN: MENDIDIK DENGAN IMAN YANG BERAKAR PADA FIRMAN Pranoto, Fatony
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i1.85

Abstract

Artikel ini meneliti teologi pendidikan Kristen yang menekankan integrasi ajaran Alkitab dengan prinsip pendidikan untuk membentuk individu yang beriman dan berkarakter Kristiani. PAK tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga membimbing siswa memahami, menghayati, dan menerapkan nilai-nilai firman Tuhan dalam kehidupan. Tantangan utama PAK di era modern adalah sekularisme dan relativisme moral yang membuat sulitnya menanamkan nilai iman. Lembaga pendidikan Kristen sering menghadapi dilema antara akademik dan pembinaan rohani, sementara pengaruh budaya sekuler dapat menyebabkan krisis identitas spiritual bagi generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan pencarian informasi dari Alkitab dan literatur teologi serta artikel akademis sebagai sumber rujukan utama dalam analisisnya. PAK harus berlandaskan firman Tuhan dan bersifat holistik, mencakup aspek spiritual, moral, intelektual, dan sosial. Kolaborasi antara gereja, keluarga, dan sekolah menjadi kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai iman yang kuat. Selain itu, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pengajaran firman Tuhan, sehingga pendidikan Kristen tetap relevan di era digital. Dengan diambil kesimpulan bahwa firman Tuhan sebagai pedoman, pendidikan Kristen membentuk moral, pola pikir, dan kehidupan yang sesuai kehendak-Nya. Kolaborasi orang tua, guru, dan gereja diperlukan agar nilai iman diterapkan. Meski menghadapi sekularisme dan teknologi, pendidikan Kristen harus berpegang pada Alkitab.
KOMPETENSI SOSIAL SEBAGAI PILAR PEMBENTUKAN RELASI EDUKATIF GURU PAK DENGAN PESERTA DIDIK Widiastuti, Margaretha Ervina
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i2.87

Abstract

Kemampuan sosial merupakan salah satu kompetensi fundamental yang wajib dimiliki oleh setiap guru, khususnya dalam lingkup Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana peran kompetensi sosial menjadi fondasi utama dalam membangun relasi edukatif yang efektif antara guru PAK dan peserta didik. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan literatur yang relevan dengan pokok bahasan. Temuan penelitian secara jelas mengungkap bahwa kompetensi sosial yang dimiliki guru PAK memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan kualitas hubungan edukatif, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap tumbuhnya motivasi belajar serta pembentukan karakter spiritual pada peserta didik. Secara konseptual, kajian ini memperkaya pengembangan teori pedagogi relasional yang berlandaskan pada nilai-nilai iman Kristiani. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan agar program pendidikan calon guru secara sistematis memasukkan pelatihan kompetensi sosial sebagai bagian integral dari kurikulum. Meski demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa hambatan krusial, antara lain tingginya beban administratif yang dihadapi guru, minimnya pelatihan yang berfokus pada keterampilan interpersonal, serta belum optimalnya mekanisme evaluasi kompetensi sosial secara berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial bukan sekadar mendukung proses pembelajaran secara pedagogis pembelajaran PAK, melainkan juga merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai iman Kristiani dalam praktik pendidikan sehari-hari.
PENDIDIKAN KARAKTER KRISTIANI DALAM KITAB DANIEL: EKSEGESIS DANIEL 1:8 SEBAGAI FONDASI KETELADANAN DAN KETEGUHAN IMAN DI TENGAH BUDAYA ASING Sondopen, Dorce; Junias, Resa
Jurnal Excelsior Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Excelsius

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51730/jep.v6i2.88

Abstract

Krisis moral dan spiritualitas yang melanda generasi masa kini menuntut adanya pendidikan karakter yang berlandaskan iman Kristen. Kitab Daniel, khususnya Daniel 1:8, memberikan fondasi teologis yang kuat mengenai keteguhan iman, integritas, dan keberanian moral di tengah tekanan budaya asing. Penelitian ini bertujuan menganalisis teks Daniel 1:8 melalui pendekatan eksegesis teologis, serta mengkaji relevansinya dalam pengembangan pendidikan karakter Kristiani. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka, memanfaatkan sumber utama seperti teks Alkitab, tafsiran, dan literatur pendidikan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan Daniel untuk tidak menajiskan diri dengan makanan raja bukan sekadar tindakan etis, melainkan refleksi iman yang lahir dari hubungan pribadi dengan Allah. Keberanian Daniel menjadi model pendidikan karakter Kristen yang menekankan integritas, pengendalian diri, dan kesetiaan spiritual. Dalam konteks pendidikan, narasi Daniel menegaskan pentingnya pengintegrasian nilai-nilai Alkitab dalam kurikulum, strategi pedagogis, dan pembentukan komunitas iman yang mendukung peserta didik. Pendidikan karakter Kristen tidak hanya bertujuan membentuk perilaku etis, melainkan membangun identitas sebagai warga Kerajaan Allah yang siap menghadapi tantangan budaya modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter yang bersumber dari Alkitab, khususnya melalui teladan Daniel, memiliki daya transformatif dalam membentuk generasi muda yang teguh, kudus, dan berpengaruh positif di tengah masyarakat. Dengan demikian, Daniel 1:8 relevan sebagai paradigma pendidikan karakter Kristiani yang menekankan kesatuan iman, moralitas, dan praktik hidup sehari-hari.