cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 438 Documents
Metode Standardisasi Warna Krisan (Chrysanthemum) Sylvatera Ayu Puspitasari; Didik Indradewa
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.75631

Abstract

Warna merupakan salah satu indikator penting terhadap karakteristik bunga pada tanaman hias. Awal mulanya, pengukuran warna bunga menggunakan Royal Horticulture Society Color Chart (RHS Color Chart). Adanya perkembangan teknologi munculah alat Chromameter namun cukup mahal dan kurang adaptif penggunaannya, seperti halnya di Indonesia. Adanya keterbatasan dua alat penera warna tersebut, diperlukan adanya alat lebih mudah, dan cepat dalam penggunaan, salah satunya dengan pemanfaatan aplikasi color analyzer berbasis telepon genggam. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan metode pengukuran warna bunga secara otomatis yang akurat, mudah, dan cepat dengan menggunakan aplikasi color analyzer berbasis telepon genggam. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada dengan menggunakan krisan merah. Alat yang digunakan yaitu chromameter, telepon genggam tipe iPhone (iPhone 11 Pro Max dengan kamera 12 MP, f/1,8), dan telepon genggam tipe android (Realme XT dengan kamera 64 MP, f/1,8). Telepon genggam dilengkapi dengan aplikasi Color Analyzer – Iro Shirabe. Peneraan warna bunga dilakukan dengan chromameter, telepon genggam tipe iPhone dan tipe android untuk mengukur nilai L, a dan b. Ketiga macam alat ukur warna tersebut merupakan perlakuan dan disusun dalam rancangan acak lengkap. Hasil pengukuran nilai L, a, dan b dari kedua alat telepon genggam dibuat regresi terhadap chromameter dengan menggunakan software SAS. Aplikasi color analyzer berbasis telepon genggam mempunyai hubungan nilai L, a dan b dengan chromameter yang sangat erat (nilai R2 > 0.85) sehingga dapat dijadikan metode pengamatan warna bunga yang akurat, mudah dan cepat.
Pengaruh Kombinasi Pupuk N-P-K dan Vinasse Diperkaya Mikroba terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill) Yuliani Wulandari; Dyah Weny Respatie; Taufan Alam
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78636

Abstract

Konsumsi kedelai Indonesia meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk tetapi produksi di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan kedelai nasional. Salah satu faktor penyebab produksi kedelai di Indonesia rendah adalah pemupukan yang tidak berimbang. Solusi yang dapat diberikan dari permasalahan tersebut yaitu pemanfaatan vinasse sebagai pembenah tanah dan pengurangan dosis pupuk kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi pupuk N-P-K dan vinasse diperkaya mikroba terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022 di Kebun Tri Dharma, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri atas tanpa pupuk atau kontrol, vinasse diperkaya mikroba, N-P-K standar, 25% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba, 50% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba, dan 75% N-P-K standar + vinasse diperkaya mikroba.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa takaran kombinasi vinasse diperkaya mikroba yang dikombinasikan dengan pengurangan dosis pupuk N-P-K standar maupun pemberian vinasse diperkaya mikroba belum mencapai kriteria kelulusan uji efektivitas pupuk pada tanaman kedelai. Aplikasi vinasse diperkaya mikroba dapat mengurangi penggunaan pupuk N-P-K sebesar 25% pada tanaman kedelai.
Tanggapan Kacang Hijau (Vigna Radiata (L.) R. Wilczek) terhadap Pemberian Mikoriza dan Kompos Lumpur Pengolahan Limbah Susu dwi aini; Taryono Taryono; Haviah ilmiah
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78653

