cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Kajian Fisiologi Tanaman Sawi Pagoda (Brassica rapa L. ssp. Narinosa) dengan Berbagai Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Sampah Sayur Aisyah Nada Widyasari; Rosi Widarawati; Slamet Rohadi Suparto; Risqa Naila Khusna Syarifah
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.73926

Abstract

Pemanfaatan pengolahan sampah sayur sebagai pupuk organik cair dan penggunaan berbagai jenis media tanam dapat dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan sawi pagoda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur terbaik, (2) mengetahui media tanam terbaik, dan (3) mengetahui interaksi antara konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur dan media tanam terbaik untuk fisiologi tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan pada 27 Februari 2021 sampai dengan 28 Agustus 2021 di Perumahan Griya Satria Bancarkembar, Kabupaten Banyumas pada ketinggian 120 mdpl; Laboratorium Agronomi dan Hortikultura serta Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan petak Terbagi (Split plot design) yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama sebagai petak utama adalah konsentrasi pupuk organik cair sampah sayur (P) yaitu 5 mL/liter air, 20 mL/liter air, dan 35 mL/liter air. Faktor kedua sebagai anak petak adalah media tanam (M) yaitu tanah, arang sekam, dan serbuk gergaji. Hasil penelitian menunjukkan poc sampah sayur 35 mL/liter air lebih baik terhadap semua variabel. Perlakuan media tanam tanah memberikan hasil yang terbaik terhadap seluruh variabel. Interaksi perlakuan konsentrasi poc sampah sayur 5 mL/liter air+tanah menunjukkan hasil terbaik pada variabel bobot tanaman segar dan kehijauan daun, sedangkan perlakuan konsentrasi poc sampah sayur 35 mL/liter air+tanah menunjukkan hasil terbaik pada variabel bobot tanaman kering, indeks luas daun, jumlah stomata, kerapatan stomata dan serapan nitrogen.
Keragaman Genetik 50 Aksesi Plasma Nutfah Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Berdasarkan Marka SSR Kristianto Nugroho; Puji Lestari
Vegetalika Vol 11, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.74076

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L) merupakan tanaman tropis yang merupakan tanaman kacang-kacangan terbanyak ketiga setelah kacang kedelai dan kacang tanah. Kehadiran kacang hijau penting sebagai penyangga pangan di Indonesia dan tercermin dari laju peningkatan produksi yang sangat pesat sehingga menjadi tantangan dalam pemuliaan tanaman.Tersedianya sumber keragaman genetik menjadi prasyarat dalam keberhasilan program pemuliaan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis keragaman genetika lima puluh aksesi kacang hijau dengan menggunakan marka Simple Sequence Repeats (SSR). Pola pita hasil Polymerase Chain Reaction (PCR) diberi skor sebagai data biner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak GelAnalyzer, NTSYS, dan PowerMarker. Hasil keragaman genetik kacang hijau berdasarkan 10 marka SSR menunjukkan polimorfisme dan variasi genetik 50 aksesi kacang hijau. Marka polimorfik tersebut dapat mendeteksi 155 alel dengan kisaran 11–20 alel per lokus dengan rerata 15,5 alel per marka. Rerata nilai diversitas gen yang dihasilkan adalah 0,92 dan rerata nilai frekuensi alel utama yang dihasilkan adalah 0,13%. Nilai PIC yang diperoleh berkisar antara 0,88 dan 0,92 dengan rerata 0,90. Kesepuluh marka SSR yang digunakan memiliki nilai PIC >0,7 dan merupakan marka yang informatif sehingga potensial untuk analisis keragaman genetik plasma nutfah kacang hijau maupun untuk seleksi berbantu marka. Berdasarkan hasil analisis klaster, 50 aksesi plasma nutfah kacang hijau mengelompok menjadi dua kelompok utama pada koefisien kemiripan genetika 0,83 pada tanaman kacang hijau tersebut. Keragaman genetik ini penting untuk membantu preservasi maupun pemuliaan kacang hijau di Indonesia.
Kajian Pertumbuhan dan Hasil Lima Aksesi Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Tahtihal Anhar; Dyah Weny Respatie; Aziz Purwantoro
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.74390