Abstract

Produksi kacang hijau nasional mengalami ketidakstabilan pada kurun waktu 2014-2018. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi kacang hijau dengan menambahkan agen hayati seperti Jamur Mikoriza Arbuskular (JMA) dan kompos lumpur pengolahan limbah dari beberapa jenis limbah, salah satunya limbah susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggapan kacang hijau terhadap pemberian mikoriza dan kompos lumpur pengolahan limbah susu, mengetahui pola hubungan antara dosis kompos lumpur dengan komponen hasil dan hasil kacang hijau yang dikombinasikan dengan pemberian JMA, dan mengetahui peran mikoriza dalam mendukung pembentukan bintil akar kacang hijau. Penanaman dilaksanakan pada bulan November 2021 hingga Januari 2022 ditata menurut Rancangan Acak Lengkap dengan empat ulangan dan dua faktor perlakuan, yaitu pemberian mikoriza yang meliputi tanpa mikoriza (M0) dan dengan mikoriza (M1), faktor kedua adalah dosis kompos lumpur pengolahan limbah susu yang terdiri dari 0 g/polibag (S0), 25 g/polibag (S1), 50 g/polibag (S2), dan 75 g/polibag (S3). Pengamatan dilakukan terhadap Pengamatan meliputi infeksi akar, panjang akar, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, jumlah polong, bobot biji, bobot 100 biji, jumlah bintil, dan jumlah bintil efektif. Kombinasi mikoriza dan kompos lumpur pengolahan limbah susu menunjukkan pengaruh nyata terhadap bobot biji tanaman dengan dosis optimum tanpa mikoriza 74,86 g/polibag dan 62,03 g/polibag dengan mikoriza.
Efektivitas Metode Ekstraksi DNA pada Daun Segar dan Kering dari Tanaman Obat Enny Rimita Sembiring; Rerenstradika Tizar Terryana; Yuliana Galih Dyan Anggraheni; Amalia Prihaningsih; Irmanida Batubara; Waras Nurcholis; Taopik Ridwan; Rikno Harmoko
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78957

Abstract

Tanaman obat merupakan salah satu tanaman yang sering menjadi target studi molekuler. Pada studi molekuler, ekstraksi dan purifikasi DNA genom merupakan tahap awal yang akan menentukan analisis selanjutnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan metode ekstraksi DNA yang mampu menghasilkan DNA dengan kuantitas dan kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode ekstraksi DNA dari daun segar maupun daun yang dikeringkan dari tanaman obat. Sebanyak sembilan genotip tanaman obat yang digunakan pada penelitian ini yaitu tiga genotip Justicia gendarussa, dua genotip Orthosiphon aristatus, dan masing-masing satu genotip Adenostemma lavenia, Adenostemma platyphyllum, Adenostemma madurense, dan Curcuma xanthorrhiza. Metode ekstraksi DNA genom yang digunakan adalah metode CTAB dengan beberapa modifikasi. Hasil penelitian DNA genom dari daun segar dan kering menunjukkan kuantitas, kualitas, dan dapat teramplifikasi dengan baik menggunakan primer RAPD dan penanda DNA.
Tanggap Tanaman Kacang Renek (Vigna unguiculata var. Sesquapedalis) terhadap Pemberian Bokashi Limbah Sayur Pasar dan Pupuk Daun Riska Chairani; Zulkifli MS; Putri Lukmana Sari
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.79169

Abstract

Kacang panjang renek adalah kacang Panjang tipe tegak yang berasal dari Filipina.  Tujuan penelitian untuk mengetahui respons tanaman kacang renek terhadap pemberian bokashi limbah sayur pasar serta pupuk daun. Penelitian telah dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau pada Februari-Mei 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL),dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah empat  dosis bokashi limbah sayur pasar yaitu: 0, 0,5, 1, 1,5 kg/tanaman. Sebagai faktor kedua  empat  dosis pupuk  daun (Gandasil B) yaitu: 0, 3,5, 7, 10,5 g/L air. Peubah pertumbuhan dan hasil yang diamati yaitu :  tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, panjang polong, dan indeks panen.. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi pupuk bokashi limbah sayur pasar dan pupuk daun  terhadap tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah cabang produktif, umur panen, dan berat polong per tanaman. Perlakuan terbaik bokashi limbah pasar 1,5 kg/plot dan dosis pupuk daun 10,5 g/L air (L3B3). Bokashi limbah pasar berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik pada dosis bokashi limbah pasar 1,5 kg/plot (L3). Pupuk daun berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik pada dosis pupuk daun 10,5 g/L air (B3).
Respons Pertumbuhan dan Hasil Produksi Pegagan pada Pemberian Pupuk Organik Cair dan Pupuk Kandang Sapi Refa Firgiyanto; Hermin Antika; Vera Elfina; Tri Rini Kusparwanti; Hanif Fatur Rohman; Edi Siswadi; M. Zayin Sukri
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.82789

Abstract

Tanaman pegagan merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan sebagai tanaman obat, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Salah satu upaya yang dilakukan antara lain perbaikan teknik budidaya melalui penambahan pupuk organik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh tunggal dan interaksi pemberian konsentrasi pupuk organik cair bonggol pisang dan dosis pupuk kandang sapi. Penelitian dilakukan di Screen house Laboratorium Tanaman, Politeknik Negeri Jember (89 mdpl).  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair 0, 50, dan 100 ml/l dan faktor kedua yaitu dosis pupuk kandang 0, 200, dan 400 g/polybag. Variabel pengamatan pada penelitian ini antara lain jumlah daun, jumlah stolon, jumlah anakan, panjang stolon terpanjang, panjang tangkai terpanjang, berat basah tanaman, berat kering tanaman, berat akar tanaman, kandungan klorofil tanaman, dan kandungan flavonoid tanaman pegagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor tunggal pemberian POC belum berpengaruh secara nyata pada seluruh variabel pengamatan sedangkan pemberian pupuk kandang sapi mampu meningkatkan secara nyata panjang tangkai tanaman pegagan dengan dosis terbaik pada perlakuan 200 dan 400 g/polybag. Interaksi pemberian konsentrasi POC dan pupuk kandang berpengaruh nyata pada variabel jumlah daun 2 dan 4 MST, panjang stolon, dan berat akar tanaman. Pemberian terbaik didapatkan pada perlakuan pemberian POC 100 ml/l dan dosis pupuk kandang sapi 200 g/polybag.
Kandungan Klorofil, Pertumbuhan dan Hasil Vertikultur Padi (Oryza sativa L.) Varietas Situ Bagendit Nugraheni Widyawati; Maria Marina Herawati; Theresa Dwi Kurnia; Djoko Murdono; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Andree Wijaya Setiawan
Vegetalika Vol 12, No 3 (2023): In Publish
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.83196

Abstract

Salah satu cara menyiasati produksi padi efisien lahan adalah menerapkan vertikultur menggunakan rak bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan posisi tanaman pada rak vertikal terhadap kandungan klorofil dan beberapa komponen pertumbuhan maupun hasil tanaman padi varietas Situ Bagendit dan menentukan posisi tanaman pada rak vertikal yang memberikan hasil tertinggi. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW di kota Salatiga, terletak pada ketinggian 455 meter dpl. Perlakuan posisi tanaman pada rak vertikal terdiri atas 3 posisi yaitu posisi dasar (lantai 1), tengah (lantai 2) dan teratas (lantai 3) diletakkan di ruang terbuka (open field), masing-masing diulang sembilan kali. Tanaman padi dibudidayakan dalam ember plastik menggunakan media dari tanah sawah. Parameter pengamatan meliputi intensitas radiasi matahari, kandungan klorofil daun, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah malai, panjang malai, jumlah biji, berat biji per malai dan berat gabah bernas.  Data hasil percobaan dianalisis menggunakan ANOVA, standar deviasi, korelasi dan BNT 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam penerimaan intensitas radiasi matahari, kandungan klorofil, karakter pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada vertikultur, kecuali parameter panjang malai. Hasil tanaman padi terbaik terdapat pada tanaman di posisi teratas yaitu lantai 3 dari rak vertikal.
Modifikasi Pertumbuhan Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) sebagai Tanaman Hias Pot dengan Aplikasi Paklobutrazol Trisnaningtyas, Carenina; Indradewa, Didik; Purwantoro, Aziz
Vegetalika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78335