Abstract

Produksi kacang hijau di Indonesia pada tahun 2008-2018 cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2018 produksi kacang hijau di Indonesia mencapai 241.334 ton, dan pada tahun 2018 produksi kacang hijau di Indonesia mengalami penurunan menjadi 234.718 ton. Salah satu faktor penting yang mempengaruhi produktivitas kacang hijau yaitu keterbatasan varietas unggul baru, sehingga perlu dilakukan kajian mengenai galur-galur kacang hijau baru sebagai calon varietas unggul baru. Tujuan penelitian yang dilakukan yaitu untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil lima aksesi kacang hijau dibandingkan dengan varietas pembanding. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 – Desember 2020 di Kebun Percobaan Tri Dharma Fakultas Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari satu faktor perlakuan yaitu aksesi. Aksesi yang digunakan sebanyak lima (F2, F3.1, F3.2, F3.3, dan F3.4) dan (PK-H, VM-4, dan KTG) sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertumbuhan vegetatif antara aksesi F2 hingga F3.4 tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding yaitu PK-H, VM-4, dan KTG. Pada parameter produktivitas dan indeks panen seluruh aksesi dengan varietas pembanding memiliki nilai yang sama yang menandakan bahwa aksesi F2 hingga F3.4 sudah sama dengan varietas yang sudah banyak dipasarkan dan perlu dikembangkan lebih lanjut.
Respon Pemberian Konsentrasi Gula dan Paclobutrazol Pada Pengumbian Kentang Secara In Vitro Refa Firgiyanto; Anisyaro Pangestuti; Muhammad Zayin Sukri; Hanif Fatur Rohman
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.76085

Abstract

Peningkatan produktivitas kentang masih mengalami beberapa kendala yang disebabkan karena benih yang tidak bersertifikat dan jumlah ketersediaan benih yang terbatas. Salah satu alternatif terbaik guna mengatasi permasalahan tersebut adalah memproduksi benih melalui umbi mikro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman, UPT Pengembangan Benih Hortikultura Sidomulyo Batu yang terletak pada ketinggian 1100 mdpl. Waktu yang dibutuhkan adalah 4 bulan, dimulai sejak Oktober 2021 sampai Januari 2022. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tunggal pemberian konsentrasi gula dan konsentrasi paclobutrazol dan mengetahui pengaruh interaksi pemberian konsentrasi gula dan konsentrasi paclobutrazol pada media pengumbian kentang melalui teknik kultur in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi gula 30 g/l, 60 g/l, 80 g/l, 100 g/l, dan faktor kedua adalah konsentrasi paclobutrazol 0 mg/l, 0,2 mg/l, 0,4 mg/l, 0,7 mg/l, 1 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal konsentrasi gula 60 g/l memberikan hasil optimum pada parameter persentase tumbuh umbi, waktu muncul umbi mikro, jumlah umbi mikro dan bobot umbi mikro. konsentrasi paclobutrazol  0,2 mg/l mampu memberikan hasil optimum pada parameter persentase tumbuh umbi, waktu muncul umbi mikro, jumlah umbi mikro dan bobot umbi mikro. Interaksi pemberian konsentrasi gula 30 g/l dan konsentrasi paclobutrazol 0 mg/l mampu meningkatkan parameter pengamatan tinggi tanaman, konsentrasi gula 100 g/l dan paclobutrazol 0,7 mg/l memberikan hasil  optimum pada jumlah daun, perlakuan konsentrasi gula 100 g/l dan paclobutrazol 0,2 mg/l memberikan hasil optimum pada parameter jumlah tunas, dan perlakuan konsentrasi gula 60 g/l dan paclobutrazol 0,2 mg/l mampu memberikan hasil optimum pada parameter jumlah akar. 
Pemberian Berbagai Level Air dan Pengaruhnya Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merr) Varietas Grobogan Yusthian Hendra Mahardika; Bistok Hasiholan Simanjuntak
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.76102