Abstract

Paklobutrazol merupakan zat pengatur tumbuh yang berfungsi menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman dan banyak digunakan untuk mengurangi tinggi tanaman khususnya pada tanaman hias pot. Tanaman hias pot memerlukan keragaan batang yang pendek sehingga penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan kualitas tanaman bunga matahari serta menentukan aplikasi paklobutrazol terbaik dalam menjadikan tanaman bunga matahari sebagai tanaman hias pot. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2021 – April 2022 di Kebun Kursus Pertanian Taman Tani, Kota Salatiga. Penelitian menggunakan Rancangan Faktorial 3 x 3 + 1 yang diatur dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi paklobutrazol dengan 3 aras yaitu 100 ppm, 200 ppm, dan 300 ppm. Faktor kedua adalah frekuensi aplikasi paklobutrazol dengan 3 aras yaitu 4 kali (selang aplikasi 14 hari sekali), 5 kali (selang aplikasi 10 hari sekali) dan 6 kali (selang aplikasi 7 hari sekali). Aplikasi paklobutrazol dilakukan dengan cara penyiraman langsung pada media tanam selama fase vegetatif tanaman yaitu 2 – 8 mst. Data yang diperoleh diuji menggunakan analisis varian faktorial dan kontras orthogonal. Apabila hasil berbeda nyata dilakukan uji lanjut dengan uji HSD-Tukey α5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi paklobutrazol menghambat pertumbuhan vegetatif dan proses pembungaan tanaman yang menghasilkan tanaman bunga matahari pot dengan keragaan tanaman pendek, berbunga tunggal, berukuran sedang, berwarna kuning cerah kontras dengan daun yang berwarna hijau gelap yang berukuran kecil dan tersusun rapat. Aplikasi paklobutrazol konsentrasi 300 ppm dengan frekuensi 4 kali (selang aplikasi 14 hari sekali) mampu menjadikan bunga matahari sebagai tanaman pot dengan tinggi dan diameter bunga terbaik sesuai kriteria tanaman pot varietas acuan.
Respon Pertumbuhan Jahe Emprit (Zingiber officinale Rosc. var. amarum) pada Fase Vegetatif terhadap Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Urin Sapi Afifudin, Mochamad; Kastono, Dody; Alam, Taufan
Vegetalika Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78438

Abstract

Jahe emprit merupakan salah satu tanaman rempah dan herbal yang banyak diproduksi di Indonesia. Produksi jahe emprit dapat ditingkatkan melalui pemupukan. Pupuk organik cair (POC) telah dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan budidaya tanaman terhadap pupuk anorganik. POC mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi dan pengaruh konsentrasi POC urin kelinci dan sapi terhadap pertumbuhan jahe emprit pada fase vegetatif. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga blok sebagai ulangan. Penelitian ini terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu: (i) Konsentrasi POC urin kelinci (0, 75, dan 150 % dari rekomendasi atau setara dengan 0, 150, dan 300 ml.L-1), dan (ii) Konsentrasi POC urine sapi (0, 75, dan 150 % dari rekomendasi atau setara dengan 0, 150, dan 300 ml.L-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara konsentrasi POC urin kelinci dan sapi terhadap bobot segar batang jahe emprit pada 27 minggu setelah tanam (mst). Berdasarkan penelitian ini, Konsentrasi POC urin sapi 150 ml.L-1 secara nyata meningkatkan bobot segar dan bobot kering batang, serta bobot kering daun jahe emprit dibandingkan dengan perlakuan kontrol pada 19 mst.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kambing dan Kelinci terhadap Pertumbuhan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. var. rubrum) pada Fase Vegetatif Hidayat, Muhammad Taufik; Kastono, Dody; Alam, Taufan
Vegetalika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.78460

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman rempah di Indonesia. Produksi jahe di Indonesia pada tahun 2016-2020 mengalami penurunan dari 340,34 menjadi 183,52 ribu ton. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas jahe agar produksinya tinggi yaitu melalui perbaikan cara budidaya jahe merah seperti pemupukan. Penelitian ini bertujuan mempelajari interaksi serta pengaruh antara konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) urine kambing dan kelinci terhadap pertumbuhan jahe merah pada fase vegetatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2021-Maret 2022 di Dusun Gunung Rego, Kelurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulonprogo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC urine kambing dan faktor kedua POC urine kelinci dengan masing-masing faktor terdiri atas 3 taraf, yaitu 0 ml/l, 150 ml/l, dan 300 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara POC urine kambing dan kelinci terhadap pertumbuhan jahe merah pada fase vegetatif. Perlakuan konsentrasi POC urine kambing tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan jahe merah pada fase vegetatif. Perlakuan konsentrasi POC urine kelinci 300 ml/l menunjukkan bobot segar dan kering batang tertinggi (bobot kering batang 27 mst yaitu 11,7 g)yang berbeda nyata dengan 150 ml/l (5,62 g) namun tidak berbeda nyata dengan kontrol (7,54 g).