Abstract

Faktor ketersediaan air tanah menjadi faktor pembatas pertumbuhan dan hasil kedelai. Oleh karena itu tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh pemberian berbagai level kadar air tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Grobogan. Tata letak penelitian dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas 4 perlakuan pemberian air sebanyak kadar air tanah 25% kapasitas lapang (P1), kadar air tanah 50% kapasitas lapang (P2), kadar air tanah 75% kapasitas lapang (P3), kadar air tanah 100% kapasitas lapang (P4). Masing-masing perlakuan diulang 6 kali. Data penelitian terdiri atas prolin daun, stress index (SI), tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman dan berat biji per hektar. Data dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata (BNJ) dengan taraf kepercayaan 95%. Pemberian air mempengaruhi produksi prolin, pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Grobogan. Akumulasi prolin dalam tanaman semakin meningkat ketika tingkat cekaman kekurangan air semakin tinggi.  Pemberian air 75% kapasitas lapang mengakibatkan cekaman kekeringan tanaman kelas rendah, sedangkan tinggi tanaman kedelai, bahan kering tanaman, jumlah polong, dan berat gabah tidak berbeda nyata dengan pemberian air 100% kapasitas lapang. Pemberian air 50% kapasitas lapang mengakibatkan cekaman kekeringan tanaman kelas sedang dan secara nyata menurunkan tinggi tanaman. Pemberian air 25% kapasitas lapang mengakibatkan cekaman kekeringan tanaman kelas tinggi dan pada kondisi demikian terjadi penurunan secara nyata pada tinggi tanaman, berat kering tanaman,  jumlah polong dan berat biji per hektar serta terjadi penurunan hasil hingga 69% jika dibandingkan dengan pemberian air 100% kapasitas lapang.
Karakterisasi Beberapa Aksesi Serai Wangi (Cymbopogon nardus L.) Asal Cianjur Mariana Susilowati; Cheppy Syukur
Vegetalika Vol 11, No 4 (2022): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.77033

Abstract

Serai wangi (Cymbopogon nardus L.) merupakan tanaman aromatik yang kaya akan kandungan senyawa kimia penting terutama sitronela. Minyak atsiri dari tanaman serai wangi sering digunakan sebagai bahan baku utama berbagai industri. Perakitan varietas-varietas unggul serai wangi masih sangat diperlukan dalam rangka upaya peningkatan produksi serai wangi nasional. Pemanfaatan aksesi-aksesi dari sentra produksi serai wangi seperti Cianjur diharapkan dapat mendukung program pemuliaan serai wangi secara efektif dan efisien. Informasi genetik dari aksesi-aksesi lokal dapat diketahui melalui kegiatan karakterisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter morfologi kualitatif dan kuantitatif beberapa aksesi serai wangi hasil eksplorasi dari daerah Cianjur, Jawa Barat. Materi genetik yang digunakan pada penelitian ini adalah 10 aksesi Cianjur (SC1, SC2, SC3, SC4, SC5, SC6, SC7, SC8, SC9, dan SC10). Karakter yang diamati berupa karakter kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa aksesi SC1 merupakan aksesi terbaik dari Cianjur yang memiliki keunggulan pada semua karakter kuantitatif yang diamati terutama karakter panjang daun, tinggi batang, diameter batang, dan aroma daun yang tajam. Sekitar 75% karakter kuantitatif serai wangi Cianjur menunjukkan hasil korelasi antar karakter yang positif. Aksesi-aksesi dari Cianjur memiliki ciri-ciri yang sama yaitu batang berwarna VG 84B, pangkal daun berbentuk cekung, dan permukaan daun berwarna GGN 138C. Aksesi SC1 dan SC5 memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dan berpotensi dikembangkan sebagai tetua persilangan.
Pengaruh Jenis Biochar dan Pemupukan Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) pada Sistem Agroforestri Kayu Putih Muhammad Haidar Indrawan; Taufan Alam; Dody Kastono
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.74014

Abstract

Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga di Indonesia setelah padi dan jagung. Salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kedelai adalah alih fungsi lahan. Salah satu alternatif pemecahannya adalah pemanfaatan lahan di bawah tegakan kayu putih untuk budidaya kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh serta interaksi jenis biochar dan pemupukan urea terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai pada sistem agroforestri kayu putih. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 hingga Februari 2021 di Resort Hutan Menggoran, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terbagi. Petak utama jenis biochar terdiri dari tanpa biochar, biochar sekam padi, dan biochar kayu putih. Anak petak adalah takaran pemupukan urea yang terdiri dari 0 kg.ha-1, 50 kg.ha-1, 100 kg.ha-1, dan 150 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi jenis biochar sekam padi dan dosis Urea 100 kg.ha-1 secara nyata mampu meningkatkan bobot 100 biji kedelai (36,41%) dibandingkan tanaman kontrol (tanpa perlakuan biochar dan pupuk Urea); Pemberian Jenis biochar kayu putih menunjukkan serapan N per hektar yang tertinggi (253,22 kg.ha-1) dan berbeda nyata dengan tanpa biochar (188,52 kg.ha-1); Pemberian jenis biochar dan takaran urea tidak memberikan pengaruh yang nyata dan interaksi antara jenis biochar dengan takaran urea pada jumlah daun, bobot daun khas, panjang akar, bobot biji per hektar tanaman kedelai umur 12 mst.
Analisis Keragaman 8 Varietas Cabai Berdasarkan Karakter Morfologi Kualitatif dan Kuantitatif Amalia Prihaningsih Amalia; Rerenstradika Tizar Terryana; Nazly Aswani; Kristianto Nugroho; Puji Lestari
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.76984

Abstract

Informasi keragaman genetik varietas cabai dapat menentukan keberhasilan dalam program pemuliaan cabai. Tujuh karakter morfologi kualitatif dan 11 karakter morfologi kuantitatif digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis keragaman 8 varietas unggul cabai di Indonesia. Analisis keragaman dilakukan menggunakan metode analisis multivariat yaitu analisis korelasi pearson, analisis komponen utama dan analisis clustergram. Hasil penelitian mampu menunjukkan keragaman antar varietas cabai yang diuji berdasarkan karakter morfologinya. Berdasarkan analisis komponen utama, 18 karakter morfologi dapat tereduksi menjadi 7 komponen utama, namun hanya 5 komponen utama dengan eigenvalue >1, dengan nilai keragaman kumulatif 94,63%. Varietas cabai tersebar ke dalam empat kuadran berdasarkan komponen utama pertama dan kedua. Hasil analisis clustergram menunjukkan bahwa 8 varietas cabai dapat dibagi menjadi 2 kelompok utama yang memiliki kemiripan karakter morfologi. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa keragaman berdasarkan karakter morfologi dapat secara efektif dan efisien dalam identifikasi keragaman pada varietas yang berbeda dalam program pemuliaan.
Review Pemanfaatan MarkaSimple Sequence Repeat (SSR) dalam Kegiatan Analisis Keragaman Genetik Plasma Nutfah Padi Lokal di Indonesia Yusi Nurmalita Andarini; Kristianto Nugroho
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.77050

Abstract

Analisis keragaman genetik plasma nutfah padi lokal Indonesia dapat dilakukan baik secara morfologi, biokimia, maupun molekuler. Studi terkait penanda molekuler sangat diperlukan untuk mendukung program pemuliaan tanaman, karena penggunaan penanda molekuler bersifat lebih efektif dan presisi dalam menganalisis keragaman genetik tanaman. Salah satu penanda molekuler yang banyak digunakan pada studi keragaman genetik tanaman padi yaitu penanda mikrosatelit atau Simple Sequence Repeat (SSR). Penanda SSR dapat mendeteksi keragaman genetik berdasarkan perbedaan tingkat polimorfisme DNA. Identifikasi aksesi plasma nutfah padi lokal Indonesia berbasis penanda SSR diperlukan untuk menganalisis hubungan kekerabatan antar aksesi serta mencegah terjadinya duplikasi pada koleksi plasma nutfah yang ada sehingga potensi yang dimiliki oleh tiap aksesi dapat dimanfaatkan secara optimal pada program pemuliaan tanaman. Beberapa studi terkait pemanfaatan penanda SSR dalam menganalisis keragaman genetik padi lokal di Indonesia telah banyak dilakukan. Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa penanda SSR yang digunakan dapat mengidentifikasi adanya duplikasi pada koleksi plasma nutfah padi lokal yang digunakan, serta dapat mengelompokkan koleksi padi lokal berdasarkan karakter warna beras, ketan dan bukan ketan, serta daerah asal.
Pengaruh Konsentrasi POC Urin Kelinci dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Lazuardi Rangga Margianto; Slamet Rohadi Suparto; Okti Herliana
Vegetalika Vol 12, No 1 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.77846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi POC urin kelinci yang terbaik, komposisi media tanam terbaik dan interaksi kedua perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2021 di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Rancangan yang digunakan pada percobaan ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urin kelinci, yaitu K0= 0 ml/L, K1= 20 ml/L, K2= 40 ml/L, K3= 60 ml/L. Faktor kedua adalah komposisi media tanam, yaitu M1= tanah, M2= tanah + kompos (1:1), M3= tanah + arang sekam (1:1). Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan Uji F dan apabila terdapat perbedaan yang signifikan dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara konsentrasi POC urin kelinci dengan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC urin kelinci dan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.). Konsentrasi POC urin kelinci 60 ml/L memberikan hasil yang tertinggi pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, diameter tajuk, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar dan bobot akar kering. Komposisi media tanam M2 (tanah + kompos 1:1) memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijaun daun, diameter tajuk, bobot segar tajuk, bobot tajuk kering, bobot akar segar dan bobot akar kering.